Pengalaman 72 Jam naik Bus ALS dari Padangsidempuan ke Jakarta #EdisiMudikLebaran


Where we love is home, home that our feet may leave, but not our hearts

(Oliver Holmes)

peta padangsidempuan-jakarta
Peta padangsidempuan-jakarta

Hello World!

Padangsidempuan-Jakarta, 22-24 Juli 2015

Untuk pertama kalinya dalam hidup ku segede begini naik bus dari kampungku Padangsidempuan ke Jakarta. Kalau kata mamaku waktu kecil aku pernah naik bus ke Jakarta tapi waktu kecil mana ingat. Biasanya jika aku ingin pulang kampung maka biasanya mencari tiket murah dan untuk ke kampungku penuh perjuangan loh! Karena Padangsidempuan berada di tengah-tengah Sumatera Barat dan Sumatera Utara jadi pesawatnya bisa melalui Bandara Kuala Namu atau Bandara di Padang (biasanya harganya murah) atau bisa juga dari Pekanbaru tapi ketiga bandara ini juga ke kampungku harus melanjutkan naik mini bus selama 8-12 jam.  Biasanya aku paling familiar dengan rute dari Kuala Namu terus ke Medan dulu buat jalan-jalan lalu dari Medan ke Padangsidempuan bisa 8-12 jam tergantung kondisi si pengemudi. Kalau pengemudinya lagi mabok bisalah dia bawa perjalanan 6-8 jam tapi bawanya kayak terbang dan ongkos dari Medan ke Padangsidempuan dengan L300 pas lebaran 2015 ini seharga Rp180.000. Jadi kalau dihitung-hitung 2,5 jam dengan pesawat dari Jakarta ke Medan lalu 10 jam dari Medan ke Padangsidempuan.

Perjuangan banget kan ke kampungku?

Kalau mau rute yang lebih cepat bisa melalui Bandara Ferdinan dari Jakarta langsung dengan Garuda terus dari Bandara Ferdinand 2,5 jam ke kampungku cuma agak mengurus gocek sedikit terlebih-lebih kalau pas Lebaran pasti harga tiket mahal!

Awalnya aku sangsi antara pulkam nggak ke Padangsidempuan bahkan pengen ke Bali karena harga tiketnya lebih murah tapi karena rindu mamaku dan adikku akhirnya aku pulkam juga tapi aku beli tiket pergi ke Medan tiket baliknya belum sama sekali. Masih berpikir mengikuti saran uwakku untuk naik Bus ALS ke Jakarta karena beliau sudah di Padangsidempuan dan terbiasa dengan naik bus. Alhasil dasar pertimbangan ada teman dan ingin tahu gimana rasanya naik bus 2 hari 2 malam karena normalnya Jakarta-padangsidempuan lama perjalanan seperti itu serta lumayan kan menjelajahin Sumatera dari jalur darat. Sekali-kali ingin anti mainstremlah itu pikirku padahal mamaku sudah melarang untuk naik bus karena memang kondisiku waktu pulang kampung itu jatuh sakit, dua hari pertama di kampung muntah jadi mamaku khawatir jika aku naik bus ke Jakarta.

Uwakku di Restauran dekat Danau Singkarak Sumbar
Uwakku di Restauran dekat Danau Singkarak Sumbar

Ok akhirnya aku memutuskan pulang ke Jakarta dengan naik bus bersawa uwakku. Jadilah pengalaman pertama naik bus ALS (PT. Antar Lintas Sumatera) dengan tujuan Padangsidempuan-Jakarta.

Kami berangkat hari selasa malam, katanya sih jam 7 malam tapi lelet jadi jam 10 malam juga berangkatnya. Jam 10 malamlah kami berangkat dari Padangsidempuan ke Jakarta.

Pengalaman lucu naik bus itu ada ketika satu mobil dengan inang-inang Batak (emak-emak Batak), full satu mobil isinya kebanyakan Batak jadi lucu-lucu saat di mobil. Terus mobilnya itu suka sekali berhenti untuk makan dan sebagainya.

 

 

pengalaman naik bus
Inang-iang pengalaman naik bus

Untuk rute keseluran Padangsidempuan ke Jakarta dengan bus ALS yaitu

– area Sumatera Utara -> Padang Sidempuan – Panyabungan-Kotanopan- Muara Sipongi lalu memasuki wilayah –

– area Sumatera Barat -> Rao-Panti -Lubuk Sikaping-Bonjol-Bukittinggi-Padang Panjang-Sijunjung-Tanah Datar-Singkarak-Solok-Kiliran Jao – Sungai Dareh lalu memasuki provinsi Jambi ->Muara Bungo-Bangko- Sarolangun lalu memasuki

– area Provinsi Sumatera Selatan ->Lubuk Linggau-Tebing Tinggi-Lahat-Muara Enim -Prabumulih-Baturaja-Martapura lalu memasuki

-area wilayan Provinsi Lampung ->Blambangan Ampu-Pesawaran-Bukit Kemuning – Kotabumi-Bandar Jaya-Bandar Lampung-Kalianda

kemudian Bakauheni-Merak dengan menyeberang kapal roro kemudian ke Ciwandan-Jakarta. Terakhir berhenti di Agent ALS di Klender Jakarta dengan alamat Jl. Raya Bekasi Km. 18 Klender, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Pengalaman pertama yang aku suka dari pengalaman naik bus itu ketika berhenti di rumah makan nasi Padang yang pemandangannya Danau Singkarak, Sumatera Barat. Salah satu Danau di Sumatera Barat yang rancak bana bahkan makan dengan nasi padang sambil menikmati Danau Singkarak itu sungguh menyenangkan walau capek sekali naik bus. Kami sampai di Danau Singkarak paginya jam 9 pagi setelah semalam jam 10 berangkat dan penumpang banyak yang mandi di Rumah makan ini tapi aku lebih memilih untuk tidak mandi.

Pengalaman lainnya yang lucu saat naik bus ALS ialah ketika hendak menchas hp disetiap pemberhentian akan dikenakan biaya Rp2000-Rp5000 tergantung daerah yang dikunjungi. Terus lucunya naik bus ALS dengan inang-inang sambil mendengarkan lagu Batak, seru kan? ahhaha lucu sebenarnya terus bisa melihat daerah sekitar misalnya bagaimana narsis Zumi Zola disepanjang Jambi, betapa banyaknya banyaknya rumah bertangga di Muara Enim hingga betapa panasnya Lampung semuanya aku tahu dari serunya naik bus ALS. Terus ada lagi adekan si supir demam batu akik sampai berhenti demi membeli batu akik murah lalu dimarahin inang-inang penumpang “supir ayo berangkat kapan lagi kita sampai di Jakarta” ramai-ramai dengan logat Bataknya.

Ah luculah! Kalau diingat-ingat mau ketawa pelangi 😀

Cuma yang membuat pengalamannya tidak menarik ketika aku harus terkena Biduran dari Jambi sampai Jakarta alias 2 hari 2 malam perjalanan. Aku menggarut seluruh tubuh, gatalnya minta ampun kemudian tidak ada satupun rumah makan yang 2 hari 2 malam menjual obat alergi terus dalam hati “mak nyesal tidak mendengarkan nasehatmu”. Terus agak bingung juga ama ini tubuh pas jalan ke luar negeri sehat-sehat saja pas jalan di dalam negeri langsung tumbang. Mungkin karena pertama kalinya naik bus 3 hari 3 malam kali ya? Alhasil aku menyirami badanku yang alergi dengan minyak kayu putih tapi tidak mempan juga. Bahkan di penyebarangan Bakahuni-Merak pertama kalinya aku tetap merasakan gatal disepanjang waktu sehingga perjalanan ini tidak menyenangkan. Terus mamaku merasa bersalah karena hanya membekaliku dengan obat sakit perut karena waktu di kampung sakitnya sakit perut pas di perjalanan eeeh Biduran sodara-sodara! Bisa saja memang aku tidak tahan dengan angin malam!

Walau demikian asyik perjalanan naik bus kalau tidak terkena biduran! Begitulah pengalamanku naik bus ALS 72 jam dari padangsidempuan ke Jakarta dengan membawa biduran ahhaha 😀

Sampai di Jakarta jam 4 pagi har jumatnya terus sampai kos jam 5 langsung aku mandi dengan handuk terus teman sekosku Gladies shock melihatku datang langsung mandi dengan sekujur tubuh yang bengkak. Tas tidak kuperdulian langung minum dextamin dan aku tertidur….

Pelabuhan
Di dalam Perahu Bakaheuni-Merak

Tips naik bus ALS Padangsidempuan ke Jakarta atau sebaliknya

1. Sediakan semua obat, obat alergi, perut, pusing dan sebagainya selama perjalanan

2. Kondisi tubuh harus fit saat perjalanan

3. Tidak direkomdasikan naik bus saat Lebaran karena lama di jalan terus harga tiket bus ekonomi Padangsidempuan-Jakarta pas lebaran 2015 seharga Rp575.000

4. Bawa tas kecil serta perlengkapan

5 Bawa power bank agar tidak rugi

6. Jangan mandi sembarangan di tempat pemandian

 

Salam

Winny

Iklan

90 tanggapan untuk “Pengalaman 72 Jam naik Bus ALS dari Padangsidempuan ke Jakarta #EdisiMudikLebaran

  1. Wow gila naik bus 2 hari 2 malam gitu!! Aku kayaknya bakal mikir-mikir banget itu Win *manja anaknya, hahaha 😆 *.

    Itu inang-inangnya banyak yang sadar kamera kayaknya ya? Haha 😆 . Dan kebayang banget serunya makan nasi Padang sambil memandang Danau Singkarak! Sebenarnya kalau dipikir-pikir setengahnya seperti sedang liburan juga ya. Naik bus sambil melihat-lihat pemandangan gitu!

    Sayang banget harus biduran! Semoga lain kali engga biduran ya Win, hehe. Biduran kalau memang akibat alergi sepertinya memang minyak kayu putih tidak ampuh deh. Harus yang dari apotek. Di jalan apa ngga bisa mampir di apotek?

  2. biasa Win aku kalau naik Bis dari Jakarta ke oslo 14 jam , emang seru dan menantang jadi asik bisa tahu sepanjang perjalanan daerah yang di lewati, itu yg di bis di foto pada sadar kamera ya win? 😀

  3. Akhirnya rilis juga! Membaca ini rasanya seperti dirimu ada di depan dan berceeita secara langsung kalau dirimu biduran, astaga perjalanan yang semestinya menyenangkan malah berakhir dengan gatal-gatal, tapi syukurlah ya sekarang semua sudah berakhir dan dirimu kini telah sehat kembali :)).

    Well, naik bus memang menyenangkan! Banyak yang kita bisa lihat di sepanjang perjalanan. Entah pemandangan indah atau kehidupan masyarakatnya. Memang sih kadang agak mikir-mikir buat naik bus tapi ya sesekali bolehlah, untuk jalur saya yang membelah Jawa sih lumayan enak dan saya cukup menikmati :hehe. Cuma sayang di waktunya sih, makanya butuh liburan yang panjang banget kalau mau naik bus pas pulkam :hoho.

  4. Wah pasti seruuu…
    Jadi ingat prjalanan wktu Saya kecil dari Pariaman ke Grogol, waktu itu Saya dan orang tua Saya naik bus “Transport” trus nyebrang naik kapal feri… uuh seru banget 🙂 hehe jadi nostalgia deh

  5. Aku pernah waktu itu naik NPM dari Lampung ke Padang 2 hari 1 malam aja keluar-keluar udah jadi zombie. Kalau 72 jam dipastikan aku jadi zombie kuadrat. Salut deh sama orang-orang yang bisa bertahan naik bis selama itu.

  6. Gak kebayang win harus duduk selama itu.. waktu lebaran tahun lalu dari Jogja jakarta hampir 14 jam aja, rasanya gua mau nangis gak sampe2. wkwkwkw.. badan soalnya pegel banget. wkwkwkw..

  7. 72 jam itu kondisi jalan raya normal Win? Nggak macet kan?

    Baca ceritamu 72 jam di bus dengan kondisi biduran ya agak gimanaaa gitu. Jadi inget aku pas ke Padang itu naik pesawat kebetulan lagi pilek, selama terbang telinganya sakiiit banget. Yah, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan ya Win pas lagi bepergian.

  8. Baca judulnya 72 jam aja udah syok, trus baca pelan-pelan lah beneran 3 hari 3 malam perjalanannya hahaha. Ini mau kutiru sepertinya, tapi pake berhenti di kota kota lain aja biar pantat nggak tepos 😀

  9. 3 hari 3 malam???? Wow Winny! WOW WINNY! Aku yang 8 jam aja udah bikin bengkak kaki. Haha… Tapi emang seru sih ya perjalanan darat. At least bisa ngerasain gimana perjuangan orang-orang lain yang ga mampu naik pesawat untuk pulang ke kampung. Sambil bisa melihat pemandangan yang ga mungkin kita lihat kalau naik pesawat. Keren!

  10. Saya dari terminal Amplas Medan pertama kali naik ALS tujuan Padang. Kalo dari Padang ke Jakarta pertama kali merantau saya juga naik bus. Seru memang naik bus kalo mayoritas berbahasa sama, apalagi kalo sopirnya suka becanda.

    Pembetulan rute are Sumatera Barat oleh uda 🙂 … Padang Panjang-Tanah Datar-Singkarak-Solok-SIJUNJUNG-Kiliran Jao..

  11. Seru Win!

    Keren.euy. kuat banget naik bus 72 jam (walopun sampe biduran). Aku naik bus 18 jam aja bawaannya pengin pingsan, gimana kalau 72 jam ya

  12. Wah perjalanan yang cukup panjang.

    Jadi inget waktu naik ALS dari terminal Tegal ke pool ALS di Sisingamangaraja Medan pada tahun 2007 lalu.

    Waktu itu saya dapat tempat duduk di deretan bangku depan, tiba-tiba saat itu ada orang yang melempar batu berukuran sekepalan tangan orang dewasa dan mengenai kaca depan hingga pecah.Untungnya kacanya tidak berhamburan jadi tidak mengenai penumpang. Kejadian pelemparan tersebut kalau tidak salah pas melintas di daerah SungaiDareh.

    Karena itu perjalanan dilanjutkan dengan mengganti sementara kaca yang pecah dengan plastik.

    By the way itu kamu naik ALS yang kelas apa? Ekonomi AC? Eksekutif? Super Eksekutif?
    jelajah hutan dengan ALS

      1. oh alergi ya.. hhmm nyebelin banget pasti. Bulan Maret lalu saya berangkat dari Hannover ke Stuttgart pake Bus malam, start jam 7 malam sampenya jam 7 pagi, hehe. tapi masih jauh lebih singkat dibanding petualangan Winny 72 jam 🙂

  13. 72 jam win? Hebat kali kau bah! (Udah cocok jadi inang2 Batak?) 😀 rekorku paling lama naik bis dari Medan ke Pekanbaru, 12 jam. Ampun dah itu pantas panas buanget… Makanya aku salut samamu win 🙂 rencana mau naik bis ke mana lagi nih dlm waktu dekat? 🙂

  14. Bah, sekampung awak. Heuheu. Nggak ding, di Pasid itu rumah Opung.
    Dulu, dari 1997-2004, ALS itu andalan buat rute Jogja-Bukittinggi. Tapi berhenti di tahun 2004, karena begitu sampai Bukittinggi, saya kurus kering, efek diare gegara keracunan bakso di Merak.
    Tapi, baca posting ini, jadi ingat jaman-jaman asyik dulu. Hehehe.

  15. Buat yg bom biasa mnt terasa jauh tapi buat saya yg udh sering menggunakan bus ALS jarak sdh biasa..
    Jkt-Siborong borong lbh jauh 6 jam dr jkt-PSP..itulah rute saya..
    Klp lihat dr foto dlm bus, mbak Win memilih bus AC Ekonomi sbb terlihat dr tiang” besi penahan atap bus yg full paket barang diatas mmg agak krg nyaman, klo memilih AC Toilet jauh lbh nyaman..
    Lokasi ALS PSP naik dr RM Padang..
    Klo dpt bus yg cepat sperti ALS 377, 160, 258, 324, 151, 368, 251 maka bus” tsb dr Medan masuk PSP jam 7 mlm bahkan bisa jam 6 sore atau jam 5 seperti yg saya alami..

  16. 575 rebu.. ditambah makan dll.. jatuhnya nggak beda jauh dari pesawat ya..
    rekor ngebis 24 jam dari lampung ke timur, untungnya bis ekse jadi lumayan lah walau setelah dipikir 400 ribu mayan mahal.. tapi yang paling nggak menyenangkan dari naik bis sih 21 jam jakarta-jogja, bis ekonomi ac sempit nggak karuan.. pas musim mudik.. behh.. padahal biasanya suka naik bis.. 🙄

  17. Semuanya akan indah dan menyenangkan…melihat tipe orangnya..kenyataan sampai sekarang bis bis sumatera masih bertahan dan tetap ada peminatnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s