Love may forgive all infirmities and love still in spite of them but Love cannot cease to will their removal

By Clive Staples Lewis

Candi Plosan Lor

Hello World

Klaten, Agustus 2016

Coba sebutkan kisah cinta paling romantis yang pernah diketahui? Pasti yang disebut Romeo Juliet atau sebagian kecil membayangkan kisah cinta yang tak kalah seru dari Rama Shinta tapi ada yang pernah dengar kisah cinta antara Sri Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan tidak? Emang siapa Sri Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan? Pasti kebanyakan tidak akan mengenal sosok keduanya padahal kisah cinta keduanya saking kuatnya sampai-sampai dibangun Candi  loh sebagai bukti cinta. Nama Candi itu bernama Candi Plaosan, sebuah Candi yang berada di Klaten, Jawa Tengah yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno sekitar tahun 824 M. Keduanya menikah walau beda agama, Sri Pramodhawardhani memeluk agama Buddha merupakan putri Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra sementara Rakai Pikatan yang memeluk agama Hindu dari Wangsa Sanjaya. Pernikahan mereka awalnya merupakan pernikahan karena politik namun siapa sangka keduanya menjadi jatuh cinta beneran. Emang ya kalau cinta itu siapa yang tahu, karena menyangkut hati, walau beda keyakinan. Yah masih mendinglah yah cinta mereka menuju ke jenjang pernikahan daripada kisah cinta Isabella cinta dua dunia tapi terpisah!

Tiba-tiba baper, ambil tissue basah terus nangis di pojokan!

Candi Plaosan Klaten

Candi Plaosan Klaten

Aku sendiri baru mengetahui Kisah cinta Sri Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan setelah diberitahukan oleh Pak Junet, tourguide kami dalam mengunjungi Candi Plaosan, Klaten dengan teman Blogger lainnya dalam rangka #FamtripJateng. Waktu itu di agenda kami hendak menunggu sunset di Candi Plaosan yang tak jauh dari Candi Prambanan tapi apa daya karena keterbatasan waktu kami hanya melipir sebentar di Candi Plaosan. Namun ketika memasuki Candi Plaosan betapa terkejutnya diriku melihat pahatan di sisi Candi yang ternyata mengisahkan cinta. “Mbak yang candi itu Candi Laki-laki, sebelahnya Candi Perempuan,” begitu celoteh salah satu pengunjung Candi Plaosan sore itu ketika aku sedang asik melihat relief yang ada di Candi Plaosan.

Ternyata benar kalau diperhatikan seksama dari ukiran relief Candi Plaosan maka satu Candi berisi relief laki-laki sementara Candi sebelahnya berisi relief perempuan sebagai bukti kekuatan cinta keduanya. Jadi si Pramodyawardani menggambarkan gambar laki-laki di Candi Induk sebelah selatan sebagai bentuk kekaguman terhadap Rakai Pikatan sedangkan Rakai Pikatan sendiri menggambarkan relief perempuan di Candi Induk Utara sebagai kekaguman kepada Pramodyawardan.

So sweet banget ya?

Kalau aku sih gak usah dibuat relief Candi oleh si Abang, diajak keliling dunia udah senang kok Eneng (terus dilempar bunga).

Candi Kembar Plaosan

Candi Kembar Plaosan

Nah yang menarik dari Candi Plaosan, terletak dari bentuknya yang sama. Kompleks Candi Plaosan terdiri dari 2 Candi yaitu Candi Plaosan Lor (Selatan) dan Candi Plaosan Kidul (Utara). Walau letak kedua Candi berpisah oleh jalan raya sekitar 40 meter namun keduanya memiliki arsitektur bertingkat, teras berbentuk segi empat dengan sekeliling dinding serta tempat semedi sehingga Candi Plaosan sering disebut sebagai Candi Kembar dengan panjang 15 meter, lebar 10 meter dan tinggi 15 meter. Candi Plaosan merupakan perpaduan antara unsur Hindu dan unsur Buddha. Candi Plaosan Lor  memiliki 3 altar yaitu altar Timur berisi Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya, altar Barat berisi gambaran Manjusri dan Altar Utara berisi Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha dengan bagian tengah halaman pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Sementara Candi Plaosan Kidul yang memiliki pendopo di bagian tengah terdiri dari 8 Candi  kecil dan terdiri dari 2 tingkat.

Candi Ploasan Magelang

Candi Plaosan Magelang

Sayangnya kami hanya sempat jalan-jalan di Candi Plaosan saja karena keterbatasan waktu sementara Candi Plaosan Lor tidak sempat. Walau gagal mendapat sunset di Candi Plaosan namun mengunjungi Candi Plaosan sangat menarik, dan tempatnya juga dekat dari Candi Prambanan. Bahkan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Plaosan ini didirikan di zaman yang sama, hanya saja Candi Plaosan Klaten itu kurang dikenal.

Nyesellah baru tahu sekarang karena aku sendiri yang sudah jauh-jauh ke Kamboja demi Candi, ternyata Candi-Candi di Indonesia tak kalah indahnya. Yah salah satunya Candi Plaosan. Entah kenapa ya aku itu termasuk penyuka Candi dan peninggalan yang bersifal kolosal, heritage. Khusus kesukaanku pada Candi itu karena reliefnya sebab bikin geleng-geleng, aku tidak habis pikir bagaimana orang dulu bisa membangun Candi dan mengukirnya satu-satu.

Nah yang penasaran dengan saksi kekuatan Cinta dua Agama, yuk kunjungi Candi Plaosan di Klaten, objek wisata Jawa Tengah yang menarik!

Tiket Masuk Candi Plaosan

Rp5000

Jam Buka Candi Plaosan

Setiap hari jam 09:00 – 17:00 WIB

Alamat Candi Plaosan

Dukuh Plaosan, Desa Bugisan,

Kecamatan Prambanan

Kab. Klaten, Jawa Tengah

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

48 Comments

  1. ah terima kasih ceritanya… * baru tahu

    langsung kusisipkan agenda wajib pas pulang nanti…

    Reply

  2. Senangnya melihat relief di candi ini masih bagus, belum tergerus oleh cuaca.

    Reply

  3. Baca ini jadi inget pacar pertama yang beda agama dulu 🙂
    Wish to go to Plaosan ondeday

    Reply

    1. wah kakak pernah mengalami nya juga

      Reply

  4. I knew that story 😊😊😊

    Reply

  5. kisahnya lebih dramatis dibanding film atau tayangan drama itu sendiri ya. menikah secara terpaksa, tapi ujungnya jatuh cinta beneran. asik ih kalo ke candi dan tau sejarah di baliknya, jadi pengen ke candi plaosan 😀

    Reply

    1. Harus kesana kak mumpung dekat

      Reply

  6. Sri Pramodawardhani ama Ken Dedes kira2 cakepan sapa ya 😀

    Reply

    1. sayang aku belum jumpa keduanya

      Reply

  7. Plaosan emang selalu ciamik e. mba cobain deh datang kala sunset atau sunrise. serius. lebih romantis berbalut cinta yg harmonis antara alam dan budaya. heehe

    hanif insanwisata

    Reply

  8. Lokasi nya mana Win dekat Prambanan kah?

    Reply

  9. Sempet terkecoh dengan judul yang ada klaten-klatennya, kirain di tengah kota Klaten. Ternyata masih di daerah Prambanan, baru inget kalau Prambanan itu masuk daerah Klaten, 😀

    Btw, baru denger candi plaosan ini, sekarang kan lagi ngehits ratu boko, candi abang, sambisari dll. Prambanan kaya banget sama situs sejarahnya, makin pengen ke sana lagi.

    Reply

    1. iya dekat banget kak dengan Candi Prambanan

      Reply

  10. Sedih banget 😦 Terimakasih atas ceritanya, Win..

    Reply

    1. kisah cinta yang penuh lika liku ya indah

      Reply

  11. Baru tau dari blognya ini Win,,
    Semoga si abang mengabulkan keinginannya,, 🙂

    Reply

  12. Ini merupakan salah satu candi fotogenik yang pernah aku kunjungi. Tahun kemarin pas bulan puasa aku main ke situ, ngabuburit, dan keren banget memang. Terutama yang lor. Kemarin waktu ke situ, candi-candi perwara yang di depannya sudah selesai dibangun lagi atau masih berserakan Win?

    Reply

  13. Klaten ini banyak juga tempat wisatanya nanti masuk list ah biar bisa kesini suatu hari nanti, cakep candinya

    Reply

  14. Ah, aku sudah pernah juga melipir ke sini melihat dari jauh. Cakep candi ini menurutku dan ternyata baru tau juga pas di sana ini adalah candi kisah cinta dua insan, mungkin mirip2 Isabella, Win, beda dunia juga dikit. hehehehe.
    Btw Win, emang yah lama2 di blog suka gak sadar saat nulis jadi baper, penulis suka curhat kekekekeke *menunjuk diri sendiri* oh yah, kalo kisah Romeo and Juliet, waktu masih polos bilangnya emang romantis, setelah gedeaan nangkapnya tragis sih. 😀

    Reply

    1. iya kak hahah kalau udah beda-beda gitu agak gimanaaaa gitu

      Reply

  15. Wahh.. baru tau mbak. Eh itu beneran tiket masuknya goceng?

    Murah amat

    Reply

  16. Wah Winny ubek2 Klaten ya, dari umbul Ponggok, candi Plaosan. Mampir candi Merak kah Win. Salam

    Reply

    1. ada candi merak juga yah mbak

      Reply

  17. sayangnya g ada foto taken by saya hahahaa #ngarep 🙂

    Reply

  18. Oh tau baper juga ya? Aku kira dah putus urat baper nya :p

    Reply

    1. tergantung sikonlah ini pura-pura baper loh ahhahah

      Reply

  19. waah baru tau aku mba kisah cinta Sri Pramodhawardhani dan Rakai Pikatan, setiap postingan mba Winny emang selalu memberikan wawasan baru, keren mba.. keep inspiring 🙂

    Reply

    1. terimakasih baiqrosmala, emang Indonesia wisanta banyak makanya ya

      Reply

  20. […] Syailendra yang berkiblat Buddha. Tak heran sahabat muda penyuka Candi, Winny memberikan sebutan kisah cinta beda agama. Paduka Sri Pramodhawardhani ditengarai nama lain dari Rakryan Sanjiwana yang diabadikan dalam […]

    Reply

  21. […] @winnymarlina Plesiran Ke Wisata Candi Plaosan Klaten, Kisah Cinta Beda Agama […]

    Reply

  22. Harga tiket masuknya sangat terjangkau ternyata. Kapan2 main sini ah

    Salam kenal dr blogger ala2

    Reply

  23. kemaren aku masuknya cuma bayar 3000 kak. tapi ga dapet karcis soalnya dateng jam 6 😐

    Reply

      1. tapi gak dapet tiket buktinya sih 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.