At some point, you have to realize that he doesn’t care, and you could be missing out on someone who actually does.

By Unknown

Hello World

Vienna, 10 April 2017

Perjalanan Praha ke Vienna dengan bus malam amatlah nyaman, apalagi dengan bus Regio Jet. Bus ini memiliki wifi serta penumpang dikasih minum gratis sehingga fasilitasnya jauh lebih OK daripada flixbus. Dari harga pun lumayan murah walau aku membeli tiket ke Austria hanya berjarak H-2. Menurutku Regio Jet ini cukup rekomended di Eropa untuk pilihan transportasi dari satu negara ke Negara di Eropa. Bus region jet yang aku tumpangi berangkat dari Praha jam 11 malam dan sampe di Vienna jam 4 pagi.

Sebelum ke Vienna aku sudah memiliki host dari CS yang memiliki referensi lebih dari 200 orang. Karena itu sebelum memutuskan tinggal di tempatnya aku sudah membaca profilenya. Namun ternyata tak selamanya referensi itu menjamin tentang karakter seseorang.

Jadi ceritanya begini,

Aku sampai di Vienna jam 4 pagi dan si host ini menjemput. Pas keluar dari bus, dia sudah menunggu tepat di depan bus. Nah pas aku keluar tiba-tiba si kawan langsung mau meluk. Terus dengan spontan aku tolak. Eh dia baper!

"Winny, don’t go travel if you cannot accept culture",
"In Europe hugging is to respect people and it commands"

Eh buset baru juga nyampe udah di semprot ama ini orang

Terus aku balas gini

"Sorry but u also have to respect other’s culture. For me we don’t hug people easily"
"If you don’t want to host me it’s ok"

Disinilah terjadi ketidak nyamanan menumpang dengan orang. Asli ogah banget dah numpang ama orang yang baper karena ditolak pelukan. Disini aku belajar bagaimana jumlah referensi tidak menjamin personality seseorang.

Btw CS dan referensi disini maksudnya gini, jadi ada platform sebuah situs buat travelling namanya CS kepanjangan dari Coushsurfing yang bisa digunakan untuk bertemu dengan warga local di suatu tempat. Jadi jika mereka berkenan maka kita bisa menumpang di rumahnya tanpa di pungut biaya. Sementara referensi artinya bagaimana respon atau pengalaman orang lain selama menginap pada seseorang.

Berbeda dengan hostku di Praha yang super baik sekali, maka host ku di Vienna, “baper”.

Yang paling gak enak pas dia ngomong gitu

Actually I want to bring you with taxi to my place, but u don’t deserve it”, itu katanya

Tempat wifi gratis di Vienna, Austria

Sumpah ini orang nyebelin bangat.

Akhirnya aku bilang gini

“Hey, if you do not host me its ok”, kataku

Akhirnya dengan berat hati si kawan ngajak naik bus dan aku membayar sekitar 2 Euro untuk sekali jalan. Untung aku gak kumat dan tidak baper, dan berusaha sok cuwek.

Kemudian bersama-sama naik bus ke arah rumahnya.

Pada dasarnya host ku ini agak baik cuma baperan dan banyak ngomongnya. Jadi pas sampai di depan apartemennya saja dia cerita kalau ada pembunuhan disekitar areanya. Pas dia cerita gitu aku langsung horror dong.

Nah pas sampai di apartemennya ternyata sangat berantakan terus langsung dia berkomentar

Actually, my rooms usually neat not like this, katanya

Kemudian dia baru sok merapikan ruangannya, aku sih karena dikasih tumpangan bersyukur juga walau udah gak enak di awal. Terus tidak hanya disitu dia juga tidak membolehkan aku memakai pakaian yang aku pake untuk di sofanya,

Winny, don't you have pajamas for sleeping?, katanya

Ih gila mana mungkin juga aku bawa baju tidur selama travelling di Eropa. Orang aku mau backpackeran kok, mana kepikiran bawa baju tidur segala.

Gila aja!

Ini merupakan host teraneh yang pernah aku jumpain, akhirnya aku ke kamar mandi untuk mengganti baju padahal yang aku ganti juga baju yang udah pernah aku pake juga. Barulah dia diam dan no koment.

Nah saat itu dia banyak curhat dengan orang-orang yang pernah dia host. Memang tanpa dia bilang, aku sudah lihat di dinding kamarnya yang penuh dengan photo-photo orang yang pernah dia host.

Heumarkt Wien, Austria

"What is your plan in Wien, Winny", tanyanya

Aku bilang aja ingin keliling Vienna.

Terus di nyerocos lagi

Its your fault to wrong arrival, 
if not I can bring you around now you should go alone

Padahal dalam hati senang banget bisa jalan sendiri. Yang penting kan dia ngasih tumpangan, kan kurang ajar banget aku ya. Sebenarnya hostku ini agak-agak baik, karena meski dia dongkol denganku dia masih mau meninggalkan kunci apartemennya kepadaku karena dia pergi ke Itali. Dia juga mengajari cara mengunci apartemennya jika aku sudah tidak menginap di apartemennya. Ngajarinnya pun kayak aku anak SD ampe 3x ngulang, tapi aku cukup tahu diri karena wajar saja pasti ada kecemasan meninggalkan apartemen sendiri kepada orang asing.

Heumarkt Wien, Austria

Jam 9 tepat aku meninggalkan apartemen hostku dan membawa kunci. Dan ada guna hostku baper, meski baru pertama lihat bule baper ya. Karena dengan kebaperannya aku jadi bisa mengelilingi Vienna dengan jalan kak. Itung-itung demi penghematan selama di Austria. Aku juga bersyukur salah tanggal datang ke Vienna, karena jika aku jalan dengan host yang nyebelin begitu pasti tidak menyenangkan. Meski aku memiliki kesabaran tingkat tinggi, tetap kalau dengar ngerocos itu agak menyebalkan. Tapi disitu aku belajar bahwa perjalanan selama di Eropa tak seindah di photo apalagi jalannya ala begpacker kayak aku. Gak backpacker lagi tapi “BEG”, packer 😀

Untungnya lagi kebetulan dari tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari pusat Kota, hanya berjarak 5 km saja sehingga aku jalan kakipun mudah. Bayanginlah jalan kaki 5 km! Terus jalannya juga tinggal lurus-lurus saja, padahal aku tanpa GPS loh. Yang aku ingat aku berjalan menuju stasiun terdekat. Di stasiun itu terdapat wifi gratis dan aku malahan sempat curhat ama Bang David tentang hostku yang aneh. Plusnya apartemennya di titipin padaku, kemudian aku menikmati KOTA VIENNA sendirian.

Heumarkt Wien, Austria

Dari stasiun kereta juga tak jauh dengan Heumarkt Wien, Austria. Lagi-lagi berkat bule baper aku jadi bisa menelusrui Heumarkt Wien di Austria. Heumarkt Wien ini merupakan salah satu wisata yang ada di Austria. Semacam pasar tradisional ala modern dengan aneka barang yang dijual mulai dari buah-buahan, sayuran hingga roti. Kebanyakan memang makanan!

Asli aku sangat suka dengan Heumarkt Wien, buahnya kelihatan gede-gede serta sayur-sayurnya segar. Untuk harga sebenarnya tidak terlalu mahal untuk ukuran Eropa karena harga mulai dari 1 Euro. Tempatnya juga satu blok ditengah-tengah jalan di sisi kiri kanannya jalanan. Aku bahkan sampai 3x keliling di Heumarkt Wien dari ujung ke ujung karena penasaran dengan jenis yang dijual. Meski sendiri aku senang, maklum wanita. Lihat buah dan sayur aja udah senang meski gak beli juga. Cuci mata aja!

Seru aja menurutku bagaimana warga local berjualan. Aku juga sempat ingin nongkrong dan makan di Heumarkt Wien, tapi karena takut gak halal akhirnya aku hanya melihat-lihat saja. Itu saja udah cukup.

Yang lebih lucu lagi saat di sebuah toko roti aku melihat kepala babi disampingnya. Hal ini tentu membuatku teringat akan Jalan Jamin Ginting Medan, bedanya di Medan sana babi itu di gantung diatas lalu dipajang kalau di Eropa di taruh di meja.

Gara-gara melihat Heumarkt Wien ini aku sampai penasaran darimana datangnya buah-buah dan sayur segar. Bahkan wortelnya warnanya ada yang kuning. Tentu ini membuatku jadi belajar bagaimana Vienna membuat pasar biasa menjadi tempat menarik. Hal ini patut ditiru! Terbukti beberapa turis yang senang nongkong dan menikmati Heumarkt Wien.

Aku sendiri cukup senang, meski sudah berjalan 5km karena masih banyak tempat wisata yang harus aku kunjungi dalam sehari, karena keesokannya aku harus pindah ke Budapest.

Heumarkt Wien, Austria

 

Heumarkt Wien, Austria

 

Heumarkt Wien, Austria

Heumarkt Wien, Austria

Heumarkt Wien, Austria

Vienna, 10 April 2017

04:00-05:00 Dijemput host Austria tapi kemudian baper karena aku tidak mau memeluknya pas perkenalan, tiket bus 2,3 Euro

05:00-09:00 istirahat

09:00-18:00 Jalan keliling Vienna, ke Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

18:00-19:00 Belanja di Bila 4,97 Euro

19:00-22:00 jalan kaki ke penginapan

Tempat wisata yang didatangi pada hari-18 di Eropa

Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

Total biaya yang dikeluarkan pada hari-18 di Eropa = 2,3 Euro + 4,97 Euro = 6,27 Euro

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

10 Comments

  1. hebaaat bisa jalan 5 km, hehe…

    stroberinya bikin ngileeeeer

    Reply

    1. aku juga tergoda dengan stroberinya kak

      Reply

  2. Buah2annya segede gaban semua ya Win, pasarnya bersiih banget

    Reply

  3. Host nya laki ya? Emang beda sih tiap orang.
    Pasarnya mantap.

    Reply

    1. iya cowok kak, rata-rata cowok kecuali di irlandia dapat cewek tapi aku batal kesana

      Reply

  4. buahnya seger2 pengen dicomot satu-satu dech. aku juga baru dengar kali ini bule cowok baper hehehehehe..

    Reply

    1. sama kak padahal harganya gak mahal-mahal kali

      Reply

  5. Ternyata bule juga bisa baper ya, Kak Win. WKwkwkw
    Kayaknya seru tuh road trip dari satu negara ke negara lain naik bis. Bisnya beda sama bis di Indonesia sih. Jauh lebih bagus. Hahaha

    Reply

    1. bis banget hahahha. bisya nyaman tapi mahal. hamper sama kayak bis di Indonesia yang di jawa cuma ini ada minuman gratis dari mesin jadi minumnya hangat-hangat

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.