Trip Ultah ke Zaanse Schans, Desa Kincir Angin di Belanda


Nothing is ever called Welcome back without a Journey.

If you desire to get results, you work it out, rather than hoping and wishing

By Unknown

Hello World!

Belanda, 25 Maret 2017

Setelah sampai di Eropa barulah aku sadar ternyata kalau jalan-jalan ke Eropa itu sebackpacker-backpackernya tetap mahal. Ibarat kata shock dengan mata uangnya, apalagi impian 15 negara 10 juta 1 bulan, byee impian itu, coret saja. Belanda membuatu jadi rasional!

Jujur agak menakutkan jalan-jala tanpa persiapan apalagi kalau tipe seperti aku yang suka dengan rincian. Belum lagi tidak ada CC alias kartu kredit, untungnya aku menemukan Host yang super baik sehingga tertolong dalam biaya penginapan.

Kincir angin belanda
Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Hari pertama di Belanda dari Bandara Internasional Amsterdam Schiphol ke stasiun Lelylaan Amsterdam dengan kereta saja 4 Euro sekali jalan. Harga tiket hanya 3 Euro saja dan 1 Euro untuk harga kertas dan untungnya rumah Bas, CS di Amsterdam dekat ke Bandara. Sehingga pas hari kedua aku enggan kemana-mana paling hanya ingin melihat Tulip dan Kincir Angin saja.

Anggap saja hadiah ulang tahun buat diri sendiri.

Where are you going today Winny, tanya Bas kepadaku

Wanna see windmill, jawabku kepada Bas

 

Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Padahal aku juga gak tahu dimana bisa melihat Kincir angin di Belanda, yang aku tahu hanyalah Volendam tapi mengingat harga transport super mahal mending gak jadi deng.

Dengan cekatan Bas mengetik komputerya dan menyarankanku ke Zaanse Schans untuk melihat kincir angin.

Do you think should i pay tranport pass Bas, 
tanyaku kepadanya

No, it is not worth it Winny unless you have plenty time, 
katanya

Akhirnya mengikuti sarannya maka akupun pergi sendirian ke Zaanse Schans, Amsterdam dengan bantuan rute dari Bas. Baru kali ini merasakan berjalan sendirian mengikuti saran orang dan tanpa beban tanpa harus mengejar jam tayang harus ke sini kesitu, perjalananku ke Eropa jadi lebih menikmati waktu, satu wisata namun aku puas.

Belanda
Zaanse Schans, amsterdam

Rute ke kincir angin Zaanse Schans dari Lelylaan

Lelylaan-Sloterdjik transfer ke pltform 3 terus ganti kereta dengan tujuan  Uitgeest terus turun ke -Zaandjik Zaanse Schans.

Dari apartemen Bas aku berjalan ke stasiun terdekat, nah pas di stasiun aku mengalami kesulitan dalam membayar tiket kereta karena harus bayar pakai coin sementara uangku dalam pecahan kertas. Disinilah aku dibantu oleh orang Slovakia dengan temannya sampai mereka ngumpulin receh buatku karena uangku 20 Euro. Ah enaknya jadi cewek itu banyak yang bantuin apalagi yang bantu cowok ganteng hihihi..

Berkat merekalah aku bisa membeli tiket ke Zaanse Schans, demi kincir angin 🙂

 

Zaanse Schans, Amsterdam

Sesampai di Sloterdjik aku berkenalan dengan Jasmine, traveller asal Hong Kong dan bertemu beberapa orang Indonesia yang heran melihatku jalan sendirian di Eropa. Berani kata mereka, padahal sebenarnya aku ini wsa-was juga loh, was-was kehabisan uang hahahha ;D

Untung aku punya bakat SKSD tingkat tinggi sehingga aku mudah mendapatkan teman termasuk dengan Jasmine dan beberapa traveller dari Hong Kong.

Walaupun baru kenal dengan Jasmine namun aku bisa langsung klop kayak udah kenal lama. Semangat lagi karena tujuan kami sama ke kincir angin.

Tidak salah mengikuti saran Bas ke tempat turis suka 🙂

Di dalam kereta ke Zaanse Schans, aku dan Jasmine berdekatan dengan turis asal Hong Kong. Lucunya aku dan Jasmine mengikuti mereka turun di dua stasiun sebelum tujuan akhir kami sehingga membuat Jasmine berpisah dengan dua teman Chinesnya. Iya kami mengikuti orang yang salah sampai terlihat jelas kalau Jasmine merasa bersalah padaku karena mengikutinya. Namun dengan tenang aku berusaha meyakinkan dia aku baik saja, karena memang apa yang aku kejar? Orang tujuanku hanya melihat kincir angin Belanda saja terus masih lama lagi di Eropanya!

 

Zaanse Schans

Akhirnya berkat tanya petugas kami berdua pun menunggu kereta lain ke dua stasiun lagi ke Zaanse Schans, sebuah Desa untuk melihat kincir angin Belanda secara gratis tis tis.

Tahu sendiri aku paling suka sekali yang gratisan 😀

Tapi seakan ku menculik si Jasmine dari temannya, serunya kami berdua benar-benar menikmati waktu kami di Desa Kincir Angin Belanda.

Untuk ke Desa tempat kincir angin juga gampang, petunjuknya jelas dan yang paling membahagiakan ada yang motoin.

Tentu saja saran Bas ‘follow chines tourist‘ benar adanya, tak akan nyasar!

Sepanjang perjalanan ke kincir angin sangat menyenangkan, pohon yang bermekaran karena memang musim semi pas di Eropa dengan cuaca yang super dingin bagiku serta tentu saja pemandangan kincir angin.

Di  Zaanse Schans katanya ada 8 kincir angin yaitu De Huisman, De Gekronde Poelenburg, De Kat, Het Jonge Schaap, De Os, De Zoeker, Het Klaverblad dan De Bonte Hen. Tapi jangan tanya aku hitung ada 8 atau tidak karena pas sampai di jembatan dengan latar belakang kincir angin saja sudah membuatku lupa hitugan.

Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Bahkan yang pertama kali kami lakukan di Zaanse Schans, Desa Kincir Angin Amsterdam Belanda adalah membeli postcard dan prangko. Hampir aku membeli tiruan kincir angin tapi mengingat perjalanan masih panjang jadi aku puas saja dengan membeli postcard.

Desa  Zaanse Schans sangat indah menurutku karena rumahnya dari kayu, banyak kincir angin serta pepohannya itu.

Ah cakep pokoknya!

Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Berada di Zaanse Schans, Amsterdam serasa dapat feelnya di Belanda terus pas di dermaganya ada tulisan ‘Rederij de schans 1971’. Disekeliling terdapat beberapa tempat kopi dan penjual souvenir. Bahkan bisa naik ke kincir angin namun harus bayar lagi. Karena kami turis photo jadi lihat dari luar saja sudah memuaskan, photo cukup kok, kan sayang uang. 😛

Mau tahu gak berapa lama kami habiskan waktu di Zaanse Schans, Amsterdam demi photo?

‘5 jam’, hihi

Bersama Jasmine di Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Di Zaanse Schans, Amsterdam kami juga masuk ke dalam sebuah toko yang menjual berbagai rasa keju. Disini aku dan Jasmine mencoba keju gratisan karena ada tester tapi gak beli, pejalan kere sekali ya?

Nah selain itu ada juga penjual waffle yang harumnya begitu menggoda, intinya aku dan Jasmine mutar Zaanse Schans, Amsterdam tanpa membeli makanan, puas dengan pemandangannya, puas dengan jalan kakinya.

Peta Desa Kincir angin

Bagi yang suka gratisan maka aku sangat sarankan ke Zaanse Schans, Amsterdam karena selain gratis pemandangannya cakep membuat berlama-lama. Jika yang hanya sehari juga gampang langsung dari Bandara ke Sloterdjik terus ke Zaanse Schans saja.

Untuk tips transport kalau kakinya liar bisa jalan seharian maka bisa membeli trasnport pass seharga 18 Euro bisa keliling Amsterdam sampai ke Haarlem namun kalau cuma mau lihat kincir aja terus cus ke negara lain maka beli double ticket aja.

Zaanse Schans, Amsterdam

Belanda negara pertama dalam trip Eropaku sangat seru, walau salah kostum karena bawa baju tropis walau sepatu rusak walau kere namun bahagia!

Bahagiaku  sangat sederhana, sesederhana melihat kincir angin di Belanda 😉

Dapat kincir angin dan dapat teman baru juga!

Happy b’day for my self ^^

Zaanse Schans
Zaanse Schans, Desa Kincir Angin

Ada yang sudah ke Zaanse Schans, Amsterdam?

Salam

Winny

Iklan

77 tanggapan untuk “Trip Ultah ke Zaanse Schans, Desa Kincir Angin di Belanda

      1. tanggal 23 lagi ada event Enschede marathon niiih, enschede itu kota kecil di dekat perbatasan jerman.. waaah ngga bs ke amsterdam akunya… ^^ kalau ada waktu melipir ke Enschede, win..

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Winny….

    Selamat ULTAHnya di negara Eropah. Sungguh, saya teruja membaca dan melihat foto-foto di atas. Belanda adalah salah satu negara yang ingin saya kunjungi untuk melihat bunga tulip dan kincir anginnya. Semoga saya juga bisa ke sana ya. Informasi Winny amat berharga. Saya bookmark post ini ya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  2. Wuih, 5 jam di Zaanse Schaans sudah khatam itu Win! Aku nggak pernah selama itu dah di sana, hahaha 😆 .

    Iya Belanda memang termasuk salah satu yang mahal di Eropa Win (Walaupun ada yang lebih mahal lagi sih, haha 😆 ). Tapi kalau kamu ke timur atau selatan gitu juga semakin murah kok 😀 .

  3. cewe .. ehh … orang baik ada aja yang nolongin ya … kalau travelling sendirian sksd penting banget .. malah jadi faktor kesuksesan utama .. haha
    seru banget jalan2 di Zaanse Schans … kincir2 angin, kanal2, bersih … adem … gak panas kayak bekasi 😀 … apalagi sambil sesepedahan disana ya …
    kalau di belanda nggak jalan2 naik sepeda .. ngga afdol …

  4. Aku belum pernah, mnta doanya ya mbk moga tahun depan bsa ke sana 😃 Selamat ulang tahun mbak, semoga panjang umur, sehat, sukses selalu😃 oh ya semoga selalu bahagia 😊

  5. Oo pas ultah ni tripnya Win? Hbd ya…

    Keren, you travelled alone in Amsterdam. Negeri kincir angin. Gmna rasanya ya jln2 trus kyak kmu, spending much money and much time. Meeting many people from many countries.

  6. Bahagia itu sederhana ya Win… hati senang dengan hanya melihat sesuatu yg diimpikan. Salutlah….
    Happy birthday dear Winny, teruslah menjelajah dunia mumpung masih muda, semoga tercapai semua yang diinginkan, selamat dunia akhirat. Aamiin

  7. Ih seneng banget mbak bacanya, berasa pengen kesana juga. Tapi emang lumayan mahal ya di Belanda. Tapi mbak winny berani kesana sendiri itu luar biasah! Bakal sering berkunjung ke blog ini kayaknya :))

  8. Lemes kakiku kalo udah liat desa-desa cantik. Oh iya, kereta Schipol ke kota itu masih mending loh 4 Euro..Kuala Namu malah 100ribu (7,5 euro). Kalau mau murah naik bus tapi kena macet.. hahaha

    BTW, belated Happy Birthday ya, win

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s