Hello World!

Danau Toba, Juni 2019

Meski dulu kuliahnya di USU dan setiap pulang kampung ke Padangsidimpuan dari Medan pasti melihat Danau Toba dari Parapat tapi kalau benar-benar menjelajah Danau Toba itu hanya sekali saja. Satu kali kesempatan mengunjungi Danau Toba waktu zaman kuliah itupun dengan teman kuliah, adikku dan mantan. Waktu itu kami menginap di Parapat terus besoknya naik kapal sampai ke Pulau Samosir. Hanya saja aku lupa itu ke Tomok atau Tuk-tuk, tapi sepertinya sih ke Tomok mainnya. Ingatnya dulu ketemu si Gale-gale (patung Batak yang bisa menari :P) terus main ke pasar terus pulang deh. Tidak pakai menginap di Samosir. Akupun tidak pernah menyangka akan kembali ke Danau Toba apalagi dengan pasangan hidup 🙂

Aku dan suami berangkat ke Danau Toba dari Medan melalui terminal Pinang Baris dengan Bis Sejahtera seharga Rp40.000/orang. Adikku yang memesan bis keberangkatan kami dan kami berangkat jam 11 pagi. Adikku juga menemani kami hingga mendapatkan bis yang tepat. Perjalanan Medan-Danau Toba kurang lebih 3 jam dan jam 4 sore kami sudah sampai tepat di Pasar dekat dengan pemesanan kapal penyeberangan ke Samosir. Jam penyeberangan selalu ada setiap 30 menit sekali dan pastikan kemana tujuannya. Karena tujuan kami ke Tuk-tuk maka kami membeli tiket ke Tuk-tuk dengan harga Rp15.000/orang. Murah meriah kan ya?

Oh ya sebelum ke Samosir, pastikan dulu mau kemana ya dan ngapain saja di Samosir.

Ada 3 tujuan umum jika ingin ke Danau Toba yaitu:

  1. Tuk-tuk paling banyak turis kesini dan banyak penginapan juga
  2. Ambarita jarang orang kesini karena kebanyakan warga lokal yang sering kesini
  3. Tomok, sering didatangin turis tapi jarang nginap disini (tapi ada juga penginapan disini)

Cara akses ke Danau Toba:

  1. Pelabuhan Ajibata, Parapat.  Jadwal Kapal pengangkutan umum dari Ajibata ke Tomok mulai jalan pukul 7 pagi setiap harinya dan paling lama jam 7 malam sementara dari Tomok menuju Ajibata mulai jalan dari jam 6 pagi dan berjalan setiap 1 jam sekali dengan lama perjalanan sekitar 30 menit. Tapi tergantung cuaca, kalau cuaca tidak baik maka kapal tidak berangkat. Biaya penyeberangan dengan kapal sebesar Rp.15.000/orang.
  2. Tigaras – Simanindo. Biasanya penyeberangan dari Pelabuhan Tigaras menuju Simanindo dan ini  lebih dekat dari Medan daripada dari Parapat. Simanindo ini bagus banget karena ada Museum Batak dan rumah khas Batak serta pasir putih. Cuma jarang turis ke Simanindo dengan kapal, biasanya dengan jalur darat dari Tuktuk atau dari Tomok seperti kami.
  3. Dermaga Muara – Nainggolan/Sepinggan. Menuju Samosir tak melulu dari Parapat,  bisa melalui Dermaga Muara ke Sepinggan di Nainggolan. Jarak tempuh dari Muara ke Nainggolan memakan waktu sekitar 50 menit.
  4. Onanrunggu – Balige. 
  5. Trayek Kapal Penumpang Umum. Kapal ini lah yang sering digunakan turis karena ada 9 trayek kapal penumpang umum yang bisa digunakan untuk menyeberang ke Samosir dari berapa dermaga kecil seperti Balige, Ajibata, Haranggaol dan Tiga Raja, dengan tujuan ke Onan Runggu, Nainggolan, Mogang, Simanindo, Pangururan dan Tomok (Lopo Parindo). Trayeknya pun sering bahkan ada yang sampai 14 kali sehari tapi dari Parapat. Biaya kapal berbeda tergantung ke destinasi kemana di SAMOSIR.Opsi ini yang aku pilih dengan suami dengan Kapal Penumpang Umum dan kami membayar Rp15.000/orang per sekali penyeberangan.
  6. Speed boat menuju Samosir. Bagi yang tidak suka dengan jalur transportasi umum bisa juga menyeberang ke Tuk-tuk dengan speed boat seharga Rp500 ribu. Karena kalau dari Parapat terlihat jelas banget Samosir di kejauhan.
  7. Ada banyak sebenarnya jalur penyebarangan dari Danau Toba bahkan bisa dari jalur darat via MEDAN karena memang dekat paling tidak 4 jam.

Peta Danau Toba

Penginapan di Tuk-tuk, Danau Toba

Selama di Tuk-tuk Samosir, kami menginap di Guest House Laster Jony’s . Biaya Penginapan di Guest House Laster Jony’s sebesar Rp150.000/malam. Alamat Guest House Laster Jony’s Ring Rd Tuktuk, Samosir, 22395 Tuktuk Siadong. Penginapan ini cukup murah dengan fasilitas yang lengkap bahkan di depannya kami bisa melihat Danau Toba. Suami sangat suka dengan pilihanku padahak kemaren belinya dari booking terus mencari yang lagi promo. Nah pemiliki Guest house ini juga baik banget, pas kami sampai di Tuk-tuk, kenek kapal langsung menelpon pemilik agar kami dijemput. Terus kamipun langsung dijemput dengan motor satu-satu secara bergantian sampai ke penginapan. Makanan disini juga murah dan enak bila dibandingkan restoran lainnya di Danau Toba. 

Untuk penginapan di Danau Toba itu banyak sekali, jadi gak usah khawatir jika mencari penginapan. Malahan waktu kami kesana banyakan penginapannya daripada turisnya.

Danau Toba, Sumut

Makanan selama di Danau Toba

Aku dan suami sepakat bahwa makanan di Danau Toba itu tergolong mahal dan tidak enak. Bayangkan harga nasi di restoran Murni Muslim Rp8000 coba seporsi. Kami hanya makan nasi, soto dan ayam kena Rp66.000. Padahal warung biasa. Tentu harga mahal setiap orang relativ tapi bagi kami sih cukup mahal.

Terus pernah juga kami makan pizza gegara saran di Melel padahal Pizza yang Melel saranin gak tau yang mana. Ujungnya si misua sangat tidak puas dengan Pizzanya. Yaialah lebih enakan masakan si Misua. Tapi untuk kue dari Taboo Cottage lumayan enak. Lucunya kami sudah keliling Samosir, masakan yang enak malah kami dapatkan di penginapan kami. Itupun tahunya udah pas mau pulang, terakhir-terakhir baru tahu. Huhu!!

Transportasi selama di Samosir

Hari pertama kami tibanya sore jadi tidak banyak yang kami lakukan. Kami melihat kondisi Tuk-tuk dengan jalan kaki saja. Barulah dari hari kedua kami sewa motor dan keliling Pulau Samosir. Sewa motor kami dapatkan dari penginapan serta bayarnya Rp100.000 selama 10 jam dengan minyak full. Jadi kami hanya seharian kelling Samosir sampai ke Bukit Holbung di Pangururan dengan motor padahal waktu itu panasnya minta ampun.

Oh ya ada yang lucu saat pengalaman dengan naik motor saat menuju ke Bukit Holbung pas melalaui Pangururan. Jadi ada polisi yang sedang patroli. Kami bawa helm sih keduanya, tapi pas lihat polisi aku suruh Suami balik aja karena dia kan gak ada SIM motor internasional, adanya sim mobil saja. Nah eh sialnya pak Polisinya terlanjur melihat dan menyuruh kami berhenti. Dalam hati “mampus”!! Eh dengan spontan amu ngaku-ngaku dari Cambodia (duh sungguh sangat memalukan kejadian itu). Terus si Polisi nanya suami dari mana. Pas suami jawab “Perancis” eh kami malah dilewatin. Sejak itu Misua sering ngejek “Ms Cambodia” wwkwkwkw. Padahal kalau turis gak diperiksa banget SIM mereka.

Danau Toba, Sumut

Danau Toba, Sumut

Menarik Uang di Samosir

Di Tuk-tuk hanya ada satu ATM Mandiri dan itupun tidak berfungsi. Akhirnya aku dan Suami mengambil uang ke Ambarita melalui ATM BRI. Jadi kalau ke Tuk-tuk pastikan uang yang di bawa cukup, kalau tidak harus mencari ATM sampai ke Ambarita. Untuk daerah bak Tuk-tuk, Ambarita dan Tomok saling berdekatan kok tapi kalau jalan kaki yah jauh tapi dengan motor lumayan dekat, palingan hanya 20 menit saja.

Tempat wisata yang kami kunjungin di Danau Toba

1.Huta Siallangan

Tempat pertama yang kami kunjungin di Samosir ketika menyewa motor itu ke Huta Siallagan di Ambarita. Lucunya aku dan Misua tidak masuk karena harus bayar jadi kami hanya melihat dari luar saja. Huta Siallagan ini ada batu unik serta perumahan khas Batak juga sigale-gale.

2.Hot Spring Pangururan

Nama kerennya hot spring padahal aslinya air belerang. Misua paling semangat mencari pemandian belerang di Samosir dan aku baru tahu kalau ada pemandian air panas di Samosir, tahunya sidebu-debu saja kalau mandi air panas di dekat Medan. Dia penasaran sekali sampai di daftar wisata yang harus kami datangin itu adalah pemandian air panas dan ternyata lokasinya di Pangururan. Kami sempat nyasar demi ke Pangururan, untungnya jalannya balik ke tempat semula tapi jadinya semakin jauh. Harga tiket masuk ke dalam pemandian itu Rp10.000 ditambah uang mandi Rp10.000. Waktu itu aku tidak ikut mandi karena gak bawa baju, jadi aku hanya menunggu di warung saja. Air di pemandian di Pangururan ini sangat panas sekali sampai-sampai aku menyebutnya “babi gosong” pas keluar dari pemandian dengan kulit merah karena terbakar.

3. Bukit Holbung

Bukit Holbung ini aku tahu dari si butet Yuki dari Instagramnya. Akhinrya di dalam daftar wisata yang ingin dikunjungin di Danau Toba itu bagiku yah Bukit Holbung. Gegara mencari Bukit Holbung ini ada adegan konyol dengan Pak Polisi. Jalanan ke Bukit Holbung lumayan jelek dan mendaki tapi pemandangan sekitarnya sangat cantik. Bahkan si Misua sangat suka. Yang kami tidak suka pas masuk harus bayar 15rb pula, pas warga lokal malah gratis. Lucunya gak ada karcis masuk, uangnya masuk entah kesiapa gak tau juga. Terus kalau ke Bukit Siholbung harus mendaki tangga lagi dan dari Bukit Holbung, pemandangan Danau Toba cantik sekali.

4. Air Terjun Effrata

Dari Bukit Holbung, kami menuju ke Air Terjun Effrata. Kami sempat nyasar pas mencari Air Terjun Effrata dan akhirnya kami menemukanya. Air Terjunnya cukup bagus dan mudah diakses dengan jalan kaki hanya 5 menit saja. Cuma penyakitnya yah itu tiketnya gak update, harga di tiket 5ribu padahal aslinya kami bayar 10ribu.

Di Air Terjun Effrata kami tidak mandi, hanya melihat saja terus balik. Oh ya di  Samosir ada bis menuju ke Effrata karena kami melihat tandanya di air terjun tapi gak tau darimana bisnya berangkat.

5.Pasir Puith Simanindo

Sepulang dari area Panguruan dan menjelajah daerah tersebut maka pulangnya kami dari Simanindo. Kami sempat berhenti di Pasir Putihnya dan masuknya gratis, tapi harusnya bayar karena kesorean petugasnya pulang. Entah kenapa area ini aku paling suka bahkan dengan perumahan warganya masih kental dengan nuansa Batak. Terus kuburan besar-besar, lebih besar daripada rumah orang.

Selain itu, terdapat musim Batak di Simanindo yang bagus, aku dan Suami sempat masuk secara ilegal karena petugasnya tidak ada dan kami tidak bayar harusnya bayar 25ribu. Karena kesorean akhirnya kami hanya bisa melihat Museum Batak dari luar.

6.Musium Batak di Tomok

Aku dan Misua baru ke Tomok pada saat Magrib karena paginya kami salah jalan menuju ke Pangururan. Akhirnya karena pengen lihat makam Raja kami niatkan banget kesana. Tapi pas Magrib ke Makan Raja yang umurnya sudah tua banget rasanya agak spooky. Tapi pas ke Makam Raja ini aku teringat pernah ke makam tersebut.

Perjalan kedua ke Danau Toba begitu menarik karena meski sudah pernah ke Danau Toba sebelumnya, ternyata masih banyak tempat wisata baru yang bisa dikunjungin mulai dari wisata alam sampai ke wisata sejarah. Meski Misua sedikit kecewa dengan Museum Batak yang isinya tidak lengkap apalagi yang di Tuk-tuk yang super minim. Tapi untuk pemandangan Danau Toba cukup berkesan karena cakep. Misua sampai menyuruh kami pindah ke Danau Toba saja karena dia suka dengan udaranya yang dingin. Terus akupun menyuruhnya membuat Universitas di Danau Toba 🙂

Tips ke Danau Toba

  1. Jika tidak menginap di Danau Toba, bisa dilakukan sehari dengan jalur. Jalur yang paling indah menurutku dari Simalem karena wisata yang paling banyak itu di Pangururan.
  2. Nasehat Eko (warga lokal Samosir) kalau menginap sebaiknya di Tuk-tuk karena ramai turis namun tidak begitu banyak yang dilihat di Tuk-tuk mendingan ke Tomok. Atau bisa opsi nginap di Parapat terus keliling Danau Tobanya dari sana karena setiap jam pasti ada kapal penyeberangan dan Parapat lebih ramai.
  3. Penginapan di Danau Toba berjibun sehingga tidak perlu takut bahkan toko makanan banyak.
  4. Buat turis Muslim jangan khawatir, banyak warung Muslim di Samsoir. Hanya saja harga makanan di Samosir memang sedikit mahal tapi mudah mendapatkannya.
  5. Bagi yang ramaian bisa dengan menyewa mobil dan keiling Danau Toba seharian
  6. Jangan lewatkan pertunjukan sigale-gale setiap jam tertentu, tapi sayangnya harus bayar. Sigale-gale bisa dilihat di Tomok maupun di Simanindo.
  7. Udara di Danau Toba sangat dingin sehingga sebaiknya membawa jaket tebal. Waktu naik sepeda motor, aku lupa bawa jaket hasilnya dingin sekali padahal jalan-jalannya pas siang hari dan panas.

Total Biaya Trip ke Danau Toba dari Medan untuk 2 orang

Biaya bis dengan Sejahtera  dari Medan ke Parapat  = Rp80.000

Biaya penginapan selama 3 hari @150.000 = Rp450.0000

Biaya sewa motor seharian + minyak = Rp100.000

Makan malam di Taboo Cottage Restoran Germany di Tuk-tuk = Rp85.000

Tiket masuk ke Air Terjun Effrata Rp10.000 + parking = Rp14.000

Kain Batak di Pasar Tomok = Rp20.000

Beli jajan di Indomaret Panguruan = Rp92.000

Makan Indomie di dekat Bukit Holbung = Rp35.000

Tiket masuk ke Bukit Holbung = Rp15.000

Makan siang di Restoran Minang di Panguruan = Rp47.000

Makan pagi di Tuk-tuk  Murni Muslim (mirip restoran Minang) = Rp66.000

Kapal ke Tuk-tuk dari Parapat = Rp30.000

Kapal dari dari  Tuktuk ke Parapat = Rp30.000

Biaya transportasi dari Parapat ke Padangasidimpuan dengan bus = Rp290.000

Isi bensin di Samosir = Rp50.000

Makan siang di Guest house Rp75.000

Total Biaya pengeluaran selama 3 hari di Danau Toba = Rp1,479,000

Gimana ada yang sudah ke Danau Toba?

Habis berapa?

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

4 Comments

  1. Danau Toba sepertinya sedang dilirik Menpar untuk digencarkan pembangunannya. Semoga ini menjadi kabar baik bagi semua, agar geliat pariwisata dan ekonomi tumbuh.

    Reply

    1. Iya jadi salah satu yang diprioritaskan semoga makin bagus

      Reply

  2. Ciamik pemandangan Danau Toba. Cakep.

    Reply

    1. iya kak pas lama disana semakain terasa pemandangannya luar biasa

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.