Musem Film Pertama, Cinema Museum of Iran


If you are not willing to risk the unusual, you will have to settle for the ordinary

By  Jim Rohn

cinema-museum

Hello World
Tehran, 30 September
Hari terakhir di Tehran, aku dan Mbak Ninik siap-siap hendak ke Sa’dabad Palace dari Tajrish. Teman CSku bernama Mohammad sudah menjemput kami di hostel karena dia akan menemani kami ke Tajrish. Untungnya cukup dengan jalan kaki ke Imam Khomeini Metro dari hostel, hanya 10 menit saja.

Hi, Winny nice to meet you,” begitu kata Mohammad, cowok cakep yang akan menemani kami menjelah area Tajrish, tempat yang sudah kami kunjungi sebelumnya.

Rute perjalanan kami Imam Khomeini-Tajrish dengan metro sudah  hapal karena sudah kami datangi sehari sebelumnya.

Sesampai di Tajrish, ternyata keadaanya sama “pengunjungnya banyak” dan tidak mengenal siang dan malam.

bazaar-tajrish
Tajrish

Sesampai di Tajrish, kami menyempatkan diri sholat di Holy Shrine karena kebetulan waktu sholat zuhur telah tiba. Holy Shrine Tajrish sangat bagus, apalagi marmernya kemudian dengan latar belakang pegunungan kemudian di tengah pasar, antik! Untuk masuk ke area Shrine wanita wajib tertutup loh walaupun sudah pakai jilbab, harus pakai penutup kain. Terus yang paling tidak menyenangkan di Iran ketika sholat itu wudhunya jauh (jauuuuuh). Aku dan Mbak Ninik harus berjalan kebelakang melewati rumah makan hingga akhirnya menemukan tempat wudhu. Aku bersyukur di Indonesia itu tempat wudhu dekat dengan tempat sholat, kalau di Iran tempat wudhunya jauh!
Terus pas sholat, aku malah focus kepada atap masjid yang Indah, dari marmer putih berkilau. Di dalam masjid, yang sholat lumayan banyak dan kami lagi-lagi menjadi perhatian karena mukenahnya beda sendiri. Setelah selesai sholat aku begitu heran karena begitu banyak orang masuk keluar dari sebuah ruangan yang ternyata merupakan makam Imam. Karena aku dan Mbak Ninik tidak begitu tertarik untuk ziarah ke makam Imam dan perut sudah tidak bisa kompromi.

tehran-persia
Shrine Masjid Tehran

Akhirnya kami kembali ke tempat yang sebelumnya Mohammad bilang kepada kami “we meet from this point”.

Rupanya Mohammed sudah menunggu kami.

“Mohammad, we want to take lunch but we want to eat rice, after that we can continue to explore the area or going to Sa’daabad”, begitu kata kami kepada pria tampan Iran yang menemani kami.

ok let’s eat and find rice for you”, katanya.

Akhirnya kami mutar lagi ke Pasar Tajrish karena lokasi Holy Shrine ini paling ujung pasar dan kami berjalan kaki mundur ke tempat semula hingga Mohammed menemukan sebuah restauran yang menyediakan nasi.
Restauran yang kami datangi berada di pasar Tajrish dan kami duduk kemudian khasnya makan di reatsuran Iran adalah pada karpetnya. Jadi kami bertiga duduk kemudian memesan nasi dan ayam. Makanan kami agak lama datangnya hingga akhirnya pesanan kami datang sekitar 1 jam kemudian. Lalu kami pun makan dengan senang hati. Saat pembayaran ternyata harga makan siang kami cukup murah yaitu 440,000 Rial/3 orang.

backpacking-to-iran

“I think we do not have time to Sa’dabad Palace, but I know good place to visit”, begitu kata Mohamamed.

Karena memang kami jam 5 sudah harus balik lagi ke hostel dan selesai makan jam 2 siang sementara dari Tajrish ke hostel membutuhkan waktu 1 jam an. Akhirnya kami manggut-manggut saja mengikuti Mohammed.

Kami bertiga pun berjalan mendaki keatas dengan pepohonan rimbun hingga kami tiba disebuah tempat yang mirip istana.

Awalnya Mohammed mencoba agar kami mendapatkan tiket masuk seharga turis lokal, tapi apa daya muka kami yang tidak ada lokal-lokalnya karena hidung pesek akhirnya ketahuan kami turis dan membayar tiket masuk ke Iran Cinema Museum (Cinema Museum of Iran) dengan biaya 200,000 Rial.

Dari luar seperti istana, dengan kolam cantik dan beberapa patung di depannya. Kami berjalan ke lantai 2 melewati anak tangga, kalau tidak ada tulisan “Cinema Museum” di depan pintu, aku tidak akan menyangka itu adalah museum film. Iya museum terunik yang pernah aku kunjungi dan tentunya antimainstream.

cinema-museum-tehran
cinema museum Iran

Iran sangat mencintai filmnya, sehingga di bioskop Iran hanya diputar film-film Iran dan mengenakan pajak yang besar sekali untuk film asing sehingga jarang ada film asing ditayangkan di bioskop Iran.

Artinya orang Iran mencintai filmnya sendiri bahkan dibuat Museum terntang dunia film di Iran lengkap dengan actor, artis dan sutradaranya. Di sinilah aku melihat sejarah tentang perfilman Iran. Bahkan beberapa penghargaan dan koleksi alat-alat film itu sendiri. Sayangnya tidak diperbolehkan dalam mengambil photo museum dengan kamera, namun dari Handphone boleh!

Cinema Museum of Iran dulunya adalah komplek Bagh-e Ferdows kemudian di tahun 2002 diubah menjadi museum film.

cinema-museum-of-tehran
Cinema Museum

Bagi yang mas kecilnya era 90an pasti masih ingat film “Children from Heaven”, jadi film ini sangat bagus menceritakan tentang kakak adik yatim piatu yang bertukar sepatu ketika sekolah kemudian si kakak ikut lomba demi memenangkan sepatu buat adiknya.
Saat itu aku mengatakan kepada Mohammaed “I just know one movie from Iran it’s about kids, shoes and heaven”, kemudian dia menunjukkan Galleri tentang film itu.

Its my fovourite film too, good taste”, begitu katanya 🙂
Walau aku tidak begitu banyak mengetahui tentang film Iran namun mengunjungi Museum dan mengenal sejarahnya seru juga. Ruangannya tertata rapi, terdapat ruangan khusus photo artis dan actor Iran di ruangan yang pencahayannya gelap bahkan ada ruangan khusus film yang sudah diproduksi Iran dari zaman dulu.

Masuk kedalam ruangan gelap dengan photo artis, aktor Iran serasa berada di dunia perfilman “seru”!!

Yah Museum Iran masuk kedalam museum Film pertamaku, entah ada atau tidak museum sejenis begini di belahan dunia lain.

Yang pasti AKU SALUT DENGAN KECINTAAN ORANG IRAN DENGAN PRODUK FILM SENDIRI!! (pake caps lock saking kagumnya)!

cinema-museum-of-iran-tehran
Cinema Museum
Harga tiket masuk Cinema Museum of Iran
200,000 Rial
Jam buka Cinema Museum of Iran
Sabtu-Kamis jam 9am-5pm
Jumat jam 2-5pm
Lokasi Cinema Museum of Iran
Bagh-e Ferdows, off Valiasr Ave

Tehran, Iran

tajrish-tehran
Tajrish

Rincian Perjalanan Tehran
10:00-11:00 Bangun dan siap-siap
11:00-12:00 ke Tajrish bersama Mohammad, CS Tehran. Tiket kereta dari Imam Khomeini Metro ke Tajrish 20.000 Iran Rial
12:30-13:00 Sholat di Shrine Masjid di Tajrish
13:00-14:00 Makan siang 440,000 Rial/3 orang
14:00:15:00 Ke Iran Cinema Museum (Cinema Museum of Iran) dengan biaya masuk Museum Cinema Iran 200,000 Rial
15:00-17:00 Balik ke hostel dari Tajrish dan membayar uang hostel $32/2 orang
17:00-20:00 Dijemput Erp dan dibawa ke Gelata Tower, Tol 5000 Rial, ditraktir Erp minum jus
20:00-21:00 Diantar Erp ke Tehran Imam Khomeini International Airport dengan mobilnya
21:00-23:00 Menunggu penerbangan ke Istanbul
23:00 Terbang ke Istanbul
Pengeluaran hari kelima Backpacker Iran di Tehran 665,000 Rials + $16

Salam
Winny

Iklan

25 tanggapan untuk “Musem Film Pertama, Cinema Museum of Iran

  1. Ini lah sisi yg dicari pas jalan2 ya.. Ketemu tempat2 yg ga terpikirkan sebelumnya. Orang Indonesia mesti contoh orang Iran nih, mencintai film sendiri.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s