Percakapan Mini dalam Bahasa Padangsidempuan


Sometimes you make choices in life and sometimes choices make you
By Gayle Forman, If I Stay

Padangsidempuan
Padangsidempuan

Hello World

Jakarta, Juni 2016

Sejak aku buat kamus mini bahasa Batak, banyak yang antusias serta menanyakan contoh percakapan sehari-hari dalam Bahasa Padangsidempuan. Bahasa apa sih yang digunakan di Padangsidempuan? Bahasa Batak bukan? Banyak sekali pertanyaan mengenai Padangsidempuan, wajar karena kampungku merupakan satu kota kecil di Sumatera Utara. Dan sebagai salah satu Kota di Sumatera Utara maka bahasa yang digunakan adalah Bahasa Batak tapi dari Angkola, hampir mirip dengan Bahasa Mandailing bedanya hanya di pengucapannya dan intonasi, Untuk bahasa Angkola sendiri jauh berbeda dengan Bahasa Batak Toba. Yang sering masuk di TV kalau logat Batak itu berbeda dengan Bahasa di Kampungku, Padangsidempuan. Walau ada beberapa kata yang mirip. Jadi jangan heran walau sesama Batak beda ras namun Batak dari Toba belum tentu mengerti Bahasa Angkola yang digunakan oleh Padangsidempuan begitu juga Bahasa Karo, dipastikan tidak mengerti. Intinya Bahasa Batak itu unik, bervariasi.

Ok untuk contoh percakapan sehari-hari dalam Bahasa Padangsidempuan, Bahasa Batak tapi versi Angkolanya ya

Siapa namamu = Ise goarmu?

Sudah makan = Mamangan ko?

Kapan kita berjumpa? = Andigan ma ita pasuo

Jam berapa pulang = jam piga mulak?

Ayo kesana = keta tusandun

Jangan lupa ya = ulang ko lupa da

Rindu aku padamu = malungun au di ho

Kami ingin ke rumahmu = Ami got tu bagasmu

Kok lama = Asi leleng

Apa warna bajumu? = Aha warna bajumu?

Dimarahin ibuku aku = dimuruki umakku au

Aku sebel samamu = Goyak rohakku tu ho

Dia suka samamu = Porroha nia di ho

Siapa aja temanmu pergi = Ise donganmu kehe

Ok kamus mini percakapan bahasa Batak nya segitu dulu, jika penasaran boleh request 😀

Salam

Winny

Iklan

62 tanggapan untuk “Percakapan Mini dalam Bahasa Padangsidempuan

    1. Bahasa padangsidimpuan itu unik.. jika org padangsidimpuan berpergian k luar kota pkek bahasa indonesia ttp saja logat sidimpuanx ada.. contohx “wis le”… “iia tong” hahahaha… kata “tong” ga bakalan ketinggalan.. ini la kota klahiran ku

  1. Padang sidempuan bukan mandailing ya WIn?

    Kata temanku, orang Mandailing bilang mereka bukan batak. Bukan pula Batak Mandailing… Tapi Mandailing… Bahasa aja udah beda katanya. bener ga sih?

  2. Iya ya.. Bahasa batak ini beda daerah beda juga bahasanya.. Belum lagi batak karo, dan bahasa batak yang umum didengar didaerah rantau…

    Reques dong Kak.. Kalau “aku sayang kamu” apa bahasa padangsidempuannya?

  3. Sewaktu sekolah menengah di kota Padang dulu saya terbiasa mendengar bahasa ini, karena teman satu kos saya orang Padangsidempuan dan orang Gunung Tua.
    Aha do hobar?

  4. Win,bagus bgt kamu msh bisa bahasa daerah..jarang2 lho anak muda skrg bisa begitu. Aku teringat temenku boru regar,mamanya kl sms sodara pk bhsa mandailing,jd temenku suka ngenes kl disuruh ketikan sms mamanya yg panjang lebar dlm bhsa mandailing..haha

  5. Saya marga siregar tapi lahir palembang papa org batak dri suinggam jae padang bolak mama orang palembang .. sehari jadi biasa pakek bahasa palembang kalo keluarga dri papa kumpul guahny jadi penonton saja krena hny sedikit mengerti tapi tidak bisa balas jawab batak tkut slah.. pengen bgt belajar bahasa batak…

  6. Kenyataan memang menunjukkan bahwa orang Mandailing dan orang Angkola menggunakan satu bahasa yang sama. Tapi orang Angkola mengakui bahwa bahasa yang dipakainya atau bahasa ibunya ialah bahasa Angkola dan orang Mandailing mengakui bahwa bahasa ibunya ialah bahasa Mandailing.

    Dalam hal ini dapat kita gunakan pendapat pakar bahasa H.N. Van Der Tuuk untuk menjelaskan persoalannya. Van Der Tuuk pernah melakukan penelitian mengenai bahasa Mandailing dan beberapa bahasa etnis lainnya yang terdapat di Sumatera Utara. Dari hasil penelitiannya mengenai bahasa Mandailing, Van Der Tuuk mengemukakan (1971: XLVII), “Dengan mengacu ke pantai barat Sumatera, dengan aman dapat dikatakan bahwa bahasa Mandailing meluas dari Ophir atau pegunungan Pasaman di sebelah selatan sampai ke perbatasan bagian utara dari Sipirok dan Batang Toru. Bahasa Mandailing terbagi menjadi bahasa Mandailing utara (juga disebut bahasa Angkola) dan bahasa Mandailing selatan. Belum mungkin untuk merumuskan batas-batas yang pasti di antara keduanya”.

    Keterangan atau pendapat Van Der Tuuk ini menunjukkan dengan jelas sekali bahwa bahasa orang Mandailing dan bahasa orang Angkola ialah bahasa Mandailing. Tetapi bahasa Mandailing yang digunakan oleh orang Angkola disebut juga bahasa Angkola. Dengan demikian jelas pulalah bahwa sebenarnya tida ada bahasa Angkola Mandailing seperti yang belakangan ini mulai disebut-sebut oleh orang-orang tertentu. Perbuatan yang demikian itu benar-benar merupakan suatu kekeliruan (untuk tidak menyebut manipulasi) yang seharusnya tidak dilakukan oleh sarjana bahasa, yang seharusnya mengetahui tentang prinsip dan sikap emik dan etik dalam mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan, termasuk mengenai bahasa sebagai salah satu unsure kebudayaan yang sangat penting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s