Hello World!

Ho Chi Mihn, 22 Maret 2018

Rencana trip ke Vietnam dengan Ana merupakan rencana perjalanan untuk merayakan ulang tahun kami. Maklum kami berdua Ulang tahunnya berdekatan. Kami membeli tiket perjalanan dari Jakarta sejak 2 bulan sebelumnya. Harga tiket yang kami beli tidaklah terlalu diskon sekali namun karena sudah ingin jalan-jalan kami beli juga.

Perjalanan trip Vietnam kami dimulai dari Jakarta jam 5 pagi. Kami naik Gocar dari kosan di Kuningan. Rencananya kami hendak berangkat jam 1 pagi tapi karena kegalauanku dalam membawa laptop atau tidak membuat kami berangkat dekat dengan waktu kepergian. Kami berangkat baru jam 3 pagi artinya kami punya waktu sebentar untuk Imigrasi, untungnya sih tidak terlambat.

Karena trip ke Vietnam merupakan perjalanan perdanaku memakai Hijab alhasil aku bingung sendiri membawa baju apa. Jadi heboh sendiri, alhasil aku membawa kebanyakan baju yang membuatku terlihat bodoh nantinya. Pemilihan bajupun dipilihin Fiska, teman kosku yang baik hati 🙂

Sesampai di Bandara Soekarno Hatta, aku dan Ana langsung masuk serta melakukan proses Imigrasi. Waktu kami mepet banget pas di Bandara, Ana sempat cemas kalau kami ketinggalan pesawat gara-gara aku galau untuk packing. Yaelah packing aja bisa membuatku galau. Gimana memutuskan pasangan coba? Hehe 🙂

Jam 5 tepat pesawat kami ontime menuju Kuala Lumpur International Airport 2 ( KLIA 2). Ana berangkat jam 1 siang sementara aku berangkat ke Ho Chi Minh City (SGN) jam 14:35 dari Kuala Lumpur. Dari jadwal harusnya aku sampai di Tan Son Nhat International Airport (T2) jam 3:40 sore.

Di KLIA2

Aku dan Ana tiba di KLIA 2 Malaysia sekitar jam 8 pagi. Dengan perasaan lapar kami mencoba mencari tempat makan murah di  Kuala Lumpur International Airport (KLIA 2). Permasalahan kami adalah uang kami seadanya. Padahal Ana sudah menyiapkan uang dalam Dong, sementara Ringgit hanya terbatas. Sementara aku memiliki Ringgit hanya 7 RM saja.

Kami naik ke lantai 2 setelah istirahat sebentar. Di lantai 2 kami memutari restaurant yang ada di KLIA 2. Hasilnya rata-rata harga makanan di KLIA 2 itu 8 RM keatas. Yang lucu saat adegan bolak-balik ini, nampak banget kerenya hahaha. Mau makan aja itung-itung, lihat-lihat terus bandingin. Keinginan banyak tapi tak sanggup hiks…

Karena gak kuat akhirnya aku menukar uang 10 dollar Singapura menjadi 27 RM demi makan pagi di Bandara. Hasil bolak-balik lihat restaurat membuahkan hasil, Ana makan Nasi Bebek sekitar harga 18 RM kalau gak salah, sementara aku makan Laksa seharga 17.9 RM. Untuk porsi makanan Ana cukup banyak, aku yang ngabisin. Sementara Laksa yang aku makan biasa saja. Memang ya rumput tetangga selalu lebih hijau 😀

Setelah puas makan aku dan Ana kemudian berpisah karena Ana hendak berangkat duluan ke Vietnam, sementara aku masih asik menunggu jadwal keberangkatan.

Oh ya perjalan ke Vietnam ini dengan Kak Rika dan dia menyusul kami dari Singapura. Kami bertiga memiliki jam kedatangan yang berbeda ke Ho Chi Mihn, Vietnam. Ana yang duluan tiba, kemudian aku lalu menyusul Kak Rika.

Selama menunggu keberangkatan ke Saigon, aku malah bekerja di Bandara. Iya meski cuti aku harus melakukan kerjaan, untungnya aku membawa laptop. Ini pertama kali aku bekerja dalam perjalanan. Aku sampai mengagumi diriku sendiri yang bekerja segitu hebohnya karena merasa tanggung jawab padahal dulu waktu kerja di Semen 1 bulan libur gak aku pikirin tuh kerjaan. Tapi beda perusahaan, beda beban kerjanya. Alhasil mau gak mau, aku kerjakan juga. Karena aku memiliki kesibukan selama menunggu pesawat terbang “yaitu kerja”,  jadinya meski jadwal keberangkatan terlambat 1 jam jadi tidak masalah.

Malahan aku khawatir dengan Ana, bagaimana kalau dia nyasar dan tidak menemukan penginapan. Penginapan kami di Ho Chi Mihn memang sudah dipesan Kak Rika, disitulah kami berkumpul. Walau awalnya kak Rika memberi pesan padaku untuk menunggunya di Bandara Tan Son Nhat.

Sepanjang menunggu di KLIA 2, aku juga mencari cara ke penginapan yang berada di Phạm Ngũ Lão Street.

Jalan di malam hari di Phạm Ngũ Lão Street, Saigon

Aku sampai di Tan Son Nhat International Airport jam 6 sore, Ho Chi Minh, Vietnam. Bandara Tan Son Nhat International Airport, Vietnam sangat kecil sehingga mudah untuk dikelilingi. Aku sempat menunggu Kak Rika di Bandara kayak anak kehilangan induk sekitar 30 menit. Karena aku tidak memiliki Wifi dan Bandara Ho Chi Mihn memiliki wifi yang tidak bisa diakses, akhirnya aku memutuskan menuju ke penginapan di Phạm Ngũ Lão Street, Ho Chi Mihn, tempat bertemunya para backpacker mancanegara.

Keluar dari Bandara aku mencari bis berwarna hijau No 152 dengan rute melewati Area Ben Thanh Market Distrik 1 Ho Chi Mihn. Yang lucu saat naik mobil harga bagasi juga dihitung. Jadi harga karcis 5000 Dong untuk penumpang + 5000 Dong untuk tas/bagasi. Aku membayar 10.000 Dong kepada petugas sambil mengatakan aku akan berhenti di Phạm Ngũ Lão Street. Tentu saja petugas tidak mengerti Bahasa Inggris, akhirnya ada dua bule di dalam mobil aku ajak bicara, mereka hendak ke Area Ben Thanh Market. Nah rute mobil ke Distrik 1 Ho Chi Mihn kebetulan melewati tempatku menginap. Aku juga sempat menunjukkan peta dari Maps me kepada petugas karena tulisannya kan Bahasa Vietnam. Untungnya ada satu penunmpang yang bisa Bahasa Inggris yang menuntunku untuk turun di Phạm Ngũ Lão Street.

Lama perjalanan dari Tan Son Nhat International Airport ke Phạm Ngũ Lão Street sekitar 1 jam, dengan beberapa titik macet. Aku sempat menghawatirkan gimana nasib Ana-un hehehe 🙂

“Itu anak selamat kagak ya?”, begitu cemasku. Padahal aku yang mencemaskan anak orang juga belum tahu dimana lokasi penginapan. Aku turun di Phạm Ngũ Lão Street bersama dua bule tapi aku pamit kepada mereka karena aku mengikuti peta di HP menuju ke penginapan.

Sesampai di penginapan, aku sangat bersyukur karena aku melihat Ana dan diapun selamat sampai tujuan. Kemudian sekitar 30 menit Kak Rika pun datang. Senang karena kami bertiga berjumpa dan memulai trip Vietnam kami.

Makan malam kami di Ho Chi Mihn

Setelah kami bertiga berkumpul, kamipun siap-siap untuk menjelajah Ho Chi Mihn pada malam hari. Harga penginapan kami semalam 136.000 Dong/orang dengan kondisi kamar kondusif lengkap dengan AC.

Sekitar jam 8 malam baru kami bertiga keluar untuk mencari makan. Yang lucu kami bertiga jauh-juah ke Vietnam malah makan di restaurant India bernama Taj Mahal. Habis susah mencari makanan halal di Vietnam, kalaupun ada tak jauh dari Restauran India atau Malaysia.

Kami memesan ayam dibagi tiga kemudian aku memesan Lassi. Untuk harga makan malam kami di restaurant Taj Mahal 115.000 Dong. Agak lama kami menunggu hingga makanan kami dihidang sekitar 1 jam, untung rasanya enak dan ibunya ramah jadi dimaafkan. Aku juga sempat membeli kacang sebesar 20.000 Dong. Jujur saja dengan harga yang agak-agak aku tidak terlalu kenyang.

Setelah selesai makan kami bertiga berjalan keliling Phạm Ngũ Lão Street. Phạm Ngũ Lão Street, Ho Chi Mihn mirip dengan Kao Sand Road di Thailand, area backpacker dan area malam. Banyak club disepanjang jalan Phạm Ngũ Lão Street. Karena aku dan Ana berjilbab maka semua mata tertuju pada kami. Yaiyalah pasti menurut mereka “ngapain mereka kesini?”. Bahkan ada yang menatap dengan penuh sinis lalu aku balas sinis juga, maklum gadis Batak, Siregar pula “anda jual aku beli” hahaha 😀

Ana juga sempat berkomentar, "Kak kok kayak Neraka?".

Asli membuatku ngakak 🙂

Kami juga sempat punya rencana ingin pijit, tapi tak jadi karena tak cocok di harga. Alhasil kami keliling sekitar jalan Phạm Ngũ Lão Street saja. Kami sempat nyasar sedikit tapi berhasil kembali ke tempat semula. Karena tidak jadi pijit di Phạm Ngũ Lão Street, Ana kembali ke penginapan sementara aku menemanin Kak Rika untuk makan mie khas Vietnam. Kemudian kamipun kembali ke penginapan, beristirahat karena perjalanan Vietnam kami baru saja dimulai.

Di Vietnam bareng Kak Rika

Rincian Pengeluaran di Ho Chi Mihn Hari 1

02:00-03:00 Perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta dengan Go Car Rp135.000/ 2 orang

03:00-04:00 Check in Bandara, melewati Imigrasi

05:00-08:00 Naik pesawat menuju ke Malaysia

08:00-15:00 Transit di Kuala Lumpur International Airport 2 bersama Ana. Aku makan Laksa 17.9 RM dan Ana makan Nasi Bebek.

16:00-18:00 Perjalanan dengan pesawat dari Kuala Lumpur International Airport ke Tan Son Nhat International Airport

18:00-19:00 Menuju ke Hostel di area Phạm Ngũ Lão Street, Ho Chi Mihn, Vietnam. Naik bis hijau No 152 ke Area Ben Thanh Market Distrik 1 Ho Chi Mihn dengan tiket bis 5000 Dong untuk penumpang + 5000 Dong untuk tas/bagasi.

19:00-20:00 Mencari penginapan dan bertemu Ana, penginapan semalam 136.000 Dong

20:00-23:000 Keliling area Phạm Ngũ Lão Street dengan Kak Rika dan Ana. Makan malam di restaurant Taj Mahal 115.000 Dong, dan kacang 20.000 Dong

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

7 Comments

  1. Mantab win, ada lucunya….prepare berangkat nya tuh jam 2 pagi ya…

    Reply

    1. iya betul banget milih-milihnya yang lama

      Reply

  2. Astaga wajah wajah kurang tidur ya Kak Win. Hahaha~

    Reply

  3. Ketemu aung san sukyi nggak kak?

    Reply

  4. Kayak neraka! LOL
    Meskipun aku Jawa, orang sinisin aku udah pastii aku sinisin baliklahh.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.