Edinburgh dan Pesona Kastil Tua Skotlandia


Whatever you think you can do or believe you can do, begin it. Action has magic, grace and power in it.

By Johann Wolfgang

Hello World!

Edinburgh, 2 April 2017

Meninggalkan Kota London yang mahal menuju Edinburgh, sebuah Kota di Scotlandia. Untuk menuju ke Edinburgh aku menggunakan pesawat terbang dengan harga promo yang jauh hari sudah dibeli.  Saat di London aku baru menyadari kalau ternyata Bandara di London itu ada 4 kalau tidak salah, kebetulan keberangkatanku menuju Edinburgh dari Luton Airport, London.  Dari Cambridge Heath aku harus mengeluarkan uang untuk ongkos kereta sebesar £21,2 ke Luton Airport. Disini aku merasa sedih ketika Ponds merobek sakuku si pejalan ala backpacker dengan uang terbatas ini. Catatan bagi diri sendiri untuk tidak backpackeran ke UK karena mahal cin! Tidak cocok bagi turis miskin sepertiku 😀

Jadwal keberangkatan pesawat ke Edinburgh jam 1 siang namun jam 10 aku sudah berada di Bandara, mending menunggu daripada telat pesawatnya. Masih segar diingatan ketika persiapan masuk ke Inggris. Saat di Imigrasi Inggris, tidak begitu ditanya-tanya tapi yang pasti antriannya lumayan. Jadi mendingan sediakan waktu 3 jam sebelum keberangkatan, apalagi pengalaman saat di Eropa dan Inggris di Imigrasi ketat banget, sepatu dibuka dan laptop saja harus di tempat khusus. Sehingga perlu menyediakan waktu yang lumayan untuk proses imigrasi. Namun Alhamdulillah proses imigrasi Inggris tidaklah ribet.

Perjalanan London-Edinburgh tidaklah terlalu lama, mungkin hanya 1 jam perjalanan saja dengan pesawat. Aku sampai di Edinburgh sekitar jam 3 sore, dan langsung mencari cara ke Old Town Edinburgh dari Bandara. Tak jauh dari Bandara Edinburgh, Scotlandia terdapat tram menuju Kota dan harga tiket tram tidaklah terlalu mahal bila dibandingkan dengan Kota London. Harga tram ke Kota Edinburgh dari Bandara seharga £5,5, berbeda dengan saat ke Bandara di London yang minimal 20 Ponds. Kalau tidak mau naik tram menuju Kota Edinburgh bisa menggunakan Bis.  Aku sendiri mencoba keduanya, pas pertama kali sampai di Edinburgh dari Bandara, aku memakai Tram dengan tujuan St Andrew Square. Namun pas pulangnya aku menggunakan bis ke Bandara Edinburgh. Untuk harga naik bis lebih murah sekitar 1 Ponds.

Lucunya tram di Edinburgh ini mengingatkanku pada Istanbul. Saat masuk ke dalam tram, tidak terlalu ramai. Kemudian aku dapat leluasa memandangi pemandangan dari kaca. Aku masih tak percaya impian untuk menginjakkan kaki di UNITED KINGDOM tercapai. Dengan seksama aku mengamati pemandangan sepanjang jalan mulai dari rerumputan hijau, perumahan orang Scotlandia hingga sapi yang sedang merumput di Edinburgh. Sesekali aku senyum sendiri mengingat kenekatanku berpetualang ke Negara Mahal KATANYA padahal uang terbatas. Bahkan jujur aku masih tak percaya berada di Edinburgh, Skotlandia. Dalam hatiku ‘mak anakmu liar kali kakinya”!!

Di dalam Tram ketika aku mendengar orang British dan Scotland berbicara bahasa Inggris aku langsung senang. Maklum “bristish aksen” itu terlalu sexy buatku. Walau biaya hidup di Inggris tidak sesexy aksennya 😀

Berada di Scotlandia benar-benar mengobati rasa kekecewaanku terhadap London. Karena KOTA IMPIAN ku itu adalah mendatangi London dan itu sejak ada sejak kuliah. Alasannya sederhana hanya karena ingin melihat Big Ben. Walau pada ujungnya pas sampai di LONDON dalam benakku “yaelah gini doang, masih bagusan PARIS”, padahal udah lah mahal!. Untung di Scotlandia mengobati rasa kekecewaanku, tak sia-sia lah habis uang 5 juta hanya untuk VISA INGGRIS saja!

Sesampai di Old Town, Edinburgh, mataku langsung berkaca-kaca bahkan merasa sangat terkesan. Kota Edinburgh begitu antik serasa berada di FILM HARRY POTTER. Yah Kota Edinburgh ini memang menjadi inspirasi dari JK Rowling dalam membuat karya Harry potter. Kotanya penuh dengan kastil tua, gereja tua, halaman rerumputan serta bangunan-bangunan kuno. Belum sesekali mendengar suara music “khas SCOTLANDIA” dengan alat music khas serta pakaian khas dengan rok ala Scotland.

Tak sia-sia aku melakukan perjalanan jauh ke Scotlandia! Bayangkan betapa jauhnya jarak Padangsidempuan ke Scotlandia ini 😀

Saat berada di Olw Town Edinburgh, aku berhenti di St Paul, karena menunggu host dari Rb n B. Memang selama di Inggris aku memutuskan lenih banyak menggunakan RB N B dibandingkan dengan Couchsurfing. Khusus di Edinbugh, aku menginap selama 3 hari dengan RB n B. RB n B ini semacam tempat penginapan murah bila dibandingkan menginap hostel atau hotel. Ibaratnya menginap di rumah warga local namun harganya jauh masuk akal dan lebih murah. Selama 4 hari di Edinburgh, 3 hari dengan Rb n B dan 1 hari menggunakan Couchsurfing. Ternyata pengalaman menggunakan RB n B lebih asik daripada Couhsurfing selama berada di Edinburgh. Karena pas di Edinburgh rumah hostku sangat dekat kemana-mana bahkan berada di tengah OLD TOWN Edinburgh. Jadi kalau aku hendak kemana-mana dekat sekali.

Setelah ngegembel di UK selama 6 hari akhirnya aku memutuskan pindah negara yang bersedia menampungku! Edinburgh masih kota favoritku karena banyak menemukan makanan halal, kemana-mana bisa jalan, banyak castle, bangunan tua, ada laut, ada bukit, ke airport naik bus £4,5 kalau naik tram £5,5, sekali makan bisa £5-10 tapi ada juga £3, belanja di market £6 udah dapat macam-macam terus kotanya cakep dan antik terus pas disini avenger lagi shooting lagi! Sayangnya disini dingin meski spring 5 derajat yang setiap malam membuatku biduran terus nginapnya sih hratisan dan yang paling penting Kotanya itu full of wifi gratiss tiss tiss! Untuk buah? Murce £2 strawberry gede-gede! Semoga bisa kesini lg dengan uang segepok😜 #edinburgh #scotland #european #uk #europe #british #travel #journey #mydreamtoexploretheworld ✈️Edinburgh

A post shared by Winny Marlina (@winnymarlina) on

Hostku orangnya juga asik, jadi dia membawa ke Calton Hill, Edinbugh Castle, dan Grassmarket. Pertama kali ialah dia mengajak ke Edinburgh Castle yang jika ingin naik harus melalui jalanan mendatar. Menariknya Kota Edinburgh bak berada di Kota dengan istana besar. Aku merasa berada di Hogwarts, padahal aku paling tidak percaya dengan sihir. Aku menganggap ini adalah KOTA dengan ISTANA TUA yang mempesona. Bahkan jembatannya aja kece badai. Pokoknya berada di Edinburgh membuatku betah berlama-lama!

"Hey please pinch my cheek, kataku

What for?

To make sure that i am not dreaming in Edinburgh", kataku

Aku baru saja berada di KOTA HARRY POTTER..

Ternyata mimpi itu bisa jadi nyata 🙂

Rincian Pengeluaran BACKPACKER EROPA di Edinburgh

09:00-10:00 Persiapan dari penginapan ke Bandara. Harga tiket kereta dari Cambridge Heath-Luton Airport £21,2

10:00-12:00 Imigrasi, antri di Bandara Inggris dan tidak begitu ditanya-tanya

13:00-15:00 Perjalanan London-Edinburgh dengan pesawat

15:00-16:00 Tram dari Edinburgh airpot ke St Andrew Square £5,5.

16:00-18:00  Jalan kaki ke penginapan kemudian jalan ke Calton Hill, Edinbugh Castle, dan Grassmarket

Tempat wisata yang didatangi pada hari-10 di Eropa 

Calton Hill, Edinbugh Castle, dan Grassmarket

Total biaya pengeluaran pada hari-10 di Eropa = £21,2  + £5,5 = 26,7

Salam

Winny

Iklan

25 tanggapan untuk “Edinburgh dan Pesona Kastil Tua Skotlandia

  1. Bandara yang melayani London ada 6 Win: Heathrow, Gatwick, London City, Stansted, Luton, dan Southend, hehehe. Khusus tiga yang terakhir adalah bandara khusus LCC.

    Ah, masa terbang ke Edinburgh lewat imigrasi Win? Padahal itu kan penerbangan domestik? Dan terbang dari UK ke luar negeri pun nggak lewat imigrasi kok…

    Anyway, Edinburgh memang kece ya! Pengen nih balik kesana lagi kapan-kapan, sayang belum ada waktunya! >.< .

      1. Iya Win ada 6 😛 . Kapan hari aku baca ada wacana mau membuka bandara ke-7 (Oxford), tapi kayaknya masih belum deal, hahaha… . Yup, Luton juga LCC 😀 .

  2. “Mak, anakmu kakinya liar kali… “😅
    Parsidimpuan kali yaa…haha
    Dan Aku berasa jadi mamak dan pingin jawab
    “lanjutkan, nak!”
    Btw, slalu Suka baca pengalanmu Win. Klo aku ngga berkesempatan smoga anak2ku punya keberanian sprtimu 😉

  3. nginap murahnya berapa butet, awak di hostel di bawah Edinburgh Castle 200 ribuan.
    kalau ke Scotland mesti lama-lama, aku aja 4 hari kurang, untung sewa mobil 2 hari bisa road trip dan lebih murah jatuhnya walaupun cari parkir di Edinburgh setengah mati susahnya.

    aku juga mau balik lagi Edinburgh, favorit bangeeeetttt!

  4. Berasa kaya momen surreal gitu ya nyampe di sana?? 😀

    Jadi, kalau kantong kita tipis,, baiknya ke UK itu jangan lama2 ya,, cuma sekedar buat “i was here” aja.. Berhubung apa2 mahal dan “yaelah gini doang” nya hehe..

    Salam
    -Traveler Paruh Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s