“Maybe you had to leave in order to miss a place; maybe you had to travel to figure out how beloved your starting point was.”
By Jodi Picoult

Hello World!

Vietnam, Maret 2018

"Ana, rayain ulang tahun ke Gurun yuk", kataku kepada Ana 
"Ayo kak, aku pengen banget ulang tahun di luar Negeri, 
tapi kalau bisa jangan mahal-mahal ya", katanya
"Oke, nanti aku cari tiket murah ya", lanjutku

Begitulah percakapan iseng malam di kosan dengan Ana, karena kami suka nongkrong sepulang kerja di teras lantai 2 kosan Nenek di Pedurenan Masjid Jakarta. Kebetulan ulang tahunku dengan Ana berdekatan, hanya beda 2 hari saja di bulan Maret sehingga kami ingin merayakan ulang tahun bersama. Sayangnya tiket yang kami beli tidaklah murah-murah banget karena harga yang kami dapat merupakan harga standar untuk ke Ho Chi Mihn, Vietnam yaitu 2 juta Rupiah tiket pulang pergi dari Jakarta. Saking pengennya ngerayain ulang tahun bersama di Negeri orang, kami bela-belain juga beli tiket meski tidak harga promo, kalau mau harga promo ada tapi bukan pas di ulang tahun kami. Untuk beli tiketpun ada dramanya, yaitu aku khawatir tidak dapat cuti. Maklum sejak kerja di perusahaan kedua tempatku bekerja, aku tidak sebolang dulu. Waktuku habis untuk bekerja, padahal kaya kagak dapat jodoh ngak hehe 😀

Belum lagi ada adegan pas beli tiket eh lama banget prosesnya sehingga aku tidak mendapatkan jadwal yang sama dengan Ana. Bukan cuma itu, aku harus ditemani Ana tengah malam mencari tiket terdekat untuk membayar tiket ke Vietnam. Saat di ATM, kartu ku tidak diterima lagi padahal Ana udah beli tiket duluan. Eh ternyata pas masukin ATM nya salah harus yang berlogo “Bersama”sehingga malan itu kami berdua tertawa bersama mengetahui kebodohan kami akan kesalahan ATM. Akhirnya dengan perjuangan tiketpun ditangan.

"An, aku galau nih takut gak ada cuti, kataku kepada Ana padahal tiket udag ditangan

"Kak, jangan sampai gak pergi ya, awas loh katanya dengan galak"

Setelah mendapatkan tiket ke Vietnam, akupun mengajak Kak Rika, Maulina dan Ayu untuk bergabung ke tripku. Kak Rika langsung merespon dan membeli tiket sekalian mengajak Tama. Lalu kamipun membuat grup whatsapp karena Tama dan Kak Rika sudah membeli tiket namun kami berempat semua jadwalnya beda-beda. Yang duluan sampai ke Ho Chi Mihn adalah Ana lalu aku, Kak Rika dan Tama. Kami juga membeli tiket 2 bulan sebelum keberangkatan. Untuk Tama, dia sudah pernah ke Ho Chi Mihn tapi karena ingin travelling bareng denganku makanya dia mau kembali, meski akhirnya dia tidak jadi berangkat. Katanya, “aku mau dong jalan bareng ama Kak Wince”. Berbeda dengan Kak Rika, dari dulu kami sudah merencanakan travelling bareng bahkan sejak sebelum ke Iran yang membuat kami jadi dekat dan sering makan pedas bareng ke Blok M, Tiki-Taka, warung favorite kami. Dua kali merencanakan jalan bareng dengan Kak Rika, dua kali gagal, pertama ke Iran, kedua adalah Rusia. Khusus yang Rusia kami batalin dengan sadar meski setelah itu jadi merasa menyesal. Untuk itu jangan pernah batalkan tiket promo yang telah kau beli, atau menyesal seumur hidup hehe. Barulah perjalanan ke 3 dengan Kak Rika berhasil yaitu jalan bareng ke Vietnam.

Pas hari H keberangkatan, aku hampir tidak pergi karena memang sedang closing. Detik-detik terakhir antara berangkat atau tidak ke Vietnam sungguh mendebarkan. Bahkan packing pun saat menjelang keberangkatan dengan kegalauan tingkat Dewa apakah membawa laptop atau tidak.

"Ana, menurutmu aku bawa laptop gak ya?", tanyaku
"Kalau menurut aku sih ngak usah, nanti kamu cranky namun kalau gak enak bawa aja, katanya"

Akhirnya setelah berpikir hampir 2 jam aku memutuskan membawa laptop karena lebih kepada tanggung jawab. Ini pertama kalinya seorang Winny membawa laptop saat liburan. Namun aku tetap senang kok karena aku berangkat ke Vietnam.

HOREEE!!!

Ana, aku dan Kak Rika di depan Street Food Market

Pengalaman yang aku dapatkan saat travelling di Vietnam

1. Saat melakukan half tour Củ Chi Tunnel, kami bertiga sempat gerah serta esmosi melihat kenarsisan turis sepasang kekasih dari Asia juga yang narsisnya parahnya kebangetan. Bayangin dong saat di kebun-kebun aja photo segala padahal aku pernah ke Negaranya ada juga kebun di Negaranya, pokoknya setiap spot harus ada photo mereka. Terakhir pas pulang aku photo mereka saat ngiler yang Kak Rika dan Ana tidak tahan tertawa. Aku mah gitu agak badung😂

2. Masih dengan half tour Củ Chi Tunnel, aku hampir menahan pipis karena ketawa mendengar tour guide kami yang bernama Sun atau Son bernyanyi. Dia bilang, “you will not forget me”. Dan betul sih kami tidak akan melupakannya karena suaranya itu membuat kami tertawa. Kak Rika yang keren bisa menahan tertawa saat Son bernyanyi sementara aku dan Ana nunduk sambil menahan tawa.

3. Saat digurun aku sempat kebelet pipis padahal itu pas loh di Ulang tahunku. Sampai-sampai Ana mengatakan kalau aku itu “gesrek” hihi 😀

4. Saat di Bandara Vietnam pas pulang aku kelebihan bagasi, alhasil aku make baju double-double kayak orang sakit. Sehingga asli membuat Ana tertawa dan aku merasa bodoh tapi kocak sih hihi 😀

5. Saat transit kepulangan di Malaysia, petugas Imigrasi Malaysia menanyakan apa yang ada di botol yang aku bawa. Botol itu berisi pasir gurun Mui Ne terus aku jawab “kenang-kenangan”, sambil Bapak di belakangku tertawa terbahak-bahak.

6. Saat di Pham Ngu Lao, kami sempat dilihatin karena berjilbab, maklum areanya untuk turis Mabok dan dugem eh ada Muslimah datang, kan mereka jadi keheranan. Terus Ana sempat berkomentar, “Ini mah Neraka, kak”, katanya. 😀

7. Saat di Mui Ne, kami itu sempat tidak tahu cara ke Gurun Pasir sehingga kami nanya sana sini tanpa hasil. Akhirnya aku bangunkan penjaganya sambil memasang muka polos dan akhirnya berhasil ke Gurun.

Kak Rika di Củ Chi Tunnel, Vietnam

How to get Ho Chi Mihn City from Tan Son Nhat International Airport

Karena tidak ada itinerary trip Vietnam, maka pertama kali yang aku lakukan di Kuala Lumpur saat transit adalah mencari cara ke Kota Ho Chi Mihn dari Bandara. Ada banyak cara ke Kota Ho Chi Mihn mulai dari harga mahal dengan murah, yaitu:

1. Dengan Taxi

Karena aku bukan penggemar taxi saat travelling maka opsi ini tidak aku lakukan. Kisaran harga dari Tan Son Nhat International Airport sekitar 130.000-150.00 Dong. (serkitar 7 -8 dollars)

2. Denga bus

Naik bis adalah pilihan termurah bagiku. Kebetulan penginapan kami di District 1, area backpacker di Ho Chi Mihn jadi banyak bis yang lewat dengan tujuan itu. Mendapatkan tiket bis saja juga mudah cukup keluar dari area Bandara yang tidak terlalu besar, kemudian cari tempat menunggu bis.

Route 109 from the Airport to District 1, dengan tujuan ke Pham Ngu Lao, area backpacker Ho Chi Mihn Vietnam dan bisnini juga bisa ke stasiun Thanh Bus. Harga tiket bis sekali jalan 20 000 VND (<$1 USD). Setiap 15 sampai 20 menit sekali bis ada mulai dari jam 5:30 pagi sampai jam 1.30 pagi.

Route 152 from the Airpor

Sama seperti rute 109 menuju Pham Ngu Lao. Kalau tidak salah waktu itu aku naik bis ini dengan warna bis hijau dengan harga tiket Rp5.000 Dong untuk tiketku dan 5.000 Dong lagi untuk bagasiku.

Route 49 from the Airpor

Rute 49 itu via Tan Son Nhat Airport’s international terminal – domestic terminal – Truong Son – Tran Quoc Hoan – Hoang Van Thu – Nguyen Van Troi – Nam Ky Khoi Nghia – Le Duan – Cong Xa Paris – Dong Khoi – Dong Du – Hai Ba Trung – Ton Duc Thang – Ham Nghi – Ben Thanh – Pham Ngu Lao – Nguyen Trai – Le Lai – Nguyen Huu Canh – Cach Mang Thang 8 – Dien Bien Phu – Nam Ky Khoi Nghia – Nguyen Van Troi – Phan Dinh Giot – Truong Son – International terminal. Untuk harga tiket bis sekali jalan VND40,000.

Mui Ne, Vietnam

What to eat in Ho Chi Mihn, Vietnam

Menurutku makanan khas Vietnam halal itu susah-sudah mudah dalam mencarinya. Banyak restaurant Halal di sekitar Ho Chi Mihn namun harganya relative mahal buatku. Kalaupun mau makan di pinggiran takut gak halal saking biasanya pemandangan babi di depan warung. Karena itu aku hanya mencoba 3 makanan khas Vietnam dari sekian makanan khas Vietnam.

1. Phở (pho)

Pho

2. Bánh xèo (banh xeo)

Makanan ini mirip martabak tipis, denga isi didalamnya daging, sayuran dengan porsi gede. Aku, Ana dan Kak Rika makan makanan ini saat di Street Food Market setelah pulang dari Củ Chi Tunnel. Lucunya kami beli 1 untuk bertiga, maklum kami turis kere jadi makan juga dibagi, untung porsinya gede. Nah waktu kami makan sempat dilihatin mulu loh baik itu warga lokal maupun turis asing.

3. Gỏi cuốn & chả giò

Gỏi cuốn & chả giò semacam lumpia tapi kulitnya tipis berwarna putih dengan isi mie dengan udang. Makanan khas Vietnam ini aku dapatkan di Street Food Market Ho Chi Mihn. Rasanya enak dan sayurnya segar 🙂

Kak Rika, aku dan Ana di Ho Chi Mihn

Rincian Pengeluaran di Ho Chi Mihn dan Mui Ne Vietnam

Hari 1, 22 Maret 2018

02:00-03:00 Perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta dengan Go Car Rp135.000/ 2 orang

03:00-04:00 Check in Bandara, melewati Imigrasi

05:00-08:00 Naik pesawat menuju ke Malaysia

08:00-15:00 Transit di Kuala Lumpur International Airport 2 bersama Ana. Nukar 10 dollar Singapura ke 27 RM demi makan di Bandara. Aku makan Laksa 17.9 RM dan Ana makan Nasi Bebek. Penerbanganku sempat delay 1 jam.

16:00-18:00 Perjalanan dengan pesawat dari Kuala Lumpur International Airport ke Tan Son Nhat International Airport

18:00-19:00 Menuju ke Hostel di area Pham Ngu Lao, Ho Chi Mihn Vietnam. Naik bis hijau No 152 ke Area Ben Thanh Market Distrik 1 Ho Chi Mihn dengan tiket bis 5000 Dong untuk penumpang + 5000 Dong untuk tas/bagasi.

19:00-20:00 Mencari penginapan dan bertemu Ana, penginapan semalam 136.000 Dong

20:00-23:000 Keliling area Pham Ngu Lao dengan Kak Bawang Ijo dan Ana. Makan malam di restaurant Taj Mahal 115.000 Dong, dan kacang 20.000 Dong

Kak Rika, aku dan Ana di Gurun Pasir Vietnam

Hari ke 2 Trip Vietnam

08:00-09:00 Beli paket tour ke Củ Chi Tunnels 200.000 Dong. Beli tiket bus ke Mui ne 300.000 Dong

09:00-10:00 Jalan kaki ke Ben Thanh Market dari penginapan. Minum kelapa di tengah jalan 20.000 Dong. Pas di pasarnya makan Nodle Fish 50.000 Dong.

10:00-12:00 Jalan kaki ke Saigon Notre Dame Cathedral, sempat nyasar. Kemudian singgah ke Kantor Pos Ho Chi Minh. Terus naik taxi ke penginapan 12.000 Dong. Sampai di depan penginapan beli Mangga seharga 20.000 Dong

12:00-13:00 Siap-siap menunggu tour jemputan

13:00-14:30 Perjalanan ke Củ Chi Tunnels dengan bis mini.

14:30-17:30 Explore Củ Chi Tunnels. Makan es krim 15.000 dong di Củ Chi Tunnels
17:30-19:00 Perjalanan dari Củ Chi Tunnels ke Street Food Market

19:00-21:00 Makan di street food 100.000 Dong/3 orang. Makan cumi 75.000 Dong/3 orang. Makan mie didalamnya udang 15.000 Dong

Kak Rika dan aku di fish market

Hari ke 3 Trip Vietnam, 24 Maret 2018

03:00 Tiba di Phan Thiet

03:00-07:00 Istirahat di tempat pemberhentian bis di Phan Thiet, Vietnam

07:00-10:00 Mui Ne Trip sewa Jeap 500.000 Dong/3 orang. Beli tiket bis pulang ke Ho Chi Minhn 110.000 Dong/orang. Seharin keliling Mui Ne mulai dari white sands, lotus lake, red sands, fish market dan makan siang seafood 200.000 Dong/ 3 orang dank e Fairy stream

10:00-13:30 Menunggu bis ke Ho Chi Mihn

13:30-18:30 Perjalanan dari Mui Ne ke Saigon. Sempat beli es di jalan pas bis berhenti 20.000 Dong.

18:30-20:00 Berhenti di Ben Thanh Market keliling terus naik bis 6000 Dong. Makan malam di Assalamualaikum restaurant 110.000 Dong. Numpang sholat juga lalu beli kopi Vietnam di area Benh Tan 3 RM dan roti 5RM

20:00-21:00 Belanja makanan di Supermarket 54.000 Dong

21:00-22:00 Makan lagi di food stree dengan Pham Ngu Lao . Beli telur 15.000 Dong, kerang 25.000 Dong, yogurt 20.000 Dong

22:00-23:00 Ke terminal bis dan menuju ke Bandara Vietnam.

23:00-24:00 Di Bandara, siap-siap check in dan melewati Imigrasi Vietnam

Hari ke 4, Malaysia

02:00-05:00 Perjalanan dari Vietnam ke Malaysia

05:00-10:00 Makan di Bandara Kuala Lumpur 20 RM

10:00-12:00 Perjalanan dari Bandara Kuala Lumpur ke Bandara Soekarno Hatta

13:00 Tiba di Jakarta

*Note: Kurs Rp10.000 = 16.000 Dong (Maret, 2018)

Mũi Né, Vietnam

Backpacker ke Gurun saat Ulang tahun sangat menyenangkan, serta memorable banget jalan dengan Kak Rika dan Ana. Pengalaman pertamaku jalan-jalan sambil bawa laptop dan bekerja 🙂

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

11 Comments

  1. di vietnam ada gurun ya ternyata (wah keren ya gurun pasirnya berasa di timur tengah)

    Reply

    1. Iya ada tapi gak terlalu luas

      Reply

  2. Gurun yang di Vietnam itu sebetulnya pasir pantai yang kebetulan sangat luas atau memang seperti pasir gurun pada umumnya sih? Soalnya ngelihat posisinya seperti dekat laut kan ya..

    Reply

    1. Iya posisinya dekat laut. Aku kurang tahu tapi pas dipegang kayak pasir d jaisalmer. Gk lengkett

      Reply

  3. aku baru tau ada gurun di vietnam wkwk.
    banh xeo!!! aku tau dari anime tentang masak masak gitu. pas aku googling katanya pake daging babi. huhuh

    Reply

    1. Iya disana serem makannya kalau hak hati-hati..kmren kita makan yg sapi

      Reply

  4. Baru tau ada gurun pasir di Vietnam. Mantap deh, selamat mengabdi pada negara ya bu. Hahhaa..

    Reply

    1. Terimakasih hehhe. Memang vietnam ini agak unik

      Reply

  5. Goalnya tercapai juga akhirnya, nice to hear that 🙂 Btw Mbak total in rupiah berapa dengan tiket PP?

    Reply

  6. Macam padang pasir di Bromo….tapi Bromo mah pasirnya hitam.

    Kalau ini udah kaya gurun pasir yang di timur tengah itu, warnanya cocok kali.

    Tapi takda unta pun hehehe xD

    Reply

    1. Iya bener banget. Pas aku pegang gak jauh beda dengan gurun pasir di Iran atau Jaizalmer

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.