Pengalaman Tidur di Bandara #CeritaPerjalanan


Marriage is like a cage, one sees the birds outside desperate to get in, and those inside equally desperate to get out

By Michel de Montaigne

Kansai Airport Kyoto
Kansai Airport Osaka

Hello World

Jakarta, April 2016

Sebagai pejalan yang doyan keluyuran serta tipe pejalan sesering mungkin dengan budget seminim mungkin maka setidaknya aku pernah 2 kali memiliki pengalaman tidur di Bandara. Tidur di Bandara memiliki kesan sendiri, selain untuk menghemat penginapan juga sangat aman ketika sampai disuatu daerah baru tepat pada tengah malam sedangkan transportasi umur ke luar Bandara sudah tidak ada lagi. Mau tidak mau, tidur di Bandara menjadi pilihan terbaik. Kalau menurutku tidur di Bandara itu kesannya gembel elit namun kalau dibayangkan jadi lucu-lucu.

Dua pengalaman di Bandara yang pernah aku alami

1. Tidur di Changi Airport, Singapura

Singapore Airport
Singapore Airport

Pertama kali merasakan tidur di Bandara ketika aku melakukan trip ke Singapura tahun 2012. Waktu itu aku ketinggalan pesawat sehingga membuatku harus sampai di Singapura jam 11 malam. Karena sudah sampai larut malam akhirnya aku memutuskan untuk tidur di Bandara Changi saja. Pada waktu itu merupakan pengalaman trip pertama seorang diri ke Luar Negeri kemudian dengan tampang polos mencari bangku untuk tidur sambil menggendong tas gede di punggung. Untungnya Bandara Changi sangat kondusif untuk pejalan yang hendak tidur di Bandara. Waktu itu aku seorang diri mencari bangku yang kira-kira nyaman untuk tidur hingga akhirnya aku menemukan tempat tidur disebelah orang cewek Philipina yang juga tidur. Untung ada teman tidur susah di Bandara, dan tidur di Bandara sudah lazim ternyata dilakukan. Masih segar diingatan waktu itu betapa dinginnya AC Changi airport yang membuat amandelku kumat kemudian aku memakai tasku sebagai bantal. Inilah awal pertama merasakan gembel banget saat perjalanan tapi entah kenapa kalau mengingatnya jadi lucu sendiri. Bukankah perjalanan tidak melulu senang? Justru kesusahannya membuatnya seru dan menarik. Cerita susah tidur di Bandara malah membuatku berteman dengan cewek Philipina dan dia pulalh yang mengajariku untuk menggunakan MRT pertama kali hingga keluar dari Bandara Changi.

2. Tidur di Kansai Airport, Osaka Jepang

Kansai Airport
Kansai Airport

Pengalaman kedua tidur di Bandara ketika berada di Kansai Airport Osaka, Jepang. Waktu itu jadwal penerbangan untuk balik ke Indonesia jam 8 pagi sehingga daripada repot dan takut ketinggalan pesawat akhirnya aku memutuskan untuk menginap di Bandara Osaka semalam sebelum keberangkatan tepatnya jam 10 malam aku sudah berada di Kansai Airport. Untungnya Bandara Kansai sangat memahami backpacker kere seperti saya sehingga banyak sekali bangku yangg nyaman untk dijadikan tidur alias kasur gratis ala Bandara. Waktu itu aku ingat benar cuaca di Osaka meski musim semi pas hendak pulang cuaca 5 derajat Celcius dan cukup dingin diluar Bandara, untungnya pas masuk kedalam Bandara begitu hangat. Dengan sigap aku mencari tempat duduk untuk tidur beserta tas yang aku bawa. Akhirnya tidur di Bandara Kansai dengan gratis bersama wisatawan lainnya yang bernasib sama.

Teman-teman pernah mengalami tidur di Bandara juga?

Salam

Winny

 

Iklan

103 tanggapan untuk “Pengalaman Tidur di Bandara #CeritaPerjalanan

  1. So far baru tidur di airport hasanudin makassar beberapa kali karena pesawat transit tengah malam dan baru terbang lagi pagi, sama di T3 Soetta sekali

  2. Gak salah nih follow backpacker sejati, keren. Saya belum pernah nginep di bandara. Saya tipenya kalau jalan harus persiapan dari awal sampai akhir dari berangkat sampai pulang. Mungkin sekali-kali agak berpetualang asik kali ya hehe

      1. Iya nih, pokoknya saya ikutin terus tips-tips nya jadi backpacker. Eh anyway dapat tiket murah gimana caranya ya haha

  3. Heheh.. aku kerap terjebak tidur di terminal 2F soetta karena melakukan penerbangan subuh. Selain itu menghemat biaya taksi dari depok. Heheh Jadi naik damri pas jam 8 malamnya… dari cerita2 org di bandara rawan kejahatan hipnotis sih, saran aja utk lebih berhati-hati dan jangan pamer gadget wah. 🙂

  4. aku sempet tidur di incheon airport karena baru sampe jam 2 malem, haha. daripada naek taksi mahal, jadinya tidur aja di bandara sambil nunggu jadwal kereta paling pagi

  5. Bandara Internasional Kansai itu bandaranya Osaka Win (walaupun lokasinya agak jauh dari Osaka dan ada satu bandara lain yang lebih dekat yang namanya Bandara Internasional Osaka 😛 ), hehehe. Kyoto nggak punya bandara

  6. Bandara blm pernah, lah naik pesawat aja baru sekali. Itu pun dibayari hahah.. #ngenes. Tapi di stasiun pernah, kiaracondong. Pas dlu dr sby transit dibandung untuk lanjut ke purwakarta, tidur diruang tunggu, banyak temenya dan alhamdulillah aman. Haha

  7. Kalo aq pernah tidur di stasiun bandung.
    Udara malam kota Bandung cukup dingin dan itu pengalaman menyenangkan sekaligus deg-degan. Takut kecurian hahaha walau aman sih disana.

  8. Cuma pernah di Changi, tapi dah beberapa kali, kalau di area transit, 3x, tiga-tiga dibangunin sama petugas diminta tiket ke penerbangan berikutnya. Kalau sebelum imigrasi, diarea check-in situ, gak kenapa2 sih, cuma susah nyari tempat tidurnya, jadi tidur sembari duduk sama pegangin tas, takut hilang, haha..

      1. hahaha.. iya aku juga kalau tidur benarnya waaswas.. tapi karena tahu dah pasti nginep di ariport, tas ranselnya aku pack tebel tapi yang empuk jadiin banta;l, sedangkan kopernya aku kasih tali gandeng ke tangan.. wkwk

  9. Pernahh winn.. Di changi jugaa. Hahaha. Tapi ga tidur sih disana. Ngobrol aja sampe pagi sama temen2.. Iseng banget dl.. Ada tempat tinggal disana malah begadang di erpot. Hahaha

  10. Terakhir pernah tidur di Soetta pas nungguin flight pagi2 buta…. Dan itu perut kembung masuk angin hufttt. Klo bandaranya bagus mungkin nyaman juga sesekali tidur di bandara haha

  11. Pernaaaaahhhh banget, di KLIA kami berdua tidur di sana saat mau melanjutkan perjalanan di KL ke Kamboja, sama, takut telat penerbangan pagi, mengingat dulu pernah telat check in di KLIA dan gak boleh terbang, padahal pas peak season. KApok.
    Terus dua kali Yuna ngina di Haneda Jepang karena dua2nya nyampe tengah malam, tanggung kan yah nginap bobo di hostel, Haneda cukup nyaman dan bersahabat dan banyak juga yg ngegembel waktu itu. 😀 😀

  12. kalo tidur malem di bandara belum pernah sih mbak, cuma memang dari kemaren sudah merencanakan kalo besok mudik dapet pesawat paling pagi ya berangkat hari sebelumnya pake damri paling malem.. tapi mungkin batal mudik pake pesawat..
    kalo tidur di stasiun pernah, gara-garanya pesawat dari padang ke jakarta delay dan baru sampe tengah malem padahal masih harus lanjut perjalanan ke jogja, akhirnya berhubung ada barengan ke stasiun senen dan tidur di luar stasiun.. ada lagi, pas di stasiun semarang tawang, tapi memang jaman tugas pas masih kuliah sih, nggembel 24 jam di stasiun.. 😆

  13. kalo aku tahun 2014, nyampe changi jam 9 malam, padahal pengen banget merasakan tidur di bandara, tapi karena sudah ada teman yang menjemput, gagal deh tidur di bandara

      1. Enak sih dingin, dingin banget malah jangan lupa bawa jaket/syal. Terus dulu ada kursi2nya yang bisa ditidurin dan lumayan empuk. Ga tau kalo sekarang. Tidurnya di dalem dekat counter check in airline

  14. Kalau nginep tengah malem belum. tapi pernah nunggu sampe tertidur tidur di bandara Suvarnabhumi, karena salah beli tiket pulang untuk sodara. sodara pulang pesawat pagi, aku pulang pesawat malem, dan tanteku gak brani ke bandara sendiri, akhirnya kita nunggu kurang lebih 12 jam di bandara sampe tertidur. ahahaha..

  15. Saya juga pernah mbak, tapi di stasiun, hhe. Waktu itu di stasiun Verona Porta Nuova, pas lagi backpacker seorang diri. Sayangnya pas mau tidur, rupanya stasiun ditutup jam 12 malam, akhirnya saya terlunta-lunta deh di jalan. Beruntung entah kenapa ngeliat stasiun buka lagi sekitar jam 3 pagi, akhirnya saya mengendap masuk dan beraniin tidur sendirian di kursi platform stasiun sambil menunggu kereta jam 5 subuh. Ketika itu, suhunya 5 derajat. bisa dibayangin dinginnya gimana. hiks

  16. Pengalamanku baru 2 kali di bandara berbeda. Pertama terminal 3 Soetta yang ternyata kudu nunggu di luar gak boleh masuk, kedua, di KLIA2 haha yang ini udah beberapa kali ya? hwhwhw

  17. yaampun mba win. sm bangeets. aku jg hobi parah tidur di bandara sdh ga kehitung. aplgi klo mengejar flight pagi & demi menghemat budget nginepp.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s