Keliling PARIS


Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.

AlBaqarah;216

Hello World!

Paris, 29 Maret 2017

"What else can we do in Paris?", tanyaku kepada Thimo
"Paris has plenty tourists attraction, you give it to me", jawabnya

Ternyata benar sebagai tuan rumah di Negerinya, Thimo tahu betul tentang seluk beluk Paris meski dia bukanlah berasal dari Paris. Buktinya meski aku hanya 2 hari di Paris, Perancis sewaktu trip 1 bulan di Eropa sendirian, aku dapat mengelilingi Kota Paris, itu semua berkatnya. Mulai dari bangunan yang mirip Taj Mahal ala Paris hingga ke Eiffel. Setelah kami berjalan kaki mengitari Eiffel dari ujung ke ujung, maka kami melanjutkan perjalanan dengan Metro menuju ST. Paul.

Baca juga tentang pengalaman di Menara Eiffel

Peta Metro di Paris

Dari St Paul kami mencati toko teh yang merupakan tempat favorite Thimo. Kata dia sih “memiliki teh dari seluruh dunia”. Sebagai penyuka teh, tentu aku sangat antusias dibawa ke toko teh di Paris. Nah sesampai di Toko itu hal pertama yang aku lakukan adalah menanyakan jika ada teh dari Indonesia.

"Do you have tea from Indonesia?", tanyaku kepada pemilik toko teh

Memang kalau pas jalan-jalan di Luar NEGERI sono entah kenapa jadi jiwa Nasionalismenya tinggi. Padahal ya pas di toko teh cuma nanya doang alias basa-basi. “Beli?, kagak”!

"Yes we have from Java, kata pemilik toko"

Langsung aku kegirangan melihat teh dari Indonesia itu. Sampai si Thimo tertawa melihat tingkahku

"Well, you are in Paris, but you are looking for tea from Indonesia?"
tanyanya tak percaya

Setelah itu barulah dia menunjukkan teh kesuakaan dia. Walau aku lupa sih teh darimana yang dia suka. Yang pasti seingatku teh di toko itu lumayan lengkap bahkan ada juga dari India tepatnya teh darjeeling. Namun karena ada dari Indonesia aku anggap teh toko di Paris ini kece. Sisi lainnya aku jadi tahu tempat kesukaannya membeli teh di Paris. Disini aku merasa beruntung jadi orang Indonesia karena begitu gampangnya menemukan teh, bahkan di warung sebelah rumah aja tinggal sebut merek langsung deh dapat teh bahkan sehari-hari biasa minum teh manis, teh tawar. Kalau di Paris harus nyari ke “toko serba teh”, kan ribet ya?

Toko Teh di Paris

Dari toko teh bernama “Mariage Freres”, yang terletak di Mariage Frères, 30 Rue du Bourg Tibourg, 75004 Paris, France, kami naik Metro lagi menuju Palais Garnier – Opera National de Paris. Sayangnya kami melihat Opera Paris dari jauh saja sambil melihat nama-nama yang ada di bangunan. Padahal Operas Paris ini merupakan bangunan yang ada sejak abad ke 19 dan dibangun sekitar tahun 1669 dan dibangun oleh Charles Garnier. Bangunanya sendiri menurutku unik dengan hiasan emas di ujungnya serta kata di bangunannya itu loh “ACADEMIE NATIONALE DE MUSIQUE”, jadi gregetan pengen masuk.

Namun karena diuber waktu serta kondisi keuangan yang ala kadarnya, jadi mimpi menonton Opera kapan-kapan sajalah. Habis mahal cin, harga masuk ke Opera House Paris itu 15.5 Euro sih! Disini hayati sedih, untung hayati tidak pengagum musik kalau tidak bisa sakit hati gegara gagal nonton konser opera.

Di depan Opera House Paris

Setelah puas melihat opera dari kejauhan, sama kayak Cinta pertama yang tidak bisa dimiliki, akhirnya aku diajak lagi mengunjungi wisata Paris lainnya. Dalam hatiku ya “banyak juga wisata Paris ini”.

“Winny, lets go to see Tomb of Napoleon”, ajak Thimo

Karena memang aku anaknya ngikut saja akhirnya aku iyain aja, kalaupun dibawa nyasar kagak tahu.  Eh ternyata kuburan Napoleon itu ada di Museum Army.

Musée de L’Armée atau Army Museum – Tomb of Napoleon in Paris didirikan pada tahun 1905. Awalnya sebagai rumah sakit dan tempat tentara penyandang cacat yang dibangun oleh Louis XIV. Hal menarik dari Musée de L’Armée atau Army Museum – Tomb of Napoleon in Paris adalah Makam Napoléon di Museum ini. Napoléon meninggal tahun1821, di Pulau St Helena sampai Raja Louis-Philippe memerintahkan mengembalikan jenazahnya ke Paris tanggal 15 Oktober tahun 1840. Tapi makam Napoleon baru ada sejak tanggal 2 April 1861. 

Untuk masuk harga tiket masuk ke dalam Museum Army harus membayar 11 Euro, namun karena kami datangnya sore sehingga museumnya sudah tutup maka kami gagallah mengeluarkan uang 11 Euro.  Arsitek dari Museum ini sangat bagus serta aku suka sekali dengan lapangannya yang luas bahkan sampai-sampai museum ini memiliki penjagaan yang lumayan ketat, seketat hati abang itu.

Meski tidak jadi masuk ke dalam dan gak mau rugi, akhirnya photo dari luar saja cukup membahagiakanku 😀

Khusus Musée de L’Armée atau Army Museum aku sangat tertarik masuk karena penasaran dengan makam Napoléon  namun sayang aku belum berjodoh dengan Napoléon  hihi 😀

Notre Dome

Dari Museum Army Paris, akhirnya perjalanan kami lanjutkan menuju ke Notre Dome, Paris.  Tentu saja lagi-lagi dengan Metro di Paris. Maklum sudah beli Metro pass selama 2 hari sehingga harus dimaksimalkan penggunannya. Kan lumayan harga Metro pass 2 hari 18.5 Euro!

Kalau penjelasan Thimo katanya Notre Dome ini adalah Pulau buatan namun entahlah itu benar atau tidak. Yang pasti aku sudah mengunjungi salah satu contoh arsitek gothic Perancis terbaik “Notre Dame de Paris”. Notre Dome Paris berada di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis.

Karena kedatangan kami pas sore hari di Notre Dome, Paris sehingga tidak bisa masuk ke dalam. Kami hanya melihat dari luar saja bersama turis lainnya. Nah menariknya pas di depan Notre Dome kami melihat grup musik memainkan alat musik dengan piawai. Saking piawainya menjadi pusat perhatian turis. Kami kan heran “kok banyak kali orang berkumpul dengan musik”, jadi kami penasaranlah apa yang dilihat turis itu. Kok rame-rame? Nah ternyata gegara abang-abang dan kakak-kaka yang main musik di depan Katedra.

"Winny, do you know how to distinguish them and musician in Metro?" tanyanya

"Well, they are good selecting place in tourist area", jawabku
"Nope, they play well and with their heart", jawabnya

Disinilah aku melihat sisi lain dari Paris yang katanya KOTA FASHION, KOTA GLAMOUR namun tetap saja masalah metropolitan adalah sama dimanapun berada “metropolitan tetaplah metropolitan”.

Banyak imigran di Ibukota Negara demi mengais rezeki!

Pengamen juga ada bok di Paris, namun pengamennya tidak seperti di Jakarta kalau tidak dikasih uang bisa BETE, disini mah,  “main musik yah main musik aja “, kalau ada yang ngasih syukur, gak ada juga gak apa. Tidak hanya di depan Notre Dome saja aku melihat pengamen, di Metro juga banyak pengamen. Bedanya di Metro sedikit yang memberikan uang, sementara di tempat turis seperti Notre Dome banyak turis memberikan yang kepada musisi jalanan Paris mulai dari 1 Euro, 5 Euro bahkan ada yang ngasih 20 Euro. Sementara di Metro pas aku lirik uang di sekitarnya paling recehan Euro. Kasihan sih melihatnya, ternyata hidup di PARIS itu keras!

Sisi lain di Paris yang aku lihat selain pengamen adalah para penjual buah di Metro yang ketika polisi datang langsung berlari sambil membawa barang dagangannya terus pas polisinya tidak ada kembali lagi berjualan. Ini mengingatkanku akan satpol PP yang main kucing-kucingan dengan pedagang asongan. Ironisnya dari beberapa pedagang di stasiun Metro beberapa dari mereka meninggalkan daganganya yang penting dia tidak kena RAZIA. “MEMANG HIDUP ITU PERJUANGAN! UNTUK ITU SERING-SERINGLAH BERSYUKUR”

Lagi shooting di dekat Sungai Seine

Paris ini ibarat pembelajaran sekaligus mimpi bagiku. Pembelajaran bahwa jangan selalu menganggap kalau EROPA bakalan tajir semua, itu salah besar. Karena di Paris ada juga pengamen!

Nah kenapa aku mengatakan Paris adalah mimpi bagiku karena aku dapat melihat Sungai Seine, terutama ketika pulang dari Notre Dome Paris. Memang impianku adalah berjalan mengitari Sungai Seine.

Dulu pernah buat status seperti ini “waiting for me in Seine River“!!

Alhamdullilah ternyata kata-kata itu adalah DOA dan akhirnya gadis kampung sepertiku bisa juga menginjakkan kaki di Paris dan melewati Seine River bahkan sampai ke Thames River hingga ke Danube.

Selain melewati Sungai Seine seperti impianku, hal menariknya aku temukan di Paris ketika pas jalan melewati jembatan, tak jauh dari Notre DOME eh malah melihat ada orang shooting. Alhasil aku pura-pura lewat dong manatahu ikut kena shoot hahha 😀

Niat ngartis banget ya? Disini aku kelihatan norak banget dan kampungan hehehe “D

Padahal ocehanku pada Thimo waktu itu “does it posibble to see Chris Evan, Captain America shooting in Paris?”, harapku. Eh malah ketemu tante berambut pirang yang shooting.

Tapi lumayanlah melihat orang shooting di Paris sampai-sampai aku kemarok pengen masuk shooting juga.

Kami hampir 30 menit juga melihat orang shooting lalu memutuskan kembali ke Menara Eiffel karena aku masih penasaran dengan Paris di malam hari dari Menara Eiffel.

Masjid di Paris

Oh ya satu lagi di Paris itu ada Masjid juga loh dengan Naik Metro ke La Grande Mosque de Paris. Lumayan banyak tempat makanan halal di area La Grande Mosque de Paris sehingga tidak usah khawatir mencari makanan halal di Paris.  Buatku sendiri La Grande Mosque de Paris adalah OASE di Paris.

Nah kalau dipikir-pikir 1 Hari di Paris ternyata aku bisa menjelajah banyak tempat sekaligius.

Catatan tentang Paris

1. Harga turis pass Paris untuk 2 hari buat Dewasa (2 DAYS PARIS ADULT PASS) €135, remaja €83, anak-anak €46.

2. Harga turis pass Paris untuk 3 hari buat Dewasa (3 DAYS PARIS ADULT PASS) €169, remaja €99, anak-anak €52.

3. Harga turis pass Paris untuk 4 hari buat Dewasa (4 DAYS PARIS ADULT PASS) €199, remaja €109, anak-anak €58.

4.Harga turis pass Paris untuk 6 hari buat Dewasa (6 DAYS PARIS ADULT PASS) €239, remaja €129, anak-anak €75.

5. Turis Paris Pass adalah semacam tiket untuk turis termasuk ke museum, free entry to Top Paris attraction include bus tour. Karena jika ingin lama di Paris ingin masuk semua ke wisatanya akan lebih murah beli “turis pass”. Namun karena aku turis begpacker ke Eropa aja modal 10 juta sebulan, jadi aku kagak beli turis pass adanya pengen beli abang pas aja tapi kagak dapat-dapat,  😀

Salam

Winny

Iklan

10 tanggapan untuk “Keliling PARIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s