Hello World!

Padang, Januari 2019

Mengelilingi wisata Sumatera Barat sangat seru apalagi pergi bersama travelmate. Untuk mendapatkan teman perjalanan itu tidak mudah apalagi dengan tipeku yang doyan melancong sendirian alias solo travellling. Meski lebih suka jalan sendiri dibandingkan jalan dengan orang lain, tapi aku beberapa kali bisa juga jalan dengan teman, artinya bisa fleksibel juga dalam trip. Dari beberapa teman yang pernah jalan denganku itu menjadi sahabatku dan kalau mau rencana jalan-jalan bawaanya rindu mereka. Sama dengan Thimo, dia adalah salah satu dari beberapa orang yang pernah ikut jalan denganku. Thimo pernah trip di beberapa negara di Eropa bersamaku. Beberapa teman yang pernah jalan samaku yang super asik seperti Kamseupay (Sarta, Reza, Ade, Ilham) pernah trip ke Solo, Malaysia dan Thailand, terus ada Melisa Sianipar pernah trip ke Myanmar, Ijen, Papandayan dsb, terus ada Yosi pernah trip ke India, terus Kak Bijo dan Ana saat trip ke Vietnam, terus ada Susanto pernah trip ke Bali, Rengasdengklok, Bandung dsb, dan Mba Ninik pernah trip ke Turkey dan Iran.

Dengan Thimo, aku sudah beberapa kali trip bareng, terus perjalanannya menarik karena dia amat gila, seru dan suka tantangan (sebelas dua belas denganku). Bahkan saat backpackeran ke Padang, dia lebih tahu tentang Sumatera Barat daripada aku. Aku sempat merasa gagal jadi warga lokal karena dia lebih jago dalam hal menentukan tempat wisata. Kami melakukan trip keliling Padang, Sumatera Barat mulai dari wisata mainstream hingga anti manstream dan itu dalam satu hari. Terus ke semua tempat wisata yang kami kunjungi itu letaknya berjauhan, yang satu dimana yang lain dimana. Terus kami keliling Padang dengan sepeda motor pas matahari terik-teriknya. Gokil kan?

Yang lucu saat trip di Padang dengan Thimo, yang membonceng aku itu si Thimo karena aku gak bisa bawa sepeda motor. Iya sebagai orang yang udah kemana-mana aku gak bisa bawa sepeda motor, gak bisa bawa mobil, gak bisa berenang dan takut ketinggian. Komplit bukan? Tapi meski begitu banyak kekuranganku, tidak membuatku rendah diri apalagi menghalanginya buktinya meski gak bisa naik motor, aku bisa bawa motor listrik saat di Myanmar meski si Melisa deg-degan setengah mampus saat aku bonceng. terus penah juga climbing via verrat saat di Purwakarta padahal jelas-jelas takut ketinggian dan gemetar saking takutnya. Itulah seni dalam menaklukkan rasa takut!

Nah pas si Thimo bawa motor sebenarnya aku khawatir juga karena dia kan gak ada SIM bukan khawatir jatuh atau tertabrak karena dia baru belajar bawa sepeda motor pas dia dulu di Thailand. Aku khawatirnya karena dia gak ada SIM takut kena tilang, ntar kan uang habis bayarnya hihihi :D. Lebih sayang uang dari nyawa (terus dilempar koin).

"If i were you, i will be afraid cozz driving by a beginner motorcycle", kata Thimo kepadaku

"Well, i can not drive it so im fine that you drive for me", kataku

Aslii yang bawa motor malahan lebih khawatir daripada yang dibonceng hehehheh 😀

Bersama Thimo, aku mengunjungi 6 tempat wisata di Padang mulai dari maintsream sampai antimainstream.

6 tempat wisata Padang yang bisa dikunjungi dalam 1 hari yaitu:

1. Pantai Air Manis atau Aiai Manih

Pertama kali aku mengunjungi Pantai Air Manis 9 tahun lalu itu bersama Nyak Irma dan abangnya. Waktu itu Pantai Air Manis atau pantai tempat si Malin Kundang berada masih bersih, tidak ada sampah, dan tidak bergitu turistik. Harga tiket masuk ke dalam Pantai Air Manis pun hanya Rp5000, terus pas datang di tahun 2019 harga tiket masuk udah Rp15.000 saja. Yang paling kaget itu pantainya udah rame yang jualan, ramean jualan daripada pengunjungnya, sampahnya banyak dan udah ada sewa mobilan untuk keliling Pantai.

Kesan Thimo terhadap pantai Air Manis Padang itu adalah kotor dan ramai. Saking ramainya kami tidak terlalu menikmatinya apalagi sampah di pantai yang merusak pemandangan.  Itulah kebiasaan kita kalau ramai saja banyak tuh sampah. Bahkan Batu si Malin Kundang dari semen tidak terlihat oleh kami karena kami malas ke tempat itu saking ramainya. Kalau 9 tahun yang lalu hanya ada penjual satu orang saja eh 9 tahun berikutnya malahan penuh. Akhirnya kami bersantai sejenak di Air Pantai Manis untuk minum di salah satu warung itupun karena cuaca panas. Kami hanya 30 menit saja di Pantai Air Manis dan agak sedikit menyesal sih masuk ke dalam Pantai Air Manis.

2. Pantai Teluk Bungus

Karena tujuan kami ke Air Terjun Lubuk Hitam maka kami melewati Pantai Bungus dan Teluknya. Kami sangat suka dengan Teluk Bungus karena sepanjang Teluk pantainya bersih, gak ada sampah dan warna lautnya itu biru. Berbeda sekali dengan Pantai Air Manis. Terus Pantai di sekitar Teluk Bungus itu gratis hehehe. Kami kan suka gratisan 🙂

Pantai ini bisa didapat sepanjang jalan menuju ke Painan. Aku dan Thimo sempat berhenti sejenak di Pantai Teluk Bungus untuk menikmati senja. Sepanjang Teluk ini banyak warung untuk singgah atau kalau gak mau nongkrong di warung bisa main di Pantai saja. Momen yang paling menarik di Teluk Bungus saat sunset disitu terasa eloknya Teluk Bungus dan melihat kegiatan warga lokal.

3. Pantai Nirwana

Pantai Nirwana merupakan wisata baru di Padang yang aku ketahui. Harga tiket mausk Rp15,000 dan cukup mahal buatku. Awalnya kami mengira pantai bersih itu ialah Air Manis terus kami salah tempat, rupanya yang di maksud itu Pantai Nirwana. Aku pertama kali ke Pantai Nirwana. Pantai Nirwana paling bagus pas siang hari, pas sore tidak terlalu indah. Sampah juga ditemukan di wisata ini, kalau menurutku ini salah satu wisata antimaisntream karena jaraknya agak jauh dari pusat Kota sehingga tak seramai Pantai Air Manis. Asiknya Pantai Nirwana, ada tempat untuk bersantai dan adanya ayunan di pantai ini. Thimo cukup suka dengan Pantai ini apalagi ada pemandangan pegunungan disisi lainnya. Di Pantai Nirwana bisa melihat aktivitas nelayan, sama seperti di Pantai Bungus.

4. Air Terjun Lubuk Hitam

Air Terjun lubuk Hitam cukup jauh dari Pusat Kota Padang sehingga masuk ke dalam wisata antimainstream Padang. Air terjun ini terdiri dari 3 tingkat dan menuju tingkat paling atas dibutuhkan 2 jam trekking dengan jalanan yang menantang. Kami cuma sampai di tingkat dasar saja karena kami datangnya kelamaan. Kami juga sempat nyasar dan pas ke air terjun cuaca panas. Serunya kami bisa mandi di air terjun yang berbentuk kolam. Pemandangan ke Air Terjun Hitam juga sangat indah karena melalui persawahan dan rumah warga lokal. Wisata Air Terjun Lubuk Hitam bisa dicoba saat trip di Padang.

"Next time we should go to first level", kata Thimo padaku

5. China Town Padang

Meski sering ke Padang,aku tidak pernah “ngeh” kalau ada China Town alias Pecinan di Padang padahal sering dilewatin juga. Pecinan di Padang cukup keren dan dekat dengan jembatan Siti Nurbaya. Nah kedatangan kami kan pas mau Imlek jadi penuh dengan lampion merah. Aku suka sekali dengan Pecinan, Instagramble banget 🙂

Di Pecinan China banyak terdapat kuil dan perumahan China yang ornamennya kece abis. Hunting photo di Pecinan Padang lumayan seru dan bisa juga sekedar kulineran ala Chiness. Thimo paling suka dengan pecinan jadi pas lihat Pecinan dia mah senang saja.

6. Taplau Padang

Wisata mainstream Taplau sangat aku suka. Setiap kali ke  Padang aku tidak pernah sekalipun kelupaan untuk bersantai di Taplau. Yang aku suka itu minum kelapa sambil memandang lautan. Terus kan pas sunset di Taplau itu duh kece abis pemandangannya. Saking sukanya aku pun mengajak ke Thimo meski katanya pantainya jorok. Sayangnya memang pantai di Padang banyak sampahnya. Oh ya disekitar Taplau banyak seafood sehingga bagi pecinta makananan atau jajan maka sore-sore bisa tuh JJS ke Taplau sambil berburu jajanan.

Taplau

Itulah 6 wisata mianstream dan antrimainstream di Padang, Sumatera Barat yang bisa dikunjungi.

Dari 6 wisata tersebut, kamu sudah kemana?

Salam

Winny

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

13 Comments

  1. Makasih Win,taplau dengan ikan karang yg gurih, china town dekat jembatan Siti Nurbaya dg gedung2 tuanya. Semua memikat. Salam

    Reply

    1. Aku paling suka makan seafood di taplau itu kak

      Reply

  2. Ke Padang kemarin nggak banyak jelajah destinasi karena keburu waktu 😦

    Reply

    1. pas ke Padang kemaren kita tak berjumpa ya

      Reply

  3. Gallant Tsany Abdillah February 22, 2019 at 11:11 am

    Belum pernah ke mana-mana, Kak Winny. Wkwkwkw.
    Tapi aku jadi tertarik sama chinatown padang.

    Reply

    1. asik disana banyak kuilnya

      Reply

  4. Dongani au naron pala ro tu padang dah kak.. 😂

    Reply

  5. aku diajak jalan-jalan dong di Padaaang 😀

    Reply

  6. Bagus, bisa dibuat refrensi kalau pergi ke Padang.

    Reply

  7. Arif Kamaluddin March 4, 2019 at 4:38 pm

    Belum pernah kesampean ke sana. Udah sering diajakin padahal

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.