Pesona Nirwana Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu


A heartbreak is a blessing from God. It’s just his way of letting you realize he saved you from the wrong one

By Unknown

Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu
Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu

Hello World

Magelang, Agustus 2016

Yeee impian untuk mengunjungi Punthuk Setumbu akhirnya kesampaian. Maklum gara-gara melihat gambar Candi Borobudur dikelilingi lautan kabut beberapa tahun lalu sungguh membuat mupeng alias muka pengen mengunjuginya. Lihatnya dari tahun 2013 dan beruntungnya di tahun 2016 bisa mewujudkan melihat sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu. Terus gara-gara film ADDC2 dengan tempat shooting di Gereja Ayam tempat kencannya Rangga dan Cinta tidak jauh dari Punthuk Setumbu semakin meningkatkan minat wisatawan untuk datang. Ah pokoknya seribu alasan kenapa harus mnegunjungi Punthuk Setumbu,  yang pasti sunrise Borobudur apik sekali. Punhtuk Setumbu berasal dari Bahasa Jawa, Puntuk yang berarti gundukan dan setumbu yang berarti tumbu. Punhtuk Setumbu merupakan spot terbaik untuk melihat sunrise Borobudur dari sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 meter dpl.

Kami menuju spot Punthuk Setumbu dari homestay Kebon Dalam, Magelang yang tak jauh dari lokasi mengejar sunrise Borobudur. Awalnya kami harus siap sedia jam 5 pagi, tapi apa daya karena kami para Blogger bangunnya telat alhasil kami baru berangkat jam 5.00 dan memulai mendaki ke Bukit Punhtuk Setumbu sekitar hampir jam 5.30an. Padahal jika tidak ingin ketinggalan harus sudah berada di lokasi sekitar jam 5 pagi.

Sesampai di parkiran, ternyata kami harus mendaki ke Puncak Punthuk Setumbu. Menaiki Bukit Punthuk Setumbu bak menaiki Borobudur karena semakin keatas semakin meninggi, dan lumayan menguras tenaga. Pagi-pagi kami sudah olah raga, tapi disitu sensasi kesenangannya semua demi “berburu sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu”.

Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu
Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu

Disepanjang jalan banyak sekali warung makan namun karena kami datangnya sudah telat alhasil kami pura-pura tidak melihat godaan makanan dari warung dengan harum mie, gorengan dan sebagainya. Karena kami mendaki sambil ngobrol ahirnya sampai ke puncak tidak terasa. Sesampainya di Bukit Punthuk Setumbu, ternyata kami tidak sendirian, banyak sekali wisatawan lokal yang sudah daritadi menunggu kabut pagi Borobudur. Kami cukup beruntung karena walau kami telat datang namun kami bisa menyaksikan kabut keluar di Borobudur dari Punthuk Setumbu sekitar jam 6 ke jama 6.30an. Pemandangan sunrise spektakuler yang pernah aku lihat, sunrise Borobudur beserta aura kabutnya lengkap dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, belum lagi bukit kecil sekelilingnya seperti Bukit Cemuris, Bukit Cething, dan Bukit Setompo semakin menambah pesona Borobudur. Sayangnya kameraku tidak begitu canggih sehingga Borobudur Nirvana Sunrise dengan kabutnya tidak tertangkap kameraku. Terus pengen lempar camera karena tidak mendapatkan photo bagus sunrise Borobudur tapi karena ingat harga camera mahal, gak jadi deh buang cameranya!

Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu
Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu

Waktu itu aku, Rinta, Kak Fahmi, Ocit, Kak Danang beramai-ramai beserta wisatawan lain menikmati pemandangan sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu hingga akhirnya kami berjalan menuju ke Gereja Ayam yang tak jauh dari Bukit Punthuk Setumbu. Yah kami juga ingin mengunjugi tempat Rangga dan Cinta mumpung dekat.

Sepanjang perjalanan ke Gereja Ayam dimana Rangga dan Cinta menyaksikan Borobudur Nirvana Sunrise, kami melihat rumah kayu yang juga bisa menjadi tempat spot melihat sunrise Borobudur namun harus bayar lagi diluar tiket masuk dari parkiran. Tentu saja kami lurus saja ke Gereja Ayam namun jika tidak buru-buru, mungkin rumah kayu di sekitar Punthuk Setembu bisa menjadi alternatif.

Gereja Merpati
Gereja Merpati

Sesampai di Gereja Ayam ternyata antriannya panjang, maklum antusias pengunjung untuk melihat sunrise Borobudur dari Gereja Ayam begitu tinggi setelah film AADC2 mengekspos tempat ini. Kami harus mendaftar kemudian menunggu antrian dan nama kami dipanggil masuk dan membayar Rp15.000 untuk naik keatas puncak Gereja Ayam. Oh ya sebenarnya Gereja Ayam bukanlah ayam karena bentuknya adalah Merpati yang berarti damai namun karena desain memiliki ekor, kepala dan mirip ayam maka orang menganggapnya Gereja Ayam. Letak Gereja Merpati berada di Bukit Rhema dulunya sempat terbengkalai pembangunannya karena kekurangan dana. Tapi gara-gara film AADC2 langsung hits dan banyak wisatawan datang dan tempatnya sudah diperbaiki.

Karena menunggu masuk dibatasi dan harus menunggu antrian, aku dan Rinta sempat makan gorengan di dekat Gereja Merpati hingga akhirnya kami masuk ke dalam. Di dalam kami juga harus menunggu antrian hingga nama kami dipanggil.

Di dalam Geraja Merpati berbentuk ruangan persegi panjang namun jendelanya unik. Menaiki tangga pun berulang dari tangga semen hingga tangga kayu sampai tangga besi terdiri 5 kali naik tangga.  Nah lucunya ada sebuah lantai berisi lukisan dan vintage banget. Tidak hanya itu ketika lantai terakhir sebelum kepala Merpati, kami harus menunggu antrian lagi ke atas hingga ornag diatas baru kami naik. Setelah itu giliran kami naik di Puncak Gereja Merpati, matahari terik sudah menyambut kami. Bahkan antrian kira-kira 1 jam untuk sampai diatas, maka saat diatas kepala merpati cuma 15 menit terus kami puas-puasin berphoto dengan pemandangan kece Pegunungan. Ternyata narsis itu butuh perjuangan ya! Walau kami singkat diatas Gereja Merpati namun puas sekali loh bahkan si Bapak petugas acap kali mengatakan waktu kunjungan kami habis namun karena kami lagi berphoto kami pura-pura tidak dengar hingga akhirnya turun melalui tangga berputar seukuran badan. Cukup puaslah berphoto ramai-ramai!

Kami para Blogger diatas Gereja Merpati (Sumber: Photo Ocit)
Kami para Blogger diatas Gereja Merpati (Sumber: Photo Ocit)

Pulangnya kami melewati jalanan berbeda dari kedatangan kami, namun karena pergi ramai-ramai jadi seru sekali. Pagi kami dimulai dengan senyuman dan bahagia, bahagia mengunjungi Punthuk Setumbu dan Gereja Merpati!

Harga Tiket masuk Bukit Punthuk Setumbu

Rp15.000

Lokasi Punthuk Setumbu

Jl.Borobudur Ngadiharjo KM3 Dukuh Kerahan,

Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur,

Kabupaten Magelang,

Jawa Tengah

Harga Tiket Masuk Geraja Ayam

Rp15000

Lokasi Geraja Ayam/Merpati

Bukit Rhema di Dusun Gombong,

Desa Kembang Limus

Kecamatan Borobudur

Kabupaten Magelang

Jawa Tengah

Salam

Winny

Iklan

91 tanggapan untuk “Pesona Nirwana Sunrise Borobudur dari Punthuk Setumbu

  1. saya pertamax meninggalkan komen disini, owh winny begitu pesona Indonesia itu keren banget ya, bangun pagi2 habis subuhan langsung naik bus terus menikmati mentari pagi …kapan lagi bisa jalan2 bareng rame rame kayak gini ya ..

  2. Enak ya mbak win klo udah punya temen travelling, bisa rame2 ha ha ha…..

    Saya nyari pecinta buku masih seuprit jumlahnya. Ntar klo udah punya banyak temen kan bisa tukaran buku.

  3. waaaahh kereeenn… besok lagi nek ke Magelang mampir mbak, aku kan anak sini… hehe
    naik Punthuk Setumbu memang harusnya dr jam 4 atau stgh 5 sih, mbak Winny memang lumayan telat..pasti karena susah nge-koordinir temen2nya ya?hehe.. gapapa, hasil fotonya masih bagus kok, dan untung cuacanya bagus…

  4. Wah wah petualang sejati ni, saya belum pernah ke punthuk setumbu, tapi beneran saya juga jadi mupeng, ini mah wajib dikunjungi dan diabadikan dengan kameraku yang sudah lama tak menyantap pemandangan-pemandangan mewah milik Tuhan.
    Terakhir aku melihat lautan awan itu pas ke Tengger untuk pendakian Bromo, saya bangga jadi anak bangsa dengan banyak pesona keindahannya.
    Maaf komennya terlalu panjang..hahaha

      1. Wah akumah dari Bandung jauh, itu juga dulu dalam rangka naik gunung bareng teman-teman pecinta alam kampusku..hehe
        Entah kapan kesana lagi, sekarang lagi sibuk nulis dulu..hehe

  5. Serunya, jadi mupeng deh buat ke sana :hehe. Saya mau ikut juga dong kalau ada rencana ke sana lagi, ingin juga menyambangi bagaimana Borobudur soalnya saya baru sekali ke sana. Sepertinya akan magis menatap matahari terbit di candi Buddha terbesar dunia itu, dengan gunung-gunung yang jadi kiblatnya. Siapa tahu juga ketemu sesuatu terkait matahari terbit dan candi :hihi.

  6. sayang banget ga dapet sunrise-nya …. lempar saja kameranya kesaya mba 🙂
    wah ngga nyangka ya .. untuk masuk gereja ayam sekarang mesti antri pakai panggil nama segala … gara2 film .. jadi ngehitsss

  7. Efek AADC 2 benar-benar membawa efek positif buat tempat-tempat yang dikunjungi Cinta dan Rangga yah. Saya juga lihat efeknya di warung dan kafe di AADC 2, termasuk Klinik Kopi saya follow IG nya, dari postingannya sepertinya kewalahan dengan pengunjung yang membludak.

  8. Haha banyak juga yah yang ter-AADC nih…dari semua destinasi Rangga dan Cinta, gw sih paling penasaran sama sate klathak yang konon udah terkenal enak…

  9. View nya cakep tenan! Langsung ter-AADC😀. Lagi ngebayangin kalo motretnya pake kamera super canggih dengan lensa tele yang yahud, trus dapet moment keren… wiiih hasilnya perfect ini, Win. Jepretan Winny juga kece. Eh, foto yang pake kaos pesona Indonesia itu cute banget, Win😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s