You can never cross the ocean until you have the courage to lose sight of the shore

By Christopher Columbus

backpacker ke leang-leang

Hello World

Makassar, 28 Desember 2015

Jam menunjukkan 1 dengan cuaca terik dan aku punya waktu 6 jam lagi untuk menjelajah wisata Makassar khususnya Maros yang memiliki tiga objek wisata utama yaitu Ramang-ramang, Leang-leang dan Taman Nasional Bantimurang. Jam 1 siang begini aku masih di dermaga Ramang-ramang dengan sisa uang Rp2000 yang kemudian hari terakhir di Makassar dan waktunya Sayonara dengan Kak Indri dan Lukman yang telah menemani perjalanan selama Toraja hingga ke Ramang-ramang. Pas di demarga ada seorang bapak yang menawarkan ojek. Saat si bapak ojek datang aku tanyakan berapa ongkos dari Ramang-Ramang ke ATM sebentar kemudian Leang-leang. Si Pak Ojek mengatakan Rp50.000 untuk sekali jalan kalau ke Bantimurang sekalian Rp80.000. Lalu aku tertegun terus berkata,”maaf pak sepertinya tidak jadi karena mahal”. Terus si Bapak menjawab “bukannya kalau dari Jakarta uangnya banyak ya”. Eh mak kata terakhirnya itu loh tidak sedap “asal orang Jakarta uangnya banyak”. Karena sudah tidak cocok dengan tawar menawar ongkos akhirnya aku memutuskan untuk jalan kaki yang sempat membuat kak Indri khawatir. Emang penyakit perjalananku itu sering mengalami kehabisan uang

hahhaha 😀

Alhasil dengan PD nya aku mengatakan kepada Kak Indri untuk tidak khawatir walau uangku Rp2000 lagi di saku. Nah akhirnya aku memutuskan jalan kaki lagi ke simpang jalan umum padahal tempat dermaga dari jembatan ke depan agak lumayan tapi tidak sejauh perjalanan kaki kami yang 1 jam. Nah pas itu aku jalan dengan nekat aku menghentikan motor yang lewat. Hingga ada 1 bapak yang berhenti karena aku nebeng sampai gang depan tempat angkot. Dengan muka setengah memelas aku nebeng sampai tujuan si Bapak yang akhirnya pas hujan deras. Karena susah mencari ATM karena dekatnya ke pasar Maros akhirnya si bapak yang membawa motor menghentikan angkutan umum terus aku naiklah ke angkutan umum tersebut terus aku lihat saku eh uangku yang aku kira Rp2000 ternyata hanya Rp1000 saja. Untungnya si Bapak angkutan umum mau berhenti di depan ATM walau itu ATM yang bukan kartuku tapi yang penting bisa mengambil uang. Untuk ongkos dari simpang Ramang-Ramang ke Pasar Maros itu Rp5000 tapi kalau aku ingin ke Bantimurang Rp13000 nah bapaknya sempat menawarkan ke Bantimurang. Tapi karena aku ingin ke Leang-leang dulu karena saran si Zilko jangan melupakan Leang-leang pas di Makassar akhirnya aku memutuskan ke Leang-leang. Untungnya bapak angkot baik hati mau menungguku saat mengambil uang di ATM begitu juga karena searah pulang dia mau membawaku ke Bantimurang walau akhirnya aku turun disimpang Taman Prasejarah leang-leang.

Kambing di angkot

Kambing di angkot

Saat perjalanan dari Pasar Maros ke Bantimurang ditengah jalan aku dikagetkan dengan kejadian lucu. Lucunya saat kambing masuk ke dalam angkot di bangku depan. Aku tak tahan menawan ketawa ketika si embek dibawa masuk oleh penumpang terus duduknya di depan pula. Gila ya, seumur-umur baru pertama lihat kambing masuk kedalam angkot yang notabenenya transportasi di Makassar, ibukota Provinsi. Kocak dah!

Habisnya walau dari kampungku di Padangsidempuan belum pernah lihat angkot bawa kambing untuk jurusan Kota. Jadi pengalaman berkesan sekali bahkan seisi angkot malah heran melihat ketawaku yang tidak melihat sikon. Untung juga uangku habis ya kalau tidak aku mana nemu adegan lucu di perjalanan.

Akhirnya aku sampai di depan gang LEANG-LEANG terus katanya ke dalam itu sekitar 8 km lagi dari ganag bertuliskan “Selamat datang di Taman prasejarah Leang-Leang Kabupaten Maros”!

8 KM What?

Leang-leang Makasar Sulawesi

Leang-leang Makasar Sulawesi

Pelogok kanan kiri tidak ada satupun Ojek padahal jam sudah menunjukkan jam 2 dan aku harus bergegas karena penasaran juga dengan Bantimurang, wisata kupu-kupu di Makassar.

Pas mikir panjang bagaimana caranya ke leang-leang ada satu cewek lewat dengan motornya. Dengan nekat aku menyetop si mbak eh dengan baik hatinya dia menerimaku nebeng ke Lenag-leang! Horeeeee!

Gak nyampe 5 menit untuk memelas kesana terus dibawalah aku ke Taman Prasejarah leang-leang yang membuatku penasaran! Saat dibonceng aku benar merasa kalau jalan kayaknya mampus dah jauhnya!

Untung dapat tebengan!

leang-leang Makassar Sulawesi Selatan

Leang-leang Makassar Sulawesi Selatan

Sesampai di depan pintu masuk Taman Prasejarah Leang Leang, aku membayar tiket masuk. Untuk harga tiket masuk ke Taman Prasejarah Leang Leang Rp10.000 dan aku memilih dengan toruguide untuk bisa melihat lukisan dinding gua berupa gambar babi rusa 1 ekor dan gambar cap telapak tangan 22 buah dan telapak tangan hingga siku 6 buah yang kesemuanya menggunakan zat berwarna merah! Yah lukisan berada di dalam Goa dan Goa sengaja dikunci supaya tidak ada vandalism sehingga perlu adanya guide dan biaya guidenya seikhlasnya kok!

leang-leang

Masuk kedalam Taman Prasejarah Leang Leang aku berdecak kagum dan aku langsung jatuh cinta dengan Lenag-leang. Leang-leang adalah pegunungan Karst yang sudah berumur ribuan tahun memiliki 286 goa dengan lebih dari 30 goa prasejarah. Lokasi Leang-leang berada sebelum Taman Nasional Bantimurung. Akses ke dalam mulus karena jalannya beraspal dan sangat Indah karena diakui sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou di China. Keunikan dari Taman Prasejarah Leang Leang selain susunan batuan yang katanya dulu batu karang dari laut, terdapat bukti tapak tangan manusia Purba dan Lukisan menyerupai Babi Rusa yang ditemukan di Leang (gua) Petta Kere dengan cat warna merah.

leang-leang

Leang-leang

Menakjubkan bukan?

Apa gak jatuh cinta itu aku!

Rupanya apa yang aku cari dan lihat dari photo seniorku yang aku cari di Leang-leang bukan di Ramang-ramang! Jalanan setapak dengan rumput hijau serta bebatuan alami yang besar lengka dengan karst di belakangnya, membuatku betah lama-lama di Leang-leang. Bahkan aku ikut ama tourguide melihat cap tangan manusia Purba menaiki tangga di depannya dengan tulisan Leang Petta Kere.

Sayangnya karena jam sudah jam 3 maka akupun buru-buru ke Bantimurang terus bingung bagaiamana ke Bantimurung. Eh siapa sangka ada tebengan lagi kali ini tebengan dengan motor sampai ke Bantimurung, tempat kupu-kupu!

What a life!

Salam

Winny

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

47 Comments

    1. aku juga jatuh cinta ama leang-leang ade

      Reply

  1. Huaaa, itu kan memang jauuuuh banget dari persimpangan dengan jalan utamanya (dimana ada gapura Leang-Leangnya) sampai di lokasi Leang-Leangnya Win. Kalau jalan kaki mah bakalan gempor banget pastinya ya, hahaha 😆 . Beruntung banget dapat tebengan!! :mrgreen:

    Leang-Leang memang keren ya tapinya 😀 .

    Reply

    1. iya untung u kasih tahu loh, makasih ya

      Reply

    1. semoga bisa nanti kesana ya

      Reply

  2. ternyata di Indonesia ada yg kayak gini… kageeeet kereeeen

    Reply

  3. what …jalan2 yg penuh perjuangan…nice Win.

    Reply

  4. Naik angkot mmg bnyk keseruannya. 😀

    Reply

  5. Yang bikin aku geleng-geleng itu nebengnya kwa ha ha…. Baru kali ini mbaca blog travelling yang kayak begitu.

    Foto batu-batuannya mengingatkanku tentang bali. Ntah dimana dulu pernah ke bali dan rasanya mirip-mirip deh. Gak tahu ah. Jadi bingung sendiri.

    Reply

    1. nebenganya ampe 6 kali loh hahahah full seharian. di bali ada ya jadi penasaran

      Reply

  6. Aaaa penduduk lokalnya baik-baik banget kayanya ya Kak. Mau ngasih tebengan semua. Kambing aja ditebengin juga dalem angkot. 😂🐐

    Reply

    1. iya ata kalau tidak entah gimana nasibku disana

      Reply

  7. Wah luar biasa winny! Bisa berani minta tebengan dan dapet pulak 🙂 masih banyak org baik ya. Itu pemandangannya jg bagus2.

    Reply

  8. Waaaahhh apa lagi ini? Indonesia itu memang kaya bgt ya. Gimana ya, padalah sy pengen jln2 ke luar negri *nggaya* padahal kekayaan Indonesia negara sendiri saja masih buaanyak sekali yang belum dikunjungi 😦

    Reply

    1. gak apa Rangga bisa kok dijelajaih disekitar kita

      Reply

  9. keren sekali postingannya Win, baik-baik ya orang lokalnya… tapi cewe yang ditebengin di pertigaan itu nginjek tanah kaaan? hihihihi…

    Reply

    1. nginjak dong kak ahahhaha

      Reply

  10. penduduk lokalnya baik ya Win, mau ngasih tebengan semua 😉

    Reply

    1. iya adhya untung ada penduduk lokal

      Reply

  11. itu tangan manusia purba, mbak?
    itu hasil gambar manusia purba yah?

    Reply

    1. katanya manusia purba meninggalkan cap telapak tangan disana bang

      Reply

  12. Kayak bukan di Indonesia. Rasanya pernah lihat bebatuan ini di internet dan lokasinya di Tiongkok. Kereeeen.

    Reply

  13. Ceritanya sungguh mengesankan yaw kak, untung saja kehabisan duit jadi bisa lihat si embek,,,, coba kalau nggak gitu, jadi nggak lihat kan??? hahaha. Terus dapat tebengan gratis ama cewek,,, wah kalau aku seperti itu ntar dikira mau ngapa – ngapain kak,,,,, wah kapan yaw bisa seperti mbak nya? 🙂

    Reply

    1. sepertinya was was loh cuma karena kepepet yah begitu untung beruntung

      Reply

  14. saya belum pernah ke sulawesi kak.. jadi mayan nih buat referensi

    Reply

    1. semoga nanti bisa menginjakkan kaki kesana ya

      Reply

  15. Postingan Leang-leang semakin menambah info kekayaan alam Nusantara. Trim Win. Butuh waktu berapa tuk eksplornya Win, gak detail amat lah. Salam

    Reply

    1. kemaren makassar ama toraja 4 hari doang kak

      Reply

  16. Maksa banget itu kambingnya dibawa masuk angkot ya ampuuunn.. 😂😂 bagus ya leang2nya! Untung juga dapet tebengan ya.. kalo gak jempol bisa melintir.. hihihi

    Reply

    1. iya kak nadia kocak kan ya

      Reply

  17. waktu ke makassar, temen ku kok gak ngasih tau objek ini ya… cuma ke bantimurung, dan gua diatasnya aja. hmm harus balik lagi nih kyknya 😀

    Reply

    1. iya abah mungkin ketinggalan tempatnya lumayan bagus

      Reply

  18. Wah beruntungnya bisa nebeng sana-sini. Kalau dilihat pas jalan masuk, Leang-leang, aku kepikiran hutannya Hagrid di serial Harry Potter. Cantik.

    Reply

  19. Takjub lihat kambingnya. Jadi fokus ke embek :))

    Reply

  20. wah .. nekat bener …jalan kaki kesana kesini …. dengan bekal duit minim pula ….
    tapi memang di indonesia masih banyak orang yang baik2 ya …. akhirnya sampai juga ke leang leang yang indah itu ..

    Reply

    1. soalnya pas banget habis uangnya 😀 untung orang kita baik ya

      Reply

  21. perjalanan itu memang selalu membawa catatan tersendiri ya mbak, seru! oh ya, makin penasaran dengan julukan kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou di China… semoga kesampean ke sana, suatu hari nanti…

    Reply

    1. amin kak kalau balik ke indonesia wajib ke makassar kak

      Reply

  22. Wahh kereenn, aku tinggal di Makassar tp belom pernah ke sana, hikzz.. Tp udh ada rencana sih, hehe
    Tp mau nanya kan awalnya bareng tmn kok pas acara nebeng2an itu tmnnya ke mana?:D

    Reply

    1. soalnya kita misah kak jdnya aku jalan sendirian

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.