The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it.”

By Michelangelo

Hello World!

Prague, 8 April 2017

Jika di hari pertama di Praha aku dan hostku bernama Jacub lebih menjelajah Old Town Prague (Praha) maka di hari kedua di Praha (Prague), kami lebih menjelajah New Town Prague (Praha). Padahal niat awalnya sih klise hanya ingin ke stasiun untuk membeli tiket kereta dari Vienna ke Budapest. Tapi karena tujuan stasiun ada di New Town Prague dan aku nginapnya di Old Town Prague alhasil ada kesempatan untuk mengunjungi New Town Praha. Selain itu aku juga ingin mencari penutup untuk lensa kameraku karena satu kendala ketika berada di Eropa yaitu tutup lensa kameraku hilang, alhasil kameraku tidak memiliki penutup lensa. Untungnya Jacub tahu dimana membeli penutup lensa camera di Praha. Bisa dibilang sekali mendayung dua Pulau terlampaui. Beli tiket ke tujuan negara berikutnya ke Eropa ditambah penutup lensa.

Praha

Dari rumah Jacub di area Malovanka, kami berjalan kaki menuju stasiun terdekat. Ada yang menarik dari jalan kaki menuju terminal stasiun, yaitu ternyata di Praha aku melihat beberapa orang yang tinggal di jalanan. Jadi anggapan kalau tuna wisma hanya ada di negara berkembang tidaklah sepenuhnya benar karena di Eropa juga terdapat tuna wisma. Jujur saja aku agak naive karena dulu menganggap kalau di Eropa pasti tajir semua, gak ada pengamen apalagi tuna wisma. Ternyata itu salah, pun Eropa memiliki masalah hal yang sama dengan negara berkembang salah satunya masalah tuna wisma.

Praha

Selain mendapatkan tiket kereta, berkat bantuan Jacub membawa ke New Town Prague sehingga aku dapat mengunjungi 3 tempat wisata menarik di New Town Praha yaitu:

1. Wenceslas Square Prague

Wenceslas Square dalam Bahasa Czech “Václavské náměstí” yang dulunya terkenal dengan sebutan Koňský (Horse Market). Wenceslas Square di Praha (Prague) merupakan lapangan yang sering digunakan untuk acara besar misalnya jika ada demonstrasi, perayaan bahkan sampai dengan gathering dan perayaan lainnya di Praha. Wenceslas Square di Praha (Prague) ini juga merupakan pusat pembelanjaan, club, bar, hotel, apartemen hingga restaurant atau sekedar tempat kumpul dan hang out. Bahkan ada beberapa yang mengajak berjumpa di Wenceslas Square padahal aku juga gak tahu dimana itu Wenceslas Square hingga akhirnya Jacub membawaku itupun karena beli tiket.

New Town Prague

Selama berada di Wenceslas Square di Praha aku mendapatkan beberapa kejutan. Yang paling aku suka ketika ada bazar, dimana dalam bazar menjajakan aneka kulineran di sepanjang jalan. Mirip kios kecil dari kayu kemudian  makanan di depannya, mirip pasar dadakan namun versi elit. Hanya saja aku tidak mencoba makanannya.

Tidak hanya festival makanan yang menggiurkan di Wenceslas Square, kejuatan lainnya yang aku lihat ialah festival musik. Jadi setelah dari festival makanan,  mataku langsung tertuju kepada rombongan orang yang beramai-ramai mengelilingi sesuatu. Ternyata itu adalah pertunjukan musik/festival musik  yang dimana para seniman itu dengan sigap menghibur para pengunjung secara gratis. Penampilan mereka cukup apik baik dari pilihan musik dan alat musik yang dimainkan dan ada satu pemandunya. Penonton pun terpukau sehingga tak heran memberikan tepuk tangan meriah di akhir pertunjukan mereka termasuk aku sendiri ikut bertepuk tangan memberikan penghargaan. Memang acara musik sering diadakan di Wenceslas Square.

Demonstran di Wenceslas Square di Praha (Prague)

Selain pertunjukan di Wenceslas Square di Praha (Prague), aku juga melihat para demonstran. Demonstran ini melakukan aksi dengan diam membisu sambil memegang ayam mati di tangan mereka, baju mereka serba putih. Demonstran terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, mereka mematung diam seribu bahasa dengan formasi yang rapi. Aku sebenarnya tidak tahu apa yang mereka coba sampaikan karena hanya ada tulisan dengan Bahasa mereka di spanduk. Dari gambarnya sih aku pastikan mereka unjuk rasa tentang ayam mati.

Begitulah aku bisa melihat banyak hal di Wenceslas Square, tentu saja sisi lain dari Praha dalam 1 hari.

Wenceslas Square di Praha (Prague)

Tak jauh dari area Wenceslas Square,  kami  berjalan menuju pertokoan alat photograpi untuk mencari penutup  camereku. Waktu itu JAcublah yang berbicara dengan Bahasa Local, aku hanya ikut saja. Sebelumnya memang aku sudah sempat menukar uang ke Kc. Sehingga aku sudah ada uang untuk membeli tiket kereta ke Budapest dan penutup lensa.  Harga penutup lensa di Praha itu 82 Kc, memang tutupnya bukan asli tapi lumayan daripada tidak ada penutup sama sekali. Yang membuatku menahan senyum adalah tutup kamera itu “made in China“. Iya jauh-jauh beli tutup kamera di Praha eh ujung-ujungnya buatan China juga!

Bata di Prague

Oh ya satu lagi yang menarik di Praha dan masih dalam satu kawasan Wenceslas Square di Praha (Prague) yaitu aku sempat melihat toko BATA. Awalnya aku mengira kalau BATA itu produk Indonesia ternyata produk Cheko. Aku sempat sok-sokan mengatakan betapa bangganya aku ada produk Indonesia di Praha. Eh ternyata kata si Jacub Bata itu produk asli Praha. Terakhir aku malah minta photo di depan Toko Bata, kalau ini aku menganggap aku norak cuma mikiran yah Bata Versi Praha not to bad lah!

Keliling Kota Praha di hari kedua benar-benar berbeda dengan hari pertama. Jika hari pertama keliling Old Townya maka hari kedua New Town Prague. Bedanya di New Town nya lebih modern karena pusat perbelanjaannya jadi cocok buat yang suka shopping.

2. The Head of Franz Kafka Statue

Kafka Prague

Ketika mengunjungi salah satu mall di Praha, tepatnya di Guadrio Mall, New Town Praha lagi-lagi aku terkesima dengan karya seni modern. Aku terkesima pada sebuah kepala yang berbentuk mozaik berputar lama-lama membentuk wajah. Aku yang tidak pernah melihat mozaik berpuatar dengan teknologi seperti itu tiba-tiba terhenti dan terpesona dengan karya itu. Mozaik yang aku maksud terdiri dari balok stainless stell berbentuk rubik berputar dinamis kemudian membentuk kepala. Namanya adalah “Kafka”!

Bagi yang tidak tahu Kafka, ialah seorang novelis, cerpenis yang berpengaruh dari abad 20 dan lahir 3 Juli 1883 yang karyanya dapat memberi pengaruh terhadap karya sastra Barat. Karya yang terkenal nya adalah

suka dengan karya sastra dan filsafat, mungkin pernah mendengar sedikit banyak tentang Franz Kafka. Dia adalah seorang penulis yang karya-karyanya mampu memberi pengaruh besar terhadap karya sastra barat.  Die Verwandlung (Metamorfosis) dan novelnya yang belum diselesaikan Das Schloß (Kastil). Uniknya di Praha banyak sekali tersebar tentang Franz Kafka.

“Prague doesn’t let go. Of either of us. This old crone has claws. One has to yield, or else. We would have to set fire to it on two sides, at the Vyšehrad and at the Hradčany; then it would be possible for us to get away.”  -Kafka

Melihat patung itu berputar-putar membuatku berdiri ikut di kerumunan sambil menikmati kemodernan teknologi. Dalam hati ya “patung aja aku lihatin sampe segitunya”. Maklum orang kampung kak, melihat patung berputar-putar aja aku terheran-heran. Cemmanalah tak ada di kampung awak!

3. Dancing House

Dancing House

Tempat wisata menarik di New Town Praha cocok bagi mahasiswa Arsitektur adalah Dancing House yang dalam Bahasa Ceska “Tančící dům” karya Fred and Ginger. Dancing House ini berada di pinggir sungai Vltava berfungsi sebagai museum dan galeri seni. Di atas rooftop Dancing House terdapat cafe. Sayangnya aku hanya numpang lewat doang di depan Dancing House. Padahal keren juga ya smabil makan kopi dari atas sambil memandang indahnya sungai Vltava dengan Charles bridge dan Prague Castle. Tapi maklum, begpecker sih, jadi lihat dari luar saja udah bahagia.

Selain 3 tempat menarik di Praha, aku juga sempat berjalan menikmati pemandangan bangunan dan jalanan Kota Praha. Bagiku Kota yang berdiri sejak abad kesebelas sebagai ibukota Bohemia patutlah diperhitungkan jika berada di Eropa karena begitu banyak kejutan yang didapatkan, tidak hanya dari orangnya namun juga tempatnya.

Praha

Rincian Perjalanan dan Biaya Pengeluaran di Praha hari kedua

08:00-09:00 Jalan kaki Wenceslass Square

09:00-20:00 Menuju ke stasiun kereta, beli tutup camera 82 Kc beli tiket ke Vienna-Budapest 420 Kc (uang tiket kurang dikasih 10 Kc dari Jacub),  Jalan ke Dancing House.

Salam

Winny

 

 

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

21 Comments

  1. Ya Allah si Jacub ini baik banget ya. Bahkan duit tiket yg kurang 10 Kc mau ditambal sama dia.
    Pengamen di Eropa sana kayak di Indonesia yang suka maksa minta duit nggak, Kak Win?
    Eh serius Bata itu produk Ceko? *googling

    Reply

    1. disana pengamennya gak langsung minta uang, tapi ada tempatnya di bawah mereka jadi orang yang lewat kalau maun ngasih tinggal di taruh di tempat yang mereka kasih, beberapa ada yang naruh di tempat gitarnya

      Reply

  2. Winnnnn,lama ga BW trnyata uda banyak banget postnya, ketinggalan jaman banget aku. Aku jg baru tau kalao bata produk dr sana,wahhh

    Reply

    1. gak apa kak, aku juga udah jarang BW ama posting kak

      Reply

  3. Kok nggak masuk Dancing House? Kan aku ikutan penasaran dalemnya gimana.

    Reply

    1. bayar kak makanya gak masuk 😀

      Reply

  4. Old maupun New tetap sama memikatnya ya Win. Salam

    Reply

  5. Keren banget itu kafkanya dan bangunan yang menari. Coba indonesia buat satu kafka presiden atau pahlawan gitu hehehe

    Reply

    1. mantap kak itu, semoga ada di Indonesia ya kak

      Reply

  6. Penasaran ama dalam nya Dancing House.

    Selain dapat tutup lensa jadi bisa berkelana sekitaran new town yach Win.

    Reply

    1. aku kesana kak karena baayar

      Reply

  7. Wah Praha kotanya cantik banget. Pingin bengong seharian di Wenceslas Square Prague, menikmati ragam aktivitas di sana. Sambil minum kopi. 😀

    Reply

    1. iya asik banget kak sambal kopi hangat

      Reply

  8. Wah Praha kotanya cantik banget kak. Pingin di Wenceslas Square Prague cuma bengong sambil minum kopi memerhatikan ragam aktivitas warga dan wisatawan.

    Reply

    1. aku juga mau balik kesana

      Reply

  9. Uwaaahhhh paling duka kalo ada bazar gitu tiap traveling. Aku ama suami pasti lgs puasin nyobain kulinernya :D.

    Dulupun aku kira di negara semaju berlin, g ada tunawisma mba.. Tp di bandaranya aja, bagian ketibaan, aku sempet kaget pas liat ada org lokal, ngorek tong sampah, dan ada botol minum setengah penuh, di minum loh sama dia 😦 . Kasian, saking haus nya kali sampe minum yg bekas

    Kalo toko sepatu bata, awal dulu aku pikir jg punya indo. Trus pas nemu toko itu bnyk di penang, aku bilang ke dosenku, kalo itu toko di indo juga banyak bgt. Ga nyangka di penang ada. Eh lgs diksh tau ama dosenku yg orang portugis, itu asalnya dr ceko, bukan indo hahahahah. Maluuu juga 🙂

    Reply

    1. wah berarti beneran dari ceko, aku juga kaget mba padahal udah pede bilang made indonesia

      Reply

  10. Ga belanja di Bata Win? hihi

    Reply

    1. kagak kak heheh padahal penasaran juga harganya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.