Fortification de Rocroi Kota Berbentuk Pentagon di France


Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning

By Albert Einstein

Hello World!

France, March 2017

Take a look trees everywhere, Winny!

Begitulah kata Thimo kepadaku ketika mengendarai mobilnya ketika kami melakukan perjalanan dari Revin menuju ke Belgia.

Well, somehow i think these threes are amazing, kataku

C'mon if you see this everyday, trust me you will die in boredom, katanya

Pernyataan Thimo ini tentulah masuk akal, bisa saja aku yang orang asing baru melihat sisi Eropa dengan pohon disepanjang jalan kelihatan keren, namun bagi mereka yang terbiasa hidup dengan melihat pohon setiap hari apalagi kalau kebetulan pohonnya mati pasti membosankan.

Aku sempat berpikir bagaimana tinggal di Eropa yang jauh dari Kota dengan sumber daya alam terbatas?

Well, paling tidak di kampungku Padangsidempuan masih ada persawahan, penduduknya masih ramai, tanahnya subur dan lempar tongkat sudah jadi tanaman, namun di Kota kecil ini yang hanya ada kayu tok tentu aku tidak bisa banyangkan.

Pantas saja kalau ada turis dari Perancis dimana itu Revin mereka kelihatan bingung sendiri.

Apakah saking gak terkenalnya Revin ini atau memang tidak ada di peta Perancis?

Ternyata karena pengucapanku yang salah karena aku membacanya REVIN dengan kata datar seperti membaca HURUF R-E-V-I-N sementara aksen Perancis itu jelas-jelas SENGAU seolah pengucapannya REVANG’.

Entah benar pengucapanku, namun yang pasti belajar BAHASA PERANCIS adalah hal tersulit dalam hidupku. Bahkan kata Thimo aksen Perancisku merupakan akses terburuk yang pernah dia dengar. Hahahha 😀

Sisi positivenya, walau bahasa Perancisku merupakan terburuk, toh akhirnya aku merupakan orang beruntung bisa juga sampai ke Revin, salah satu Kota di Perancis yang jarang ada turisnya. Disitu aku merasa senang dengan keantimainstreaman dapat mengunjungi tempat yang orang Perancis belum tentu kunjungi.

Revin
You  know Winny, i will bring you the place 
that really you "heritage" and "old town", kata Thimo dengan semangat

It's on the way to Belgium and its nearby, katanya lagi

Sebagai penumpang yang baik budi, tentu saja aku mengikuti ajakannya. Toh aku juga tidak tahu jalan, ditambah tidak bisa bahasa Perancis. Dibawa jalan dengannya saja sudah membuatku senang, apalagi hratisan terus dia bersedia menampungku yang rencana melakukan perjalanan solo traveling di Eropa sebulan lamanya.

Memang aku cukup beruntung karena si Thimo ini baiknya kebangetan, dan dia merupakan best of the best person that i ever know. Bisa dibilang aku sudah mengenalnya sejak tahun 2010 dan siapa sangka ada juga kesempatan mengunjungi kediamannya di Perancis.

Sepanjang perjalanan, aku “anteng” sekali menikmati perjalanan sambil mengamati bentuk rumah ala Perancis yang aku sukai. Designnya unik, sederhana namun dari bata sehingga kesan sederhana, elegan dan vintage terasa sekali di Perancis. Tidak hanya itu Gereja di Perancis pun kelihatan tua juga dari warna dan bentuknya yang menurutku hampir sama. Pertama kali melihat aku langsung berkata “wow”, sampai si Thimo tertawa sambil ngeledikin “semua wow yah” namun  lama kelaaman di Eropa terakhir malah membuatku merasa “bosan”.

Yah begitulah manusia kesan pertama begitu menggoda kemudian bisa berubah 90 derajat.

Fortification de Rocroi
Winny, this is place that i told you, Fortification de Rocroi, kata Thimo

Kemudian Thimopun mencari tempat parkir untuk mobilnya lalu kami berjalan kaki ke arah bukit.

Kota ini menurutku sangat antik dan tua. Bangunannya serta ada Gereja tua menjualang tinggi bahkan tidak ada cat warna di rumah penduduk, warna rumah asli dari warna bata/batu penyusun rumah. Lantai jalananpun bukan dari tanah sehingga kesan heritage begitu kental di KOTA Fortification de Rocroi.

Lalu  kamipun menaiki sebuah bukit yang tertutupi rumput, melalui jalanan setapak yang bersih. Dari bukit, disinilah aku melihat keunikan dari Fortification de Rocroi, salah satu wisata di Perancis.

Dari sejarah, sekitar pada pertengahan abad ke-16 raja Prancis Henry II memerintahkan agar kota Rocroi diperkuat untuk melawan benteng Charlemont yang sedang dibangun oleh Kaisar Charles. Orang Prancis membangun sebuah benteng yang kokoh dalam bentuk pentagon (lima sisi) di sekitar kota. Kegunaan Banteng ini untuk pertahanan Kota dari musuh.

Pada tahun 1643 Spanyol berusaha menyerang Prancis, mengepung Rocroi dengan kekuatan besar. Sebuah kekuatan yang dipimpin oleh Duc d’Enghien bertemu dengan pasukan Spanyol tepat di sebelah selatan kota, tempat Prancis mengalahkan Spanyol pada Pertempuran Rocroi. Terlepas dari kemenangan Prancis pada tahun 1643, orang Spanyol memang menduduki Rocroi dari tahun 1653 sampai 1659.
Pada tahun 1673, ketika Vauban mengunjungi Rocroi, dia menyesuaikan kembali pertahanan tersebut dan menambahkan beberapa pekerjaan tambahan.

Kota ini berbentuk pentagon biasa, dengan lima benteng.

Ada dua pintu masuk ke kota: Porte de Bourgogne terletak di timur laut antara Bastion du Roi dan Bastion de Petit dan Porte de France terletak di barat daya (menghadap ke arah Prancis) antara Bastion de Nevers dan Bastion de Montmorency.

Fortification de Rocroi

Pas mengunjungi Fortification de Rocroi yang terbayang olehku adalah Banten Lama.

Dalam hatiku “aje Gilee ini mah mirip Kaibon dan Suwosowan yang ada di Banten lama”.

Apalagi pas melihat dindingnya yang terbengkalai serta nuansa Kota Rocroi.

Hijau rumputnya, warna bangunanya yang tua.

Ini apakah pikiran yang salah atau gimana ya, jauh-jauh ke Perancis yang aku bayangkan malah Kota Banten 😉

Bedanya di Fortification de Rocroi kotanya memang berbentuk pentagon alias lima sisi.

Disini aku berandai memiliki drone pasti asik mengambil photo Kota Rocroi dari atas agar terlihat sisi limanya.

Yang pasti dari bukit kelihatan betuk lima sisi dari Rocroi. Tidak hanya itu dari papan informasi mengenai Fortification de Rocroi, maka diketahui umur masing-masing dari sisa bangunan. Mulai dari dinding hingga bentuk seperti terowongan, namun yang pasti benteng ini pernah menjadi pertahanan Kota Rocroi. Dan yang paling tua sekitar tahun 1600an.

Untuk akses ke Kota Rocroi tidak bisa dengan kereta, hanya bisa dengan bis dari kota terdekat seperti Charleville atau Hirson. Dengan jalan darat, kota ini mudah dijangkau dari Charleville, dan akan sesuai dengan kunjungannya ke Givet, Dinant, atau salah satu benteng Pré Carré di daerah tersebut.
Benteng hampir terbuka untuk umum, tanpa biaya, jadi bisa sepuasnya bersantai ria di benteng. Bahkan disekitar daerah Kota Rocroi ada hotel tua lengkap dengan pasar.

Hanya saja, entah kenapa aku merasa Kota ini kesannya agak “mati” saking sepinya. Entah karena kedatangan kami yang pagi hari atau memang orangnya memang sedikit. Yang pasti saat menaiki bukit Kota Rocroi pengunjungnya hanya aku dan Thimo saja. 

Winny, this part is my favorite, tunjuk Thimo kepada bangunan tua dari Rocroi

Dan benar, naik ke tempat itu merupakan sisi terbaik dari Fortification de Rocroi karena bisa melihat langsung Kota Rocroi dari atas dengan susunan rumuah tua dengan Gereja. Dikelilingi pembatas membentuk sisi lima, dengan warna hijau.

Cukup manrik untuk piknik dadakan di Kota Rocroi!

Tak lama-lama kami berada di Kota Rocroi namun meninggalkan kesan tersendiri, paling tidak aku mengunjungi Kota Banten Lama rasa Perancis. Meski terbengkalai namun siapa sangka ada tempat semenarik ini yang tak jauh dari Revin, salah satu yang menjadi daftar kunjunganku selama melakukan backpacker ke Eropa.

Salam

Winny

Iklan

30 tanggapan untuk “Fortification de Rocroi Kota Berbentuk Pentagon di France

  1. Saya suka baca tulisan tentang prancis, dan entah kenapa ada rasa ingin ke sana. Aku biasanya baca di blognya kelanakecil, bahkan teman yang sekarang ada di Caen pun kusuruh nulis setiap sudut kota Caen, sayang dia belum menulisnya 🙂

  2. terowongannya kok unik ya, bukannya di bawah permukaan tanah justru malah di atas. permukaan berumput yang menonjol2 kok bikin keinget rumahnya teletubbies? 😀

  3. Surosowan diselimuti rumput hijau mirip kali ya kek benteng tersebut hehehe. Perancis selalu punya bangunan abad pertengahan yang memukau banget. Gereja bergaya gothik di beberapa negara Eropa pun keren-keren, berasa balik ke masa kerajaan kuno. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s