Backpacker ke Tokyo Jepang


No matter how many years pass, how much distance exists between us, wherever we are in the world – even if the universe itself tries to keep us separated – I will always find my way to you.
– Anonim-

tokyo tower jepang
Tokyo Tower Jepang

Hello World!

Tokyo, 8 Maret 2015

Hari kedua Backpacker ke Tokyo Jepang perjalanan mengitari kota Tokyo berupa patung hachiko di Shibuya, Akihabara, Tokyo Tower serta Museum Fujiko F. Fujio (Museum Doraemon) di Kawasaki. Kami menghabiskan dua hari saja di Tokyo tapi sayangnya tidak sempat Gunung Fuji karena cuaca yang tidak bersahabat alias hujan sehingga pilihannya mengitari tempat yang belum sempat dikunjungi di Tokyo.

Dari penginapan murah Tokyo di Guesthouse Smile Asakusa kami check out lalu menuju ke stasiun Tokyo untuk membeli tiket bus malam menuju ke Kyoto. Di stasiun Tokyolah tas kami titipkan seharga 300 Yen seharian di dalam loker. Hal yang aku suka banget dari Jepang itu toiletnya yang super bersih, bahkan untuk ukuran stasiun seperti hotel bintang lima bok!

toilet japan
Toilet Japan

Kami telah membeli tiket bus malam ke Kyoto dengan harga bus malam dari Tokyo-Kyoto 8760 Yen pada malam sebelumnya untuk memutuskan apakah ke Gunung Fuji atau tidak yang akhirnya kami malah tidak pergi ke Gunung Fuji sama sekali. Cukup menyesakkan hati mendapatkan harga tiket semahal itu untuk ukuran bus tapi daripada tidak pulang maka mau tak mau dibelilah tiket pulang sehingga tidak pusing lagi memikirkan tranportasi ke Kyoto.

Kalau udah tiket di tangan maka tenang sehingga jalan-jalan di Tokyopun adem. Karena tempat bus berada di stasiun Tokyo maka kamipun mengitari stasiun Tokyo karena kami telah membeli tiket masuk ke Museum Fujiko F. Fujio (Museum Doraemon) di Kawasaki jam 4 di Lawson yang ada di stasiun Tokyo.

Karena perut lapar alhasil kami makan Udon dulu di stasiun Tokyo seharga 500 Yen. Entah kenapa sejak di Jepang aku suka sekali dengan udon padahal waktu di Indonesia tidak terlalu suka eeh pas di Jepang jadi doyan udon, mungkin karena pengaruh dimakan tiap hari kali ya hehehe 😀

Untungnya makan udon di stasiun Tokyo tidak perlu berdiri seperti di Asakusa tapi ada tempat duduk cuma tetap self service. Harga udon sudah termasuk minuman ocha sehingga tidak memikirkan minuman lagi. Lucunya kalau makan udon itu harus berbunyi seperti “slurp” biar dianggap kita sangat menyukai makanannya. Pengalaman sluf lucu antara lapar doyan atau apalah itu ekpresi seperti itu, kalau di Indonesia mungkin dianggap rakus kali ya hahah 😀

udon
udon

Setelah perut kenyang maka kami pun mengitari stasiun Tokyo karena jam 4 masih lama untuk berkunjung ke Museum doraemon. Jam sebenarnya sudah menunjukkan jam 12 siang karena kami lama dari penginapan tapi cukup puaslah kalau hanya mengitari stasiun Tokyo saja.

Aat yang menjadi tourguide kami selama di Jepang memberikan kejutan dengan menunjukkan sisi lain dari stasiun Tokyo yang berupa kumpulan toko-toko anime di lantai bawah stasiun Tokyo.

Siapa yang tidak kenal seperti pokemon, hello kitty, dragon ball? Nah di lantai bawah Tokyo station ada toko khusus untuk anime seperti toko pokemon sampai toko khusus mainan Taguchi. Syukurnya aku tidak gila akan mainan kalau tidak aku sudah khilaf di stasiun Tokyo. Aku seringnya khilap makan hahahha misalnya makan dorayaki 😀

Hal lainnya yang aku suka di Tokyo betapa orang Jepang jago membuat brand pada sebuah daerah misalnya daerah Akihabara sangat cocok bagi pencinta anime dan manga, daerah Harajuku untuk pecinta budaya pop Jepang, pusat belanja di Shibuya, dan masih banyak lagi. Tiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas, itulah paling tidak yang aku kagumi dari Jepang.

Untuk menjelajah Tokyo di hari kedua maka kami harus top Up Suica sebesar 1000 Yen. Nah selama 2 hari di Tokyo khusus keliling Tokyo sampai puas hingga ke kawasan Kawasaki maka uang yang habis sebesar Rp4000Yen. Setelah deposit bertambah maka tujuan berikutnya ialah Shibuya untuk melihat patung Hachiko yang fenomenal serta melihat kegilaan persimpangan jalan yang paling populer di Tokyo yaitu di Shibuya Crossing.

Sebenarnya aku penasaran dengan Patung hachiko karena menonton film hachiko yang membuatku nangis sampai mehek terus ingusan saking sedihnya itu film. Patung anjing setia Hachiko yang sangat terkenal di Jepang berada tepat di pintu keluar Shibuya yang menjadi daya tarik bagi pelancong sehingga banyak sekali yang berphoto di depan Patung Hachiko.

Untuk menuju ke stasiun Shibuya juga sangat mudah karena banyak sekali pilihan bagi wisatawan dengan menggunakan transportasi antar lain  Tokyu Den-Entoshi Line, JR Yamanote Line, JR Saikyo Line, JR Shonan Shinjuku Line, Hanzomon Subway Line, Ginza Subway Line, Fukutoshin Subway Line, Keio Inokashira Line, the Narita Express dan Tokyu Toyoko Line. Kami memilih jalur JR Yamanote Line.

Hachiko statue
Patung Hachiko di Shibuya

Selain patung Hachiko sebenanrya distrik Shibuya tempat berbelanja bagi kaum fashionista  karena sepanjang jalan terdapat toko baju, sepatu pokoknya yang berhubungan dengan pakaian yang harganya murah. untuk pusat tren fashion Shibuya sendiri bernama Shibuya 109. Tapi mengingat dompet yang menyedihkan alhasil hanya melihat saja seperti apa itu Shibuya.

hachiko shibuya
Hachiko Shibuya

Puas menelusuri gang Shibuya sambil cuci mata melihat toko-toko besar Shibuya maka hal yang berkesan bagiku ketika mencoba menyebang di Shibuya Crossing. Awalnya aku tidak tahu apa itu Shibuya Crossing yang ternyata sering digunakan untuk tempat syuting beberapa film populer dunia. Keunikan dari Shibuya Crossing karena pas menyeberang ada ratusan manusia dari berbagai penjuru.

Lokasinya tak jauh dari patung Hackiko, tepat dari  pintu keluar pertama Stasiun Shibuya sehingga pas lampu merah spontan manusia menyeberang hilir mudik. Anehnya walau manusia sebanyak itu tertib loh.

Terus tidak hanya aku saja yang mengambil moment tersebut, bule-bule juga suka memvidiokan ketika orang-orang menyebarang di Shibuya Crossing. Kata Aat, teman yang kuliah di Jepang, Shibuya Crossing ramai karena pintu utama masuknya ke Tokyo jadi dari daerah akan kesini.

Puas dari Shibuya kami melanjutkan perjalan ke Kawashaki dari Shibuya jam 2 siang karena tidak mau telat mengingat orang Jepang sangat tepat waktu plus menuju ke Kawasaki membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari Tokyo.

Museum Fujiko F. Fujio atau paling terkenal dengan sebutan Museum Doraemon ialah sebuah museum yang dibuat khusus untuk menunjukkan hasil karya serta biography dari Fujiko F. Fujio, penulis manga “Doraemon”, animasi yang sudah pasti dikenal diseluruh dunia.

Untuk bisa mengunjungi Museum Doraemon maka pengunjung harus membeli tiket masuk di toko Lawson yang ada di Jepang. Ada mesin khusus berbahasa Jepang untuk membelinya, nah karena Aat bisa berbahasa Jepang maka kami cukup cantik manis karena berkat bantuannyalah kami bisa ke Museum Doraemon. Jika ingin ke Musuem Doraemon maka sebaiknya membeli tiket terlebih dahulu karena tidak ada penjualan tiket di Museum Doraemon.

Jam masuk kedalam Museum Doraemon ada 4 jadwal dalam sehari yaitu jam 10:00, 12:00, 14:00 dan 16:00. Untuk hari selasa museum Doraemon tutup. Untuk harga masuk kedalam Museum Doraemon seharga 1000 Yen.

Aku langsung teringat akan lagu Doraemon yang sering aku dengar waktu kecil di TV “Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu, banyak sekali…”

Mengunjungi Museum Doraemon aku mengetahui bagaimana asal muasal Doraemon tercipta lengkap dengan ratusan sketsa kerja dari Fujiko saat membuat Doraemon.  Aku juga menonton serial Doraemon dalam Bahasa Jepang seperti dalam bioskop dengan lamanya film 30 menit. Lalu dari bioskop Musuem Fujio kami nongkong di kafe Doraemon yang bisa duduk sambal menikmati dorayaki dengan harga 130 Yen.  Disamping Café Musuem Doraemon terdapat taman bermain persis kayak di serial Doraemon yang sering ditonton.  Bahkan sepanjang perjalanan dengan bus ke Museum Doraemon familiar karena sering ditonton waktu kecil. Di taman bermain Doraemon terdapat miniature Nobita, Doraemon yang menunggangi dinosaurus Pisuke serta tumpukan gorong-gorong tempat berkumpulnya para Nobita cs serta yang paling keren ialah ointu ajaib doraemon.Untuk 1000Yen, worth it lah mengunjungi Museum Doraemon!

pintu ajaib doraemon
Aku di depan pintu ajaib Doraemon

Pulang dari Musuem Doraemon, kami menuju ke Tokyo Tower. Pilihan ke Tokyo Tower melalui kamiyacho station langsung jalan kaki ke Tokyo Tower kurang lebih 10 menit saja. Warana lampu pada saat itu orange dan dari sini sangat dekat dengan Tokyo Tower. Kami juga sempat masuk kedalam pembelian tiket walau tidak membeli tiket menuju ke atas Tokyo Tower. Di dalamnya terdapat toko souvenir yang menjual oleh-oleh khas Jepang, mirip toko Asakusalah untuk harganya.

Tokyo Tower is a communications and observation tower located in the Shiba-koen district of Minato, Tokyo, Japan. At 333 metres, it is the second-tallest structure in Japan (Wikipedia)

tokyo tower japan
Sisi lain dari Tokyo tower japan

Dari Tokyo Tower kami sempat makan malam di Yoshinoya yang dekat dengan Tokyo Tower. Susah sekali mendapatkan Yoshinoya di Jepang dengan. Masuk ke dalam Yoshinoya aku memilih menu makan nasi dengan belut seharga 790 Yen. Enak sekali makan yang hangat pas cuaca digin.

yoshinoya
yoshinoya

Kenyang barulah kami melanjutkan perjalanan ke stasiun Akiba tempat Akihabara pusanya pecinta manga dan anime. Bahkan lucunya aku melihat kantornya AKB48 Jepang. Jadi ingat JKT 48 pusatnya di FX Plaza. Kalau AKB 48 pusatnya di Akihabara kepanjnagan dari kata AKB, Sepanjang distrik Akihabara maka kental sekali dengan animanisa atau manga bahkan untuk monitor TV nya juga animasi Jepang semua. Bahkan ada sebuah café maidreamen dimana para pelayan gadis Jepang berbaju seperti manga menyambut tamu. Buat AKB48 lovers, maka wisatawan bisa juga mengunjungi AKB48 café and shop di akihabara serta bagi yang ingin berburu mainan anime atau manga maka dunianya tepat berada di Akihabara. Selain itu ada café Gundam juga di Akihabara.

AKB48
Aku di depan Cafe AKB48

Jalan-jalan di Akihabara itu seru juga paling tidak Tokyo itu punya ciri khas disetiap distriknya, andai di Indonesia juga dibuat demikian ya!

Puas dari Akihbara jam sudah menunjukkan jam 9 malam, jam 11 malam bus malam kami akan mengantar kami ke Kyoto. Waktunya menuju ke Stasiun Tokyo untuk mengambil barang yang telah disimpan di dalam tempat yang sudah tersedia sebesar 300 Yen seharian. Untungnya disetiap stasiun Tokyo terdapat tempat untuk menyimpan barang walau bayar tapi lumayan membantu sehingga tidak perlu pusing mengetong tas kemana-mana.

akihabara
Aku di akihabara

8 Maret 2015

Dalam perjalanan ke Jepang ala backpacker gagal di Tokyo aku menghabiskan dua hari perjalanan serta mengelilingi kota Tokyo. Untuk tujuan wisata yang aku kunjungi yang ialah Museum Doraemon Fujio F Fujio di Kawashaki, kemudian keliling stasiun Tokyo dan pergi ke Shibuya dan Akibahara.

Hari ketiga trip Jepang ala backpacker abal-abal di Tokyo

  1. Harga tiket masuk ke Museum Doraemon Fujio F Fujio di kawashaki 1000 Yen
  2. Dorayaki 165 Yen
  3. Top Up Suica 1000 Yen
  4. Membeli kartu pos 416 Yen
  5. Gantungan kunci khas Jepang seharga 1125 Yen
  6. Makan malam di Yoshinoya berupa Unadong (nasi+belut) 790 Yen
  7. Sewa bagasi di Tokyo station seharian seharga 300 Yen
  8. Harga bus malam dari Tokyo-Kyoto 8760 Yen

Total Pengeluaran Hari 3 di Jepang = 14056 Yen

Salam

Weeny Traveller

Iklan

37 tanggapan untuk “Backpacker ke Tokyo Jepang

  1. Mbak Winny habis hampir 16 jeti tiga hari? Salut! 😀 Dari jalan-jalannya mbak Win ini, yang saya ambil perhatian adalah, bagaimana orang Jepang bisa hidup dan menghidupi orang-orang di kotanya dengan hasil kreativitas beberapa orang saja. Saya melihat, tidak begitu banyak situs-situs warisan budaya yang mbak Win ceritakan, namun kebanyakan adalah budaya-budaya baru alias kontemporer. Saya juga mesti kreatif nih. Biar bisa bantu banyak orang 😀 *nyengir*

      1. oh, saya konversinya 1 Yen 100 Perak, ye 🙂 Lumayan dong, mbak, bisa jadi referensi saya, sewaktu-waktu pasti ke sana 😀 *ngimpi* *kuliahnya kelarin dulu* 😳

  2. Widih, kerennya :)). Itu pintu di Akiba gambarnya panel-panel manga, saking kreatifnya orang Jepang, semua tempat bisa jadi kanvas seni, tapi keren, bukan asal corat-coret ya.
    Yah, harus kita akui, banyak yang mesti kita pelajari dari “saudara tua” ini. Ah, semoga suatu hari nanti saya bisa ke sana :hehe.

      1. Mungkin selain waktunya singkat (cuma 3 setengah tahun), yang lebih membekas adalah kekejamannya, jadi yang baik-baiknya sudah tertutupi kebencian kita dengan mereka pada saat itu, Win :hehe.

  3. Mbak Win mau nanya nich, Ya soal bebas Visa ke jepang dgn e-passport..klo udh dapat bebas visa ke Jepang max 15 hari.apakah dapat masuk ke Jepang berkali-kali sampai masa Visa 3 tahunnya habis atau masa berlakunya passport habis.atau mana yg lebih dahulu habis masa berlakunya? mksh mbak sebelumnya…

  4. mau nanya dong, kalo naik kereta local di jepang itu per stasiun brp ya? kayak misalkan dari shinjuku ke ikkebukuro? kalo mau jalan2 disekitaran tokyo tiket yg recommend apa ya? apa beli Suica aja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s