Indahnya Curug Bajing di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan


If you’re not making mistakes, you’re not experimenting. You’re not trying new approaches. You’re not going anywhere. They key thing is to make sure that you learn from the mistakes.

By Unknown

Hello World!

Pekalongan, 2017

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar Pekalongan?

Pasti Batik bukan?

Memang Pakalongan itu identuk banget dengan Batik. Padahal Pekalongan itu tidak melulu Batik loh! Bahkan Pekalongan memiliki banyak potensi wisata alam yang masih banyak belum di ketahui oleh orang wisatawan. Pekalongan yang masuk ke dalam UNESCO Creative Network memiliki banyak tujuan wisata yang masih alami yang tak boleh untuk dilewati.  Salah satu wisata yang patut dikunjungi di Pekalongan adalah kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan.

Curug Bajing Pekalongan

Pertama kali mengunjungi kawasan  Petungkriyono sempat membuatku tak percaya ada tempat indah dan segar di Pekalongan, karena wisata yang alam Petungkriyono begitu alami, hijau dan memanjakan mata.

Siapa sangka kalau Pekalongan yang identik dengan Batik memiliki keindahan alam yang ciamik!!

Beruntungnya aku bisa menjelajah dan mengunjungi wisata alami Pekalongan bersama Bu DR. Marlinda, S.E., M.Si, teman-teman Blogger termasuk Wira Nurmansyah, Leoni dan artis Instagram Yudha beserta teman media, Kak Kristin dan Kementrian Pariwisata. Bahkan dalam kunjungan ke Pekalongan kami disambut baik oleh Bapak Bupati Pekalonga, H Asip Kholbini, S.H., M.Si dan Dinas Pariwisata Pekalongan.

Kunjungan kami adalah menelusuri daerah kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan.

Terus apa yang menarik dari kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan?

Kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan merupakan kawasan hutan tempat Oa Jawa berada salah satu hewan langka sekaligus dilindungi. Tidak hanya itu kawasan Petungkriyono memiliki banyak sekali air terjun/Curug yang bisa di kunjungi sehingga sangat cocok bagi pecinta Curug atau sekedar bersantai baik sendiri maupun dengan keluarga. Tempatnya juga bersih serta Curugnya masih alami.

Dalam satu kawasan Petungkriyono memiliki beberapa pilihan wisata terdiri dari Curug Bajing, Curug Muncar, Curug Lawe, Curug Sibedug, Curug Telu dan Kedung Pitu, Curug Jepang, kebun strawberry sampai river tubing di Sungai Welo dan masih banyak lagi pilihan wisata menarik di Petung Kriyono.

Sayangnya karena keterbatasan waktu kami hanya bisa mengunjungi Sibedug dan Curug Bajing. Padahal kami ingin juga ke Curug Muncar dan Jurug Lawe namun memang harus diagendakan untuk kembali lagi ke Pekalongan.

Curug Bajing Petungkriyono

Perjalanan kami dimulai dari Semarang menuju ke Petungkriyono. Perjalaan yang cukup memakan waktu, paling tidak kami yang sampai di Bandara jam 7 pagi sampai di Pekalongan baru jam 10 pagi kemudian dilanjutkan perjalanan ke Petungkriyono. Petungkriyono ini merupakan daerah Pegunungan dengan ketinggian antara 600-2100 meter dari atas permukaan laut sehingga tidak heran disebut sebagai Negeri diatas Awan.

Negeri diatas awan karena berada di ketinggian, bahkan kawasan Petungkriyono sebagian wilayahnya merupakan dataran tinggi Pegunungan Serayu Selatan dan disebelah Selatannya merupakan Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tak heran jika dalam perjalanan kami melewati pemandangan hutan yang rupawan.

Hutan Pinus Pekalongan

Dalam perjalanan secara rombongan, ternyata rombongan Bapak dari Dinas Pekalongan beruntung dapat melihat Oa Jawa pas menuju ke Curug Bajing sementara kami tidak melihat si hewan langka ini karena memang kami fokus kepada pemandangan hutan sepanjang jalan. Kami sudah terlalu asik dengan pemandangan sungai, sawah, dan sebagainya dari kaca mobil kami sehingga lihat persawahan, hutan saja sudah membuat kami puas.

Sudah lama aku tidak bermain dengan alam, karena melihat keindahan alam sungguh membuat hati tentram. Aku menyadari memang bermain ke alam dapat mengobati rasa galau dan gundah gelana sehingga bagi orang-orang  khususnya yang mudah stress, lelah di kantor, jemu dengan rutinitas serta bosan akan sesuatu maka dianjurkan untuk sering-sering ke alam. Karena selain obatnya murah juga dapat menambah kecintaan terhadap Indonesia. Belum lagi biayanya cukup murah.

Bagi yang ke Jakarta yang ingin liburan pas Sabtu-minggu bisa tuh ke Pekalongan karena mudah diakses dari Jakarta dijamin pikiran akan fresh karena memang masih banyak potensi wisata Pekalongan yang dapat dijelajah serta tempat kece bagi pecinta foto.

Curug Sibedug

Kenapa aku begitu suka Curug Bajing karena perjalanannya itu menarik. Untuk menuju ke Curug Bajing mobil yang membawa kami harus melewati jalanan kecil dan menanjak yang sisi kanan-kirinya jurang dan jika berpapasan dengan mobil lain maka harus berhenti sebentar sehingga mesti hati-hati dalam berkendara.

Namun pemandangan hutannya sangat memukau loh!

Bahkan berkat pemandangan apik hutan membuat kami agak lupa rasanya di dalam mobil yang melewati jalanan agak rusak ke Petungkriyono. Sepanjang jalan aku, Leoni dan Yudha menikmati pemandangan sekitar kami mulai dari persawahan, hutan pinus sampai Sungai bersih.

Belum sampai ke tujuan wisata Curug Bajing, Kabupaten Pekalongan kami berhenti di Curug Sibedug, di Kayupuring. Keunikan dari Curug Sibedug pada lokasinya, terletak ditepi jalan sehingga terlihat jelas ketika melewati mobil.

Pak berhenti, kata kami kompak kepada Pak Supir

Padahal tujuan kami belum sampai tapi sudah singgah saja di Curug yang bernama Sibedug. Akhirnya karena cantiknya Curug Sibedug, kamipun singgah sebentar di Curug Sibedug lalu melanjutkan perjalanan kami ke Curug Bajing.

Curug Sibedug

Sesampai di Curug Bajing, mobil kami pun parkir. Lama perjalanan kami hampir sejam sehingga sampai di warung dekat Curug Bajing kami langsung makan siang dengan lauk berupa nasi Merah, Ikan bawal, sambal terasi, tumis teri tauco, tempe, kerupuk dan mendoan serta jahe hangat. Di warung ini pula kami disuguhkan Kopi khas pekalongan dengan aksi si abang yang membuat kopi.

Bang Kopi pake susu, begitu celotehku

Dengan cekatan si Babang membuat kopi susu sambil minum di warung yang mirip Gazebo itu, sambil mengisi perut yang sudah lapar demi persiapan ke Curug Bajing yang berada di belakang warung.

Jalan-jalan ke Pekalongan itu refreshing banget!!

Setelah kenyang barulah kami berjalan menuju ke Curug Bajing. Akses ke Curug Bajing tidak begitu sulit dari warung karena jalannya sudah bagus yang susah hanyalah menuju ke Curug Bajingnya. Jaraknya pun tak jauh hanya berkisar 300 meter saja,  trekkingnya hanya 15-25 menit saja sehingga mudah menuju ke Curug Bajing.

Tidak hanya itu Curug Bajing memiliki tempat spot bagi si tukang selfie karena ada Pohon Selfie sampai spot foto berbentuk hati. Namun saya lebih suka spot photo kayu biasa dengan latar belakang air terjun Bajing karena lebih alami. Yang menarik lagi dari Curug Bajing terdapat tempat sampah, hingga toilet dan Musholla serta cukup mudah untuk mandapatkan makanan dan kawasannya masih bersih.

Curug Bajing sendiri cukup tinggi karena awalnya aku mengira kecil ternyata  lumaya. Curugnya juga cakep karena masih alami dengan tebing serta pohon. Nama Curug sendiri diambil dari nama Bukit dibelakangnya “Bajing”.

Aku membayangkan mandi di Curug Bajing pastilah segar karena sisa kiri kanannya masih hutan, dan udaranya pun bersih sekali. Tapi sudahlah itu hanya angan-anganku saja!

Sayangnya pas kami berjalan mendekati ke Curug Bajing hujan turun deras sehingga belum sampai di Curug Bajing kami harus kembali, baru juga di jembatan, maklum takut air. Akhirnya malah mengambil langkah seribu kembali ke warung!

Curug Bajing

Lokasi Curug Bajing

Dusun Kambangan Desa Tlogopakis,

Kecamatan Petungkriyono

Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

Harga tiket masuk ke Curug Bajing

Hari biasa dan hari libur Rp4000

Hari Libur Nasional Rp6000

Cara Akses ke Curug Bajing

Untuk transportasi umum bisa turun di Terminal Desa Doro lalu naik doplak namanya Anggun Paris dengan harga Rp100.000 (paketan termasuk tiket masuk dan makan siang), bagi yang wisata rombongan sebaiknya menyewa mobil dan bisa sharing cost.

Ada yang sudah ke Curug Bajing, kawasan PetungKriyono Kabupaten Pekalongan?

Yang ngaku pecinta Curug belum sah kalau belum ke Pekalongan!

Yuk ke Pekalongan 😉

Salam

Winny

 

Iklan

47 tanggapan untuk “Indahnya Curug Bajing di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan

  1. Memang tempat yang keren untuk liburan keluarga atau liburan khusus untuk selfie selfie-an. Curug Bajing tampaknya bagus banget Sebagai latar belakang foto ya Win 🙂

  2. Deket sama rumah mertua sih, tapi belum sempat ke sana. Dulu sebelum dibuka untuk umum, tempat ini terkenang angker, namun sekarang sepertinya pawangnya berhasil.

  3. Klo sya dengar pkalongan, slain batik, aku juga keinget dengan kostum duyung untuk putriku yg kupesan pd 2015 lalu dari Pekalongan via online…yg dtangnya 1 minggu, 😂😂

    Oya, di Jawa bnyak Curug ya, psti mnyenangkan bnget. Berwisata ke alam mnyenangkan, membuat pikiran fresh aplgi bgi yg mreka bbrpa hari iri rame di medsos mnyikapi keaadan ngeri ini blkangan, yok daripda ribut refreshing ke curug Bajing, tiket msuknya sngat murah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s