4 Museum Menarik di Sawah Lunto


Holding on is believing that there’s a past; letting go is knowing that there’s a future.

By Daphne Rose Kingman

sawah-lunto

Hello World!

Sawah Lunto, Agustus 2016

Ayo sebutkan salah satu daerah penghasil batu bara di Indonesia? Bagi dulunya di SD suka baca RPUL, pasti masih ingat “Sawah Lunto” sebagai Kota penghasil batu bara. Tahun 1800 Belanda masuk melakukan penelitian di Sawah Lunto. Kemudian pernelitan pertama di tahun 1858 oleh Ir. C. De Groot van Embden lalu tahun 1867 dilanjutkan oleh Ir. Willem Hendrik de Greve yang menemukan kandungan batu bara dibawah Sawah Lunto sebanyak 200 juta Ton sehingga membuat Belanda membangun infrastruktur di Sawah Lunto di tahun 1888. Gara-gara penelitian inilah Sawah Lunto berubah menjadi Kota Tambang Batu Bara yang pekerjanya dari Jawa dan Sulawesi. Sawah Lunto sendiri berasal dari kara “Sawah” dan “Lunto” yang berate nama sungai yang mengairi sawah yang merupakan salah satu Kota yang ada di Sumatera Barat.

Karena dulunya Sawah Lunto terkenal dengan tambang batu bara maka setidaknya ada 4 Museum Menarik di Sawah Lunto yang berhubungan dengan Batu Bara. Tapi bagiku Sawah Lunto tak sekedar bekas batu bara karena ketika mengunjungi Sawah Lunto pertama kali, kesan mengenai Sawah Lunto lebih kepada “Little Holland”. Kenapa? Karena bangunan di Kota Sawah Lunto ini mirip berada di Luar Negeri, rumahnya masih banyak peninggalan Belanda jadi betah berlama-lama.

Buat teman-teman yang hendak berlibut ke Sumatera Barat, maka taka da salahnya mengunjugi Sawah Lunto dan mengunjungi 4 Museum Menarik Sawah Lunto.

1.Museum Gudang Ransoem

Museum Gudang Ransoem
Museum Gudang Ransoem

Mau lihat dapur umum dengan dua gudang besar lengkap dengan tungku pembakaran (stream generator) yang memasak 3900 kg berasa setiap hari? Itu ada di Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto. Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto kita bisa melihat bagaimana di tahun 1918 sudah ada teknologi tungku pembakaran untuk makanan para pekerja tambang.  Di dalam museum juga kita bisa melihat sejarah pekerja tambang batu bara, bekas  batu nisan pekerja yang meninggal dengan hanya diberi nomor saja sampai porsi makanan dan peralatan masak zaman dulu. Memasuki Gedung Museum Goedang Ransum Sawah Lunto buatku agak merinding, merinding bagaimana orang dulu bisa membuat tungku gede dan bisa memiliki alat masuk gede untuk pekerja dimasanya.

Harga Tiket Masuk Museum Gudang Ransum

tiket seharga Rp 5.000

Jadwal Buka Museum Gudang Ransum

Selasa – Jumat 07:30-16:30, serta Sabtu dan Minggu 09:00-16:00.

Alamat Museum Gudang Ransum

Jl. Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin,

Kecamatan Lembah Segar

Sawah Lunto

Sumatera Barat

2. Info Box dan Lobang Tambang Mbah Soero  

Lobang Mbah Soero
Lobang Mbah Soero

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Lobang Tambang Mbah Soero yang masih satu lokasi dengan Galeri Info Box. Galeri Info Box merupakan pusat informasi sejarah tambang batubara di Sawah Lunto. Di Galeri Info Box kami memakai safety shoes dan meminjam helm sebelum memasuki  Lobang Tambang Mbah Soero. Di dalam Galeri Info Box juga masih ada bekas rantai para pekerja tambang batu bara. Rantai? Emang pekerja zaman dulu di rantai? Jawabannya iya, jadi pekerja tambang batubara di Lobang Mbah Soero di rantai kakinya agar tidak lari. Para pekerja tambang Lobang Mbah Soero di kawasan Soegar merupakan tenaga kerja yang menurut Belanda pemberontak didatangkan dari berbagai penjuru Nusantara sebagai buruh paksa karena makanan seadanya, upah kecil bahkan kakinya dirantai. Bahkan jika meninggal dalam menggali batu bara maka si buruh makamya seadanya. Kami yang memasuki Lobang Mbah Soero yang dibuka tahun 1898 karena kandungan barubaranya sampai 7000 kalori dengan tour guide yang memandu kami. Ada udara dalam Lubang Mbah Soero namun tetap saja aku merasa spooky karena hawa dan lubang yang gelap. Aku tidak membayangkan terowongan sepanjang 185 meter dibangun dari orang rantai. Bahkan ada beberapa ruangan yang ditutup karena kesan mistis yang kuat. Terus kenapa namanya Lobang Mbah Soero? Karena pada awal abad ke-20 Belanda mendatangkan Mbak Soero dari Jawa sebagai mandor untuk pekerja tambang. Beberapa lobang belum dibuka untuk umum namun mengunjugi Lubang Mbah Soero harus didatangi walau kesan angker memang tapi kapan lagi tahu bekas tambang batubara yang dibuat pekerja rantai dimasanya yang telah memakan banyak korban.

Jadwal Buka Info Box Galeri Tambang Batubara dan Lobang Tambang Mbah Soero
Senin – Minggu 9.00-17.30
Harga Tiket
Info Box Galeri Tambang Batubara gratis
Lobang Mbah Soero Rp 8000

Alamat Info Box Galeri Tambang Batubara dan Lobang Tambang Mbah Soero
Jl. Muhammad Yazid
Kota Sawahlunto
Sumatera Barat

3.Museum Tambang Batubara Ombilin

Museum Tambang Batubara Ombilin
Museum Tambang Batubara Ombilin

Museum ketiga yang kami kunjungi di Sawah Lunto adalah Museum Tambang Batubara Ombilin yang didirikan oleh PT Bukit Asam. Di Museum Tambang Batubara Ombilin kami mempelajari tentang batubara mulai dari kandungan kalori, peralatan kantor yang digunakan zaman dulu, sampai kepada foto sejarah pertambangan. Bahkan mesin tik dan stempel yang digunakan  Belanda tahun 1892. Di depan pintu masuk kami disambut patung patung Ir. J.W.Ijzermen, pemimpin proyek penambangan batubara Ombilin di Sawahlunto.

4.Museum Kereta Api

Museum Kereta Api
Museum Kereta Api

Nah selain di Ambarawa, Sawah Lunto juga memiliki museum kereta api. Pembanguan kereta api di Sawah lunto tahun 1889 dan ketika kami masuk ke dalam Museum yang lebih mirip seperti stasiun kereta dengan bangkai kereta kami sangat terkesan karena di dalam Museum Kereta Api terdapat  rangkaian gerbong kereta dari berbagai zaman dan miniatur lokomotif uap.

Tiket Masuk Museum Kereta Api

Rp5000

Jam Buka Museum Kereta Api

Selasa hingga Minggu pukul 08:00-17:00

Alamat Museum Kereta Api

Kampung Teleng, Kelurahan Pasar

Sawah Lunto

Sumatera Barat

Ada yang sudah pernah ke Museum Sawah Lunto Sumatera Barat? Bagaimana pengalamannya disana?

Salam

Winny

 

 

Iklan

63 tanggapan untuk “4 Museum Menarik di Sawah Lunto

  1. Nice info mbak, baru tahu juga ternyata ada museum kereta api disana

    Tetapi Ketika baca ttg sawahlunto, saya selalu teringat cerita ttg orang rantai.. Miris banget kalo inget bagaimana kakek nenek kita dulu membuka tambang ini

  2. Wah saya suka Win museum-museum ini, semoga suatu hari nanti bisa ikut berkunjung juga ke sana. Banyak bangunan dan benda-benda yang membuat penasaran, tapi satu hal, ternyata di balik “kemakmuran” rantau kolonial dan kekayaan yang dibawa balik ke kampung halaman, ada penyiksaan yang dilakukan dengan begitu kejam. Duh nggak halal itu semua kekayaan. Diskriminasi memang nggak pernah ada yang bener.

  3. Kalau dari baca sekilas, yang paling menarik adalah yg nomor 1 dan 2. Itu ada pekerja romusha, kan? Pasti seneng kalo ada yg cerita2. Topik kesukaan di waktu kecil dulu.

  4. Wah kebetulan banget di blog lg bahas ttg museum juga hehe. Klo dilihat dr sejarahnya menarik banget yah trus tiketnya murah sekali! Yg lubang mbah Soero itu serem banget ya kayaknya hii…bayanginnya aja mrinding, kebayang para pekerja itu dirantai, kasian banget huhu

  5. Kalo di tempat lahir saya di Tarakan, Sawah Lunto ini berarti nama daerah pemukiman. Dulu isinya rumah-rumah panggung, sekarang udah ganti rumah beton 🙂

    Tapi kalo Sawah Lunto di Sumbar ini belum pernah saya kunjungi hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s