If you pursue your dreams, you’ll leave behind the predictable but mediocre life of the wage slave and enter the realm of the visionary

(By Unknown)

rumah fatmawati di Bengkulu

Rumah Fatmawati di Bengkulu

Hello World

Bengkulu, 16 Januari 2016

Hari terakhir di Bengkulu dan sudah beberapa  objek wisata andalan Bengkulu yang sudah dikunjungi mulai dari makam Inggris yang jaraknya 1 km dari Benteng Marlborough,  serta sudah ke Danau Dendam Tak Sudah akhirnya kami wisata terakhir yaitu rumah Ibu Fatmawati yang tak jauh dari rumah pengasingan Soekarno di Bengkulu. Sebelum ke rumah Fatmawati, ibu negara yang menjahitkan bendera Merah Putih yang lokasi rumahnya hanya beda gang tak jauh dari simpang lima Bengkulu maka kami sempat membeli oleh-oleh khas Bengkulu. Lokasi untuk membeli oleh-oleh khas Bengkulu di Anggut sepanjang jalan yang sama dengan lokasi pengasingan Soekarno. Aku membeli miniature Rafflesia yang merupakan iconic Bengkulu dan cokelat dari durian sementara Dede lebih membeli cokelat rendang yang tidak begitu aku rekomendasikan untuk dibeli setelah mencobanya. Untuk harga miniature bunga Rafflesia Rp50.000 dan karena suka langsung aku beli saja. Biasa hari terakhir di Bengkulu jadi merupakan kewajiban mencari oleh-oleh khas daerah Bengkulu.

oleh-oleh khas Bengkulu

Oleh-oleh khas Bengkulu

Puas belanja oleh-oleh khas Bengkulu maka barulah kami makan terus lanjut ke rumah Bu Fatmawati. Rumah Fatmawati di Bengkulu masih tradisonal, berupa kayu dan rumah panggung serta ada tanda bunga Raflesia di depan rumah. Hanya saja tangganya sudah keramik sehingga mengurangi esensi tradisonalnya tapi wajar karena memudahkan masuk bagi tamu.

Rumah fatmawati bengkulu

Rumah Ibu Fatmawati Bengkulu

Karena kedatangan kami pas siang maka tidak ada penjaga alhasil kami masuk ke dalam terus gratis yang mungkin saja bayar. Di dalam rumah terdapat kursi, baju serta photo Fatmawati sewaktu muda serta photo Soekarno dan beberapa photo lainnya. Sewaktu aku melihat photo Fatmawati muda begitu cantik terus mukanya mirip dengan Puan Maharani. Untuk ukuran rumah lumayan kecil dan sudah menjadi cagar budaya. Sayangnya kami singkat saja jalan-jalan di rumah Fatmawati karena tidak banyak yang dilihat.

Rumah fatmawati bengkulu

Rumah Ibu Fatmawati di Bengkulu

Ps: katanya  rumah Fatmawati yang terkenal wisata Bengkulu bukan merupakan rumah milik ataupun pernah ditempati Ibu Negara melainkan dulunya milik kerabat Fatmawati yang tinggal di kota Bengkulu.

Akhirnya kami pergi ke Bengkulu Tengah kira-kira 1 jam perjalanan dari Kota Bengkulu untuk makan durian. Disini Pak Mifta benar-benar ngerjain aku untuk makan durian khas Bengkulu yang ebsar0besar dank au hampir habis 2 buah tapi rasanya mau muntan. Dede hanya makan sedikit begitu juga Pak Mifta dan Pak Driver kami sementara Dimas tidak makan sama sekali. Alhasil aku sendirian yang paling banyak maka sampai 3 buah durian gede-gede lagi.

Durian

Durian

Coba tebak berapa harga duriannya?

Rp100.000/3 buah durian gede! Trip Bengkulu berakhir dengan kapok makan durian!

Mak aku muntah durian!

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

33 Comments

  1. Aku insya Allah mau ada rencana ke Bengkulu tahun ini. Semoga bisa ke rumah Bu Fatmawati juga 🙂

    Reply

    1. Kak Pujiii ayo kita bertemuuuu 😀 *numpang lapak ya Kak Win 😛

      Reply

      1. Ayooo 🙂 Ntar aku kabarin kalo jadi kesana ya 🙂

  2. Durian Bengkulu sama durian Parung enakan mana?

    Reply

    1. belum pernah makan yng parung pak. tp durian bengkulu gede tp tidak begitu manis

      Reply

  3. masih terawat ya rumahnya.

    wah…. duriaaaaaan. saya suka

    Reply

    1. aku juga pak sampai kebanyakan eneg jadinya

      Reply

  4. Tmpt kelahiran istri sya nih.. Bengkulu

    Reply

    1. tempatnya lumayan kan mas

      Reply

      1. Belum prnh liat lngsung, bru liat foto2nya lwt postingan ini.

  5. Rumahnyaa masih baguuuus dan terawat ya mbak 😀 bagus :3

    Aaakh, kok murah mbak 100000 dapet 3 ._. wkwkw akhirnya muntaaah deh :p sini bawa ke Jogjaaa duriannya 😀

    Reply

      1. kenapaaa cumaa lembaaar :”

  6. beberapa kali pernah baca tulisan ttg rumah ini.. tapi kok ya masih blm ada jodoh buat main ke sanaa 😦

    Reply

    1. tenang kk pasti ada kesempatannya kak

      Reply

  7. jadi penasaran sama Bengkulu, kayaknya seru nih main ke sana. Belum mainstream 😀

    Reply

  8. Rumahnya bagus ya Win, modelnya tradisional gitu 😀 .

    Haaa, aku mah nggak suka durian Win, hehehe 😛

    Reply

  9. Prriit.. Pelanggaran nih, posting poto durian .. 😀

    *hadeh…tiba2 sy jd kpingin durian

    Reply

  10. Bentuk rumahnya kayak rumah2 melayu di sumut ya. Nice story, Winny

    Reply

    1. iya kak beda warna doang ya kak khas sumatera kali ya kak rumah panggung ini

      Reply

  11. Wah murah banget tuh mbak duriannya 3 buah 100.000. Klo ditempat saya 30.000 an tapi ukuranya kecil deh kayaknya. BTW banyak juga ya makannya he he he…

    Reply

  12. Nggak apa-apa kakwin mabok durian, dari pada mabok cintapadaorangyangsalah *lah 😀

    Reply

  13. haduuh jadi kangen main di Bengkulu..

    Reply

    1. terakhir kapan kesana kak

      Reply

  14. Wah jago banget nih mba winny, cari timing yang pas buat masuk ke obyek wisata gratisan 😀 kapan-kapan gabung dong mba hahaha

    Bagus buat contoh nih, walaupun statusnya ibu negara beliau masih tetap memelihara kesederhanan dalam dirinya. #walaupunitubukanrumahnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.