Melihat Songket Minang di Nagari Pandai Sikek


It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer

Albert Einstein

pandai-sikek-padang-panjang

Hello World!

Padang Panjang, Agustus 2016

Mobil kami menuju ke Nagari Pandai Sikek di Padang Panjang. Awalnya aku tidak tahu apa itu Pandai Sikek. Ternyata Pandai Sikek artinya yang pandai bertenun dan Nagari artinya Desa jadi Desa yang pandai bertenun. Yah aku dan rombongan Blogger dalam acara Pesona Minang mengunjungi Pandai Sikek. Rupanya hasil dari Pandai Sikek itu berupa Songket ala Minang. Aku baru tahu kalau Sumatera Barat ternyata memiliki Songket juga karena dalam persepsiku ingat Songket pasti ingat Palembang eh siapa sangka Songket ada juga Ranah Minang. Uniknya kain Songket dalam Bahasa Minang disebut “balapak”. Untuk motif kain tenun Pandai sikek selalu diambil dari kain tua dan harganya lumayan bervariasi bahkan ada yang sampai belasan bahkan puluhan juta.

Tenun Pandi Sikek
Tenun Pandi Sikek

Keunikan dari Nagari Pandai Sikek karena keahlian penduduk yang  rata-rata memiliki bakat dalam menenun, bahkan mengukir kayu sebagai hiasan bahkan kerjaan ini sudah menjadi pekerjaan utama dari dulu-dulu alias sejak akhir abad ke 18. Belum lagi pemandangan alam yang Indah sekali di Nagari Pandai Sikek mulai dari persawahan hingga pemandangan Gunung Singgalang dan Gunung Marapi sehingga tak heran Nagari Pandai Sikek menajdi salah satu wisata yang menarik di Sumatera Barat untuk dikunjungi dan menjadi tujuan wisata.

Memasuki sebuah rumah yang berisi tenunan kami melihat seorang Gadis muda sedang menenun. Tangannya memegang benang berwarna emas dan tangan yang satu lagi memintal dengan teliti sekali. Untuk pertama kali dalam hidupku aku melihat proses pembuatan Songket di Nagari Pandai Sikek, kalau menenun sih pernah pas di Toraja. Tapi kayaknya sama aja ya, intinya Indonesia paling keren hasil tenunannya!

 

Songket seharga Rp15juta
Songket seharga Rp15juta

Kami juga sempat melihat koleksi Songket yang dipajang dengan warna-warni. Variasi harga dari Balapak tergantung bahan yang dipakai dan berapa lama dalam mengerjakannya. Kalau menurutku sih wajar harganya mahal mengingat tingkat pengerjannya itu.

Tapi ada satu kejadian yang sungguh membuatku malu dan bikin deg-degan saat berada di Pantai Sikek yaitu ketika aku menjatuhkan Songket berwarna merah yang kisaran harganya Rp15.000.000. Untung Songketnya tidak rusak, kalau tidak aku bisa tergadai di Pandai Sikek. Gara-gara adegan menjatuhkan songket harga jeti-jeti alhasil aku mengambil langkah seribu keluar dari Pandai Sikek dan memandang Gunung Singgalang.

Lokasi Nagari Pandai Sikek

Kecamatan Sepuluh Koto

Kabupaten Tanah Datar

Padang Panjang, Sumatera Barat

Salam

Winny

Iklan

52 tanggapan untuk “Melihat Songket Minang di Nagari Pandai Sikek

  1. Kalau orang tau susahnya nenun songket pasti tau knp harganya mihil banget 🙂 Aku sempet liat pas di Lombok, Ibu2 nenun kain songket Lombok berbulan2… Rasanya sedih juga kalau dihargain murah… tapi kalau mahal ngga kebeli hahahah *galau

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb Winny…

    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
    Laailaahaillahu waAllahu Akbar
    Allahu Akbar walillahilhamd.

    Selamat Menyambut Aidil Adha 1437 Hijriyyah. Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.

    Salam Aidil Adha, maaf zahir dan bathin dari Sarikei, Sarawak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s