Hello World!

Payakumbuh, November 2018

Antara nekat atau keterlaluan kurang kerjaannya si Icha, Denny dan aku membawa Thimo ke 3 tempat wisata jauh-jauh dalam sehari. Jarak dari satu tempat pun lumayan jauh dari satu tempat ke tempat lain, satu lokasinya dimana satunya lagi dimana.  Maklum tempat wisata Sumatera Barat itu penyakitnya dalam hal jarak jauh-jauh. Tiga tempat yang kami kunjungi itu itu yaitu Harau di pagi hari, kemudian Goa Ngalau Indah di siang hari kemudian Istana Pagaruyung di sore hari. Ketiga tempat wisata yang kami kunjungipun dengan naik motor, benar-benar dah!!!

Ketiga tempat ini sebenarnya sudah pernah aku kunjungin, tapi karena bingung mau bawa anak orang kemana, yasudah kami bawa ke tempat yang dekat-dekat saja dari Payakumbuh. Meski aku bosanan  ke tempat itu-itu lagi tapi ternyata pergi bareng Icha dan Denny serta Thimo seru. Yang kocak karena Denny tidak bisa bicara Bahasa Inggris namun harus membonceng Thimo, bisa kebayang kan betapa kikuknya itu. Sampai-sampai Icha ketawa mulu kerjaannya sepanjang perjalanan “literally selama perjalanan gak berhenti ketawa” lantaran mengejek Denny.

“Emang ngerti dia cakap apa?”, tanya Icha

“Ngertilah Cha”, kata Denny

Tentu saja itu hanya khayalan Denny nyatanya pas Thimo ngomong si Denny gak ngerti. Alhasil Denny jadi bahan tertawaan kami.

Kami sampai jam 12 siang di Goa Ngalau Indah setelah kami mengunjungi Harau di Lima Puluh Kota. Lokasi Goa Ngalau Indah di Payakumbuh, dekat dengan terminal bis. Untuk sampai ke atas Goa Ngalau Indah harus menanjak. Aku jadi teringat perjalanan ke Goa Ngalau Indah 8 tahun lalu bersama Nyakmat. Waktu itu kami datang ke Goa Ngalau Indah jam 4 sore pas mau masuk kedalam Goa si Nyakmat melihat Kunti sehingga kami tidak jadi masuk kedalam Goa Ngalau Indah. Yang ada mukanya pucat pasi terus kami lari ketakutan. Sejak itu aku tidak pernah ke Goa Ngalau Indah, apalagi masuk ke dalam.

Goa Ngalau Indah

Harga tiket masuk ke Goa Ngalau Indah itu Rp7.500/orang. Tiket dibayar dibawah, dekat terminal bis Payakumbuh. Pas motor diparkirkan setelah jalanan yang menanjak, kami kemudian masuk ke dalam Goa. Pas di pintu Goa, aku teringat akan kejadian dulu yang temanku melihat Mba Kunti di pintu. Terus aku dan Icha ketakutan pas masuk kedalam. Bukan karena kurang Iman, tapi kalau aku masuk ke tempat yang banyak penghuninya rasanya badan ini menolak. Apalagi pencahayaan di Goa Ngalau Indah itu minim. Asli aku dan Icha awalnya menolak masuk, hingga Denny dan Thimo mengajak.

Winny, are afraid?”, tanya Thimo

“Ye I am”, Kataku

Asli langsung diketawain dia, dia gak nyangka kalau aku si jogal (Bahasa Sidimpuan yang artinya bandel) ternyata hatinya Hello Kitty, luarnya kelihatan set-trong tapi aslinya penakut. Hihihi 😀

Ngalau Indah Cave

“Ayolah woy”, kata Denny

“Cha, kita pegangan aja”, kataku

Akhirnya aku dan Icha berpegangan saat mausk kedalam Goa Ngalau Indah. Kami berdua ketakutan, makanya kami saling pegangan. Seriusan Goa Ngalau Indah itu gelap banget pas dipintu masuk dan bau kotoran kelelawar pun menyengat. Icha kakinya sampai berat saat melangkah. Untung kami tidak bisa melihat makhluk astral atau membawa teman yang bisa melihat, kalau bisa mungkin udah penuh tuh di dalam Goa Ngalau Indah.  Ini lebih horror sehoror waktu masuk ke dalam Goa di Kete Kesu di Sulawesi. Parahnya udah tahu gelap kami masuk kedalam Goa Ngalau Indah itu hanya mengandalkan lampu di HP yang cahanya ala kadarnya.

“Dulu ini ada cahayanya loh kak” kata Denny

Denny di Ngalau Indah Cave

Kemudian disekeliling banyak lampu tapi tidak berfungsi. Goa Ngalau Indah kecil tapi rasanya melangkah berat, lebih berat daripada menahan rindu. Dengan penuh keberanian dan berjalan tersoak-soak, aku dan Icha bisa berjalan di Goa Ngalau Indah. Walau dalam hati “takut”!!kita mah anaknya penakut, gayanya aja yang pemberani.

Hal yang menyebalkan ketika Thimo menakut-nakutin dari belakang, duh rasanya mau nangis Bombay. Melihat mukaku kesal dia malah ketawa. Terus karena tidak tahan menjelajah lebih dalam,  kami malahan keluar dari pintu sebelah Goa Ngalau Indah, padahal pas kedatangan kami ada dua pengunjung di depan kami.

Ngalau Indah Cave

Goa Ngalau Indah ini sedikit mengingatkanku dengan Goa Petruk di Kebuman, yang masih asli. Kami melihat stagnalit di dalam Goa dan tetesan air. Bentuknya juga unik, tapi memang Goa Ngalau Indah tidak terlalu besar.

Di dalam goa juga aku bertemu Mahasiswaku sehingga dia mengambil photo kami di dalam Goa.

“Ibu, ini saya mahasiswa ibu”, katanya

Ngalau Indah Cave

Dia rupanya orang local, kalau aku bersamanya tidak perlu bayar uang masuk. Kemudian aku basa-basi

“Idih maunya tadi samamu saja perginya biar gratis”, kataku

Kelihatan gak mau rugi ya hehehe 😀

Kami di Goa Ngalau Indah hanya sekitar 1 jam saja lalu kami melanjutkan ke wisata berikutnya yaitu ke Istana Pagaruyung.  Nah sebelum ke Istana Pagaruyung, kami menyempatkan untuk sholat disekitar Ngalau Indah. Aku sempat kesel karena pas wudhu aja harus bayar Rp2.000/orang.

Icha dan Denny

“Pak baa urang wudhu baya nyo, ndak boleah do pak”, kataku
(Pak kenapa wudhu bayar, gak boleh kaayk gitu pak)

Iya habis kesel kalau ada tempat wisata untuk berwudhu saja dikomersialkan

“Ndak do wudhunya nak, aianyo”, katanya

Alasannya karena airnya beli juga untuk membawa air ke atas Bukit, tapi tetap sih itu hanya “alasan”. Kurang etis saja kalau wudhu harus bayar. Toilet is ok lah bayar tapi kalau wudhu, kelewatan! Itulah yang kurang aku suka dari sebuah tempat wisaat di beberapa tempat kalau semuanya serba komersial terutama untuk yang beridah. Toh apa gunanya bayar tiket, iya ngak?

Tapi mudah-mudahan kedepannya Goa Ngalau Indah ini untuk wudhu tidak bayar lagi, semoga! Biar tidak kapok balik lagi, diluar betepa horornya aura di dalam Goa.

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

6 Comments

  1. Ke lubuk nyarai yang di pasaman kk udah pernah ? aku pengen kesana soalnya… hhehe

    Reply

    1. alun wkwkwkwk. kpn kesana?

      Reply

      1. Belum tau kapan.. cuma kalo nanti ada waktu ke sumbar.. wajib pigi kesana.. 😂

  2. Kalau aku, meskipun udah berkali-kali ke tempat yang sama, pasti tetep seneng #fakirliburan

    Reply

  3. anjaay ada kuntinya toh ternyata. untung udah kesana sblm baca tulisan ini,, pdhl waktu itu cuma aku berdua sm istri,, pengunjung2 lainnya jauh di belakang.. syerem ternyatah…

    -Traveler Paruh Waktu

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.