“Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra colors. And the people there see you differently, too. Coming back to where you started is not the same as never leaving.”

– Terry Pratchett 

gereja katedral

Museum Katedral Jakarta

Hello World!

Jakarta, September 2015

Niat jalan-jalan ke Museum Katedral Jakarta sebenarnya terinspirasi dari tulisan kak Yusmei beberapa tahun lalu terus baru tahu ada museum di dalam Gereja Katedral dari tulisan si kakak Yusmei. Eeh baru beberapa tahun punya waktu untuk berkunjung ke Museum Katedral. Jadwal buka museum Katedral itu hari senin, rabu dan jumat jam 10 pagi sampai jam 12 siang. Waktunya tidak umum banget ya?

Awalnya masuk kedalam Gereja Katedral agak segan tapi karena penasaran isinya apa di museum Katedral dan menjadi salah satu museum unik di Jakarta jadinya yah aku beranikan masuk terus sendirian pula kesananya. Harusnya pergi ama teman yah 🙂

Katedral

Gereja Katedral

Untuk akses ke lokasi Gereja Katedral tidak terlalu susah karena berada di Juanda tepat berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Kalau aku melihat Monas, Masjid Istiqlal terus Gereja Katedral itu Jakarta banget ya terus khusu untuk Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral lokasinya berdampingan menunjukkan bahwa orang Indonesia itu memiliki rasa toleransi dan kebersamaan tingkat tinggi dan semoga itu tetap terjaga seperti slogan Bhinneka Tunggal Ika. Nah sesampai di depan Gereja Katedral akupun menanyakan kepada petugas dimana letak museum dan si bapak mengarahkan ke Gereja. Awalnya aku bingung karena aku kira Museumnya di luar Gereja ternyata di dalam gereja tepatnya di lantai 2. Karena udah terlanjur masuk yasudah mengamati sekitar sambil melihat gaya barsitektur Neo Gotik Gereja Katedral.

Peresmian gereja katedral pertama kali tahun 1901 oleh Edmundus Sybrandus dan diberi nama De kerk van Onze Lieve Vrowe ten Hemelopneming atau Gereja Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Kalau dari sejarah Gereja Katedral merupakan Gereja Katolik pertama di Batavia. Bahkan denah Gereja berbentuk salib.

Waktu aku masuk ke dalam Gereja kemudian aku melihat burung bermain di langit-langit gereja dan lukisan 14 salib di dinding ubin yang dibuat oleh seniman grafis Theo Molkenboer dipasang tahun 1912.

Dari lantai 1 maka aku berjalan ke lantai 2. Aku tahunya museum di lantai 2 karena mendengar suara anak-anak dari atas. Untuk sampai ke lantai 2 terdapat tangga berbentuk papan dan diatas itu terlihat jelas pemandangan gereja. Untuk masuk ke dalam museum katedral tidak dipungut biaya alias gratis cuma harus mengisi daftar buku tamu.  Di dalam museum itu terdiri dari dua sisi kanan dan kiri. Museumnya kecil tapi koleksi artefaknya lumayan. Koleksi artefaknya mulai dari Injil, baju Pastor yang diberikan Paus sampai kepada photo-photo Pastor zaman dulu.

PS:

Karena museum Katedral memang khusus peninggalan artefak buat agama Katolik maka yang fanatik tidak disarankan kesana karena memang koleksinya khusus seputar agama Kristen Katolik.

Aku sendiri di Museum Katedral hanya 20 menit saja tapi lumayanlah setidaknya baru tahu kalau ada museum di dalam Gereja. Paling tidak visit museum di Jakarta ku bertambah satu lagi ehheheh :D, next ke Museum yang belum dikunjungi di Jakarta dan untungnya koleksi museum Jakarta itu cukup banyak untuk dikunjungi.

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

32 Comments

  1. Gereja katedral bagus ya Win. Kayak ala-ala gereja/katedral di Eropa gitu. Gayanya Gothic, hehe 🙂

    Reply

    1. yang bawa orang eropa zilko, kayaknya di eropa banyak beginian ya 😀

      Reply

  2. wih seru yah explore ke museum katedral

    jgn lupa mampir ke blog alay aku ya kak di www,travellingaddict.com

    Reply

  3. jam masuknya itu loh 😀 pas jam kerjaaaa bangeet

    Reply

  4. Wish list ku pas balik ke Jakarta lagi! Start jalan dari Jaksa nggak jauh kan ini? hehehe

    Reply

    1. *izin nimbrung* Bareng yuk, Mas? :hehe. Kalau dari Jaksa, jalan kaki, menurut saya agak… lumayan… jauhnya :hehe. Soalnya harus melewati Tugu Tani, Monas, MMT, dan Perwira-Pertamina :hehe.

      Reply

      1. Hyukkk. Ntar kalo ke Jkt kuinpo-inpo, sekalian kopdaran ama Winny 😀

      2. Siap, terima kasih Mas!

  5. Saya kirain dulu cuma rumah ibadah.
    Susah untuk mengunjungi, jam masuknya jam kerja, hehe…

    Reply

    1. iya mas itu dia waktunya fleksibel

      Reply

  6. Berasa seperti jalan-jalan ke Vatikan kecil ya Win :hehe. Tapi dirimu nggak ngajak-ngajak deh, aaak kan ini deket banget dari kantor saya, ngesot sedikit jalan kaki juga bisa :huhu. Iya, bilangan Lapangan Banteng memang pusat kota yang megah banget, kota baru, ada Citadel Prins Frederik Hendrik, Katedral, Gedung Kesenian, dan Waterlooplein itu sendiri :hehe.
    Tapi, kadang saya agak lucu melihat Katedral ini :hihi, mengingat dulu pas awal zaman VOC agama Katolik benar-benar hampir menjadi agama yang dilarang, eh ndilalah sekarang rumah ibadahnya jadi megah banget, bahkan menyaingi Willemskerk yang merupakan rumah gereja untuk agama Protestan. Yah, lucu bagaimana manusia dan zaman bisa berubah 180 derajat!

    Reply

    1. itu dimana Citadel Prins Frederik Hendrik, Katedral, Gedung Kesenian, dan Waterlooplein gara?

      Reply

  7. Aaaak… Gw belom pernah ke sini. Cuman lewat doang. Bahkan istiqlal pun baru sekali doang asal lewat. 😦

    Reply

    1. aku aja udah tahu dari tahun lalu mas tp baru sampai kesana

      Reply

  8. Keren nih jalan2nya WIn.
    Sampai sekarang sama kayak Dani tuh. cuma lewat depan doang

    Reply

  9. Keren nih. Jadi gak hanya tempat ibadah tapi jadi tempat bagi ilmu juga. jadi inget Mother Teresa House Win. Ada gereja dan ada museum bunda Teresa juga.

    Reply

  10. di dalam gereja ada museum! wow, baru tau nih

    Reply

    1. sama kak aku juga tw pas dari baca blog

      Reply

  11. Halo, seandainya hari senin/rabu/jumat jatuh pas tanggal merah atau misal pas tanggal cuti bersama menjelang natal atau lebaran gimana ya? Maksud ku buka ga gitu?
    Thank you.

    Reply

    1. biasanya gk deh mbak soalnya org pada misa

      Reply

  12. Habis mampir di blognya kak Yusmei dan sambung ke kak Winny deh seputaran museum ini. Saya dah pengen banget kesana kak cuma waktunya ini ya kudu siapin jauh2 hari 😃

    Reply

  13. Kak, mau nanya kalo misalkan buat selain umat kristen. boleh masuk gak sih? soalnya aku sm temen2 ku pengen banget kesitu.

    Reply

    1. boleh tapi jadwalnya pas weekdays

      Reply

  14. Windy Nurbaiti July 15, 2017 at 8:43 pm

    Kak disna boleh moto pke kamera digital g ya kak? Soal na skrg byk tempat di jkt yg ngelarang 😂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.