Hello World!

Padang, Januari 2019

"There is a waterfall in North Padang", kata Thimo kepadaku

"We will go there", lanjutnya

Jujur aku yang sudah beberapa kali menjelajah Padang aku baru tahu kalau Padang itu luas sekali dan ada air terjun. Dari peta Thimo menunjukkan kalau lokasi air terjun melewati Bungus, artinya cukup jauh dari Kota Padang. Aku sempat takjub dengan pengetahuan Thimo karena dia lebih tahu tentang wisata Padang bahkan dari diriku yang asli Indonesia. Aku hanya tahu wisata Padang itu kalau gak Masjid Raya, paling Pantai Air Manis/Malin Kundang atau paling ngak Taplau. Eh dia malahan tahu banyak apalagi ada Air Terjun meski itu hasil dari nanya di penginapan.

Kami berangkat ke Air Terjun Lubuk Hitam Padang jam 8 pagi dengan menyewa sepeda motor. Harga sewa sepeda motor seharian Rp70.000 diluar bensin. Cara ke Air Terjun Lubuk Hitam dari Kota Padang bisa melalui jalan ke arah Pantai Air Manis (Pantai Malin Kundang) terus tembus ke Bungus.  Selama perjalanan, kami menggunakan bantuan Google Maps menuju ke Air Terjun Lubuk Hitam. Aku sangat salut denganThimo karena meski pertama menjelajah Padang namun dia tahu banyak, memang bakat alami dia sebagai pejalan patut di kasih jempol.

Sebelum ke Air Terjun Hitam, kami sempat mengunjungin Pantai Maling Kundang. Lalu barulah kami menuju ke Air Terjun Lubuk Hitam Padang. Untuksampai ke Air terjun, kami melewati melewati jalanan yang masih baru dan terjal dari Pantai Malin Kundang. Waktu itu udara sangat panas, saking panasnya membuat kami gosong tapi karena sama-sama memiliki jiwa petualangan tinggi jadi kami melupakan rasa panas dan fokus kepada perjalanan kami. Mengenai cara ke Air Terjun Lubuk Hitam Padang, kami mengikuti insting kami,  kalau kira-kira kami merasa mau nyasar barulah kami tanya warga setempat. Asiknya menyewa sepeda motor bisa berhenti di spot manapun kalau tiba-tiba di jalan ketemu pemandangan super cakep, jadi kami leluasa berhenti.

Nah pas kami melewati jalanan ke arah Bungus dari jalanan Pantai Air Manis, jalannya menanjak dan masih diperbaiki. Padahal motor yang kami bawa itu matic dan tidak kuat menanjak. Aku sempat was-was karena dilihat disisi kanan itu jurang, bisa mati kalau salah sedikit. Kami sempat ragu apakah ini jalanan yang benar karena pas ditanya orang katanya lurus tapi kami tidak menduga kalau itu akan menanjak dan jalanannya jalanannya kecil sekali, hanya muat satu motor saja. Pas kami ragu, tetiba lewatllah seorang Bapak dan kami tanya apakah mungkin lewat dari jalan itu. Kata si Bapak sih mungkin tapi berersiko apalagi yang baru pertama sehingga kami dikasih tahu jalan alternatif lain yang lebih baik dan aman. Akhirnya kami mengikuti saran si Bapak dan melewati jalanan tersebut yang sama lebih luas tapi penuh bebatuan.

"Why Indonesian road is damaged?", tanya Thimo

"Welcome to Indonesia, i ever had the worse than this road 
when i was trecking to Banten," jawabku

Padahal jalan rusak yang kami lalui tidak separah yang aku lalui loh. Mungkin Thimo sedikit shok tapi Alhamdulillah kami bisa melewatinya. Jalanan tersebut tembus ke Bungus dan itu pertama kalinya aku naik motor sampai ke Bungus melewati jalanan tikus alias jalanan memotong. Ada serunya travelling seperti ini karena meski sudah berada di Sumatera Barat tapi itu pertama kali bagiku sehingga aku sangat senang.

Dari Bungus kami melewati Pabrik terus kami tembus ke Teluk Bayur sampai melewati Pantai Nirwana. Sungguh kami berdua ini panjang kaki! Kami mengikuti jalanan, saking gak jelasnya aku sempat BETE, ini kok gak nyampe-nyampe dan perasaan jalanannya menuju Painan. Aku sempat tanya ini yakin gak jalan ke Air Terjun Lubuk Hitam, kalau gak bisa-bisa kami sampai ke Painan. Akhirnya kami sempat menanyakan lagi apakah benar jalanan kami lalui ini karena nama air terjunnya aja awalnya tidak tahu. Lalu hasil tanya warga lokal bahwa kami sudah benar dan katanya dekat lagi air terjun, tandanya dekat dengan Polres. Nah yang lucu saat sudah sekitar 2 jam naik motor, kami melewati sebuah air terjun karena kelihatan dari jauh.

"I think thats the waterfall", kataku

"But where is the police station?", tanya Thimo

Akhirnya kami kelewat jauh dari ait terjun tersebut dan karena sangsi kami tanyakan kembali ke warga lokal.  Warga lokal menyuruh kami kembali. Asli air terjun yang aku lihat itu benar merupakan Air Terjun Lubuk Hitam dan kami kelewat dan nyasar. Ia kami berdua nyasar dan kembali lagi ke air terjun yang awalnya aku tebak. Menuju ke air tejun itu melewati gang kecil serta melewati persawahan dan perkampungan. Saat kami datang pemandangannya sangat indah, sawah yang menguning dan air terjun dari kejauhan. Mengingat panas dan jauhnya, meski awalnya aku Bete eh terbayar kebeteannya. Karena aku paling tidak suka panas-panas.

Kami sampai ke Air Terjun Lubuk Hitam jam 2 siang dan katanya kalau mau ke tingkat tiga harus dari pagi. Trekking ke Air Terjun memiliki 3 tingkat dan serunya masuk ke dalam Trekking ke Air Terjun tidak dipungut biaya. Kami memarkirkan sepeda motor dekat dengan kolam renang di sekitar Air Terjun Lubuk Hitam. Kami sempat senyum melihat kolam berenang di dalam Air Terjun Lubuk Hitam. Aneh rasanya tapi rame juga.

Sesampai di dekat Air Terjun Lubuk Hitam, beberapa warga lokal menawarkan jasa tourguide tapi kami menolak. Kami berdua mengikuti jalan yang amat terjal. Kacaunya kami berdua salah kostum, aku pakai sepatu buat ngantor, Thimo pakai sepatu buat ngemall. Asli kami aneh bin ajaib heheheh :D. Jalanan ke air terjun terjal dan kecil serta licin. Thimo jatuh saking licinnya, dan petunjuk jalan terbatas. Kata Ibu warung dekat parkir motor, kalau mau ke Air Terjun Lubuk Hitam tingkat atas sekitar 2 jam jalan kaki. Sayangnya kami hanya sampai di tingkat pertama itupun penuh tantangan. Kami ingin ke tingkat 3 tapi karena sudah sore dan berdua saja akhirnya kami tidak jadi. Di tingkat 1 Air Terjun Lubuk Hitam, kami bertemu dengan anak-anak setempat. Merekalah jadi tourguide dadakan kami dan menunjukkan spot air terjun untuk mandi.

Sesampai di spot berbentuk kolam di air terjun, kami harus naik batu dengan hati-hati dibantu anak-anak itu. Spot bagus untuk berenang dan asli si Thimo langsung buka baju dan mandi. Anak ini mah, ampun DJ :P! Aku awalnya tidak mau mandi eh ikut nyebur juga meski berpakaian lengkap, karena tidak bawa baju sama sekali. Gokil kan? Jadi air terjun dengan kolam kece itu ibarat kolam pribadi kami berlima. Tidak sia-siap ke Air Terjun Lubuk Hitam, terbayar deh meski badan telah gosong hehhehe!!

Trekking ke Air Terjun Hitam, sangat menyenangkan, kami mandi di alam, udara segar dan bertemu dengan tourguide kecil dadakan!!

What a life!!

Alamat Air Terjun Lubuk Hitam

North Teluk Kabung,

Bungus Teluk Kabung, Padang

Sumatera Barat

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

4 Comments

  1. Cakep air terjunnya, Win. Saya baru tahu air terjun itu.

    Reply

  2. Air terjunnya kecil ya Win yang ini, tapi kayaknya tetap asyik dan segar gitu buat berenang, apalagi pas siang-siang panas gitu ya.

    Reply

  3. Air terjunnya sih minimalis. Tapi enak buat nyebur itu 😀

    Reply

  4. air terjun lubuk hitamnya ko hampir mirip air terjun di kulon progo yogya ya win

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.