Never go backward. Attempt, and do it with all your might. Determination is power

By Charles Simmons

Candi Gedong Songo Jawa Tengah'

Candi Gedong Songo (Photo taken by D Sukmana)

Hello World

Semarang, Agustus 2016

Pertama kali menginjakkan kaki ke Candi Gedong Songo tahun 2013. Masih segar diingatan betapa aku dan teman-temanku berjalan kaki mengelilingi Gedong Songo dengan rute mendaki dan menurun Pegunungan serta disambut hujan. Kami bahkan harus membeli jas hujan warna-warni seperti Teletubbies. Tentu saja perjalanan ke Candi Gedong Songo menjadi momen lucu dalam hidupku. Eh siapa sangka kesempatan untuk mengunjungi Candi apik Candi Gedong Songo terjadi lagi bersama dengan 13 Blogger dalam rangka #FamtripJateng untuk merayakan Ulang Tahun Jawa Tengah yang ke 66. Berbeda dari pengalaman pertama ke Candi Gedong Songo, kedua kalinya jalan-jalan ke Candi Gedong Songo disambut dengan matahari yang lumayan terik apalagi kedatangan kami sekitar jam 11 siang. Setelah 3 tahun tidak mengunjungi Candi Gedong Songo ternyata kunjungan kedua, Candi Gedong Songo banyak mengalami perubahan yang sempat membuatku tidak familiar terutama pada jalan lurus saja dan tidak bisa belok sehingga semakin diatur dari masuk hingga keluar namun rutenya makin panjang. Kalau di trip Candi Gedong Songo pertama kami hanya menemukan 6 Candi saja karena hujan maka perjalanan kedua ke Candi Gedong Songo menjadi PR bagiku untuk mencari 3 Candi lagi. Iya penasaran dimana 3 Candi lagi yang tidak aku temukan diperjalanan pertama.

Blogger

Blogger

Memasuki loket tiket masuk, beberapa dari kami memilih untuk menyewa kuda demi mengelilingi Candi Gedong Songo yaitu Kak Bulan, Kak Titi, Richo, Ghana, Kak Leni. Sementara aku, Dita, Kak Fahmi, Kak Sukmana, Koko Sinyo, Adlin, Citra, Ruslan dan Wulan lebih memilih jalan kaki. Bentuk Candi Gedong Songo dibangun berderet dari bawah hingga puncak perbukitan. Sehingga siap-siap saja untuk sedikit hiking.  Awalnya si Koko Sinyo hendak naik kuda namun memilih berjalan kaki karena alasan harga naik kuda lebih mahal jika ukuran badan 80 kg sehingga akhirnya si Koko malah ikut bersama rombongan kami yang berjalan kaki. Aku sendiri lebih memilih jalan kaki karena kasihan ama kudanya walau kudanya bersih sih ya cuma gak tega aja. Tapi bagi yang tidak terbiasa jalan kaki apalagi jalanannya mendaki mending naik kuda saja. Karena jujur saja jalan kaki mendaki itu ternyata cukup membuat mandi keringat. Goodbye lemak ditubuh dari hasil makan pagi! Bayangin dah kami jalan kaki keliling Candi Gedong Songo melewati jalanan menanjak terus mutar. Kurang hebat apa coba kami! Tapi anehnya karena kami jalan beramai-ramai sehingga perjalanan jadi asik sekali ditambah lagi kami kebanyakan bercerita sehingga walau rute jalan kaki cukup mengurus tenaga namun tidak terasa. Hal yang menarik dari Candi Gedong Songo terletak pada lokasi Candi bertingkat serta udara pegunungan itu sangat sejuk sekali. Mungkin saja pemandangan Gunung Ungaran menjadi salah satu penyebab kami betah dan senang dalam berjalan kaki di Candi Gedong Songo.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

Untuk trip Candi Gedong Songo kedua kali aku hanya menemukan 7 Candi saja, sedangkan 2 Candi lainnya tidak kami lihat. Ternyata dari penjelasanan Bapak Tourguide kami 2 Candi itu bersifat “Mukso” artinya yang bisa melihat 2 Candi lainnya hanya orang tertentu saja yang mempunyai kebathinan. Candi Hindu Gedong Songo memang masih menyimpan misteri, disitulah letak keunikannya. Dari sejarah Candi Gedong Songo, ditemukan oleh Loten tahun 1740 kemudian tahun 1804 Raffes mencatat komplek tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan. Barulah sekitar tahun 1908-1911 seorang arkeolog Belanda Van Stein menemukan dua Candi lainnya sehinnga yanga walnya namanya Pitoe jadi Sanga sehinga namanya menjadi Candi Gedong Songo. Candi Gedong Songo merupakan Candi peninggalan Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Pada Candi Gedong IV ditemukan kotak peripih berserta isinya di Candi Perwara C1.  Untuk ketinggian Candi Gedong Songo sekitar 1.200 m dari permukaan laut.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

Di Candi Gedong Songo juga terdapat belerang dan pemandian air panas, jadi jika merasa lelah setelah berjalan maka bisa mencoba mandi air panas untuk menyegarkan diri. Tiket kolam pemandian air hangat Rp5000.

Sayangnya kami tidak mencoba untuk mandi di pemandian air panas Gedong Songo namun berjalan menelusurinya cukup memuaskan kami ditambah Pohon Pinus di Candi Gedong Songo sedang hits di kalangan wisatawan Semarang. Walau gagal lagi untuk menemukan sembilan Candi Gedong Songo tapi mengunjungi Candi Gedong Songo bikin nagih. Yah mungkin lain kali bisa sampai ke puncak Gedong Songo “Puncak Nirwana”.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

Harga Tiket masuk Candi Gedong Songo

Hari biasa Rp6000

Hari Libur Rp7.500

Turis mancanegara Rp50.000

Paket Wisata Desa Rp30,000

Paket Candi I Rp30,000

Paket Candi II Rp50,000

Paket Candi III Rp60,000

Paket Air Panas Rp70,000

Paket Candi 9 Rp80,000

Berat badan mulai 80 Kg Rp100,000 sementara untuk wisatawan asing lebih mahal Rp10,000 dari wisatawan local.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

 

Lokasi Candi Gedong Songo

Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan

Kabupaten Semarang

Jawa Tengah

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

36 Comments

  1. Wiih baru tahu yang bisa lihat 2 candi sisanya cuman yang punya ilmu kebathinan, karena selama ini gue cuman sampe di candi ke 3 Hhaha 😀
    Kagak mampir ke rumah kayunya mbak?

    Reply

    1. sayangnya nggak padahal lagi hits ya

      Reply

      1. Tapi kudu bayar lagi sih kalo masuk situ

  2. Sandurezu サンデゥレズ September 4, 2016 at 11:18 pm

    senengnya pergi traveling sambil belajar sejarah.. 😊 btw candinya udah tua banget ya? Kebayang gimana suasananya tahun 900 an dengan pemandangan alam yang masih asri gitu sampai sekarang..

    Reply

    1. iya Sandrezu aku juga heran ya kok bisa bangunan tua gitu masih ada zaman sekarang

      Reply

  3. Aku menulusuri candi gedong songo naik kuda, lihat jalannya naik turun agak ngeri juga takut kudanya stress terus aku dibawa lari hehe. Yang tempat belerang itu masih aktif gak?

    Reply

    1. masih ada belerangnya eh tapi seru juga naik kuda ya

      Reply

  4. saya pernah sekali mengelilingi kompleks candi songo, dengan naik kuda sih, bukan jalan kaki. saat itu bayarnya rp 50 ribu

    Reply

  5. Wah pengalaman yang asyik juga kayaknya ya naik kuda keliling kompleks candi 😀 aku baru tau ada beginian. Thanks for your post yaa

    Reply

    1. sama-sama kak boleh dicobaa

      Reply

  6. waaah ilmunya harus kuat tuuh buat lihat 2 candi lagi. tapi kalo gue masih agak agak ragu sih kak win benar ada atau hanya cerita rakyat saja untuk 2 candi tersebut

    Reply

    1. aku sih gk lihat tp itu dari penelitian sih jd harusnya ada

      Reply

  7. Walaupun di sana terik, hawanya tetep berasa dingin. Enak bgt ditambah ngeliat pemandangan yg apik 🙂

    Reply

  8. saya baru tau ada candi gedong songo ini, padahal adik ipar tinggal di Semarang. Pernah sekali ke daerah Bandungan. Pengen deh sekali2 kesitu, semoga bisa… 🙂

    Reply

    1. amin pasti bisa kak mumpung dekat kak

      Reply

  9. wajib dikunjungi nih, thanks for sharing mbak

    Reply

  10. Salut buat kalian yg jalan kaki

    *Lambaikan tangan dari atas kuda 😀

    Reply

    1. makasih sambil ambil lambaiannya 😀

      Reply

  11. Naik kuda itu enak, Win.

    Geyal~geyol~geyal~geyooollll….

    Sambil deg-degan kudanya melipir jalanan menurun nan licin.

    Reply

  12. Kemarin pas pulkam padahal lewat persis di dekat pintu masuk candi ini lho kak, tapi gak masuk 😦

    Reply

    1. sayang ya padahal tinggal masuk ya

      Reply

  13. wah penasaran dengan dua candi lainnya kak 😮 bisa gitu yaaa

    Reply

  14. wah gagal maning untuk menemukan ke sembilan candinya ya mba winny
    artinya mesti balik lagi kesini … 🙂

    Reply

    1. iya harus kesana lagi berarti

      Reply

  15. […] Winny: Jalan Kaki Keliling Candi Gedong Songo […]

    Reply

  16. trekkingnya sih di candi gedong songo, wisata sambil belajar sejarah kebudayaan jawa kuno. tapi pas turunnya kita malah seru ngobrolin budaya batak ya haha. sampai nggak terasa capeknya, tiba2 udah sampai bawah aja. dan aku pikir2 absurd juga kita mau ke nikahan batak tapi aku gak kenal mantennya hahaha.

    Reply

  17. kebun di sebelah candi kayaknya sayurnya mantep bak

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.