Hello World!

Laos, 8 Januari 2019

"What is ur planning tomorrow?", tanya teman satu penginapan padaku

"I wanna see morning alm", jawabku

Aku menginap di Vongprachan Backpackers Hostel selama di Luang Prabang, Laos. Penginapanku cukup murah sekitar 12 Dollar untuk 4 hari, murah karena berupa dormitory yang berisi 8 orang. Asiknya menginapa di dormitory karena bisa mengenal pejalan dari berbagai negara, salah satunya teman dari Perancis yang ramah padaku yang menanyakan rencana kegiatanku di Luang Prabang. Tapi ada juga pengalaman tidak menyenangkan dengan traveller lain di penginapan dormitory. Hari pertama karena belum ada orang jadi aku kan tidur di bawah dalam dorm yang berisi 8 kasur dalam  4 tingkat. Eh hari kedua aku keluar buta keliling Kota Luang Prabang, tiba-tiba seorang cewek mengubek kasurku terus kasurnya kusut dong. Dia tidur di kasur yang aku tempatin. Asli aku BETE banget.

"Sorry this is my bed", jawabku

"No, its mine, i asked the hostel keeper and
 he said i can sleep here",jawabnya angkuh

Cewek yang beradu argumen denganku itu berasal dari Isreal. Setelah beradu argumen dia langsung sok-sok an ngadu ke petugasa Hostel dan akhinrya dia balik lagi ke kamar sambil mengatakan kalau penjaga itu tidak perduli. Kalau aku mengikuti bisiskan setan dalam hatiku,  aku pastikan tidak mau memberikan kasurku kepadanya tapi entah kenapa aku mendengarkan bisikan Malaikat. Aku mengalah dan memberikan kasur di bawah kepadany dan naik ke atas, karena kasurnya bertingkat. Dalam hati yaudalah bekas aku juga. Setelah aku mengalah memberikan kasur di tingkat dasar padanya lalu dia minta maaf kepadaku dan mengatakan kalau dia takut tidur di kasur bertingkat, dia trauma manjat kasur. Padahal yah kalau biasanya “dia jual aku beli”, tapi ini aku lebih mawas diri aja. Jadi kadang dalam perjalanan itu harus pandai membawa diri, untung aku anaknya pemaaf kalau temperamen hmmm ogah membagikan kasurku. Tapi anggap ajalah mengalah untuk menang!! Tumben benar ya?

Oh ya untuk adu argumen dengan orang Israel itu dua sehari sebelum aku melihat acara Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony). Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony) yaitu acara ritual memberi makanan untuk biksu-biksu. Pemberian makan bagi Biksu berupa nasi, bisa dibeli dengan harga 10.000 Kips. Kalau kata temanku Suhartono,  kalau Biksu beneran itu tidak bekerja (kerjanya beribadah tidak bekerja seperti orang biasa) sehingga umat Buddha memberikan makan kepada Biksu. Jika sudah tidak ada orang ngasih makan ke Biksu maka umat Buddha gak ada lagi, ini kata temanku loh ya.

Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony)  juga ada loh di Medan tepatnya di Cemara Asri setiap minggu. Terus di Thailand dan Myanmar juga ada tapi aku tidak pernah melihatnya. Aku melihatnya di Laos, dan memang Laos terkenal dengan ritual ini. Uniknya Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony) di Luang Prabang ini diadakan setiap pagi mulai dari jam 05.00-05.30 pagi. Bagi yang rajin mah bisa lihat tiap pagi di sepanjang jalan Luang Prabang dekat kuil-kuil.

Yang lucu saat aku hendak melihat Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony), hari pertama aku gagal karena telat bangun. Hari pertama gagal rasanya gimana tapi aku tidak menyerah justru belajar dari kesalahan untuk bangun lebih awal. Sama kayak pasangan, meski gagal aku tidak menyerah loh justru aku belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.

"Where can i see Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony)?", tanyaku

"Near the temple, inf ront of our stree also", jawabnya

Aku lalu belajar kalau pembagian makan Biksu bukan sampai jam 6 pagi tapi pembagiannya jam 5 pagi sampai jam 5.30, dan itupun cepat. Lewat dari jam tersebut maka coba di hari berikutnya. Hari pertama aja pas udah lewat kata penjaga hostel eh aku bandel tetap aja keluar memastikan dan hasilnya nihil. Untung mencoba lagi di hari kedua dan kesungguhan itu terbayar di hari terakhir di Luang Prabang, aku akhirnya bisa melihat acara pemberian makan Biksu.

Bagi teman-teman yang ingin melihat Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony), bisa dilihat di depan kuil karena para Biksu akan berjalan sepanjang jalan utama mendekati orang-orang yang berbaris untuk memberikan makan. Banyak kok warga lokal dan turis yang berbaris di Luang Prabang untuk acara ini.

Karena tidak ingin melewatkan acara Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony) aku bangun jam 5 pagi. Aku keluar dari penginapan dan menuju ke jalanan. Keluar dari pertigaan aku sudah melihat beberapa turis yang berbaris rapi sambil membawa makanan di depannya. Ada seorang lelaki yang mengarahkan bagaimana caranya memberikan makanan kepada Biksu. Aku tidak memberikan makanan karena aku lebih memilih untuk mengabadikan momen tersebut. Nah setelah orang yang mengarahkan selesai, beberapa menit kemudian datanglah rombongan biksu. Nasi diberikan kepada biksu sedikit demi sedikit karena mereka jumlah Biksunya banyak.

Pas melihat itu aku terharu, karena aku berhasil melihat Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony), tidak sia-sia bangun bagi. Asli aku niat banget bangun bagi karena tidak mau kelewatan Binthabhat. Orang yang memberikan makan kepada Biksu boleh siapapun. Setelah diberikan makan, Biksu kemudian mendoakan yang memberikan makan. Yang menarik itu saat melihat warga lokal setelah mereka mendapat doa dari Biksu, mereka membuang air. Aku sempat bertanya kepada temanku kenapa setelah Biksu mendoakan maka warga lokal Laos membuang air. Kata temanku, itu tergantung Negara, beda tempat beda tradisi. Asli aku dapat pengetahuan mengenai Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony)  dari temanku setelah aku upload photo di Instagrm @winnymarlina.

Lumayan menambah ilmu!!

Itulah pengalaman pertamaku mengenai Binthabhat (Morning Alms Giving Ceremony) di Laos, inside dari travelling yang aku dapatkan agar jangan menyerah jika gagal karena percayalah kegagalan itu hanyalah kesuksesan tertunda. Selain itu berbagilah kepada sesama karena dengan berbagi itu membuatmu semakin kaya.

Biaya Pengeluaran di Laos

05:00-06:00 Melihat ritual pemberian makan Biksu

06:00-09:00 Tidur

09:00-10:00 Sarapan roti + telur dadar

10:00-11:00 ke Bandara dengan tuktuk 20.000 Kips

11:00-15:00 menunggu di Bandara, makan 45.000 Kips di Nisa restaurant

Salam

Winny

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

6 Comments

  1. setiap biksunya menerima makanan dari masing2 orang itu ya ?
    yang diberikan makanan matang Win?

    Reply

    1. makanan matang kak, iya kak setiap Biksu menghampirinya

      Reply

  2. Ah, nyebelin juga ya itu cewek merebut kasurmu Win, padahal kan sudah ditempati ya. Duluu sewaktu nginep di hostel untungnya nggak pernah dapat roommate yang seperti itu.

    Makanan yang diberikan ke biksunya apa aja Win?

    Reply

    1. Ia banget Zilko ampe aku gimana gitu ama cewek itu,
      Kalau makanan yang dikasih aku lihat nasi yang matang Zilko

      Reply

  3. Biksunya mendapatkan makanan dari setiap orang, Win? Mentah atau siap makan?

    Itu teman satu kamar yg agak pongah, akhirnya memberitahu kekurangan dirinya sendiri ya, Win. Kalo dari awal, dia kan ga harus ngotot dan ngadu2 yang ga ada hasilnya.

    Reply

    1. Dikasih nasi ama turis-turis itu kak. Warga lokal juga ngasih nasi.
      Untuk roomate itu agak-agak emang kak

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.