Jalan-jalan ke Desa Adat Ke’te kesu Toraja


Don’t just think about the things you have done, think about the things you haven’t done but you want to do!

(Unknown)

kete kesu toraja
Kete Kesu Toraja

Hello World

Tana Toraja, 26 Desember 2015

Siang begitu terik, ketika aku, Kak Indri dan Lukman meninggalkan Makam Tua Londa yang berada di Gua, menapaki jalanan yang jelek dalam perbaikan. Jalan kaki sekitar 25 menit dari Londa ke simpang gang yang kemudian kami harus mundur ke belakang kearah Rantepao, ibukota Toraja Utara dan turun disimpang Desa Ke’te Kesu, salah satu desa adat di Toraja. Tujuan wisata Toraja ke Desa Ke’te Kesu tentu saja untuk melihat Perkampungan adat Toraja yang disebut dengan rumah tongkonan (rumah adat suku Toraja). Di Tongkonan biasanya terdapat hiasan tanduk kerbau di bagian depan dan rahang babi di sisi kirinya sehingga lebih mengenal kehidupan masyarakat adat Toraja. Lokasi Ke’te’ Kesu’ di Kampung Bonoran, Desa Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalang, Toraja Utara.

akses ke desa kete kesu
Akses ke desa kete kesu

Kapok jalan terik panas-panasan di Londa, maka ke Ke’te Kesu kami menunggu angkutan dari persimpangan jalan menuju desa adat Ke’te Kesu, dengan angkot Rp10.000/3 orang. Sesampai di Ke’te Kesu, olaaa banyak pengunjungnya, maklum liburan akhir tahun! Yang lucu saat diangkot ketika seorang bapak yang berjeramah tentang apalah yang aku tidak perhatikan, yang kasihan si Lukman yang mendengarkan celoteh si Bapak. Intinya berhati-hati dalam memilih guide di Toraja, padahal kami mah jatuhnya jalan saja kalau ada guide yah masuk ke Goa.

Berjalan ke Ke’te Kesu maka kami membayar tiket masuk Ke’te Kesu Rp10.000/orang. Saranku yang mahasiswa bilang aja mahasiswa karena tiket masuk mahasiswa Rp3000, kan kasihan mahasiswa bayar retribusi umum. Cuma yah disini kami bayar retribusi umum. Kak Indri paling antusias di Ke’te Kesu, maklum kakak itu penyuka rumah adat, arsitek pula.

rumah adat tana toraja
Rumah adat tana toraja

Hal yang menarik di Ke’te Kesu terdapat Lima tongkonan yang sudah berusia ratusan tahun, yaitu Tongkonan Bamba, Tongkonan To Sendana, Tongkonan Tonga, Tongkonan Panimba dan Tongkonan Kesu’.

Nah pas kami kesana ramai sekali bahkan photo di depan Tongkonan saja harus ngantri loh! Terus disekitar tongkonan ada penjual cinderamata khas Toraja, aku sempat membeli cinderama khas Toraja yaitu miniature Tongkonan.

cinderamata toraja
cinderamata toraja

Selain melihat rumah khas Toraja alias Tongkonan maka di Desa Ke’te’ Kesu’ juga terdapat makam tua. Makam beruapa patane yaitu berbentuk rumah kecil kayak di Toba, ada juga yang makam keluarga Sarungallo dengan patung besar mirip yang dimakamkan dipajang di dalam kaca berdiri tegak di atas pintu makam hingga makam di dalam peti diatas gunung.

Pas melewati makan di Desa Ke’te’ Kesu’ horror banget dah apalagi pas ada tau-tau (patung boneka mirip yang meninggal) di dalam jeruji. Sengaja dijeruji agar tidak dicuri karena banyak perhiasan dari almarhum dibawa kesana. Terus yang bikin horror pas lihat tengkorak yang sudah pecah bahkan terletak begitu saja di lantai sampai ke bukit.

Sumpah aku kenyang melihat makam dan Tongkonan, menjadi salah satu pengalaman baru dalam dunia perjalananku.

tongkonan di kete kesu toraja
Tongkonan di kete kesu toraja

Trip ke Desa Ke’te’ Kesu’, 26 Desember 2015

13:00 – 13:30  Dari Londa ke Desa Adat Toraja Ke’te Kesu

13:30 – 16.00 Menjelajah Desa Adat Toraja Ke’te Kesu, melihat rumah adat Toraja Tongkonan dan kuburan di tebing

kete kesu toraja sulawesi
kete kesu toraja sulawesi

Rincian biaya pengeluaran di Ke’te’ Kesu’

Angkot balik ke Desa Kete Kesu Rp15000/3 orang

Angkot mobil dari simpang ke depan Desa Ke’te Kesu  pulang pergi Rp 20.000/3 orang

Tiket masuk ke dalam Desa Ke’te Kesu Rp10.000/orang

Beli baju di Desa Kete Kesu Rp20.000

Beli oleh-oleh (miniature Tongkonan) di Kete kesu Rp 75.000

Beli oleh-oleh  Magnet Rp50.000/3 orang

Beli oleh-oleh gantungan kunci Rp20.000/3 orang

Beli oleh-oleh gantungan kunci Rp5000

Beli teh dan aqua di alfamidi dekat  simpang Kete Kesu Rp 6000

 

Salam

Winny

Iklan

36 tanggapan untuk “Jalan-jalan ke Desa Adat Ke’te kesu Toraja

  1. Wah kayaknya esensnya Toraja itu memang terdapat di Ke’te Kesu ini ya Win… itu rumah-rumahnya masih dijadikan tempat tinggal sampai sekarang? Kalau tidak, sekarang dipakai sebagai apa? Duh ada banyak pertanyaan nih soal rumah adat yang satu ini, soalnya kebudayaan Toraja adalah sesuatu yang baru banget bagi saya, sepertinya saya bakalan senang banget deh kalau bisa jalan-jalan ke sana :amin. Semoga bisa di suatu hari nanti yak :amin.

  2. Tanduk kerbau dan rahang babinya banyak benar ya Win. Tongkonan berjajar tsb dihunikah atau bangunan pajangnya. Kereen Win, senada dg desa Panglipuran Bali sebagai wisata desa adat. Menunggu cerita berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s