I have reached a point in life where I feel it is no longer necessary to try & impress anyone. If they like me the way I am, good & if they don’t, it’s their loss.

By Unknown
tehran-iran

Hello World

Jakarta, September 2016

Hari pertama di Tehran, Iran. Setelah sampai di penginapan host bernama Mehdi jam 2 pagi kepala yang masih nyut-nyut masih terasa nyut-nyut.  Hal pertama yang aku perhatikan dari rumah orang orang Iran itu adalah karpet ala Persia. Kemudian toiletnya yang jongkok dan rumah tempatku menginap itu bersih.

Sebenarnya aku tidak terlalu tidur di hari pertama tapi yang pasti jam 7 pagi aku sudah bersiap-siap hendak ke Golestan Palace bersama Mbak Ninik. Namun sebelum itu ternyata host ku cukup baik memberikan sarapan berupa roti dengan sup ayam yang tidak aku hapal namanya. Yang pasti rasanya enak sekali apalagi kaldunya. Selain itu tempat makannya juga khas berada di lantai sambil dijamu dengan taplak makanan, terus makannya juga tak kalah uniknya yaitu dengan mengisi lauk ke roti kemudian roti dilipat lalu dimakan. Belum sampai disitu yang membuatku terkesan lagi yaitu saat kebiasan meminum teh orang Iran yaitu gula berbentuk cubic dimasukkan ke mulut lalu diminum tehnya. Kalau di Indonesia kan teh manis kita tidak repot, langsung di campur di dalam gelas. Tapi itulah kesenangan dalam perjalanan karena perbedaan itu menarik!

Makanan yang aku coba di Iran

Makanan yang aku coba di Iran

Sayangnya karena si Mehdi ada panggilan dari bosnya dadakan akhirnya dia tidak jadi menemani ke Goleston Palace, salah satu must visit di Tehran. Akhirnya dari rumahnya naik taxi yang harganya lumayan mahal buatku sekitar 8 dollar, maklum belum mengerti transportasi hari pertama di Tehran. Awalnya sih mau mencoba naik Metro Iran namun karena kata si Mehdi jauh akhirnya yah mau tak mau naik taxilah daku.

Sepanjang naik taxi aku melewati Gelata Tower yang masuk dalam list tujuan wisata di Tehran. Lumayan bak sambil menyelam minum air. Hal lain yang aku suka dari Iran ialah orangnya super ramah-ramah contohnya bapak Taxi yang sangat antusias menanyakan aku darimana. Hingga sampailah aku di tempat tujuan di Goleston Palace namun karena ada polisi akhirnya aku hanya diantar sampai di simpang jalan sisanya aku tanya-tanya orang dimana Goleston.

Goleston Palace

Goleston Palace

Sebelum ke Goleston sekitar jam 11 siang, Sattar membawaku dan Mbak Ninik sarapan. Nah di depan Goleston aku penasaran mencoba minuman tradisional Iran yaitu Doogh. Kalau kata Sattar biasanya turis Indonesia tidak suka doogh Iran, aku penasaran karena sewaktu di India aku sangat suka Lassi aku kira rasanya sebelas dua belas hingga aku mencobanya dan rasanya doogh Iran itu tidak cocok di mulutku sama sekali!

Doogh

Doogh

Sebelum ke Goleston aku dan Mbak Ninik ke Grand Bazaar Tehran yang cukup terkenal. Tempatnya itu rame (rameeeee) sekali. Tapi itu menariknya melihat transaksi jual beli. Kemudian seru saja melihat aksi penduduk Iran yang mondar mandir hilir mudik disepanjang Grand Bazaar dan tidak salah sih kenapa bisa masuk kedalam tempat wisata di Tehran dan lokasinya juga tidak jauh dari Goleston Palace.

Saat di Grand Bazaar kami pun mencoba jus jerukseharga 20,000 Rial. Jus di Iran itu benar-benar asam dari sari buah langsung tanpa ada tambahan gula yang sangat disukai Mbak Ninik sementara aku pas meminumnya hanya bisa mengernyitkan dahi saking asemnya.

Grad Bazaar Tehran

Grad Bazaar Tehran

Nah sebelum ke Goleston Palace, aku dan Mbak Ninik menuju ke Masjid jamek Tehran karena aku hendak sholat zuhur dulu. Namun sebelumnya mbak Ninik ke WC umum dengan biaya 1 dollar bok, cukup mahal untuk ukuran ke Toilet!!

Kemudian setelah itu kami ke Masjid Jamek. Nah Masjid Jamek Iran dekat dengan Grand Bazaar Tehran dan masjidnya cantik sekali apalagi marmernya, apik! Sayangnya tidak diperbolehkan untuk mengambil photo Masjid Jamek.

Perbedaan lain yang paling mencolok di Iran itu ketika mengambil wudhu itu jauhnya minta ampun dari tempat sholat. Kemudian aku paling tidak mengerti memakai mukenahnya karena hanya kain panjang saja dan untungnya aku selalu membawa mukenah di tas dan langsung aku menjadi pusat perhatian karena mukena berwarna kuningan terus berbeda dari yang lain.

Gimana rasanya menjadi mencolok?

Serasa artis!!!

Yang pasti setelah sholat zuhur aku dan Mbak Ninik memutuskan makan siang dan bingung hendak makan apa di Grand Bazaar ini!!

iranian

6 September di Tehran

01:30 -07:00 Di Tempat host Mehdi dari Cs Tehran

07:00-10:00 Di kasih sup enak yang aku tidak tahu namanya lengkap dengan roti

10:00-10:48 Naik taxi ke Grand Bazaar, minum Doogh ditraktir host Sattar kemudian aku dan Mbak Ninik minum jus 200,000 Rial di Grand Bazaar Tehran

12:00 – 13:59 di Masjid Jamek sholat zuhur kemudian makan siang Sate + roti 200,000Rial

bersambung..

Baca ringkasan perjalanan selama di Iran

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

99 Comments

  1. Wah sudah sampai iran. Jalan terus tiada henti rupanya dirimu wa ha ha…

    Reply

    1. kan blognya tentang jalan-jalan shiq hahaha

      Reply

  2. pernah liat di film iran yg gula kubik ituh,

    yaampun itu 1 dolar ke tolet ><
    mihiiil

    hihi.. kbayang mb win, itu pke mukena model indonesia di sana 😀

    Reply

    1. model jilbab disana kayak film masha and the bear kelihatan rambutnya

      Reply

      1. maksudnya yg mb win crta trauma bawa temen berjilbab di jepang mba,

        😀

        itu knp hihi

      2. oh itu karena kami tidak cocok dan akhirnya putus persahabatan

      3. ooh, kirain ada masalah sm jilbabnya pas perjalanan ke jepang hihi..

        kan bisa jd pelajaran 😀

  3. Huahaha, jadi kalo ke Iran jangan nyobain doogh ya Win? 😄

    Ah, Iran seruu kayaknya!!

    Reply

    1. Dan itu gulanya dimasukin ke mulut baru minum tehnya? 😱Banyak domg ya gula yg dikonsumsi kalo gitu? 😱

      Reply

      1. 1 aja zilko taruh dimulut tapi aneh 😀

    2. jangan pahit dan asam gk enak haha

      Reply

  4. mahal banget yah, mau BAK atau BAB di sana 😀

    Reply

    1. iya kak kalau aku cari gratisan di masjid 😀

      Reply

  5. wohhh kayak di Eropahh, ke toilet kudu bayar 1 Euro…ikhlass…ikhlaass 😀

    Reply

  6. Waktu sholat gak merhatiim cara sholatnya orang iran di Masjid Jamek?

    Reply

    1. perhatiin dan beda sekalii

      Reply

  7. Ya Ampuun…sudah sampai Iran saja lho….
    Soal mukenah konon cuma orang Indonesia yang model Mukenahnya begitu he he he

    Reply

    1. Malaysia sama kayak kita mbak

      Reply

  8. Rasa doogh kayak apa, Winny? Pahit kayak jamu? Wah, mukena kita jadi pusat perhatian ya di Iran. Haha.

    Reply

    1. aku bingung tapi percampuran pahit dan asam kak. kalau jamu aku suka kalau doogh duh susah menjelaskannya

      Reply

  9. kok aku ngebayangin doogh kyk dough (adonan roti) ya, gara2 tulisannya mirip. pdhal minuman yaa haha.

    Reply

    1. Persian Fizzy Yogurt Drink katanya mbak, rasanya pahit

      Reply

  10. Wah kamu udah sampai di Iran aja, Win. Kapan nih mau kopdar? Hehehe.

    Itu cara minum tehnya unik juga. Jadinya bukan teh pake gula ya win. Tapi gula pake teh hehehe.

    Have fun di Iran ya! 😊

    Reply

    1. ayo kak aku juga pengen kopdar.. iya betul banget kak gula pake teh hahah

      Reply

      1. Ayo ayo.. Sama dita juga yukkk. 🙂

  11. Btw tangan gosong bgt waktu pegaang tulisan itu ya?. Trus kamu jd aisyahh gak?

    Reply

    1. tangan kosong gimana ito?

      Reply

  12. Seperti burung aja Win kamunya? Terbang sana-sini…

    Reply

    1. haha kagaklah kus 😀 gk ada sayapnya

      Reply

      1. Sayapnya yang makai pesawat..😁

    1. Jalan ama satu teman kak tp tanpa tourguide

      Reply

  13. sholatnya beda… adzannya beda…

    Reply

    1. Adzannya sama sholatnya aja yg beda

      Reply

  14. Ternyata mehdi baik juga ngasih kamu sarapan. Berapa malem nginep di rumah dia?
    Aku mau juga ah keliling Tehran sama abang ganteng 😍

    Reply

      1. Jd pengen balik iran lagii

  15. Itu makanannya mirip soto ya mbak~ 😀
    Asik banget bisa jalan-jalan sampai ke Iran~ 🙂

    Reply

  16. sup ayamnya kok kaya kaldu ayam yang dikasih garam gitu :||
    he itu jus 200.000 Rial apa ngga mahal kak?

    Reply

  17. Kamu ih jalan2 ke Iran udah ky yg jalan2 ke singapore, gampang banget hahahaha..

    Reply

  18. Penasaran sama Dogh Iran, nggak ada fotonya Win?

    Reply

  19. Makanan nya seperti nya enak ya, jadi pensaran sama rasanya 😀 Seru ya jalan- jalan di Teheran! 🙂

    Reply

  20. apa sih doogh itu? penasaran dan merasa tertantang untuk nyoba deh.

    Reply

    1. Serius kak? Rsanya amit amit hahah

      Reply

      1. hahaha makin penasaran

  21. gak bisa ngomong2 apa pa deh kalau liat winny jalan-jalan, ni orang gak ada capeknya yah..mantap sist winny, keep solo traveler 🙂

    Reply

  22. Grand Bazaarnya kayaknya asyik banget, rasanya pengen beli kap lampunya 😀

    Reply

    1. Iya kak seru aku mw buat postingan khusus

      Reply

  23. Oh iya kalau aku perhatikan di luar negeri itu rada jarang wanita solat dengan mukena yaaa.. aku di Inggris dan US jg kalau solat di mesjid aneh sendiri pake mukena, yg lain cukup dengan hijabnya masing2 krn sudah tertutup hehe

    Reply

    1. Iya soalnya kita gak pakai jilbab terus kalaupun pake jilbab bukan jilbab yg bs langsung dipake sholat ya

      Reply

  24. blgo yang menarik mba win

    Reply

  25. Gula kubik, kerudung ala Masha, Langsung inget film Children of Heaven. 😁

    Reply

  26. Mau ke toilet aja mihil bingits ya, Win😀. Semoga siy bersih, jadi ga sia-sia bayar mahal. Hahahaha.

    Reply

    1. sama kak aku juga mikir mikir

      Reply

      1. Iya euy, kalo masih bisa ditahan ya ditahan aja. Hahahaha😂

  27. Hidup mu aja udah asam yaaa, jadi minum jeruk ori langsung mengeryitkan dahi hahaha

    Reply

  28. permisi …iya lokasinya keren-keren

    Reply

  29. keren Win udah menginjakan kaki di Iran, aku kira itu minuman semacam ale-ale hahaha… doain semoga aku ada kesempatan kesana. amiin.

    Reply

  30. Beuh, udah sampai Iran aja. Lain kali angkut aku di kopermu, kak. #eh

    Reply

  31. aku pikir dough itu donat. nonton film iran gak Win, kan baguuuss2 banget filmnya.. (pdh cuma baru nonton2)

    Reply

    1. ingatnya film kids from heaven kak

      Reply

  32. baca terus aahhh cerita iran nya, penasaran

    Reply

  33. wouw…..sepertinya teheran aman dan sangat ramah yaa warganya

    Reply

  34. Nah ini yang penasaran dan pengen aku tahu detailnya. Untuk urusan shalat di masjid. Iran khan negara Syiah, sementara Indonesia rata-rata Sunni, shalat nya khan agak berbeda sedikit. Jadi pusat perhatian dan pertanyaan gak?

    Reply

      1. Nanti kita bahas agak detail soal ini, soalnya aku agak mikirnya di sini. Cuma kalau gak kenapa-kenapa ya, santai 🙂

      2. Aman sih walau berbeda dan aneh 🙈

      3. Kalau beda sih sebenarnya gak papa, udah paham juga, dan temanku juga ada yang Syiah, jadi aku udah biasa lihat bedanya. Aku cuma masih mikirin soal tanggapan dan reaksi mereka aja gitu 🙂

      4. Seru bar u bakalan suka india u suka apalagi iran

      5. Banget! Baru baca postinganmu dan beberapa artikel sebelumnya aja aku udah yakin bakal suka banget kalau ke sana 🙂

        Dari segi keribetan nih Win, mendingan Iran atau India?

      6. Sama sih bar tapi kalau iran aku suka orangnya kalau india suka makannya wkwkw tp dri segi eksotik sama keren

      7. Dari deskripsi ceritamu, dan beberapa lainnya yang aku baca, memang terlihat kalau mereka ramah-ramah dan terbuka ya.

      8. Ramah bar udahlah orang india ramah lebih ramah lagi orang iran

      9. I WANT TO GO TO IRAN SOON! *sengaja capslock* 😀

      10. Ntar ditanyain muhrim atau bukan lho hahahaha

      11. Bilang aja muhrim wkkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s