Hello World!

Kualalumpur, Desember 2018

Meski sering bolak-balik ke Kuala Lumpur, Malaysia tidak menjadikanku hapal mengenai KL. Aku sering “gagok” meski sudah sering jalan sendiri. Biasanya sih ke Kuala Lumpur itu hanya numpang transit saja, yang paling lama pernah 5 hari itupun saat ikut My Selangor Story jadi tinggal duduk manis dan dibawa keliling-keliling Malaysia. Kalaupun jalan sendiri itupun ke Malaka. Aku balik ke Malaysia lagi gegara Kamseupay “katanya temanin Win buat negara pertama kami buat cap passpor” terus kami cus sampai ke Penang. Kembali lagi ke Malaysia bersama bang David karena janji membawanya ke Luar Negeri pertama kali. Jadi bisa dibilang paling lama di Kuala Lumpur itu hanya 2-5 hari saja dan itupun yang dilihat itu-itu saja misalnya  Petronas Tower, Batu Caves, atau mentok-mentok ke Petailing Street atau kalau ngak ke Bukit Bintang . Sehingga pas memutuskan 3 minggu trip ke Kuala Lumpur itu rasanya “kurang kerjaan”. Beberapa teman mengatakan “ngapain lu lama bener di Kuala Lumpur”. Aku sengaja lama karena awalnya dalam hayalan ingin jalan via darat ke negara ASEAN dekat-dekat Malaysia tapi dalam kenyataannya “aku tak seliar atau tak panjang kaki lagi seperti yang dulu, maklum udah tua” 😀

Pengalaman yang lucu ketika ke Kuala lumpur itu aku lupa loh cara mencari bis ke KL Central. Aku lupa kalau bis menuju Kota berada di lantai Dasar dari Bandara. Yang memalukan lagi pas ketemu bisnya aku mau langsung masuk ke dalam bis, eh ternyata harus beli tiket dulu ke loket. Aku kira bisa seperti bis Damri Jakarta bisa bayar di dalam bis. Akhirnya aku ketinggalan bis itu karena balik lagi ke loket buat beli tiket bis. Gara-gara kejadian ini dalam hati aku berniat “aku harus membuat itin lengkap tentang Malaysia”. Aku aja masih nyasar gimana bagi orang yang pertama kali ke Malaysia.

Untuk menuju ke Pusat Kota Kuala Lumpur dari KLIA 2 ada dengan 3 cara yaitu:

  1. Dengan taxi. Yang ini aku tidak pernah lakukan karena mahal buatku. Tapi kalau tidak mau pakai taxi bisa pake Grab loh dan lumayan kalau perginya ramai-ramai dengan teman jadi bisa sharing cost. Biaya dengan Grab Car yang memuat 3-4 orang itu seharga 75 RM sudah termasuk tol. Kalau sendirian, aku merekomendasikan dengan bis atau kereta express biar lebih hemat.
  2. Dengan Kereta Express. KLIA Express juga aku tidak pernah gunakan karena haragnya mahal bagiku yaitu RM55 atau sekitar Rp200.000. Kelebihan dari KLIA Express hanya 30 menit ke KL Sentral. Jadi bagi yang takut ketinggalan pesawat maka ini bisa jadi pilihan.

Lokasi KLIA Express di KLIA 2 (Sumber KLIA2)

3. Dengan bis. Bepergian ke Pusat Kota Kuala Lumpur dari Bandara KLIA2 yang paling sering aku lakukan dengan bis karena harganya murah yaitu 12,5 RM. Lama perjalanan sekitar 45 menit-2 jam tergantung macet atau tidak. Dari Bandara akan langsung ke KL Sentral dan beberapa perusahaan yang melayani rute Bandara-KL Sentral ada Aerobus dan Skybus. Skybus ini milik Airasia dan bisa beli melalui online dan harganya jauh lebih murah online sekitar 8RM-11 RM. Tapi aku selalu beli on the spot, artinya keluar dari Imigrasi langsung ke pool Bis dan beli di loket. Jangan sampai lupa untuk membeli tiket bis di lantai 1 Bandara KLIA2 jangan seperti aku ya “kelupaan”.

Masjid Negara Malaysia

Bandara Kuala Lumpur

Untuk Bandara Kuala Lumpur ada 2 yaitu KLIA 1 dan KLIA 2. Bedanya kalau KLIA 2 maskapainya Airasia maka KLIA 1 untuk maskapai Malaysia dan Maskapai Internasional lainnya, cuma beda terminal aja. KLIA 1 dan KLIA 2 keduanya masih dalam satu area jaraknya hanya 2 km saja, atau sekitar 4-10 menit dengan tranportasi. Cara ke KLIA 1 ke KLIA 2 dengan 2 cara yaitu dengan free shuttle atau dengan tranfer dengan kereta.

KLIA ke KLIA 2

Untuk KLIA 2 lokasinya di Baya A10 level 1.

KLIA ke KLIA 2

Untuk KLIA ke Klia 2 tunggunya di Door 4, Level

  1. KLIA 1. Aku tahu ada KLIA1 karena trip ke Qatar tahun 2017 lalu karena aku datang dari Jakarta di KLIA 2 sementara pesawatku dari KLIA 1. Akhirnya aku bingung sendiri bagaimana caranya ke KLIA 1 dari KLIA 2 Malaysia.  Waktu itu transfer dengan KLIA ransit seharga 2 RM.
  2. KLIA 2. Aku paling sering menggunakan AA jadi ke KLIA 2 itu sudah langganan dan ke Kota juga via KLIA 2.

KL Sentral

Apa itu KL Sentral? Kenapa kalau dari Bandara KLIA 2 harus ke KL Sentral.

Jadi KL Sentral itu pusatnya transit untuk semua moda transportasi Kuala Lumpur seperti bis, LRT, Monorol dan Commuter Line bahkan GO KL juga ada di KL Sentral. Keluar dari KL Sentral jalan sedikit terdapat Little India dan pusatnya penginapan atau mau jalan kaki keliling Kota.

Peta Transportasi Malaysia (Sumber:: KL Central)

Cara Keliling Gratis Kuala Lumpur dengan GO KL

Aku baru tahu kalau keliling Malaysia itu bisa gratis saat kesekian kali ke Malaysia. Disini aku merasa gagal jadi backpacker. Pas trip ini aku pertama menggunakan LRT lalu Monorel dan ternyata Monorel itu mahal cin. Sekali jalan bisa 4 RM sedangkan LRT bisa 2 RM tergantung jarak eh pas naik GO KL murah, kan disitu aku merasa rugi. Emang aku kemana aja selama ini karena baru tahu tentang bis gratis ini!!

GO KL Maps (Sumber: Iwp)

Go KL ini melewati tempat wisata Kuala Lumpur yang utama seperti: KLCC (PETRONAS Twin Towers, Pavilion, Masjid Negara (National Mosque), Masjid Jamek, Pasar Seni atau Central Market dan Dataran Merdeka dengan 4 lines yaitu Green, purple, blue dan red. Jadwal operasi GO KL yaitu dari Senin ke kamis am 6 sampai jam 11 malam dan Jumat-Sabtu jam 6 pagi sampai jam 1 pagi dan Minggu jam 7 sampai jam 11 malam.

Rutenya beda-beda yaitu untuk:

Blue Line : Medan Mara – Bukit Bintang

Red Line : KL Sentral – Jalan Tuanku Abdul Rahman

Green Line : KLCC – Bukit Bintang

Purple Line : Pasar Seni – Bukit Bintang

Selama di Malaysia aku tinggal di Titiwangsa jadi yang sering aku gunakan adalah line Merah dan Biru.

Penginapan selama di Kuala Lumpur

Penginapan di Kuala Lumpur ada banyak dari mulai harga terendah. Areanya tergantung mau tinggal dimana apalah di deerah China Town, Little India, atau disekitar Pudu. Itu terserah atau bahkan bisa daerah seperti Titiwangsa dengan rate 60 RM/malam. Aku selama 3 minggu nginapnya gratis di Titi Wangsa karena numpang hehehe 😀

Jadi sebelum ke Kualalumpur, sebaiknya membooking penginapan, kalau ada teman atau saudara akan lebih baik sehingga menghemat biaya.

Kuala Lumpur

Berapa Uang yang dibawa ke Kuala Lumpur?

Banyak yang bertanya berapa biaya yang dibawa kalau backpackeran ke Malaysia? Itu tergantung berapa lama di Malaysia. Aku sendiri waktu trip 3 minggu membawa uang 900rb dan menukar di Bandara sekitar 225 RM kemudian menukar 50 Euro dan cukup selama disana karena aku nginapnya gak bayar. Hasil pengalamanku rugi banget menukar uang Rupiah di KLIA 2, mending ambil dari ATM saja.

Berapa Biaya makan di Kuala Lumpur?

Untuk makan di Kuala Lumpur tergantung dimana. AKu pernah makan 3 RM sekali makan dengan lauk nasi dan daging tapi kalau makan di restoran bisa 20-30 RM. Biaya standar sekali makan di Kuala Lumpur itu 5-8 RM. Makanan yang sering aku makan di Kuala Lumpur itu berupa makanan India karena aku suka.

Kuliner Malaysia: Apam Balik

Hal yang dilakukan di Kuala Lumpur/interesting place to visit

Yang sering dikunjungi wisatawan itu berupa:

  1. Twin Tower (karena landmarknya) dan dekat di dalam Mall. Meski sering ke KL aku selalu singgah di Twin Tower
  2. Petailing Street, nah ini buat nyari oleh-oleh. Daerah ini agak turistik dan mirip seperti Pasar Baru Jakarta
  3. Litte India. Aku paling suka ke Little India meski harga makanan disini agak mahal dibandingkan di tempat biasa di Kuala Lumpur.
  4. Batu Caves berada di Gombak dengan Commuter Line. Aku kesini juga lumayan sering bedanya dulu tangganya belum warna-warni sekarang sudah diwarnai.
  5. Dataran Merdeka. Ini yang lucu, dari sekian kali ke Malaysia aku tidak pernah ke Dataran Merdeka. Bahkan aku tidak tahu dimana itu lokasi icon “I LOVE MALAYSIA” erh ternyata di Dataran Meredeka ini. Tepatnya di Kuala Lumpur City Galleri. Yang lucu saat wisawatan antri hanya demi photo icon itu. Aku sih tidak ikut-ikutan karena masa kenarsisan sudah lewat dan berkurang. Jadi daripada antri demi photo I love-Lovean, mending motoin orang yang antri.
  6. Pasar Seni atau Central Market. Aku pernah lewat tapi untuk singgah baru di trip ini itupun karena Eka nitip Milo cube di pasar ini. Pasar Seni ini cukup menarik untuk dikunjungi karena tempat oleh-oleh seperti gantungan kunci, pakaian bahkan kuliner juga ada.

Tempat Menarik di Kuala Lumpur, Malaysia

Tinggal selama 3 minggu kurang (karena pergi ke beberapa negara ASEAN) membuatku mengenal Kuala Lumpur. Ada 2 tempat yang gagal aku kunjungin karena biayanya yang mahal padahal tempat wisata yang cukup populer cuma bagi wisatawan Indonesia sepertinya kurang populer yaitu:

1.  Kuala Lumpur Butterfly Park. Jujur saja kau tidak tahu kalau ada taman kupu-kupu di Kuala Lumpur. Aku tahu ini dari Thimo. Kami sempat mencari cara bagaimana ke Butterfly Park ini. Kuala Lumpur Butterfly Park dekat dengan Masjid Negara Malaysia dan kami jalan kaki. Pas udah jauh jalan kaki eh nyampe disana gak jadi masuk karena harganya 24 RM untuk turis asing. Asli mahal kali sehingga kami gak jadi masuk.

2. Taman burung Kuala Lumpur. Sama seperti Kuala Lumpur Butterfly Park, aku dan Thimo juga tidak ke Taman burung ini karena biaya masuknya kalau gak salah sekitar 63 RM, dan cukup ovreprice buat kami. Akhirnya kami meski udah jauh-jauh kesana kami tidak kecewa. Pantas aja tidak terlalu terkenal untuk wisatawan Indonesia karena dari harganya itu apalagi di Indonesia juga banyak burung dan kupu-kupu. Jadi gak heran banyakan turis Indonesia itu paling sering kalau ke Kuala lumpur itu ke Twin Tower.

Biaya Tiket Pesawat ke Kuala Lumpur

Untuk biaya itu tergantung dari mana. Dulu waktu di Jakarta aku dan teman Kamseupay daopat tiket promo PP 650 Ribu doang tahun 2015. Yang trip ini aku dari Padang dengan tiket 900rb pp yang harganya standar menurutku. Malahan tiket Jakarta-Padang lebih mahal daripada tiket Jakarta-Kuala Lumpur. Disini aku sedih!

Nah bagi pemula bisa membawa uang 2 -3 jutaan untuk 2 hari termasuk tiket pesawat. Misal nih ya tiket mu 1 jt pp, terus biaya penginapan 300rb semalam terus dari Bandara ke KL Sentral pp 25 RM dengan bis, terus makan sekali makan 5 RM jadi sehari 15 RM, jadi bawa uang 1 juta cukup lah kalau hanya sekedar keliling Kota Kuala Lumpur dan melihat tempat utama saja. Tapi jangan hedon ya karena klaua hedon mah gak cukup 😀

Rincian Biaya Pengeluaranku selama di Kuala Lumpur 

Tiket pp Padang-Jakarta Rp900.000

Menukar uang Rp900.000 = 255 RM di Bandara KLIA 2

Bis dari KLIA2 ke KL Sentral 12. 5 RM

Bis dari KL Sentral ke KLIA 2 12.5 RM

Sarapan Nasi Lemak 11.5 RM/2 orang (nasi lemak dan teh tarik)

Damai Steten ke Gombak Steten dengan LRT 3 ,1 RM

Beli susu 7,7 RM

Trip Kodian 106,3 RM/ 2 hari

Makan Cane di Kedah 3.1 RM

Salah beli tilket LRT 2.5 RM kemudian beli Monorel dari KL Sentral ke Titiwangsa 4.1 RM.

Beli telur dan roti 6,76 RM

Makan nasi sayur+rendang 2 RM

Ke pasar malam dan makan laksa 10 RM/ 2 orang dan lemon tea 3 Rm

Ke Masjid Jamek dengan LRT dari titi wangsa 2.8 RM/ 2 orang

Makan nasi Kandar 23.3 RM/2 orang

Keliling LRT dari KLCC ke Putra 4,2 RM/ 2 orang dua kali transit

Ke Pasar Seni beli Milo Cube 75 RM dan minum lassi 5RM, air tahu 1,7 RM

Beli gorengan 3 RM

Naik Kommuter ke Batu Caves pp 10 RM/ 2 orang

Beli buah 4 RM

Beli makan 20 RM

Belanja di Chow Kit 14 RM

Beli Gantungan Kunci Malaysia 7 RM

Makan mie tarik 20 RM/ 2 orang

Nah dari rincian di atas kebanyakan uangku habis di makanan dan itupun mentraktir Thimo. Tapi Thimo juga sering mentraktir aku juga sih 🙂

Kuala Lumpur

Oh ya bagi yang tidak membeli bagasi perjalanan, bisa menggikuti trik 7 Produk yang dibawa Hijab traveller saat backpackeran,

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

14 Comments

  1. Naik Go KL boleh juga dicoba nih, tapi gak kebayang aku mau ngapain aja bisa 3 minggu di KL ky km Win, bisa jadi aku bosan.. kangen kerja 😂

    Reply

    1. bisa keliling tiap hari ke Central Market hahaha

      Reply

  2. Kalo suka trekking atau trail running, di sekitaran Kuala Lumpur sebenarnya terdapat beberapa bukit yang menarik untuk dieksplorasi. Di antaranya ada Bukit Gasing di Petaling Jaya dan Bukit Wawasan di Puchong. Bukitnya walaupun berada di perkotaan, hutannya masih sangat terjaga lho. 🙂

    Reply

    1. Aku kemaren ke Kokdiang di Kedah kak lumayan banget

      Reply

  3. kemarin habis dari KL juga winny, tapi ngantar tamu sih..wah kalau backpackeran asik juga ternyata…
    terus boboknya dimana nih?

    Reply

  4. win tahun 2019 ini ad rencana bacpakeran ke Malaysia lagi ga , ajarin ilmu bacpakeran lo ? tahun ini rencana ada planing ke Malaysia dan singapur ni aku pngenya

    Reply

    1. kemaren baru dari sana kak. dirimu mau diajarin gimana kak

      Reply

      1. wah , tahun ini ad trip ke singapore bulan apa ?

      2. aku gk ada rencana trip kak

  5. Buseeeet 3 Minggu di KL. klo aku langsung melepir ke Penang , malaka sekalian atau koleksi stempel ke hat yai. hehehe Untunglah punya saudara yang bisa ditumpangin di KL. Infonya lengkap banget. sippp

    Reply

  6. hallo mbk winny salam kenal dengan etik….,saya besuk mau coba pertama kali backpakeran dengan keluarga……thanks banget ini blognya sangat bermanfaat dan sangat membantu….

    Reply

    1. sama-sama mab salam kenaal ya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.