We all have our time machines. Some take us back, they’re called memories. Some take us forward, they’re called dreams.

By Jeremy Irons

air terjun dwi warna

air terjun dwi warna

Sibolangit, 13 Mei 2010

Perjalanan itu indah ketika melakukan travelling bersama teman semasa sekolah. Dari jalan bersama teman kuliah membuatku sadar kalau bahagia itu sederhana, cukup menikmati kebersamaan dengan teman-teman yang disayangi, setidaknya begitu yang aku alami ketika melakuan perjalanan ke Air Terjun Dwi Warna di Sibolangit tahun 2010 silam.

Kalau aku mengingat perjalanan itu ternyata betapa waktu berlalu cepat dan rasanya aku kuliah itu masih kemaren  terus ujung-ujungnya aku merasa tua tapi kenangan itu tidak akan luput di makan masa.  Entah siapa yang memulai ide untuk melakukan trekking ke hutan belantara demi sebuah air terjun yang terkenal indah di pelosok Medan, intinya aku menjadi pasukan ikut-ikut saja. Yang pasti asal jalan-jalan murah aku pasti ikut. Maka jadilah kami ramai-ramai berencana liburan ke air terjun dwi Warna sibolangit. Tim yang ikut petualangan itu anak-anak Teknik Industri angkatan 2007 USU atau nama bekennya KOSTUTI.

menunggu bus ke sibolangit

menunggu bus ke sibolangit

Pas hari H kami ramai-ramai ke stasiun demi ke area perkemahan Sibolangit, awal trekking ke Air Terjun Dwi Warna. Bagi yang belum tahu apa itu air terjun Dwi Warna yaitu air terjun primadona wisata disekitar Medan yang memiliki dua warna biru dan putih biasa sehingga disebut namanya Dwi Warna.

Yang lucu dalam perjalan ke Sibolangit ketika kita seolah gembel mencari taxi yang notabenenya mobil L300 (mini bus) yang kapasitas mobil harusnya  9 orang menjadi 12 orang. Maka sempit-sempitanlah di dalam mobil persis kayak ikan sarden tapi anehnya itulah letak keasyikan perjalanan kami. Bayangkan saja di depan saja ada 3 orang yang seharusnya diisi maksimal 2 orang terus di tengah diisi 5 orang terus dibelakang diisi 4 orang yang seharusnya 3 orang maka modar-modarlah kami hahha 😀

perjalanan ke sibolangit

perjalanan ke sibolangit

Waktu itu ongkos dari Medan ke Sibolangit Rp13.000 kalau tidak salah. Sesampai di Sibolangit, kami menunggu disimpang jalan karena menunggu geng Lolox yang membawa mobi yang akan mengantarkan kami di penginapan. Kami juga sempat ramai-ramai jalan di malam hari menembus dinginnya pegunungan Sibolangit. Hingga sampai di penginapan yang bentuknya panggung yang kami habiskan menunggu pagi baru memulai trekking.

Saat malam teman-temank main gaplek ada juga yang main gitar hingga akhirnya kami memilih untuk istirahat tidur dilantai beramai-ramai. Sialnya pas makin malam justru suhu makin dingin bagai menusuk kalbu dan kami rata-rata tidak membawa jaket padahal  bermalam di Sibolangit itu jauh lebih dingin daripada di Parapat Danau Toba. Saking dinginnya kami berpelukan dan aku tidak bisa tidur saking dinginya dan semua juga serentak merasakan yang sama dinginnya. Lucunya temanku jahil banget ada yang memphoto orang kedinginan gitu tapi pura-pura, intinya gokil dah!

Masa kuliah emang masa tergokil!

Keesokan harinya kami memulai trekking ke Sibolangit dengan menyewa ranger hutan yang tahu jalan ke Air Terjun Sibolangit. Biaya ranger dipungut waktu itu Rp20.000 perorang dan untungnya kami perginya ramai-ramai. Nah melewati penginapan ada sebuah pohon yang namanya porno banget yang mirip kayak terong. Itulah awal memulai trekking ke Air Terjun Dwi Warna, objek wisata Sumtera Utara.

Perjalanan ke  Air Terjun Sibolangit ternyata penuh perjuangan, melewati hutan belantan, mendaki, melewati bebatuan, hingga sungai. Capeknya minta ampun bahkan mirip kayak lagu Ninja Hatori mendaki gunung lewati lembah yang kami alami. Yang paling tragis kami harus turun dengan tali saking curamnya jalan tapi perjalanan akan terbayar ketika sampai di Air Terjun Sibolangit apalagi warna birunya yang keren abis. Temanku langsung cebur ke dalam, birunya mirip telaga dan tak jauh dari situ ada air terjun kecil juga. Tentu saja pengunjung air terjun Dwi Warna Sibolangit ramai sekali.

Capek basah-basahan airnya kami makan siang bersama karena bekal sudah kami bawa dari perkemahan Sibolangit. Makan dengan pemandangan air terjun itu dengan suhu dingin nikmat sekali apalagi makannya ramai-ramai dengan teman-teman masa kuliah makin maknyos.

Waktu yang kami habiskan di air terjun Dwi Warna Sibolangit hanya sekitar 2 jam saja tapi perjalanan ke air terjun Dwi Warna Sibolangit penuh perjuangan paling tidak 6 jam jalan kaki dengan jalan yang lumayan menantang tapi pengalaman bersama teman kuliah itu masih lekat hingga sekarang. Terus tentu saja perjalanannya juga murah habis waktu kalau tidak salah Rp50.000 all in.

travelling ke dwi warna

travelling ke dwi warna

Tips travelling ke air terjun Dwi Warna Sibolangit

  1. Sebaiknya ramai-ramai dan sewa ranger
  2. Usahakan berangkatnya pagi hari karena perjalanan 6 jam jalan kaki, 3 jam jalan menuju ke air terjun dan 3 jam pulangnya
  3. Jika bermalam di Sibolangit sebaiknya membawa pakaian hangat karena cuaca di malam hari sangat dingin
  4. Sebaiknya memakai sepatu ketika trekking atau minimal sandal gunung karena jalannya licin
  5. Bawa makanan and minuman secukupnya tapi jangan lupa sampah dibawa pulang

Rindu jalan-jalan bareng anak KOSTUTI oiiih!

PS: Kebolanganku dimulai dari kuliah dari cikalnya sih sering jalan ama anak Teknik Industri USU

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

95 Comments

  1. Itu kok air terjunnya bisa jadi biru begitu ya Win warnanya? Keren deh. Tanaman itu namanya apa ya? Bentuknya unik. Gila banget dah itu mobil kapasitas berapa orang terus di dalamnya sudah seperti ikan sarden :haha, tapi memang seru banget ya, masa-masa sama teman-teman, menggila bareng, pasti kepengin diulangi lagi deh kebodohan-kebodohan itu sekarang :haha.

    Reply

    1. nama tubuhan nya pokonya pornalah gara gk sanggup menyebut merk hahaha.. air terjunnya emang sebiru itu Gara klo u Medan cobalah kesana

      Reply

      1. Oke, mudah-mudahan bisa ke sana ya Win :hehe.

  2. airnya seger banget ya kayaknya.. jadi pengen mandi deh *tumben 😀 😀

    Reply

  3. Warna airnya mengundang untuk diceburin banget Win! 😀

    Btw tanamannya bentuknya lucu banget ya, haha 😆

    Reply

    1. iya biru mempesona kan zilko, itu tanaman namanya aneh beneran dah

      Reply

  4. Rifqy Faiza Rahman December 15, 2015 at 11:39 pm

    Sebentar, sebentar, dari tadi celingukan, foto Mbak Winny yang mana sih? 😀

    Reply

    1. itu rifqy yg celana pendek :d

      Reply

      1. Rifqy Faiza Rahman December 16, 2015 at 9:38 pm

        Oalahhhh hahaha. Pangling Mbak 😀

  5. warna air terjunnya cakeeepp 🙂

    Reply

  6. Itu yg warna kuning buah/pohon apa mba..? Warnanya cerah ..

    Kolam air terjun nya juga warna biru, cerah n bagus bgt.

    Seru pastinya ya jalan bareng sobat2 semasa kuliah.. Mudah2an sampe Sekarang masih kompak …

    Reply

    1. sayangny udah mencar mencar pak, nama tanamnya agak aneh sih pak

      Reply

  7. Walah keren banget… airnya bisa biru gitu. Oya, dari kartu yang dipegang, itu pasti lg main poker, atau kalo bukan ya minuman… 😀

    Reply

  8. Wah kolekso foto lamanya masih ada.sy jd inget pernah jalan jalan kyk gini didaerah banjarnegara bersama 12orang 5jam PP cm pengen liat air terjun

    Reply

    1. klo ingat kennagan seru yag mas

      Reply

      1. Sy dl jg jamn kuliah jg gini..emanh seruuuu

  9. aish mantap mbak, warnanya biru gitu. semoga tetap terjaga dan gak rusak. terus ternyata blognya sudah berubah ke (.com) keren

    Reply

    1. semoga yah mas, iya lama baru beralih ke dot com 😀

      Reply

      1. Sama kalau begitu, bayar paypal juga?

  10. Winny.. foton2ya jadul tapi Dwi warnanya emang bagus banget sih 😀

    Reply

    1. iya nina, drmu pernah juga kan?

      Reply

  11. BARU NGEH TERNYATA UDAH BELI DOMAIN! Selamaaaat! *gak fokus*

    Reply

    1. iya kak Rinta lama bgt ya

      Reply

  12. keyeeeeeeennnnnn….. kak Win aku mupeng liat aernya bening biruuu gituh… pengen nyemplung pengen pengen pengen 😦

    Reply

    1. ntar kita cari yng beginin yg d jawa ya

      Reply

  13. Travelling Addict December 16, 2015 at 9:32 am

    duh, lumayan bikin gempor ya perjalanan menuju air terjun dwi warna

    btw salam kenal dari http://www.travellingaddict.com

    Reply

  14. wah air terjunnya bagus dan biru. Jadi pengen ikut nyeburrrr. Mauuuu

    Reply

    1. ayoo ata tp jauh ke Medan sana

      Reply

  15. Kak winny itu yang mana??? Mirip -mirip sih wajahnya 😀
    Air terjunnya keceeeee ❤

    Reply

    1. aku yg celana pendek 😀

      Reply

  16. air terjunnya cakep banget

    Reply

  17. Masya Allah bagus banget ait terjunnya. Kenangan perjalanan semawa sekolah gak bisa dilupakan ya. btw aku perna hposting tenang tanaman aneh itu, waktu ke Desa Panglipuran ada tanaman itu dan aku menanyakan namanya, itu terong susu

    Reply

    1. namanya di Medan jauh lebih aneh kak, agak gimna gitu kak

      Reply

  18. Wah seru banget ya mba, rameeeh.. Emang keseruan bareng temen-temen itu gak ada duanya

    Reply

    1. iya shudai wlau udah lama gitu

      Reply

  19. Airnya itu bikin mata dan hati meleleh 😉

    Reply

      1. Belum, maka dari itu tergagum melihat airnya itu

  20. ciee.. nostalgia niyee 😀
    Sumatera utara itu ternyata banyak banget destinasi kecenya yah. tapi lokasinya banyak yg susah dijangkau dan jauuhhh. nggak cukup buat dihabisin dlm hitungan hari

    Reply

  21. Jalan-jalan sama temen ke tempat indah emang paling cihuy!

    Reply

  22. Debit air terjunnya lumayan deres ya Win. Ngumpul jalan sama temen emang paling asyik 😀

    Reply

    1. iya oom di pagar alam juga ada air terjun kan

      Reply

  23. Saya pernah tinggal sekitar 3 bulan di Bandar Baru deket Sibolangit, 🙂 tapi gak pernah ke air terjun itu.

    Reply

  24. Warnanya baguuuuus, biru banget! suka ❤

    Reply

    1. tipikal Indonesia kak indah

      Reply

  25. btw bus way on the way…kayaknya dah nama domain sendiri ya Win?

    Reply

    1. iya kus mulai pake nama sendiri 😀

      Reply

      1. siip Win, jadi tambah mantab +greget nge-blognya.

  26. awalnya aja lho ngerasa terong porno, banyak pelihara itu buat tanaman hias..apalagi terhitung langka

    Reply

    1. bukan karena nama terongnya tapi nama anehnya itu

      Reply

  27. hahahahaha baru kemarin dari sana ;)… dan memang, itu air terjun dengan medan terberat yg prnh aku dtgin -__-.. aku kira air terjun malela udh yg terberat, ternyata, dwi warna ini juaranya 😀

    Reply

    1. air terjun malela dimana kak

      Reply

  28. pas taun lalu kesana bayar rangernya udah 150rb 😦
    tapi aku pp gak lebih dari 3 jam kok *pamer*

    cuma ya ngos-ngosan..

    Reply

    1. gila cepat amat jalnnya helga

      Reply

  29. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Winny….. kenangan indah yang tentunya sangat bermakna bersama teman-teman yang ingatan padanya tidak dapat dilupakan terutama berjalan kaki selama 6 jam. Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Reply

    1. betul Siti kenangan yang menyenagkan bareng teman, terimakasih telah berkunjung Siti

      Reply

  30. jangankan namanya… bentuknya aja aneh itu :p

    Reply

  31. Wah rame banget ya mbaaak.. Kalau lagi jalan-jalan bareng sih ga kerasa cape ya jalan ketempat wisata apalagi pas nyampe lihat keindahan lokasinya. Serasa semuanya itu terbayar
    😀

    Reply

    1. waktu jalan 3 jam itu ngedumel banget terus sampai langsung ilang stresnya

      Reply

  32. gak sia-sia ya setelah perjalanan 6 jam itu. keren euy air terjunnya.

    Reply

    1. iya kak apalagi pas nyampe

      Reply

  33. Kalo liat foto2 air terjun ini di Instagram bener-bener bikin ngiler. Kapan ya bisa kesana… hiks

    Reply

  34. Gilak ini airnya, melimpah banget 😀

    Reply

  35. Indah air terjunnya!!! Seru!

    Reply

    1. iya mas tipikal indonesia banget

      Reply

      1. Air Terjun Bidadari Sentul udah?

      2. belum bg ajakin dong bg terus goret anak blogger

      3. Cibodas + trekking ke Air Terjun Cibeureum?

      4. ayo mas mau aja ntar aku ajakin yg lain jg

  36. ihhh air terjunnya keren, Uy. jadi pengen nyebuuuuuur

    Reply

    1. makasih sudah mam=ir arian

      Reply

  37. tahu tentang air terjun ini waktu baca majalah National Geoghaphic traveveller. Sejak saat itu pingin kesini. masih ada nuansa magis hutannya. penasaran

    Reply

    1. jd penasanan ama majalah Natgeo tentang ini kak

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s