Cerita di Eiffel Tower, Paris Perancis


So many of our dreams at first seem impossible, then they seem improbable, and then, when we summon the will, they soon become inevitable.”
By Christopher Reeve

Hello World

Paris, 29 Maret 2017

Masih  segar diingatanku ketika pertama kali melihat Tokyo Tower saat berada di Tokyo, Jepang 8 Maret 2015 silam. Kala itu dalam hatiku “Yah ALLAH hari ini aku melihat Tokyo Tower yang mirip dengan Eiffel Tower, dan semoga suatu saat nanti bisa melihat Eiffel Tower juga”.

Keinginan untuk ke Menara Eiffel di Paris, Perancis lantaran penasaran dengan bentuknya dan design serta rangkanya yang sebelas dua belas. Tapi karena baru melihat Tokyo Tower maka kala itu aku berandai suatu saat bisa ke Paris agar bisa membandingkan langsung kedua menara itu.

Dan Alhamdullilah impian itu terwujud 2 tahun kemudian untuk mengunjungi Menara Eiffel di Paris, Perancis.

Baca juga perjalanan Trip Tokyo Tower

Aku di Tokyo Tower Jepang

Saat di Paris, memang tidak akan afdol rasanya kalau tidak mengunjungi ‘EIFFEL TOWER”, landmarknya KOTA PARIS. Kan biasa kalau tidak ke icon nya, tidak berasa berada di Kotanya. Kalau istilahnya “no pic, hoax”.

Namun meski demikian ekspektasiku tidaklah ketinggian mengenai MENARA EIFFEL. Aku hanya penasaran membandingkannya dengan TOKYO TOWER, apakah mirip Tokyo Tower dengan Eiffel Tower? Akhirnya pertanyaan diri sendiripun terjawab ketika sampai di Paris.

Aku mengunjungi Eiffel Tower di hari ketiga di Perancis. Bersama Thimo yang merupakan warga lokal Perancis menemaniku selama di Perancis bahkan dengan kebaikannya aku diajak ke wisata Paris dengan waktu singkat serta banyak tempat yang dikunjungi di Paris. Sampai-sampai ke tempat yang tidak masuk dalam daftar kunjunganku di Paris saja aku dibawa, kalau aku jalan sendirian di Paris, tidak mungkin kesana.

Baca juga perjalanan antimainstream di Paris

Setelah dari Avenue des Champs-Élysées (famous street in the world), kami pun naik Metro dari Opera Paris ke Restoran Jepang Rue St Anne untuk makan siang. Memang karena aku Muslim, Thimo sangat waspada untuk memastikan makanan yang aku makan itu halal. Setelah memutar beberapa restauran di area entah berantah yang  hanya Thimo saja tahu, akhirnya kami makan di restauran Jepang dengan menu shirashi+teriyaki seharga 24 Euro/2 orang. Setelah dari pagi keliling Paris maka istirahat sejenak untuk makan siang rasanya begitu menyenangkan. Barulah setelah kenyang kami melanjutkan mencari Metro terdekat menuju Metro Pyramid-Concorde-Metro Champs de Mars demi melakukan tour Eiffel. 

Tulip di Paris

Dari Metro Champs de Mars kami berjalan kaki ke arah Menara Eiffel. Dari kejauhan Menara Eiffel sudah terlihat lalu pas sampai di bawah Menara Eiffel yang menarik perhatianku adalah “TULIP”.

Hahhhh Tulip??

Iya Tulip, jadi aku pertama kali kegirangan itu bukan melihat Menara Eiffel namun Tulip dekat dengan Taman di bawah kaki Menara Eiffel.

Kok bisa malah tertarik dengan tulip bukan Menara Eiffel?

Jawabannya sederhana karena aku mengira kalau Tulip hanya ada di Belanda dan karena saat backpacker di Belanda aku tidak menemukan tulip karena aku malah mencari Kincir Angin BELANDA.

Padahal misi di Belanda itu ada 2 yaitu melihat kincir angin dan melihat tulip. Satu misi berhasil maka ada satu misi lagi yang tidak berhasil. Habis  kalau mau lihat tulip itu mesti bayar di Taman Keukenhof, Amsterdam. Jadi karena harus bayar akhirnya  aku tidak ke Taman Keukenhof. Habis dalam hati ‘yaelah bunga doang, mending ke TAMAN BUNGA CISARUA”(terus dilempar handuk hehehe”.

Nah kebayang kan kenapa pas nemun TULIP gratisan betapa bahagianya aku apalagi nemunya persis di bawah Menara Eiffel langsung deh wajahku seperti bocah kecil yang mendapatkan uang haha 😀

"Here we are, and this is EIFFEL TOWER, and what do you think?" 
kata Thimo dengan semangat

"So so, kataku 

Mendengar jawabanku langsung muka kecut di muka Thimo. Dari situ aku belajar bahwa jangan pernah sekali-kali mengatakan biasa saja mengenai Menara Eiffel kepada orang lokal Perancis. Karena mereka memiliki jiwa Nasionalisme tinggi.

Do not you think its incredible? tanya Thimo lagi

Just imagine how they built it at that time, lanjutnya

Terus akupun berpikir mengenai pernyataan Thimo serta setuju dengan pendapatnya. Aku malah berpikir kira-kira berapa ya jumlah besi yang dibutuhkan serta jumlah orang untuk membangun menara Eiffel dengan keterbatasan peralatan dimasanya? Disini aku merasa bahwa betapa orang-orang zaman dahulu betapa pintarnya. Karena bangunan setinggi ini dibangun tahun 1889 merupakan sesuatu yang patut di acungi jempol.

Eiffel Tower, Paris

Saat berbicara dengan Thimo mengenai Eiffel, kami berjalan kakimencari tempat pengambilan photo Eiffel terbaik. Waktu itu kami datang siang hari dan cuaca lumayan terik meski suhunya tetap dingin buatku. Seperti biasa di tempat-tempat kesukaan turis, maka Menara Eiffel juga banyak sekali turis sehingga mau berjalan sejauh apapun “manusia” dimana-mana. Mereka rata-rata ingin berphoto dengan latar belakang Menara Eiffel. Jadi sabar-sabarlah mencari titik pengambilan photo MENARA EIFFEL agar tidak ada orangnya.

Beruntungnya aku pergi dengan Thimo karena sebagai warga lokal dia tahu persis dimana titik pengambilan photo Menara Eiffel terbaik. Sisi terbaik untuk melihat Eiffel berada di sebuah Taman yang lumayan agak jauh karena jarang ada turis kesana. Tentu saja tempat melihat sisi Menara Eiffel aku tahunya dari Thimo.

Itulah sebenarnya manfaat kita mengenal warga lokal dan memiliki banyak teman di manapun, karena percayalah orang-orang inilah yang akan membantu kita. Serta selalulah berbuat baik kepada orang lain karena mungkin bukan orang itu yang akan membalas kebaikan kita namun bisa saja kebaikan itu akan dibalas dari tangan orang lain.

Jadi berbuat baiklah 🙂

Sayangnya kami tidak masuk ke dalam Menara Eiffel karena bayar dan memang aku anti bayar. Aku cukup bersyukur sudah berada persis di bawah kaki Eiffel mulai dari jarak paling dekat hingga paling jauh sekali. Dan memang misi Menara Eiffel bukanlan menyentuhnya melainkan melihatnya saja. Cukup melihat dari luar saja membuatku bahagia kok 🙂

Lucunya walau awalnya aku mengatakan Menara Eiffel itu biasa saja namun ujung-ujungnya aku minta kembali ke Menara Eiffel pada malam harinya karena belum puas berlama-lama di Menara Eiffel, Paris. Disini lah aku dibully abis karena mengatakan “biasa” saja eh padahal “balik lagi ke Eiffel”.

Aku di Perancis

Eiffel Tower dalam bahasa Perancis adalah Tour Eiffel, /tuʀ ɛfɛl adalah ikon global Perancis dan menari terkenal di dunia yang dibangun diarea Champ de Mars di tepi Sungai Seine, Paris. Menara Eiffel ini dibuka pertama kali tanggal 31 Maret 1889.  

Padahal Eiffel Tower pada mulanya dibangun untuk menjadi bagian dari pameran mahakarya dunia l’Exposition Universelle yang bertepatan dengan 100 tahun Revolusi Perancis. Lama pengerjaan Menara Eiffel 2 tahun dari tahun 1887 yang namanya sendiri dari nama arsiteknya “Gustave Alexandre Eiffel”. Walau Menara Eiffel bukanlah rancangannya si Eiffel melainkan rancangan anak buahnya bernama Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Yah mirip kaya pribahasa “kerbau punya susu, sapi punya nama”.

Menara Eiffel bahkan sampai tahun 1930 merupakan menara tertinggi di dunia. Menara memiliki berat 15 ribu ton, dengan 3 lantai serta memiliki ketinggian 312,27 meter, ditambah tinggi antena menjadi 324 meter. Lantai pertama pada ketinggian 57 meter, lantai kedua 115 meter, dan lantai ketiga 276 meter.

Oh wow, untuk bangunan yang ada sejak tahun 1889 sungguh keberadaan menara ini memukau!

Menara Eiffel

Jadwal masuk ke Menara Eiffel

Jam 9:30-23:00

Setiap Jumat dan Sabtu di bulan September sampai jam 00:00

Tiket ke Menara Eiffel

Kalau dari luar saja gratis namun jika ingin masuk dan naik ke Menara khususnya Top Eiffel maka bayar.

Harga masuk ke Eiffel Tower dengan lift sampai lantai 2

-Untuk dewasa 11 Euro

-Wisatawan umur 12-24 tahun 8,5 Euro

-Wisatawan umur 4-11 tahun 4 Euro

Harga masuk ke Eiffel Tower dengan naik tangga

-Untuk dewasa 7 Euro

-Wisatawan umur 12-24 tahun 5 Euro

-Wisatawan umur 4-11 tahun 3 Euro

Harga untuk naik ke Top Eiffel Tower

-Dewasa 17 Euro

-Wisatawan umur 12-24 tahun 14,5 Euro

-Wisatawan umur 4-11 tahun 8,5 Euro

Cara ke Eiffel Tower

1. Dengan Metro

-M9 turun di Trocadéro dan jalan kaki 5 menit

-M8 turun di École militaire jalan kaki 5 menit

-M6 turun di Bir-Hakeim jalan kaki 3 menit

2. Dengan RER

Turun di Champs de mars jalan kaki 1 menit

3. Dengan Perahu

Turun di Eiffel Tower dengan perahu via Seine

4. Dengan Sepeda

5. Dengan mobil

Cara ke Eiffel (Source: Toureiffel.paris website)

Alamat Eiffel Tower

Champ de Mars,

5 Avenue Anatole France,

75007 Paris, France

Baca juga perjalanan lengkap di Eropa

Salam

Winny

Iklan

28 tanggapan untuk “Cerita di Eiffel Tower, Paris Perancis

  1. Duhh.. duhhh.. jadi mupeng sangat kan.. mo kata ada duplikatnya dimana-mana mah tetap aja lebih yahud kalau lihat aslinya.. eiffel ohh eiffel.. tunggu akooh dikotamu suatu saat nanti yaaa..

  2. Jadi ingat waktu ke menara eiffel dari arc de triomphe jalan kaki. Ujung2nya lecet semua kakiku jalan 2 kiloan pake sendal jepit WC. Aku ga tau kalo diajak jalan langsung liat landmark begitu sampai paris, kirain cuma mau cari makan makanya keluar hotel sandal jepitan. -_-

  3. lumajan juga cost untuk naik menara Eiffel … ngga apa2 ga naik yang penting sudah foto di depan eiffel .. bukti nyata .. bukan foto di sutet … hehe … pasti ratusan . ribuan atau jutaan orang yang iri pengen kesana .. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s