When friendships are real, they are not glass threads, or frost work, but the solidest things we know. A friend is the first person who come in when the whole world has gone out.

Anonymous

belitong

Belitong

Hello World

Belitong, 11 Oktober 2015

Hari kedua di Belitung dan hendak menjelajah wisata Bahari Belitung Barat yang tekenal yaitu Pulau Lengkuas lengkap dengan Mercusuarnya. Untuk menjelajah Pulau lengkuas dan pulau sekitarnya harus menyewa perahu dan harga sewa perahu seharian Rp450.000 dan bisa muat 10-15 orang dalam perahu. Mirip kayak one day tour Kepulauan Seribu Onrust, Cipir dan Kelor lah. Nah dari penginapan kami yang backpacker banget dengan harga kamar ekonomi Rp100.000 (kasur seadanya, fan, kamar mandi luar yang mirip kos-kosan ekonomi daripada hotel) yang alamat surya hotel belitung Jl. Depati Endek 808, Tanjungpandan, Belitung kami menyewa motor seharag Rp60.000 seharian diluar bensin. Kalau yang bingung menginap dimana di Belitong maka kalau dari segi penginapan murah di Tanjungpandan maka Hotel Surya cocok dengan backpacker serta letaknya strategis di dekat pasar / Gang Kimting yang menjadi kawasan Pecinan di Tanjungpandan. Dari luar seperti ruko biasa dan berada di lantai 2 cuma sekali lagi tempatnya jelek cuma mikiran cuma tidur doang yah gak papalah. Dari penginapan maka kami naik motor ke Pantai Kelayang dengan menggunakan GPS dengan jarak kira-kira 20-26 km kalau tidak salah.

Di Desa Terong kami berhenti untuk makan pagi di warung Bu Sam, makan sup Belitong seharga Rp20.000 dan enaknya maknyoss banget. Aku suka sekali makanan Belitong, enak nya sampai keingat terus dah 😀

Karena kami hendak mengelilingi Pulau seharian maka kami membeli bekal buat makan siang seharga Rp12,000 karena di Pulau memang ada penjual makanan cuma harganya pasti mahal. Kalau yang tidak mau repot, di Pulau lengkuas ada penjual makanan kok cuma harganya yah sesuai harga pulau lah!

Di Pantai Kelayang, teman Dendi sudah menunggu kami lengkap dengan perahu jadi kami ada 9 orang dalam perahu untuk menjelajah Pulau-pulau andalan Belitung Barat.

Batu berlayar island, where on middle of it, some huge granite ricks neatly arranged stands on white sand surrounded by clear sea water. This island is very reachable by boats, only ten minutes from Tanjung Kelayang beach. When high tide, all the surface of the island will be drowned and the rocks in sight will look like the sailing rocks. But when the low tide, the visitors may drop on and walk on it while taking photos with the huge rocks background, snorkeling and diving to observe the coral reef and various kinds fish nearby (Belitong tourism)

Pulau pertama yang kami singgahi ialah Pulau Batu Berlayar. Di Pulau Batu berlayar, batunya besar sekali. Cuma aku tidak suka dengan wisatawan bodoh yang beraksi di Pulau Batu Berlayar. Kenapa aku bilang bodoh? Karena demi narsis mereka mengambil bintang laut demi objek photo mereka. Hal ini tentu saja membuat bintang laut mati. Semoga teman yang hendak ingin bernarsis ria dengan bintang laut lebih memperhatikan kehidupan bintang laut. Bukannya apa saya dulu pernah jadi wisatawan bodoh juga sewaktu tahun 2011 ke Bali, aku dan Surya mengambil bintang laut bawa pulang lagi karena kami kira bukan hewan terus ditengah jalan bau karena mati sejak itu aku sangat menyesal berbuat bodoh. Waktu di Belitung maka aku jadi mengingat kebodohanku terus aku katakan pada teman segrup untuk tidak mengambil bintang laut karena bisa mati. Awalnya mereka mendengar pas aku pergi eeh mereka malah berphoto dan mengambil bintang laut lagi.

Ironisnya lagi pas melihat tingkah laku wisawatan asing yang demi narsis naik ke bebatuan sambil happy memegang bintang laut di kedua tangannya. Ampun dah!

wisatawan bodoh

wisatawan bodoh

Dari Pulau Batu berlayar kami ke Pantai Lengkuas yang sebenarnya pemandangannya sangat amazing jika dari Mercusuar. Apalagi batu granitnya yang besar dengan warna laut toska ditambah pasir putih menambah keindagan Pulau lengkuas. Sayangnya pas kami kesana tidak bisa masuk ke dalam Mercusuar sehingga pemandangan indah dari atas luput sudah. Belum cuaca kabut dari kebakaran Palangkaraya membuat Pulau Lengkuas yang notabenenya indah menjadi biasa saja.

Lengkuas island is the name of an island, on this island the light house still stands up straight. That was built in Dutch colonial government in 1882. Up to the present time the light house has been working as the guidance for the ship through Tanjung Binga and the surrounding, To give well impression to the visitors, the officer in charge always persuade to get on the tower from the peak of the tower is approximately 70 meters. Tourist are able to see the amazing panaroma around and visitor will certainly have different and unforgettable experience. It will be more attractive on the opposite of lengkuas island around 05 miles that you can observe is indomarine ship which was sunk in 1990. (Belitong Tourism)

Dari Pantai Lengkuas, teman-temankus empat snorkeling di Belakang Pulau lengkuas. Aku tidak ikut snorkeling karena memang kurang suka. Aku lebih suka diving walau tidak bisa berenang. Uniknya di Pulau Lengkuas, snorkelingnya banyak sekali ikannya dan jernih airnya. Lumayan menyenangkan juga melihat ratusan ikan merebut ikan di laut.

Selesai snorkeling di Pulau lengkuas, kami ke Pulau Kepayang. Pulau Kepayang lebih cocok dengan penyuka penyu karena ada penangkaran penyu dengan harga Rp5000 untuk tiket masuknya. Tapi kami tidak mencoba masuk malahan lebih bersantai saja. Aku sendiri memisah dari grup dan makan kelapa Rp18000 gara-gara lihat kelapa di Pulau lengkuas yang membuatku ingin minum kelapa di Pulau. Walau harganya agak mahal tapi saking pengennya yasudahlah makan saja and then feel likes a boss 😀

Kepayang islands one grouo islands that is located in Tanjung Binga village. It can be reached by fisherman boats approximately 15 minutes from Tanjung Kelayang Beach. Apart from being as turtle conservation and rehabilitation program and new coral reef plantation. This place has provided some facilities such as cottages, restaurant which the structures adapted with the environment around. The atmosphere of the island surrounded by huge granite stones and the hedge of coconut trees and other fauna make it more romantic.

Pulau terakhir yang kami kunjungin ialah Pulau Kelayang yang terkenal dengan bentuk batunya yang mirip dengan Garuda. Untuk Pulau Kelayang tidak berpenghuni hanya ada satu cottege kosong serta pulaunya kecil tidak seperti Pulau Kepayang alias Pulau Babi maupun Pulau Lengkuas yang banyak penjual makanan. Tapi untuk Pulau Kelayang air lautnya biru dengan batuan uniknya yang katanya mirip Garuda.

Seharian kami menjelajah Pulau-Pulau kecil Belitong, cuma kami hanya singgah ke 4 Pulau saja yaitu Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang dan Pulau Kelayang. Jadi buat pemula ingin menjelajah Belitung maka jika ingin ke Pantai-pantainya harus menyewa perahu khusunya pulau-pulau kecil yang dekat dengan Pantai Kelayang maupun Pantai Tanjung Tinggi, tempat shootingnya film laskar Pelangi.

Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang

Pulangnya kami jam 4 sore dan betapa kagetnya aku melihat kura-kura besar mati di tepi pantai karena terkena jaring nelayan. Yah kadang perjalanan tak seindah yang dibayangkan pasti ada sisi lain diperjalanan tersebut.

Belitong, 11 Oktober 2015

Penginapan di Surya hotel Rp150.000/3 orang

Sewa Motor + bensin Rp120.000/3 orang

Bensin + snack Rp77.000/3 orang

Makan sup daging di Mak Sam Desa Terong Rp 20.000

Bekal makan siang Rp12.000

Makan kelapa di Pulau Kepayang Rp18.000

Kapal sewa seharian explore Pulau Rp450.000/9 orang, jadinya Rp45.000

Tujuan wisata trip hari kedua di Belitong: Pulau Lengkuas, Pulau Kelayang, Pulau Kepayang

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

27 Comments

  1. Heh itu bintang laut kok dibawa si Mbak ke atas batu sih… terus kayaknya itu bakalan dibuang deh Win dari atas ketinggian itu, oh sayang sekali nasib bintang lautnya :hehe. Saya juga berfoto dengan bintang laut sih waktu di sana, tapi ya tidak diangkat lama-lama juga, dan in fact, saya lebih suka memotretnya saat ada di bawah laut dangkal, lebih dramatis gitu :hehe. Dan malang sekali nasib kura-kura itu :huhu.

    Reply

    1. iya sama aku kesel jg lihat bintnag laut diambil

      Reply

      1. Mending ambil foto ya Win ketimbang ambil bintang laut.

  2. Asiiik Winny jalan-jalan ke Belitung!! aku Insya Allah senin depan juga ke Belitung…………………………….buat dinas. hihi ;p

    Reply

    1. eh jangan lupa ke tanjung tinggi bagus

      Reply

      1. Okay. Insya Allah aku kesana 😀

  3. untuk melihat senja paling cakep dimana ya kak ? kalo belitung

    Reply

  4. duh, kangen sama belitung~ kangen makan mie atep hahaaa 😀

    Reply

  5. aihhhhh pengen balik lagii

    Reply

      1. bangetttt ngga ada pedagang asongan lagi pas gw di sana. jadi ngga ganggu pas gw kontempelansi tepi pantai :))

  6. Cakepnya Tanjung Kelayang.

    Reply

    1. tanjung tinggi juga mas

      Reply

  7. aakk, cakep, mba. kapan ya aku ke belitung? pengin liat negeri laskar pelangi. 😀

    Reply

    1. semoga secepatnya ya ila

      Reply

  8. Beeeeh keren mbak fotonyaaaa…
    Bagus ya batu-batunya, cuman ada di Belitung kayaknya ya mbak? Hehehe

    Reply

  9. sayang bangat win pas berasap gitu hiksss.. jadi kangen belitung baca artikel kamu.

    Reply

    1. iya kak jadi kurnag menikmati baharinya

      Reply

  10. Kak ada cp sewa mbl sm kapalnya kah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.