Situs purbakal kalimbungan bori'

Hello World!

Toraja, 27 Desember 2015

Dari Batutumonga setelah setengah merayu pak supir angkot membawa kami dari Loko Mata hingga ke Bori dengan harga sewa mobil Rp80.000/3 orang maka sampailah kami di depan Bori. Menhir tinggi sudah di depan mata lengkap dengan Tongkonan dibelakangnya. Dua orang Bule baru saja keluar dari Bori dengan sigap sang penjaga wisata Toraja Bori bersiap meminta uang karcis seharga Rp10.000 . Siapa sangka sang bule fasih berbahasa Indonesia dan dia mengaku mahasiswa dan menawar harga tiket masuk sebagai mahasiswa alhasil yang harga masuk Rp10.000/orang menjadi Rp10.000/2 orang. Kedua pasangan bule tersebut tenyata menyewa miotor sementara aku, Kak Indri dan Lukman dengan PD nya menggunakan angkutan umum ala Toraja untuk menjelajah objek wisata di hari kedua mulai dari Batutumoga di lereng Gunung Sesean, Gunung tertinggi di Toraja katanya hingga ke Loko Mata yang mirip RUmah Hobit kemudian turun ke bawan dengan arah persimpangan ke Bori hingga Desa Galugu kemudian berakhir di Pallawa. Hingga akhirnya kami diturunkan di Bori, yang terkenal dengan bebatuan Menhir yang menarik.

Bori

Bori

Dapat ide dari kedua bule akhirnya saat membayar karcis aku mengatakan saja kalau Mahasiswa, toh pada kenyataanya aku kan seorang Mahasiswa jadi harga Rp0.000 menjadi Rp5000 lumayan karena tempat wisatanya tidak hanya satu, melainkan ada 6 tempat wisata nah kalau pengalinya kan lumayan juga! Kak Indri sempat geleng-geleng ketika aku menawar apalagi meminta kembalian Rp5000 karena uang yang diberikan Rp20.000. hahahha 😀 Entah apa yang dipikirkan si kakak yang pasti harga tiket masuk kami menjadi setengah harga.

Bule menawar karcis di Bori

Bule menawar karcis di Bori

Setelah mendapatkan tiket, ternyata Bori yang biasa kami lihat di Internet itu penuh dengan latar batu Menhir tinggi dengan rumput hijau terus Tongkonan yang indah dibelakangnya. Siapa sagka yang kami lihat malah Bori dengan Menhir terus dengan latar belakang Tongkonan yang sedang diperbaiki!

Itulah seni perjalanan tidak akan sama dengan orang lain bukan?

Walau agak sedikit kecewa dengan pemadangan renovasi Tongkonan di depan mata, kami cukup puas melihat kumpulan Menhir yang memukau. Awalnya aku mengira di Bori hanya berisi Menhir dan Tongkonan saja eh rupanya pas naik keatas berisi makam sauda-saudara. Makamnya berada di dalam batu dibuat kotak yang mirip di Loko Mata hanya saja disini tidak ada Tau-Tau dan satu batu berisi satu makam lengkap dengan photo almarhum beserta baju-bajunya yang terletak didepan makam yang membuatku agak merinding terutama saat lihat photonya yah! Maklum aku memang penakut, kelihatannya saja sok berani hahaha 😀

kepala kerbau di bori

kepala kerbau di bori

Nah aku mengajak kak Indri dan Lukman untuk naik keatas toh udah terlanjur ke Bori sekaligus lihat saja apalagi kata kak penjaga piket ada Babies Graves diatas pohon. Kami penasaran dong dengan makam bayi yang ditaruh di dalam pohon. Tibalah kami ditas setelah melewati anak tangga dan siapa sangka bayi yang terletak di pohon itu berada di pohon yang kami lihat karena petunjuknya tidak jelas. Bahkan kami sempat salah jalan dan bertanya kepada orang eh orangnya tidak tahu hingga kami tanya kepada orang lain ternyata makam itu berada di pohon depan mata kami tak jaug dari petunjuk jalan.

Sumpah dah aku takut, kalau kak Indri dan Lukman mah biasa saja mereka!

Aku bahkan tak berani dekat-dekat dengan pohon walau aku sempat mengambil photonya juga sih! Terus kami balik dan mencari kepala kerbau yang rupanya kepala kerbau yang diukir di makam.!

Overall selain rasa penakutku, Bori itu indah loh lengkap dengan Menhir indah ala Tana Toraja!

Terakhir kami bingung pulangnya gimana, angkotnya susah euy!

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

17 Comments

  1. Bulenya keren ya hehe lebih paham mereka kyknya. Batu-batu yg tinggi itu namanya apa mba? Trus buat apa?

    Reply

  2. Bayinya dibuatin lubang di pohon itu ya Mbak? kok pohonnya masih utuh ya..;

    Reply

    1. iya dilubagin terus dimasukin ke dalamnya

      Reply

  3. kalo inget tana toraja, inget mayat-mayat yang ditaruh di dinding itu ya kalo nggak salah.

    Reply

    1. iya sekar terus ada tau-taunya

      Reply

  4. Kak Winny aku tetep konsisten takut kalo liat yang gitu-gitu :’))) tapi lama2 penasaran juga kalo liat fotonya *kemudian galau

    Reply

    1. menarik sebenarnya ata karena berbeda

      Reply

  5. Wah itu bulenya pandai juga nawarnya. Pengen bgt maen ke sini, nyeni bgt tempatnya kayaknya…

    Reply

    1. cocok rangga bagi yang suka budaya

      Reply

  6. punya temen yang dulu pernah tinggal di situ…

    Reply

  7. hahaha mentang2 mahasiswa dehh aaaahh 😛

    Reply

    1. hihi iya Rinta aji mumpung

      Reply

  8. wah… ngambil kesempatan nih…. 😀

    Reply

  9. Ingat menhir, ingat obelix heheee

    Reply

    1. iya betul juga kak lusi untungnya kakak ingatin

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.