For what it’s worth.. it’s never too late, or in my case too early to be whoever you want to be. There is no time limit. Start whenever you want. You can change or stay the same. There are no rules to this thing. We can make the best of it. I hope you make the best of it. I hope you see things that startle you. I hope you feel things you never felt before I hope you meet people who have a different point of view.  Hope you live a life you’re proud of, and if you’re not. I hope you have the courage to start all over again.

By F. Scott Fitzgerald

 

Pasar baru jakarta

Pasar baru jakarta

Hello World

Jakarta, 3 September 2015

Siapa yang tidak kenal Pasar Baru Jakarta atau sering dieja pasar baroe yang merupakan pusat perbelanjaan tertua di Jakarta didirikan tahun 1820. Nah siapa juga tidak tahu jalan Petailing Kuala lumpur yang bergitu terkenal bagi backapacker atau penjelajah atau pelancong jika ke Negeri Malaysia. Lalu pertanyaan klisenya bagusan mana? Kalau aku sebagai orang INDONESIA dan cinta tanah air Indonesia pasti menjawab bagusan Pasar Barulah tapi itu karena “sense belonging” semata. Kalau dari sisi kemas atau “package” yang pasti Petailing dong.

Ok aku tidak akan membandingkan keduanya karena menurutku keduanya sama-sama sebagai pasar. Bedanya kalau di Petailing banyak sekali orang Indonesia berburu souvenir khas Malaysia disana sementara pelancong asing yang hendak ke Jakarta jarang membeli oleh-oleh khas di Pasar Baru. Uniknya bagiku suasana di pasar baru itu seperti kembali ke masa dulu. Di pasar baru banyak sekali penjual dan aku paling suka mecoba kuliner tradisional di Pasar Baru seperti otak-otak ikan atau kerupuk. Terus jalan sepanjang jalan baru kemudian tawar menawar atau hanya sekedar cuci mata. Semua ada disana ada jam, kacamata brand terkenal dengan harga lebih manusiawi daripada di Mall. Terus alat salon, makanan, tas KW, sepatu dan semua nya ada sampai tukang pijit bahkan tukang tipu juga ada ahhahahahah 😀

Nah dulu waktu pertama kali ke Malaysia tepatnya heboh ke Petailing Street atau jalan Petailing maka begitu senang lihat pasar malam lengkap semuanya. Tapi kesan di dalam hati “mirip pasar baroe Jakarta”. Cuma yah itu Pasar baru kurang kemasannya cuma terakhir ke pasar baru sudah lumayan menarik.   Di pasar baru juka bisa mencoba kulineran makan di warung terus antar gang terhubung dengan penjual dan ramai. Kalau menurutku Pasar Baru sebelas dua belaslah dengan Petailing cuma mungkin harus terus ditingkatkan siapa tahu Pasar baru bisa menjadi surga belanja menarik di Jakarta yang meminat antusias pelancong untuk berkunjung.

Jadi gimana teman-teman bagusana mana pasar baru atau Petailing?

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

39 Comments

  1. Udah lama gak ke Psr Baru (ada kali 7 tahun lalu). Berdasar pengalaman 7tahun lalu itu, masih lebih menarik Petaling Street… krn lebih rame dan meriah gitu kesannya. Kalo sekarang aku gak tau 🙂

    Reply

    1. sekarang udah lumayan bersih kak pasar baru tp petailing lumayan asyik kak

      Reply

  2. Iya, kurang dikemas dan dipercantik emang Pasar Baru. Eh tapi udah lama juga sih gak ke sana. 😀

    Reply

    1. coba dipercantik yah bang

      Reply

  3. Menurutku, sejujurnya Petaling lebih unggul segalanya dr Pasar Baru, Win. Malaysia serius mengemas objek wisatanya agar lebih menarik sih 🙂

    Reply

    1. iya kak tapi Indonesia kurang kemas aja

      Reply

  4. dua-duanya menarik. Kalo di Petaling aku suka jajan buah potong, kalo di pasar baru jajan tahu gejrot adalah wajib hukumnya x)))

    Reply

  5. Tiap ke Jakarta cuma ke pasar minggu doang jarang ke pasar baru -__-“

    Reply

    1. karena transportasinya susah ya kak

      Reply

  6. cuma sekali saya ke pasa baru. padahal dulu kantor saya dekat banget sama pasar baru

    Reply

    1. kadang gitu kak karena dekat 😀

      Reply

  7. akuh udah lama win gak pernah ke pasar baru, semenjak dulu kebakaran (walau sekarang udah di renov). emang mirip sih di petaling street itu. tapi menurut aku petaling street gak terlalu crowded. dan jalanpun luas. kalau pasar baru, bajaj, motor kadang mobil masih sempet lewat. hehehe. 😀

    Reply

    1. tapi sekarang udah jarang masuk bajaj kak ke dalamnya enaknya pas malam kak banyak jual lampu hehe

      Reply

  8. Wahhh. Gak bs bandingin Win abisnya blm pernah ke yang Petaling itu. Dan dah lama juga gak ke Pasar Baru nih.

    Reply

    1. mumpung di indo bg ryan monggo mampir

      Reply

      1. Mampir kmn?

        Eh yang kmrn jd daftar gak?

      2. daftar bg tp kayaknya gk bs pergi akunya

  9. Karena aku blum pernah yang di Kl nya, jadi aku jago pasar barunya rasanya mau di borong kalau kesana.

    Reply

    1. suka beli apa kak di pasar baru??

      Reply

      1. Dulu kosmetik dan perkakas rumah .

  10. Kemasannya memang penting ya Win. Kalau dikemas apik dan dipromosiin, orang juga akan tertarik untuk datang 😀

    Reply

  11. Belom pernah kedua-duanya >.<

    Reply

    1. oom kalau ke jakarta harus mampir ya om

      Reply

  12. belom pernah datang ke keduanya euy~ kalau ke kuala lumpur paling cuma main ke jalan alor buat kulineran 😀 E tapi pasar baru boleh dicoba buat dateng dah~ deket juga.

    Reply

    1. serius mi gk pernah ke pasar baru?

      Reply

  13. Sama sama belum pernah jadi nggak tau bagusan mana 😛

    Reply

    1. pasar baru aja dyah ahahaha

      Reply

  14. Ah, Winny. Kita NYARIS satu pemikiran. Bedanya, gue membandingkan Pasar Baru dengan Pasar Seni, Kuala Lumpur. Kalau dengan Petaling Street agak berbeda soalnya. Petaling Street adalah jalan umum, Pasar Baru enggak hehe.
    Jadi sebenarnya kita punya banyak objek yang serupa dengan di SIN atau KUL, sayang kurang penataan dan promosi.

    Artikelnya di: http://thetravelearn.com/2014/06/02/berburu-di-pasar-baru-passer-baroe-jakarta/

    Reply

  15. Saya belum bisa membandingkan keduanya sih Win, soalnya belum pernah ke Petaling Street :hihi. Tapi Pasar Baru sudah sangat bersejarah buat saya :haha, soalnya di sana memang setiap langkahnya sarat dengan banyak cerita soal kontes perahu naga di kali depan, para wanita yang asyik mencuci, Gang Kelinci, klenteng tua, dan cerita tentang pengrajin sepatu yang sangat terkenal di masanya, jauh lebih terkenal dari sepatu bermerk :hehe. Satu kejayaan yang harus kita kembalikan lagi supaya Pasar Baru kembali jadi primadona yang paling terkenal sebagaimana ia saat awal dibuka dulu.

    Reply

    1. gar bawa ke klenteng tua yuk

      Reply

  16. Belum pernah ke semuanya mbak hahahaha. Pernahnya ke pasar baru yang di Bandung hehehe

    Reply

      1. Iya belum pernah. Kalau ke Jakarta paling ke mall mall doang sama main ke tempat saudara hehe

      2. klo ke jakarta kabar2in aja

      3. Waaaah diajakin muter-muter ya? Hehehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.