Hello World!

Vietnam, 23 Maret 2018

Entah anak gadis apa kami, yang pasti aku, Kak Rika dan Ana baru bangun sekitar jam 8 setelah begadang semalaman keliling Pham Ngu Lao Street, area backpacker di Ho Chi Mihn. Rencana kami ingin mengunjungi Củ Chi Tunnels terus kalau aku sendiri bermimpi mengunjungi Mekong River, walau di gambar kayak Sungai Ciliwung. Namun kalau ke Mekong harus seharian, terus tujuan utama kami adalah merayakan Ulang Tahun di Gurun, sehingga kami hanya bisa keliling wisata sekitar Ho Chi Mihn saja. Jadi pupus saja mimpi ke Sungai Mekong, pilihannya kami ke “Cuci” kataku. Itupun kalau ke Củ Chi Tunnels jaraknya agak jauh dari Kota Ho Chi Mihn serta harus ikut tour.

Jam 9 baru lah kami siap-siap untuk keliling wisata Ho Chi Mihn, Vietnam. Setelah mandi, wangi dan cakep kami kemudian turun sekaligus check out dari penginapan di area Pham Ngu Lao. Di penginapan kami membeli tiket pergi ke Mu Nie, Vietnam untuk malam hari di hari yang sama sekaligus membeli paket tour setengah hari ke Củ Chi Tunnels. Karena ada dua sesi untuk Củ Chi Tunnels yaitu pagi jam 8 dan siang jam 2 maka kami memilih ikut tour jam 2 siang karena yang pagi sudah tidak memungkinkan.

Vietnam

Sambil menunggu jadwal tour Củ Chi Tunnels jam 2, kami kemudian berniat untuk keliling Ho Chi Mihn. Banyak tempat wisata yang ada di Ho Chi Mihn namun kami tidak muluk-muluk cukup satu dua yang kami kunjungi. Tujuan utama kami selain Củ Chi Tunnels berupa Saigon Notre-Dame, sebuah gereja yang mirip seperti di Perancis.  Untuk menuju Gereja Notre Dame ala Vietnam, kami berjalan kaki dengan bantuan peta yang didownload di handhpone. Kak Rika sebagai pemandu jalan kami.

Nah sepanjang perjalanan dari area Pham Ngu Lao ke Saigon Notre Dame, banyak sekali aku melihat daging yang di ikat kemudian digantung dietalase. Spontan aku berkata “is ini pasti daging B2”, yang membuat Kak Rika dan Ana antara tertawa atau tak habis pikir :D. Maklum sejak di Ho Chi Mihn, Vietnam aku susah menemukan makanan halal khas Vietnam, kalau ada daging kok jadi parno. Aku padahal bukanlah tipe parnoan, tapi aku merasa makanan Vietnam tidak bersahabat dengan lidahku. Kalau mau makanan halal harus ke Restaurant Malaysia atau India itupun dengan harga berkisar Rp80.000an keatas. Kalau kata orang liburan Ho Chi Mihn itu murah maka “murahnya itu” tidak berlaku bagiku.

Makanan di Ben Thanh Market

Karena hari masih pagi kami memutuskan mencari sarapan pagi ke Ben Thanh Market. Meski petunjuk tidak jelas, namun kami bisa mengunjungi Ben Thanh Market. Tak jauh dari Ben Thanh Market ada sebuah taman yang bagus sekali untuk jogging atau sekedar menghabiskan waktu luang. Taman itu penuh dengan pepohonan rimbun serta tempat duduk yang memadai. Aku dan Kak Rika sempat bersantai sejenak lalu memutuskan melanjutkan perjalanan ke Ben Thanh Market. Taman yang kami kunjungi itu mengingatkanku kepada taman di Jakarta, beberapa taman di Jakarta sangat kondusif untuk bersantai.

Dengan Kak Rika di Saigon

Sesampai di Ben Thanh Market, betapa sulitnya menemukan makanan halal. Keliling beberapa kali tetap nemu daging B2 diwarungnya sampai 2x mutar. Pasrah kami lalu memilih salah satu, tapi tetap ada B2 nya disitu. Yang aku pilih adalah Pho dengan ikan, kami meminta penjual jangan memberikan B2.

Aih sumpah makan di Ben Thanh Market itu tidak menyenangkan khususnya bagi Muslim!

Saking gak nyamannya makan, itu aku juga makan mienya aja, ikannya tak aku makan. Was-was dengan kuahnya itu…

Selain mencoba Pho, aku juga mencoba minuman khas di Ben Thanh Market, Ho Chin Mihn. Memang  Ben Thanh Market merupakan pasar tradisional yang menjadi salah satu wisata di Ho Chi Mihn. Namun karena sudah turistik, aku tidak terlalu merekomendasikan untuk makan di pasar ini karena harganya lebih mahal dan tidak bersahabat dengan turis Muslim. Aku yang makan saja tidak sanggup makannya, pertama kali aku risih makan loh yah sebelas dua belas seperti di Myanmar.

“Aduh kak, mau gimana, rata-rata B2 semua”, kata Ana

“Di makan aja, mudah-mudahan gk ada B2 nya”, 
kata Kak Rika

Ho Chi Mihn

Dari makanan yang bersisa banyak, dipastikan Kak Rika tahu aku tidak selera makan, padahal dia tahu persis kalau aku tukang makan. Bahkan kalau kami makan di Blok M, Jakarta biasanya aku tambuh 2 loh, namun tidak di Ho Chi Mihn Vietnam.

Setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan ke Saigon Notre Dame. Yang lucu saat menuju Saigon Notre Dameudah jalan jauh-jauh eh nyasar.

“Eh, kayaknya nyasar deh kita,” 
kata Kak Rika sambil nyengir

Buu Dien

Padahal cuaca terik, jalan udah jauh eh salah. Untungnya aku dan Ana maklum, karena kami bertiga kan sama-sama gak tahu jalan. Kalau nyasar anggap aja itu adalah seni travelling, kami menikmatinya. Enaknya jalan-jalan ama Ana dan Kak Rika itu orangnya asik, dan Alhamdulillah selama perjalanan kami bertiga akur saja.

Dalam perjalanan ke Saigon Notre Dame, ada seorang bapak penjual kelapa. Si bapak mau menyeberang eh malah kami diseberangin si Bapak. Aku mengucapkan terimakasih sambil memphoto si Bapak. Eh siapa sangka si Bapak mengira bahwa aku ingin berphoto dengannnya. Terus di Bapak menaruh barang dagangannya ke pundakku sambil berphoto. “Mak, berat sekaliiiiiii!”

Dengan Kak Rika di Saigon Note-Dame

Aku gak menyangka kalau jualan si Bapak itu berat kemudian keliling lagi bawanya, betapa luar biasanya dalam mengais rezeki. Saking baiknya si Bapak memperbolehkan kami berphoto dengan jualannya, akhirnya kami bertiga membeli kelapa si Bapak. Yah sekalian karena kami haus juga. Padahal di depan  tempat kami bertemu si Bapak itu ada Museum namun kami tidak mampir.

“Eh buset kita malah minum kelapa” kata Kak Rika

“Gak apa kak, kita kan gak mengejar waktu 
tapi menikmati liburan kita”, kataku

Souvenir Vietnam

Benar saja kami bertiga setelah membeli jualan si Bapak langsung mencari tempat duduk sambil minum kelapa. Kami bertiga benar-benar menikmati jalan kaki kami di jalanan Saigon, Vietnam. Justru jalan-jalan seperti ini yang seru, menikmati momen kebersamaan, momen sama-sama capek, momen menikmati sebuah kelapa di teriknya matahari. Lalu nikmat apa yang harus didustakan?

Setelah kelapa kami habis, kemudian kami bertiga melanjutkan mencari Saigon Notre Dame. Syukurnya kami menemukan yang kami cari “Notre Dome ala Vietnam”.  Gereja dengan nuansa orange, yang sebenarnya tidak miirp banget seperti yang di Perancis, tapi cukup Ok lah. Notre Dame ala Vietnam bernama Basilika Notre-Dame Saigon atau dalam Bahasa Vietnam disebutVương cung thánh đường Đức Bà Sài Gòn atau Nhà thờ Đức Bà Sài Gòn. Saigon Notre-Dame dibangun Perancis antara tahun1863 dan 1880. Saigon Notre-Dame terletak di Kota Ho Chi Mihn merupakan katedral dengan tinggi 58 meter dengan dua menara lonceng.

Sayangnya waktu kami datang, Gereja Notre Dame ala Vietnam masih dalam tahap konstruksi. Di area Notre Dame ala Vietnam banyak sekali turis yang rata-rata datang hanya untuk berphoto, sama seperti kami. Kami mah turis kebanyakan, datang ke suatu tempat terus berphoto deh.

Karena Saigon Notre Dame tidak terlalu kondusif untuk berphoto, pindah ke samping ada manusia, putar kiri juga manusia, ke depan apalagi, yaudah deh kami pindah ke bangunanan sebelahnya yang bernama Bưu điện. Pas di depan Bưu điện, Ana minta tolong orang untuk memphotokan kami bertiga dan hasilnya lumayan bagus.

Buu Dien

Di dalam Bưu điện , lumayan bagus, “klasik”. Terdapat lukisan Ho Chi Mihn serta ukiran peta dunia dalam dindingnya. Bưu điện merupakan bangunan tua yang dibangun oleh Perancis skeitar tahun 1800. Bưu điện  itu adalah stasiun kereta tua yang juga merupakan kantor pos, salah satu tempat wisata juga di Ho Chi Mihn, Vietnam.

Buu Dien

Sayangnya karena kami harus sampai di penginapan sekitar jam 13:30 maka pulangnya kami naik taxi menuju ke Pham Ngu Lao. Gaya kan? Si backpacker naik taxi haha.., habis panas cin terus jauh pula, mending naik taxi toh di bagi 3 orang juga.

Meski kami hanya 4 jam berjalan dengan kaki di Ho Chin Mihn namun kami bisa keliling ke 3 wisata Ho Chi Mihn yaitu Ben Thanh Market, Saigon Notre Dame dan Bưu điện. Kami memang pejalan keren 🙂

Buu Dien

Rincian Biaya Pengeluaran Trip Ho Chi Mihn, Vietnam

08:00-09:00 Beli paket tour ke Củ Chi Tunnels 200.000 Dong. Beli tiket bus ke Mui Ne 300.000 Dong

09:00-10:00 Jalan kaki ke Ben Thanh Market dari penginapan. Minum kelapa di tengah jalan 20.000 Dong. Pas di pasarnya makan Nodle Fish 50.000 Dong.

10:00-12:00 Jalan kaki ke Saigon Notre Dame Cathedral, sempat nyasar. Kemudian singgah ke Kantor Pos Ho Chi Minh. Terus naik taxi ke penginapan 12.000 Dong. Sampai di depan penginapan beli Mangga seharga 20.000 Dong

12:00-13:00 Siap-siap menunggu tour jemputan

13:00-14:30 Perjalanan ke Củ Chi Tunnels dengan bis mini.

14:30-17:30 Explore Củ Chi Tunnels. Makan es krim 15.000 dong di Củ Chi Tunnels
17:30-19:00 Perjalanan dari Củ Chi Tunnels ke Street Food Market

19:00-21:00 Makan di street food 100.000 Dong/3 orang. Makan cumi 75.000 Dong/3 orang. Makan mie didalamnya udang 15.000 Dong

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

21 Comments

  1. Wahh susah banget ya mencari makanan disana, sekalinya ada yang pas tapi harganya mahal banget yaa XD

    Reply

    1. iya Ho Chi Mihn kurang bersahabat untuk turis Muslim

      Reply

  2. di situ ada beberapa transportasi umum, jika bepergian ke luar kota, apakah menggunakan kereta api? caranya mengambil tiket gimana?

    Reply

    1. Hi Dian untuk kereta api bisa langsunhg ke stasisun dan beli langsung di loket. Kalau aku sewaktu disana naik bis belinya di penginapan

      Reply

  3. Ironis ya, km gak suka ke Ben Tranh karena makanannya, aku kesana justru khusus untuk makanannya. Hahahahaa Enak dan murah soalnya.

    Emang aku akuiin susah cari makan non B2 di HCM. Di Hanoi malah lbh susah lagi. Rasanya gak pernah liat deh resto Malaysia atau resto halal. kalo kesana aku rekomendasi bawa bekal kaya abon gt.

    Reply

    1. Iya Mba untuk yang agak parnoan mending bawa abon. Kalau Ho Chi Mihn lumayan banyak restaurant Muslim

      Reply

  4. Paling aman ke fastfood kaya MCD atau KFC kali ya. Hehehe~

    Reply

    1. Fastfood nya juga gak aman

      Reply

  5. Mantab juga ya kotanya.

    Reply

    1. iya kak tak seperti yang aku bayangkan

      Reply

  6. Ada kok kak area yg emg bnyak muslim ktrunan malaysia di daerah deket benh tanh market dan taman tmpat kk duduk.

    Nama jalannya nguyen anh ninh. Skitar 400-500mter dr taman.

    Disitu hampir semua jualan pho halal (januari lalu aku makan di Halal Amin Resto dan hrganya jg masih terjangkau) dan beberapa makanan melayu. Ada juga toko yg jual kayak souvenir khas arab dan baju gamis cowok, kak.

    Reply

    1. Aku nemunya malah pasar malam dekat pasar tapi masakan malaysia yg pho nya kalau d kurskan sekitra 80rbb keatas

      Reply

      1. Yah sayang kali ya kak. Pdhal dr jalan khusus resto melayu halal itu cma 200-300m aja ke benh tanh. Klo pasar malam agak jauh dikit sih dr jalan nguyenh ahn ninh.

        Aku suka makan roti baguette yg pinggir jalan kak dan blgnya tnpa pork.

  7. asiikk nih, kapan jalan bareng lagii win…

    Reply

      1. km skarang udah stay medan yah ?

  8. wih, seru banget ini kak Win.
    Vietnam emng asyik buat di-explore ya. dan emng B2 dimana-mana, kasian yang gak makan jadinya kesusahan carinya.
    aku tahun 2015 berkesempatan ke sana, dan setelah baca ceritamu, Vietnam bikin kangen 🙂

    salam,
    ceritaliana.com

    Reply

    1. iya betul kak B2 bertebaran tapi seru juga ke Vietnam

      Reply

  9. pernahkah ceritakan pengalaman traveling dari Ho minh ke Hanoi? adakah tempat wisata di pertengahan sepanjang jalannya antara ke dua tempatnya? di manakah tempat wisata paling keren menakjubkan? tolong sharing ke aku yah… aku susul k vietnam bulan depan…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.