I chose travelling to GREEN CANYON PANGANDARAN or in Sundaness CUKANG TANEUH instead of Grand Canyon America or Puerto Princesa Philippines  or  Halong Bay Vietnam because i love damn wonderfull Indonesia

Green Canyon Pengandaran

Hello World!

Ternyata aku memiliki segudang PR catatan perjalanan yang belum kelar, diantaranya perjalanan Bromo yang belum tuntas ditambah dengan perjalanan Green Canyon belum lagi perjalanan di Kalimantan (sok artis dikit 😀 padahal menjadi orang berbeda di dunia maya plus alasan lain tidak bisa sering ngeblog lagi karena di kantor bandwith sudah dibatasi sehingga koneksinya jelek, alhasil semua cerita perjalanan acak-acakan).

Baru inilah ada waktu untuk berbagi cerita saat melakukan olah raga air Body Rafting di Green Canyon dalam sebuah catatatan perjalanan Body Rafting di Green Canyon terutama pengalaman kami saat mengarungi derasnya Sungai liar Cijulang Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Pangandaran Jawa Barat. Body rafting yang kami lakukan selama kurang lebih 5 jam bersama teman seangkatan bekas MT Gama Group yang sekarang menjadi PT.CEMINDO GEMILANG. Walau sampai sekarang masih saja kami dipanggil embel-embel MT walau sudah tamat bok, tetaaaaappppp aja dipanggil MT, MT, MT dan MT!!  kadang agak nyebelin!! (Curcol dikit) hahah 😀

Asal muasal acara liburan ke Creen Canyon dapat dibaca di review Travelling di Green Canyon . Rombongan eks MT yang ikut ada 11 orang termasuk aku dan 1 orang Seniorku yang ikut tim kami. Anggota yang ikut melakukan olah raga ekstrim body rafting di sungai Cijulang yaitu aku, Monica, Ari,Irman, Agung, Jayandi,  Wirio, Ade, Meri, Ajii, Wilson dan Novrizal (seniorku).

Minggu, 11 Mei 2014 jam 6 kami sudah beranjak dari rumah Irman menuju ke Pangandaran setelah sarapan pagi yang disediakan oleh orang tua Irman, so kind of them :). Ada dua mobil untuk membawa rombongan 12 anak manusia ini.  Kami yang menuju ke Green Canyon terus lurus mengikuti jalan ke Pangandaran sampai kami di persimpangan tiga Daerah Banjar kita memilih alternatif ke arah kanan karena GPS Green Canyon mengatakan itulah alternatif tercepat ke Green Canyon sehingga kami keluar dari jalan aspal ke arah Pangandaran menuju tempat sesuai petunjuk GPS.

Body Rafting Green Canyon

Body Rafting Green Canyon

Perjalanan kami belum jauh tapi kami mulai ragu apakah rute yang kami pilih merupakan rute tercepat mengingat jalanan yang super jelek, aspal jarang, becek, jalanan berlubanga melewati hutan belantara, penduduk jarang, hampir nyusruk ke jurang, jalanan sempit,  pokoknya suram banget! Yah intinya kami nyasar karena mengikuti GPS dengan kata kunci Green Canyon. Nyasarnya gak nanggung-nanggung hingga ke Kecamatan Parigi hingga perjalanan kami yang harusnya 3 jam malah menjadi 6 jam plus badan yang pegal akibat gaya mobil jika berada di jalanan rusak. Can u imagine it?

Satu pelajaran yang kami dapat dari wisata ke Green Canyon

Jangan percaya dengan GPS, ikutilah rute wajar yang ada yaitu dari jalanan aspal Pangandaran karena itulah jalanan yang paling cepat!

Nyasar selama 6 jam tanpa rute yang jelas dengan modal bertanya dengan warga Kampung yang seseakli tidak tahu jalan begitu berkesan bagi kami, tidak hanya memacu adrenalin tapi juga fully drama perjalanan 🙂 hingga kami sampai di Green Canyon dengan usaha luar biasa.  Tour Guide kami telah menelepon kami dan memberikan titik point GPS lokasi awal kami melakukan body rafting tapi tetap saja kami nyasar juga hahah 😀

Ternyata untuk di GPS harus mengetik kata kunci”Body Rafting Green Canyon”. Tapi tak apalah toh kami sampai juga di jam 12 siang. Karena kedatangan kami tepat pada jam istiahat kami yang kelaparan pun makan terlebih dahulu sebelum menuju bukit Guha Bau, awal kami memulai body rafting!

Guha Bau Green Canyon

Guha Bau Green Canyon

Dari meeting point kami naik mobil pick up, hahaha lucu banget dah!!! Kami menikmati perjalanan berliku, naik gunung dengan jalanan yang super jelek plus kami yang seperti kambing di dalamnya 😀 tapi walau begitu kami masih saja eksis untuk bernarsis ria. Ternyata jauh juga perjalanan walau dengan mobil.

Body Rafting mengarungi arus liar di Sungai  Cijulang Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Pangandaran Jawa Barat lokasi Green Canyon bener-bener olah ekstrim yang pernah aku lakukan!

Sesampai di bukit yang bertuliskan Guha Bau kami harus turun bukit dan melewati hutan yang rindang. Kami harus hati-hati karena jalanan yang licin. Kami menurun sekitar 30 menit ke bawah hingga akhirnya kami sampai di Green Canyon, Sungai Cijulang.

Aku paling suka jalan kaki di hutan dan merasakan udara sejuk dari pepohonan yang memanjakan mataku, ada rasa damai ketika berjalan di hutan!

body rafting di Sungai Cijulang

Body Rafting di Sungai Cijulang

Saat berada di bawah Sungai Cijulang tempat kami memulai body rafting, pemandangan sekitar begitu menyenangkan serba hijau. Tak jauh dari tempat kami memulai body rafting terdapat sebuah gua yang dinamakan Gua Kolong karena banyak kelelawar di dalamnya.

Welcome to Green Canyon Indonesia

Kami di Green Canyon

Kami di Green Canyon

Tak menunggu lama kamipun terjun bebas ke Sungai dengan gaya masing-masing. Aku yang tidak pandai berenang benar-benar gamang karena harus melakukan body rafting mengikuti arus sungai hingga ke tempat kami awal yang naik mobil berkisar 1 jam an. Aku sempat shock dan takut banget sampai terjun bebas ke air saja aku sering tenggelam!

Green Canyon atau yang disebut “Cukang Taneuh” memiliki air dan

lumut berwarna hijau yang berlimpah sehingga  wisatawan

menamai Green Canyon. (Indonesia Travel)

Green Canyon

Green Canyon

Lucunya lagi ternyata bukan aku yang terakhir melompat tapi Agung padahal katanya dia bisa renang! Pokoknya lucu melihat para teman ngebolang dengan gaya beraninya masing-masing. Kalau aku mah pura-pura berani padahal jarak yang hanya 1 meter ke Sungai sudah langsung tenggelam walau ada pelampung. Bingung kan?

Jangan coba-coba melakukan body rafting di Green

Canyon tanpa pengawasan orang yang ahli mengingat

arus Sungai yang liar.

Sayangi nyawa ya!!

CUKANG TANEUH

CUKANG TANEUH

Body rafting di Green Canyon itu lucu, berdebar, damai, ekstrim dan penuh sensasi. Senasi tengggelam serta senasi kesemutan dan kram. Aku dan Monica mengalami kram saat body rafting sedangkan Ade malah bokongnya terkena batu hahaha tapi anehnya justru kami menikmati liburan Green Canyon, yang merupakan salah satu objek wisata andalan di Jawa Barat.

Kesan saat melakukan body rafting sangat lucu karena kami menyatu seperti perahu panjang menyerupai ular bersama-sama menguarnagi liarnya arus sungai. Untung ada Monica deh sehingga aku gak sendirian menjadi Cewek Tangguh di perjalaan yang Nano-Nano ini 😀

Certainly, travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living. Miriam Beard

Green Canyon Pangandaran Indonesia

Green Canyon Pangandaran Indonesia

Green Canyon berada di antara tebing eksotik menjulang tinggi yang menujukkan pesonanya kepada kami dengan pemandangan yang incrible wonderfull meski warna arinya agak butek pas kami datang tapi masih terpanjar keindahan tersembunyi dari Green Canyon.

Hal paling mengesankan saat pak guide yang tiba-tiba menenggelamkan aku sehingga aku tenggelam bener-bener ekstim serta saat kakiku kram dan tour guide kami memijat kakiku.

Untuk pengalaman selama melakan body rafting Green Canyon semuanya berkesan karena airnya, warna hijau lumut di tebing hingga pas keluar dengan tali dari area utama Green Canyon terlihat pemadangan seperti di Puerto princesa. Malah Puerto Princesa lewat!!! Namanya Aku cinta Indonesia 🙂

Green Canyon Pangandaran

Green Canyon Pangandaran

Itenary perjalanan Tour the Green Canyon

No Time Activity
1 Jumat 9 Mei 2014 19.00 – 20.35 Kumpul di stasiun Jakarta Kota
2 20.35 – 02.48 Perjalanan ke Tasikmalaya by kereta
3 Sabtu 10 Mei 2014 02.48 – 03.10 Perjalanan ke rumah Irmen by taksi
4 03.10 – 07.00 Istirahat, sarapan, persiapan
5 07.00 – 09.00 Perjalanan ke lokasi body rafting by mobil rental
6 09.00 – 14.00 Body rafting green canyon + makan siang
7 14.00 – 14.30 Istirahat, sholat, photo2
8 14.30 – 15.00 Perjalanan ke Pantai Batu Karas
9 15.00 – 18.00 Wisata Pantai Batu Karas
10 18.00 – 20.00 Perjalanan ke Tasikmalaya by mobil rental
11 20.00 – 23.00 Tour de Tasik + makan malam
12 23.00 – 07.00 Istirahat di rumah Irmen
13 Minggu 11 Mei 2014 07.00 – 10.00 Sarapan, persiapan pulang ke Jakarta
14 10.00 – 10.20 Perjalanan ke stasiun by taksi
15 10.20 – 16.51 Perjalanan ke Jakarta by kereta

Itenary diatas masih mentah karena aktualnya kami malah telat 3 jam dari jam sebenarnya karena nyasar tapi buat yang mau coba bisa buat acuan untuk melakukan rencana perjalanan tour Green Canyon 😉

Happy moment

Happy moment

You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer yourself in any direction you choose. You are on your own and you know what you know. And you are the guy who will decide where to go (Dr. Seuss)

Perjalanan kali ini menyenangkan dengan nuansa adventure!

Kalau kata orang berjiwa petualang!

 

 The end.

Salam

Weeny Traveller

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

17 Comments

  1. […] Baca Juga sambungannya di Body Rafting di Green Canyon […]

    Reply

  2. ketinggalan lagi ma satu orang ini. dia dah ke Green Canyon aja… 😦
    keren… gak bahaya ya? musim ujan gini kan?

    Reply

    1. hehhee iya Bg Ryan tp bg Ryan kan mainnya malah ke Luar Negeri lebih expert lg hehhehe. Kmren gk hujan bg Ryan jdnya aman

      Reply

      1. Hahaha. Ke luar negeri krja kan. Kl kamu jalan2. *memang manusia gak da puasnya ya. Msh iri ma kamu win*

      2. Iya yah Bang Ryan, rumput tetangga selalu hijau 😀

  3. Irwan kok nggak ikut Win? Apakah dia sakit atau ke mana?

    Reply

  4. Asyik nih yg 6 jam di mobil gara-gara kesasar, bagus buat pemanasan sebelum rafting nih. 😆
    Saya udah sering ke Pangandaran, tapi belum pernah sekalipun ke sini.

    Reply

    1. Ayoo dicoba Arsip tp harus ada guide ya.. aku malah belum ke pangandaran

      Reply

    2. Ayoo dicoba Arsip tp harus ada guide ya.. aku malah belum ke pangandaran

      Reply

  5. belum pernah body rafting 😦

    Reply

    1. ayoo lakukan Nopan hahahahha

      Reply

  6. Ah…. Keram pantay itu loh… Yang ampe di mobil harus duduk dengan posisi miring dan ga bisa tidur celentang. Whats a memorable!!!

    Reply

    1. Iya kelihatan menderita bgt u tp untungnya seru de 😀 jd memorable bgt

      Reply

  7. Mba, salam kenal salam lestari. ceritanya keren! aku bisa diwarisin contact person Sewa mobil dan tour guide rafting nya gak mba? mau ngebolang juga kesana naik kereta, tapi gak ada teman disana. Mohon petunjuknya, trims

    Reply

    1. waduh saya tidak punya waktu tu temanyang jd eonya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.