Because of your smile, you make life more beautiful by Unknown

Kepalo Banda

Hello World!

Payakumbuh, 14 Juli 2018

“Sudah pernah ke Kepalo Banda belum?”, 
tanya Pak Rafris kepadaku

“Apa itu Pak?”, tanyaku dengan penasaran

Lalu Pak Asep yang disamping Pak Rafris menunjukkan sebuah gambar berupa sungai dengan latar belakang pegunungan. Aku ingat kalau tempat yang ditunjukkan sama persis dengan gambar yang pernah ditunjukkan oleh mahasiswa dari Formasu. Hanya saja aku tidak ingat nama tempatnya, bahkan  ketika aku minta ditemanin ke Kepalo Banda kepada Pak Asep, tetap saja aku tidak ingat nama tempatnya. Yang ada dibenakku adalah “air-air” :D. Aku baru ingat nama Kepalo Banda setelah mengunjunginya.

Kepalo Banda

“Pak Asep, temanin ke air-air itu dong”, 
kataku kepada Pak Asep

“Boleh, mau kapan?”, tanyanya

“Sabtu saja Pak”, jawabku dengan cepat”

Aku traveling ke Kepalo Banda dengan Pak Asep, aku minta tolong kepada beliau untuk dibawa kesana. Sebagai anak baru di Payakumbuh, Sumatera Barat, aku belum tahu banyak tentang wisata Payakumbuh sekaligus Lima Puluh Kota. Untuk Kepalo Banda bukan berada di Payakumbuh namun berada di Nagari atau Desa Taram, Kabupaten Kota Lima Puluh, Sumatera Barat.

Kepalo Banda

Kepalo Banda berasal dari bahasa Minang “Kepalo=kepala” dan “Banda=sungai”. Jadi bisa dikatakan sebagai kepala sungai. Tapi entah kenapa namanya Kepalo Banda. Malahan sebenarnya Kapalo Banda Taram merupakan danau irigasi berfungsi untuk mengairi perkebunan di sekitarnya.

Jarak dari Payakumbuh ke Kepalo Banda di Taram tidaklah jauh, letaknya sekitar 11,5 kilometer dari pusat Kota Payakumbuh. Kami berangkat jam 13:30 dan sampai di tujuan sekitar jam 14:00. Harga tiket masuk kedalam Kepalo Banda itu Rp3.000/orang. Hal menarik yang bisa dilakukan di Kepalo Banda yaitu bermain perahu yang terbuat dari bambu/ getek dengan harga sewa Rp15.000/30 menit.

Kepalo Banda

Sewaktu pertama melihat Kepalo Banda, yang tertanam dibenakku adalah “rancak bana” artinya cantik sekali. Kepalo Banda seperti berada di Luar Negeri, karena sungainya bersih, saking bersihnya pengen langsung diminum airnya. Bebatuan terlihat jelas di dasar sungai, kemudian pegunungan disekitarnya itu membuatku takjub. Pegunungannya hijau, mirip di Vietnam. Bahkan ada mirip sedikit dengan Ramang-Ramang di Makassar.

Menariknya lagi adalah kegiatan pengunjung mendayung perahu rakit/getek yang terbuat dari bambu. Jujur, seumur hidup baru pertama kali aku bermain air dengan rakit diatas sungai. Kalau Getek di Bahasa Minang disebut “rakik”.  Untunglah aku mengunjungi Kepalo Banda karena malam sebelumnya Kak Aan mengajak untuk mengunjungi Pasa Harau, tapi aku katakan “ingin main air-air” hehe 🙂

Kepalo Banda

Alhasil beneran aku jadinya main air-air di Kepalo Banda, Taram, Sumatera Barat. Menurutku Kepalo Banda merupakan wisata menarik  di sekitar Payakumbuh, Sumatera Barat. Jarang aku mendapatkan perahu rakit/getek diatas sungai dijadikan tempat wisata, entah kenapa aku merasa senang. Kalau di Inle aku bermain perahu biasa, namun di Kepalo Banda jauh lebih seru dengan “Getek”.

Tradisonal yang sungguh menakjubkan!

Walau perahu dari bambu/getek, tapi jangan khawatir, perahu aman untuk menelusuri sungai. Hanya saja jumlah penumpang dalam satu perahu kalau bisa maksimal 4 orang didalamnya. Kepalo Banda tidaklah terlalu dalam, bahkan beberapa pengunjung langsung menyebur ke dalam Sungai.

Kebanyakan pengunjung yang datang berupa remaja bahkan beberapa anak sekolah yang bermain perahu dari rakit alias getek. Rute menelusuri Kepalo Banda pun ada batasnya, hanya boleh menelusuri maksimal sekitar 1-5 km saja.

Kepalo Banda

Aku dan Pak Asep menyeberang ke tempat penyewaan perahu. Kami melepas sepatu dan menyeberang. Setelah membayar perahu, sang pemiliki akan menunjuk perahu mana yang bisa dipakai. Setelah mendapatkan Getek, kami berdua lalu mengitari sungai. Hal tersulit bagiku ketika mendayung getek alias perahu bambu, aku tidak bisa mendayungnya. Tidak seperti perahu biasa bisa didayung dengan sampan, perahu getek didayung dengan sebatang bambu. Karena aku tidak bisa mendayungnya, maka Pak Aseplah yang mendayung. Untung si Bapak sudah terbiasa mendayung perahu getek.

Pak Asep di Kepalo Banda

Kepalo Banda juga amat antimainstream, biasanya kita mendayung dari hulu ke hilir, ini sebaliknya dari hilir ke hulu. Hal ini bisa terjadi karena aliran air yang tenang dan memang karena cuaca mendukung di Musim Panas sehingga debit airnya tidak terlalu banyak.

Selain bermain dengan getek, di Kepalo Banda juga terdapat area selfie berupa bentuk hati di tengah sungai, sehingga pengunjung bisa berphoto dengan latar belakang sungai dan gunung dalam bentuk hati. Namun aku tentu saja tidak berphoto dengan baja yang dibentuk hati lalu dikasih bunga itu, maklum tidak sesuai umur. Aku lebih tertarik dengan perahu bambu.

Setelah puas mengitari Kepalo Banda, kami lalu makan di sekitar warung. Yang kami makan adalah cemilan khas Minang yaitu kerupuk dengan kuah sate lalu dikasih mie. Harganya cuma Rp5000 saja dan rasanya enak.

Kepalo Banda

Pengalaman mendayung perahu di Kepalo Banda dari bambu dengan tongkat bambu ternyata begitu sulit namun begitu berkesan bagiku. Menambah pengalaman baru untukku. Aku bahkan mengangumi keindahan alam Sumatera Barat.

Tak usah jauh-jauh mencari keindahan karena sebenarnya disekitar kita kalau kita sedikit mencari juga banyak terdapat keindahan terlebih keindahan alam Indonesia. Aku masih tidak menyangka ternyata di dekat Payakumbuh, ada wisata Kepalo Banda, wisata  alami dengan Sungai nan jernih.

Kepalo Banda

Tips traveling ke Kepalo Banda

  1. Bawa pakaian ganti karena wisatanya bermain air.
  2. Disekitar Kepalo Banda terdapat banyak warung sehingga tidak perlu khawatir untuk makanan.
  3. Harus mencoba bermain dengan getek karena seru.
  4. Bawa sunblock karena jika suhu udara sangat panas jika mengunjugi di siang hari pada Musim Panas.
  5. Alternatif lain selain menyewa getek bisa juga menyewa ban untuk berenang.
  6. Bisa dijadikan untuk piknik keluarga.
  7. Area parker di Kepalo Banda cukup memadai mulai dari mobil dan sepeda motor.

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

6 Comments

  1. Kereenn Win, airnya jernih kali ya… apalagi hijaunya gunung cantik sekali.

    Reply

  2. Wahh semoga airnya tetap terjaga jernih.
    Gimana sensasinya naik getek? Kalau airnya tenang gitu nggak deg-degan ya, Kak?

    Reply

    1. Seru banget seperti anak kecil kegirangan 😀

      Reply

  3. keren air sungainya jernih begini .. mantaf deh .. kalau ke payakumbuh nyoba kesini, mumpung ada saudara disana

    Reply

    1. iya kak kalau kesini kabarin ya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.