Money is but one venue for generosity. Kindness is an even more valuable currency
By Alan Cohen

iranian-friendly

Hello World
Yazd, September 2016

Setelah kejadian menegangkan bertemu dengan Polisi cakep Iran akhirnya aku dan dua Paman Mohammed melanjutkan perjalanan menuju ke tempat wisata Yadz, Iran. Hal yang paling aku suka ketika berjalan sendirian ialah tidak ada beban, say goodbye dengan namanya list wisata yang ada hanya menikmati perjalanan “tok menikmati waktu”.
Paman Mohammad Pahlevi membawa kami ke Old Town of Yazd. Salah satu tempat populer di Yazd serta paling aku suka dan langsung jatuh cinta dengan Old Town of Yazd di pertama kali aku kunjungi.
Memang apa yang dilihat di Old Town of Yazd?
Jadi semacam Kota Tua dengan umur bangunan ratusan bahkan ribuan tahun yang terbuat dari tanah liat dan warnanya sewarna dengan padang pasir banget!!

Old Town Yazd

Old Town Yazd

Sumpah, Inilah yang sebenarnya yang aku cari, dan inilah representative Middle East itu buatku walau tidak ada kurma, tanpa padang pasir dan tanpa gurun namun bangunan melingkar dengan warna cokelat nan eksotik dan inilah yang membuatku berpisah dengan Mbak Ninik di Iran. Inilah yang aku inginkan di Iran ditambah berjalan ditiap gang sepanjang Old City Yazd membuatku bersyukur karena Tuhan masih mengizinkanku untuk melihat dunia yang luas ini. Dan bersyukurnya lagi aku bertemu dengan kedua Paman yang baiknya minta ampun. Lupakan rasa panas di Iran yang ada rasa takjubku dengan yang ada di depan mataku. Saking noraknya itu dinding aku pegangin terus dan wajahku bersandar di dinding itu. Ternyata bahagia ku sederhana saja 😀

old-town-yazd-iran-persia

Paman Pahlevi kemudian memarkirkan mobilnya di Old Town of Yazd. Bersama-sama kami bertigapun berjalan melewati rumah tua di Old Town Yazd. Rupanya anak si Paman bekerja di Old Town of Yazd lalu kami menuju kantor anak si Paman dan kantor tempat anak si Paman ini bekerja umur bangunanmya 3500 tahun. 3500 tahun!!!

Ckckck luar biasa tuanya!
Di kantor tempat anak si Paman kami sempat ngobrol dan berkenalan serta say hi gitu hingga kamipun beranjak dari kantor anak si Paman.
Sekitar jam 12 siang kamipun menuju ke Amir Chakhmagh masih dalam satu kawasan OLD TOWN YAZD.

yazd-iran

Jadi Amir Chakhmagh iconicnya Yazd. Berupa masjid dengan sekelilingnya terdapat café untuk bersantai. Aku sendiri sangat suka dengan Amir Chakhmagh, pengen rasanya sholat didalam hanya saja kebetulan tidak masa sholat. Kami sempat duduk santai 15 menitan hingga akhirnya kami melanjutkan ke berjalan dari Amir Chakhmagh menuju ke Masjid Jamek Yazd.
Sesampai di Masjid Jameh, si Paman memarkirkan lagi mobilnya lalu kami masuk ke dalam. Harusnya di Masjid Jamek kami membayar uang tiket masuk sebesar 80,000 Rial namun karena aku pergi dengan orang Lokal bersama dua Paman Iran akhirnya masuk kedalam Masjid hratis alias gratis.
Lumayan tidak bayar 😀
Masjid Jameh Yazd merupakan salah satu masjid cantik yang ada di Iran. Uniknya Masjid Jameh dibangun dari abad ke-12 pada masa dinasti Al e Bouyeh serta pernah direnovasi tahun 1324 dan 1365.

masjid-jamek-iran

Masjid Jameh Yazd

Masjid Jameh, Yazd memiliki dua tower berwarna biru dan di pintu gerbang itu terdapat mozaik khas Persia. Rata-rata masjid di Iran itu menunjukkan nuansa dan gaya arsitek dengan ukiran dan warna biru yang sama serta khas Persia.
Kejadian lucu ketika di Masjid Jameh ketika si Paman Khasan melihat turis luar sambil berkata kepadaku “that tourist, same like you”, kemudian aku bercanda “hi tourist, iam your friends” haha 😀
Aku sangat suka dengan Masjid Jameh, Yazd walaupun akhirnya aku tidak masuk kedalam. Berasa di Iran sama seperti wisata Religi buatku. Puas melihat Masjid indah dengan ornamen khas Persia!
Untuk urusan makan sebenarnya banyak disekitar Masjid Jameh, bahkan banyak juga penjual souvenir ala Persia mulau darri mainan kunci ala Persia serta pakaian. Satu hal yang membuatku tidak tahan itu sebenarnya adalah baju ala Persia mirip dengan baju PUNJAB INDIA sayangnya karena keterbatan uang di kantong akhirnya urusan beli oleh-oleh akhirnya aku batalkan.

Iran

Iran

Dari Masjid Jameh, Yazd kami berjalan melewati pertokoan oleh-oleh disebelah kiri dan kanan dan di depan gang sudah ada sebuah tower berbentuk jam atau disebut clock tower. Clock Tower juga warnanya tak kalah indahnya tepat berada di tengah Kota.
Setelah puas melihat Masjid dan karena memang kebetulan sudah siang, akhirnya kedua Paman mengajak pulang untuk makan. Si Paman menanyakan apakah aku suka makan ayam dan tentu saja aku iyakan. Akhirnya kami bertiga pulang ke rumah untuk makan siang karena Ibu Pahlevi sudah menunggu kami.

orang-iran
Sebelum pulang ke rumah, Paman Pahlevi membeli semangka, coca-cola dan Doough. Yah kebiasaan orang Iran itu setelah makan wajib minuman bersoda atau Doogh. Jarang yang minum air putih dan kebiasaan buah sebagai cemilan itu wajib hukumnya.
Sesampai di rumah Paman Pahlevi, Ibu Pahlevi sudah menyambut kami dengan buah-buahan dan manis-manisan.
Anak Paman Pahlevi sudah berkumpul semua, ada Mbak Faezep yang merupakan Guru Bahasa Inggris, ada Farideh yang usianya 24 tahun dan seperti adik bagiku terus cantik lagi dan ada Afsaneh yang merupakan menantu si Paman Pahlevi yang suaminya aku jumpai di Old Town Yazd.

yazd
Di rumah Paman Pahlevi juga aku menggunakan wifi, maklum sebagai fakir wifi bisa berwifi ria di rumah orang itu rasanya bahagia. Terus keluarga Pahlevi sangat baik terhadapku, aku dijamu kemudian diperlakukan seperti bagian dari keluarga.
Keseruan ketika kami semua berkumpul duduk di karpet Persia kemudian taplak meja di taruh di karpet lalu makanan dihidangkan kemudian kami berkumpul bersama dan makan bersama. Rasanya berada di dalam keluarga baru, serius aku terharu baru kali ini aku dalam perjalanan bertemu dengan orang yang memperlakukanku seperti anak sendiri. Sesekali mereka ketawa ketika melihat tingkah anehku ketika aku meminum Dooogh sambil muka mengernyit yang pada akhirnya aku lebih memilih minum air putih dan ambil sendiri di dapur. Kemudian saat mencoba ayam dengan kaldunya rasanya nikmat mereka juga senang ketika aku makan lahap apalagi makanan rumahan membuatku ingat akan Mamaku di kampung halaman. Terus untuk urusan cuci piring bahkan aku tidak dibolehkan ikut, benar-benar diperlakukan dengan baik. Disini aku mendapatkan pengalaman mendapat jamuan ala Iran “makan bersama keluarga besar” dan aku tidak merasa orang asing sama sekali! Bersama keluarga Pahlevi membuat serasa di rumah sendiri! Ternyata orang Yazd sangat ramah dan aku jatuh cinta dengan keluarga ini.

old-town-yazd-persia

persia

persia-iran

Salam
Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

58 Comments

  1. Beruntungnya kamu ketemu paman baik hati dan keluarganya 😊

    Reply

    1. moga Mbak Bijo pas disono nemu orang baik hati juga ya 🙂

      Reply

  2. Iiih keren Winny, dpt keluarga baru di t4 bqru, seruuuu pasti 😃😍😍

    Reply

  3. “Ternyata bahagiaku sederhana aja.”

    Hehehe. Nice article

    Reply

  4. Bahagia banget Win bisa ketemu mereka dan dianggap keluarga…

    Reply

    1. Iya kak baru pertama perjalanan dan bertemu seperti keluarga 😃

      Reply

  5. Yazd cantik bgt emang, kita nginep 4 hari apa ya kl ga salah disini sekalian hibernasi 🙂
    Kashan juga seunik Yazd sih!

    Reply

    1. Wah enak kak lama aku juga pengen balik terus pengen ke masshad kashan ama shiraz😁

      Reply

  6. You are so lucky mbak, emang bener orang baik pasti akan bertemu orang baik lainnya

    Reply

    1. Makanya harus selalu baik kepada orang yah 😃

      Reply

  7. Waah….baik banget Paman dan keluarganya yang kamu temuin di sana…

    Reply

    1. Baiknya banget dikasih jilbab dikasih makan diantar ke tempat wisata wifi gratis pokoknya bahagia

      Reply

  8. Sandurezu サンデゥレズ November 16, 2016 at 7:29 pm

    Kereen banget mbak.. 😍

    Reply

    1. Iya itu berkesan banget 😁

      Reply

  9. Win,, ini benar2 seperti menemukan ‘harta karun’ di Persia. Disambut seperti keluarga oleh orang yg baru dikenal. Tapi, ada yg bilang bahwa orang baik akan bertemu dengan yg baik jg saat berjalan dimuka bumi, sepertinya memang benar adanya.

    Reply

    1. Makasih kak tapi memang beruntung kak dan pada dasrnya ornag iran emang baik

      Reply

  10. Ya ampun, bangunan-bangunan di sana keren banget!

    Reply

      1. Aku cuma liat fotonya aja terkagum2, apalagi kalo ke sana ya, bisa mangap sepanjang jalan saking terpesonanya. 😀

  11. Seru win bisa ketemu keluarga baik pas liburan di negeri orang. Kalau aku begitu ga tau rasa harunya gimana.

    Reply

    1. Banget kak ampe tidak diungkapkan dengan kata-kata

      Reply

  12. Beruntung ya win, dapat keluarga baik disana. Oia, itu bangun kantor anaknya paman Pahlevi beneran usianya 3500 tahun win? Nggak keropos2 gitu? Kayak disini kalo 100 tahun aja dah harus renovasi dikit dikit sana sini. Itu asli gitu?#wow Iran amazing banget

    Reply

    1. Iya kantor bekerjanya umurnya 3500 tahun dan gk keropos besok aku tambahin photo-photonya

      Reply

  13. 3.500 tahun????!!!!!

    Hebatnya ya konstruksi orang jadul.

    Reply

    1. Iya kak aku sampai geleng kepala pengen belajar teknik di Iran jago mereka

      Reply

  14. Hahaha, makan buah setelah makan mah sehat ya Win, tapi minumnya kok soda, hahahaha 😆 .

    Reply

    1. tapi gk gendut loh heran aku 😀

      Reply

  15. Gak minta jodoh mas ganteng Iran sekalian, Win?

    Reply

    1. pengennya gitu kak hahhaha

      Reply

  16. aaaak mba winny keren banget.. masih belum kepikiran untuk traveling sendirian.. aaaak

    Reply

  17. Bisa ketemu keluarga yang baik pas jalan itu jarang banget…hebat Winny..

    Reply

    1. iya kak beruntung banget kak

      Reply

  18. Masjid nya bagus2 yaa, seneng banget pasti bisa travelling kaya gitu..ketemu paman pahlevi dan keluarga yang baik banget… Pengen deh bisa travelling kaya gitu nanti 😄

    Reply

    1. iya aku sangat suka masjid di Iran cakep dan ingin kembali ke sana lagi

      Reply

  19. Kamu mungkin mau di jodohkan oleh paman2 itu hahaha
    Btw kenapa kebiasan mereka setelah makan minum soda ??? adakah alasan nya ???

    Reply

    1. satu lagim doogh kak katanya udah dari dulu gitu

      Reply

  20. senang yach ketemu keluarga yang baik hati di negeri orang.

    Reply

    1. iya kak sampai dikasih makan

      Reply

  21. enaknya kalo lagi jalan-jalan ke mana gitu trus ketemu sama orang2 baik, rasanyaa beruntung banget yaa mba Winn.. padahal bukan sodara lhoo tpi ya gitu, rejeki ya emg gak ke mana hehe

    Reply

    1. iya tapi emang kalau berbuat baik pasti dibalas ama orang lain

      Reply

  22. Semesta mendukung perjalanan Winny melalui kebaikan kelg Iran. Kami pembaca sungguh beruntung mengenal Yazd melalui Winny. Salam

    Reply

  23. Terharu ihhh ketemu orang baik saat jauh dr rumah :”((((

    Reply

    1. iya kak ampe sekarang pengen balik kesana lagi

      Reply

  24. Assalaau’alaikum wr.wb, Winny…

    Alhamdulillah…. ternyata ada sahaja bantuan Allah dalam perjalanan yang memberi kebahagiaan kepada kita. Bersyukurlah. Senang membaca pengalaman Winny.

    Salam manis selalu dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Reply

    1. iya kak bertemu orang baik di perjalanan

      Reply

  25. Kamu beruntung win bisa dapet keluarga baru yg super baik kayak itu, senengnya aku seandainya itu aku hahaha

    Reply

    1. iya kak ainun aku aja gak habis pikir kebaikan mereka

      Reply

  26. ya ampuuun baik banget yaaaa, bikin masih ada harapan akan masa depan kalo ketemu orang baik gini

    Reply

    1. wkwkwkwk masa depan Dit 😀

      Reply

  27. Arrrgghhhh mupeng abis! Yazd keren!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.