Ngetrip ke Ujung Genteng Rp100ribu Saja


“People are often unreasonable, illogical, and self-centered;
… Forgive them anyway.
If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;
… Be kind anyway.
If you are successful, you will win some false friends and some true enemies;
… Succeed anyway.
If you are honest and frank, people may cheat you;
… Be honest and frank anyway.
What you spend years building, someone could destroy overnight;
… Build anyway.
If you find serenity and happiness, they may be jealous;
… Be happy anyway.
The good you do today, people will often forget tomorrow;
… Do good anyway.
Give the world the best you have, and it may never be enough;
… Give the world the best you’ve got anyway.
— Kent M. Keith (The Paradoxical Commandments) —

Sunset di Ujung Genteng
Sunset di Ujung Genteng

Hello World!

Ujung Genteng, Mei 2015

Travelling yang paling murah sepanjang perjalanan selain trip gratisan atau trip 3 Pulau Onrust, Kelor dan Cipir ialah perjalaann ke Ujung Genteng. Ngetrip ke Ujung Genteng Rp100ribu saja diluar makan. Kok bisa? Karena perginya dengan rombongan temannya temanku. Jadi awalnya teman kantorku bernama Dede cerita kalau dia akan touring ke Ujung Genteng dengan teman kuliahnya lalu aku dengan sok dekat bilang, “De gue ikut dong”! Awalnnya tidak mengiyakan rupanya aku dan dua temanku Sarta dan Muja jadinya ikut rombongan mereka. Perjalanan kami sangat murah karena kami berempat belas orang dengan mobil temannya temanku itu serta masing-masing kami mengumpulkan uang Rp100.000 untuk biaya transportasi dan penginapan.

Kalau diingat-ingat dulu ditahun 2012 aku pernah membayar uang trip dengan anak BPI untuk liburan ke Ujung Genteng dengan titik kumpul di Bogor seharga Rp300.000an tapi karena aku ada halangan maka uangku melayang eeh siapa sangka akhirnya aku ke Ujung Genteng juga di tahun 2015 demi melihat pelepasan kura-kura yang membuatku penasaran.

Air terjun
Air terjun

Kami berangkar di Pasar minggu lalu kami berempat belas dengan dua mobil beriringan menuju ke Ujung Genteng dari Jakarta jam 1 malam. Rombongan yang ikut trip perjalanan ke Ujung Genteng ialah aku, Sarta, Muja, Dede, Surya, Rina, Gita, Ale, Jamed, Icang, Mayun, dan lainnya. Maaf lupa nama sebagian teman. Aku, Sarta dan Muja satu mobil dengan Dede, Ale, James dan Gita. Kami berangkat jumat malam tapi alangkah macetnya perjalanan ke arah Sukabumi pas malam karena jalanan yang rusak maka kami sampai di Ujung Genteng jam 4 sore.

Awalnya aku penasaran dimananya Sukabumi letak Ujung Genteng karena beberapa kali ke Sukabumi tidak pernah melihat pantai. Eeh ternyata perjalanan ke Ujung Genteng dari Jakarta cukup jauh juga melewati Pelabuhan Ratu. Maklum jalanan ke Bayah selalu melewati Pelabuhan Ratu maka aku hapal betul betapa capeknya perjalanan ke Ujung Genteng dengan mobil pribadi mengingat perjalanan yang berliku apalagi jalanan Cikidang yang berliku. Kami bahkan mulai dari makan di jalan, istirahat di Musholla hingga akhinrya sampai juga di Ujung Genteng.

Ujung Genteng Indonesia
Ujung Genteng Indonesia

Sayangnya kami tidak sempat ke Curug Cikaso atau Air Terjun Cikaso karena kami mengejar waktu untuk berburu pelepasan penyu langsung. Kalau dibayangkan lama juga yah kami sampainya di Ujung Genteng dari jam 1 pagi sampai jam 4 sore lebih dari 12 jam padahal biasanya lama perjalanan dari Jakarta-Ujung Genteng 8 jam. Tapi kami sempat melihat air terjun tapi aku tidak tahu nama air terjunnya.

Oh ya untuk kesanku terhadap Ujung Genteng ialah pairnya yang bersih dan putih serta langsung menghadap ke Samudera India serta sunsetnya yang indah serta melihat langsung penyu.

Penginapan Pondok Hexa di Ujung Genteng
Penginapan Pondok Hexa di Ujung Genteng

Sampai di Ujung Genteng maka kami pun menuju ke penginapan yang memuat kami berempat belas. Kami menyewa rumah di penginapan Pondok Hexa Ujung Genteng seharga Rp500.000 semalam. Perempuannya tidur diatas dan cowoknya tidur di bawah. Asyiknya penginapan kami itu ada kolam renang serta bisa masak. Rina dan teman-teman malah masak indomie di penginapan ini yang dimakan ramai-ramai.

Kami langsung menaruh tas kami di penginapan dan langsung menuju ke tempat Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan, berharap kalau penyu belum dilepaskan.

Trip to Ujung Genteng
Trip to Ujung Genteng

Untuk menuju ke pangumbahan kami menaiki mobil dengan jalanan yang berliku. Lalu sesampai di penangkaran kami langsung membeli tiket masuk ke dalam penangkaran. Harga tiket masuk (retribusi tiket masuk) ke Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan (Pengumbahan Turte Park) Ujung Genteng Rp10.000.

Aku, Sarta dan Muja langsung melihat penyu-penyu kecil di dalam ember yang akan dilepsakan serta ada juga relur penyu di dalam pasir. Seru sekali melihat penyu-penyu mungil ini! Sayangnya karena kami kelamaan di jalan, alhasil terasa singkat sekali di Ujung Genteng.

Penyu di Ujung Genteng
Penyu di Ujung Genteng

Tanpa mau membuang waktu kami langsung menuju ke pantai tempat dimana penyu dilepaskan dan berharap kami masih melihat penyu dilepasakan ke laut. Berjalan ke pantai maka pantainya sungguh indah serta sunset Ujung Genteng itu indah banget mirip di Kuta Bali.

Kami ramai-ramai begitu menikmati deburan laut, matahari yang mulai tenggelam serta keramaian orang-orang yang juga sama seperti kami “menunggu pelepasan penyu”. Kalau mengingat penyu jadi teringat film perjalanan penyu dari telur 😀

Kami di Ujung Genteng
Kami di Ujung Genteng

Moment yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang yaitu pelepasan penyu. Pengunjung Ujung Genteng langsung membentuk lingkaran kemudian instruksi untuk tidak mendekati penyu. Lalu penyu dikeluarkan satu persatu dari baskom dan penyu berjalan berlahan-lahan menuju lautan luas!

Untuk yang menyaksikan pelepasan penyu tidak boleh dekat ke arah pantai karena dikhawatirkan bisa menginjak penyu. Lalu air datang membawa penyu-penyu!

Lucu 😀

Walau singkat kami menikmati penyu imut di Ujung Genteng. Lalu dengan mobil kami kembali ke penginapan. Nah saat di penginapan yang cowok pada berenanga di kolam berenang penginapan sementara cewek-cewek masak. Khusus aku, Muja dan Sarta malah mencari minuman hangat berupa wedang jahe seharga Rp5000. Cukup mengahangatkan dan seru serta yang kami suka ialah mencoba ikan bakar di dekat penginapan. Sayangnya lama banget masaknya harus ditungguin, kalau tidak ditungguin dan dilihatin bisa 2 jam an dimasak. Untungnya ikannya enak agak lumayan lah!

Pelepasan penyu di Ujung Genteng
Pelepasan penyu di Ujung Genteng

Setelah kenyang maka aku, Muja dan Sarta kembali ke penginapan bergabung dengan teman yang lain. Lalu kami istirahat..

Keesokan harinya kami lalu berjalanan disekeliling penginapanan mulai dari mencari sarapan pagi hingga ke pantai. Anehnya sarapan pagi kami berupa bubur ayam. Jauh-jauh ke Ujung Genteng makan bubur ayam hahaha 😀

‘Ta, makan ikan bakar lagi yuk”, kataku lalu Sarta mengiyakan. Memuaskan berkuliner ria ikan bakar di Ujung Genteng mumpung murah 😀

Penangkaran penyu Ujung Genteng
Aku di Penangkaran penyu Ujung Genteng

Kami juga sempat nongki di depan warung untuk makan es krim goreng.. Kayaknya kebanyakan biaya pengeluaranku besarnya itu dimakan, maklum ratu makan 😀

Bersantai dengan es krim goreng sambil menikmati laut seru sekali loh!

Ujung Genteng Sukabumi Indonesia
Ujung Genteng Sukabumi Indonesia

Untuk teman ku yang lain paginya memasauk mie telur tapi aku, Sarta dan Muja malah makan bubur ayam. Mereka kelihatan seru sekal! Walau aku baru kenal tapi seru karena orang-orangnya lucu dan welcome banget terus hemat lagi hihi 😀

Travelling to Ujung Genteng
Travelling to Ujung Genteng

Sebelum pulang kami malah bermain di pantai dari jam 8 sampai jam 12 siang. Untuk bangun kami cukup kebo, bangunnya jam 8 pagi saking capeknya di jalan. Untungnya air lautnya bersih walau pantai penuh sampah! Sayang sekali tempat wisata pantai seindah ini harus berisi dengan sampah-sampah!

Semoga kedepannya wisatawan lebih bijaksana dan sadar untuk tidak mengotori pantai karena benar-benar merusak pemandangan!

Kuliner di Ujung Genteng
Kuliner di Ujung Genteng

Puas melihat pantai Ujung Genteng kami pun bergabung dengan tim untuk pulang ke Jakarta. Nah saat pulang ke Jakarta tepatnya di Cikidang mobil kami tidak sanggup untuk naik keatas bukit sehingga terjadilah kejadikan kami berjalan kaki mendaki bukit. Untungnya perjalanan kami selamat sampai tujuan. Serta adegan jalan kaki di Cikidang menjadi pengalaman lucu. Jalan ramai-ramai!

Kami berangkat dari Ujung Genteng jam 2 siang dan sampai di Jakarta jam 10 malam dengan selamat! Perjalaanan Ujung Genteng yang melelahkan tapi terbayar dengan rasa penasaran melihat penyu dilepas di laut lepas 😉

Catatan perjalanan Ujung Genteng

1. Cara akses ke Ujung Genteng bisa dengan transportasi umum tapi lebih murah lagi dengan mobil serta dibagi ramai-ramai. Dari pelabuhan Ratu ambil ke arah kiri melewati PLU Pelabuhan Ratu karena dari arah kanan maka akan ke Sawarna.

2. Perjalanan ke Ujung Genteng cukup jauh jadi sebaiknya butuh minimal 3 hari agar menikmati perjalanan.

3. Banyak sekali penginapan di Ujung Genteng jadi tidak usah khawatir menginap dimana tapi kalau mau membangun tenda bisa saja.

4. Di Ujung Genteng teradapat banyak warung makanan jadi tidak usah khawatir untuk mencari makanan. Kuliner khasnya tentu saja seafood.

5. Jika ingin melihat pelepasan penyu maka usahakan datang ke Ujung genteng sebelum jam 4 sore karena jadwal pelepasaran antara jam 5-6 sore serta membayar tiket masuk Rp10.000 di penangkaran penyu.

6. Paket wisata Ujung Genteng itu berkisar Rp100.000 hingga Rp300.000 jadi sebaiknya pergi ramai-ramai atau touring dengan sepeda motor.

Jalan-jalan Ujung Genteng
Jalan-jalan Ujung Genteng

Rincian Biaya Perjalanan Ujung Genteng

Tranportasi dan penginapan di Pondok Hexa Rp100.000

Makan bubur ayam Rp11.000

Makan siang di pertigaan Rp10.000

Beli minuman susu di indomaret Rp24.000 + es krim Rp12.000

Makan seafood malam hari Rp95000/ 3orang

Minum es koteng Rp5.000

Makan bubur ayam dengan ikan plus kopi Rp 15.000

Makan seafood Rp25.000

Makan malam di Sukabumi Rp67.000

-Liburan ke Ujung Genteng selesai-

Ujung Genteng Sukabumi
Ujung Genteng Sukabumi

Salam

Weeny Traveller

Iklan

36 tanggapan untuk “Ngetrip ke Ujung Genteng Rp100ribu Saja

  1. Saya suka seafood, es krim, saya suka, saya suka! Sayang saya belum pernah ke Ujung Genteng, ke sana lagi dong Win, ajakin saya :haha *ngarep*. Memang paling enak itu pergi ramai-ramai, dramanya banyak! *loh*.
    Mengesalkan, pantainya pasir putih, garis pantai panjang, tapi sampahnya banyak :huhu. Tapi syukurlah masih bisa melepaskan penyu di sana, semoga mereka hidup bebas. Golden sunset-nya keren banget!

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Winny…

    Air lautnya telus putih kebiruan ya. Sunsetnya indah sekali dan saya suka fenomena ini. Sayang tidak melihat penyunya dilepaskan dalam foto. Pengalaman indah yang menarik dan memuaskan hati.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  3. wahh aku sudah lama pengen kesana tapi belum kesampean deh, karena dari awal sudah dikasih info perjalanannya yang lumayan lama dan jalanan yang kurang bagus, jadi banyak temen2 yang ragu mau kesana.. pemandangannya bagus ya tapi sayang pantainya masih banyak sampah gitu yahh ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s