Menelusuri Jalanan Terkenal di Dunia, Avenue des Champs-Élysées, Paris


Keep Going. Your hardest times often lead to the greatest moments of your life. Keep going. Tough situations build strong people in the end.

By Roy T. Bennett

Aku di Avenue des Champs-Élysées

Hello World

Paris, Maret 2017

Beruntung!

Aku yang tidak tahu jalanan di Paris beruntung karena Thimo menemaniku keliling wisata Paris. Padahal kalau berbicara Paris aku tahunya Eiffel atau Arch de triomphe. Lucunya aku ingin sekali ke bangunan simpang lima di Kediri yang mirip Arch de Triomphe, PARIS, namun malah ke Arch de triomphe beneran.

Alhamdulillah rezeki anak soleh 🙂

Metro Paris

Waktu masih jam 9 pagi ketika kami meninggalkan Basilique du Sacré-Cœur, kemudian naik Metro ke Porte Maillot. Jauh-jauh kami ke Metro Porte Maillot untuk mencicipi makan pastry seharga coklat 1,2 Euro/bijinya. Nama toko yang kami cari itu bernama  A la Reine Astrid’s Paris sebuah took kecil yang berada di avenue de la Grande Armée (17th arr).

"You have to try it, its chocolate “caviar,” really delicious one, kata Thimo dengan semangat"

Sebagai penyuka cokelat, akhirnya ajakannya pasti aku iyakan. Toh aku sendiri juga backpackeran di Eropa ini. Dan jujur aku tak paham jalanan Paris, kalau bukan bantuan Thimo mungkin aku sudah nyasar-nyasar di Paris.

Paris

Keluar dari Metro kami berjalan ke sebuah toko kue. Toko kecil dengan beraneka ragam macam kue dan cokelat. Kue-kue disusun rapi, dan sang penjaga toko membolehkanku mengicip kuenya. Apalagi ketika dia mengetahui aku dari Indonesia dan seorang diri melakukan trip di Eropa, seolah bersemangat menyambutku. Langsung deh aku ditawarin icip kue mungil-mungil padahal harga kuenya cukup fantastis buatku. Tapi karena gratisan nyoba tester kuenya, aku mah senang-senang aja. Lagian siapa sih turis yang ke Paris nyari kue? 

It’s me!

Kalau dipikir-pikir dengan harga 1 kue itu aku bisa makan pecal, nasi goreng di Indonesia. Disitu bathinku bergejolak saat melakukan perjalanan jauh, aku akan rindu dengan makanan Indonesia. Namun bagaimanapun juga aku tetap menikmati icip-icip kue cokelat di Paris, toh udah niat juga nyari tokonya yang jauh dari kata “turis”. Mungkin hanya orang lokal saja yang tahu tempat ini, kalau aku sendirian belum tentu kesini.

Thimo membeli 5 pastry dan yang paling aku suka yang rasa cokelat. Lucunya kami makan pastry itu berdiri di pinggir jalan. Untung lagi di Paris, jadi tidak kelihatan gembelnya 😀

Barulah setelah itu kami melanjutkan perjalan keliling Paris menuju Arc de Triomphe. Transportasi yang kami gunakan ialah Metro, karena kami sudah membeli Metro pass selama 2 hari artinya bebas menggunakan Metro selama 2 hari dan dipastikan lebih murah jika ingin keliling Paris.

Arc de Triomphe

Arc de Triomphe atau Arc de triomphe de l’Étoile merupakan salah satu monumen paling terkenal di Paris yang dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte untuk menghormati jasa tentara kebesarannya yang berada di area Champs-Élysées.

Sewaktu aku sampai di Arc de Triomphe, pengunjung lumayan banyak. Tak heran karena arsiteknya yang unik serta sudah ada sejak zaman dahulu. Padahal hanyalah sebuah monument dan sekelilingnya jalanan biasa. Tapi begitu menarik perhatian. Bahkan untuk masuk lebih dekat harus bayar lagi. Karena aku adalah pejalan kere karena backpacker ke Eropa modal nekat dengan membawa uang 600 Euro untuk 1 bulan, akhirnya memandangi dan photo dari jauh dengan  Arc de Triomphe cukup membuatku bahagia kok.

Aku kan anaknya mudah bahagia 🙂

Avenue des Champs-Élysées
Winny, you follow me, I will show you famous street in the world, kata Thimo
What is the that?, tanyaku
Its, Avenue des Champs-Élysées, kata Thimo

Akhirnya aku mengikutinya menuju Avenue des Champs-Élysées, tak jauh dari Arc de Triomphe.

Benar saja pas sampai di Avenue des Champs-Élysées, toko branded berjajar bahkan ada sebuah show cabaret. Tapi beda ya kabaretnya bukan seperti yang ada di Thailand. Hampir aku penasaran dan membeli tiket, kapan lagi melihat show megah di jalanan megah. Namun aku ingat akan kondisi keuangan yang tipis. 

Sebenarnya menurutku jalanannya sih biasa saja, hanya saja Avenue des Champs-Élysées, ibarat surganya shopping.

Dalam hati “this is really Paris“.

Untung aku bukan anak yang doyan shopping, kalau tidak mak, aku akan khilap.

Avenue des Champs-Élysées merupakan Paris must-see terdiri dari restaurant hingga toko ternama yang berada diantara Place de la Concorde dan the Arc de Triomphe.

Kesan ketika menginjakkan kaki di avenue terkenal di dunia, merasa bak model tapi perasaanku saja sih. Habis orang Paris pakai baju biasa saja tapi kelihatan keren. Apalagi pakai baju yang wow ya?

Gak heran sih Kota fashion 🙂

Avenue des Champs-Élysées

Rincian Biaya Pengeluaran di Paris, 29 Maret 2017

08:00-09:00 Jalan kaki ke Basilique du Sacré-Cœur, kemudian naik Metro ke Porte Maillot untuk makan pastry coklat 1,2 Euro

09:00-20:00 Jalan keliling Paris mulai dari Arc de Triomphe, jalan ke Avenue des Champs-Élysées (famous street in the world), kemudian naik Metro dari Opera Paris ke Restoran Jepang Rue St Anne untuk makan siang seharga 24 Euro/2orang (makan shirashi+teriyaki), jalan ke Metro Pyramid-Concorde-Metro Champs de Mars kemudian tour Eiffel, jalan ke hotel des invalids kemudian ke Metro St. Paul untuk nyobain teh dari segala penjuru dunia kemudian ke Notre Dome. Makan kebab 5 Euro, mencoba es krim 4,6 Euro untuk ukuran regular di Latin distrik kemudian balik ke Eiffel lagi sampai malam. Sempat membeli postcard dan gantungan kunci Eiffel 3 Euro.

Tempat wisata Paris yang didatangi pada pada hari-6 di Eropa

Eiffel, Metro Dome, Arc de Triomphe, Avenue des Champs, Basilique du Sacré-Cœur

Biaya yang dikeluarkan di hari-6 di Eropa = 1,2 Euro + 5 Euro + 4,6 Euro + 3 Euro = 13,8 Euro

Salam

Winny

Iklan

33 tanggapan untuk “Menelusuri Jalanan Terkenal di Dunia, Avenue des Champs-Élysées, Paris

  1. wah,mbak Winni udah kemana-mana ya. Dibukukan saja mbak. Kayaknya menarik. Nanti saya beli satu. atau malah udah buat buku? musti banyak manfaatnya terutama bagi yang pengin backpakeran. Sukses buat mbak

  2. Wow, ini hari cerita hari ke 6 dari sebulan di Eropa?
    Berarti aku harus rajin nih mantengin postinganmu Win.

    Btw, aku baru tau kalau semakin mendekat ke Arc du Triomphe itu bayar. Pantesan kok keliatannya sepiii di sekitaran monumennya pas. Ternyata bayar ya? 😀

  3. Satu yg slalu menjadi ingatan sya dgn Champ Elysee adalah TDF krn spot nih adlh maskotnya stage dr TdF (stage pamungkas). Jalanan yg lebar dgn cobbles-nya. #excellent

  4. Keliling Paris dengan kawalan sahabat lokal ya Win. Sy tiba di kawasan ini tak lama setelah insiden tembak2an Win, melihat taburan bunga di tkp dan rada miris. Paris yg ngehits ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s