TRAVELLING KE TERRACOTTA WARRIOR YANG MENAKJUBKAN


The museum of the terracotta Army was opened to the public in 1979. It is the world famous museum that is constructed on the site of its findings. The main exhibits of the museum of terracotta army are three pits with clay warriors and horses, as well as the all of the two bronze chariots and horses. Approximately 8,000 clay warriors and horse, more than 10,000 bronze weapons have been found in the pits. The museum is like a treasure house of Qin Dynasty’s military affairs, science and technology, art and culture. It has been listed as an UNESCO “World Heritage Site”. Today the “eighth wonder of the word” has become a synonym for the well-known terracotta army.

terracota warrior
Terracota Warrior

Hello World!

Xi’an, Juni 2015

Salah satu objek wisata must visit China itu ialah Terracotta Warriors and Horses. Mungkin bagi sebagian orang Terracota Warrior asing tapi coba ingat lagi film The Myth yang diperankan oleh Jackie Chan tahun 2005, maka salah satu lokasi shootingnya berada di museum militer bawah tanah dengan ribuan tentara yang menakjubkan maka itulah Terracota Army yang berada di Xi’an, China.

Flasback perjalanan ketika aku melakukan trip ke Jepang ala backpacker, saat berada di pesawat aku melihat dimajalah travelling tentang Museum of Qin Terracota Warriors and Horses yang berada di Xi’an yang agak jauh dari Beijing, lalu aku jatuh cinta dan langsung bergumam dalam hati “aku harus menginjakkan kaki di “Terracota Army“. Dan Alhamdulillah meski ketinggalan kereta dan penuh perjuangan akhirnya waktu untuk mengunjungi penggalian arkeologi yang paling menakjubkan “Terra Cotta Warriors and Horses” pun tiba :D.

Ya excited 😀

Dari Muslim Quarter Xi’an maka menuju ke Xi’an Railway Station karena dari situlah bus menuju ke Museum of Terracotta Warriors and Horses. Cukup mudah ke Xi’an Railway station dari Muslim Quarter Street, cukup berjalan ke Bell and Drum Tower lalu menuju ke halte bus dengan tujuan Xi’an Railway station . Di Xi’an Railway station maka naik bus No. 5/306 karena bus ini akan mengantarkan ke Museum of Terracotta Warriors and Horses. Lama perjalanan ke Terracotta Warriors and Horses dari Xi’an Railway station kurang lebih 45 menit dengan harga tiket bus sebesar 7 Yuan.

Sesampai di Terracotta Warriors and Horses maka berjalan melewati pasar yang seperti pasar kagetnya Indonesia hingga menemukan loket pembelian karcis masuk ke dalam Terracota. Harga tiket masuk kedalam Qinshihuang Mausoleum (Terracota) seharga 150 Yuan. Nah seperti biasa kebiasaan di China jika masuk ke dalam suatu tempat baik stasiun maupun objek wisata maka semua barang harus di scan di mesin scanner kalau ada minuman maka kita harus minum untuk membuktikan bahwa minuman yang kita bawa bukan racun. Untuk lama perjalanan dari terminal bus ke depan museum kurang lebih 20-30 menit melewati pasar dan taman.

Aku di depan UNESCO world heritage
Aku di depan UNESCO World Heritage

Untungnya aku sampai juga di tempat tujuan wisata utama Xi’an “Terracotta Warriors” walau terkendala bahasa tapi transportasi ke Terracotta Warrior cukup mudah untuk diketahui, intinya rajin-rajin bertanya dan gunakan bahasa andalan “bahasa kode dan isyarat serta gambar” karena nasib backpacking tanpa ikut tour harus rajin membaca paling tidak tahu sedikit tentang tujuan wisata yang akan dikunjungi. Aku sendiri tidak begitu banyak menemukan panduan lengkap ke Terracotta Army di Xi’an jadi waktu sampai di Terracotta Army itu  senang sekali.

Dalam hati “yes, i could do it ;)”

Museum of Terracotta Warriors and Horses
Museum of Terracotta Warriors and Horses Pit 2

A huge pit of funerary chariots and horses which takes up an area of 2025 m was discovered 20 m to the west side of Qin shihuang’s tomb in the summer, 1987. At the end of 1980, two big seats of color painted chariots and horses were unearthed 6.8m deep underground during a partial excavation. The two chariots were placed facing the west in a front and behind horses were basically represented. The two sets of bronze chariots and horses were made in the size of ½ of the practically used chariots and horses and they are the symbol of Qin Shihuang’s chariots horse guard of honor. All the major parts and units of them are made of tin bronze alloy with another 14 kg of unit made of gold and silver, making up a total weight of 2302 kg. the making of chariots and horse is precise, vivid, and complicated, the decoration grand among the reins for different purposes clear. The craftsmanship is  fine and delicate, making them the dear objects for the research.

Terracotta Warriors and Horses
Terracotta Warriors and Horses

Ketika berada di Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses cuaca yang panas seolah lupa dan masuk ke areanya dari luar tidak ada bau sekumpulan patung terracota dari tanah liat yang menunjukkan ribuan patung replika pasukan tentara Qin Shi Huang (259-210) yang merupakan kaisar pertama China karena memang patung replika ini ada berada di dalam ruangan. Bayangkan saja museum jadi dari luar hanya bangunan biasa namun ketika masuk ke dalam, ya ampun menakjubkan!

Replika patung terracota army terbagi dalam 3 pit yaitu pit 1, pit 2, dan pit 3. Pit 1 berisi ribuan tentara terracota dan kudanya dalam tumpukan berdiri berjajar. Pit yang pertama dimasukin itu Pit 2 berisi chariots dan horses yang terbuat dari perunggu kemudian patung terracota yang dipajang dalam kotak. Serta ada juga pakainnya, kepala, sejarah sampai seluk beluk tentang terracota warrior.

Intinya museum yang berisi tentara Qin Shi Huang. Menariknya untuk jenis tentara memiliki strata juga mulai dari strata prajurit biasa hingga ke jendral dan dapat dilihat dari bajunya. Gaya dari tentara juga beraneka ragam mulai dari berdiri, duduk hingga bergaya biasa.

terracota museum
Aku di depan Terracota Army

Di dalam pit 2, terdiri dari dua lantai namun terdiri dari ruang lagi dan masing-masing ruang memiliki fungsi masing-masing. Misalnya khusu ruang terracota army di dalam kotak kaca dengan nuansa gelap hingga ke nuansa terang. Disini kita dapat melihat teknologi China dari mulai penemuan Terracota Army hingga dibuka untuk umum.

Karena aku penyuka arkeolog dan peninggalan sejarah maka mengunjungi Musuem Terracotta Warriors and Horses itu ibaratnya “like a paradise“, gue banget meski sering diolok ‘old’ or ‘ancient“, aku gak perduli tuh soalnya namanya ‘passion’ setiap orang kan beda. Kalau aku mah happy saja melihat tumpukan replika patung dari Dynasty Qin. Museum kece yang pernah aku kunjungin setelah Museum Sangiran Indonesia!

Paling tidak kan dulu hanya lihat di TV atau di buku terus langsung dekat bisa pegang itu pengalamanan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Yang setuju angkat tangan hahaha 😀

Terracota
Terracota Warrior Uniform

Upon ascending the throne at the age of 13 (in 246 BC), Qin Shi Huang, later the first Emperor of all China, had begun to work for his mausoleum. It took 11 years to finish. It is speculated that many buried treasures and sacrificial objects had accompanied the emperor in his after life. A group of peasants uncovered some pottery while digging for a well nearby the royal tomb in 1974. It caught the attention of archeologists immediately. They came to Xian in droves to study and to extend the digs. They had established beyond doubt that these artifacts were associated with the Qin Dynasty (211-206 BC). Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses and the Qin Shi Huang Mausoleum covers an area of 16,300 square meters, divided into three sections: No. 1 Pit, No. 2 Pit, and No. 3 Pit respectively. They were tagged in the order of their discoveries. No. 1 Pit is the largest, first opened to the public on China’s National Day – Oct. 1st, 1979. There are columns of soldiers at the front, followed by war chariots at the back. No. 2 Pit, found in 1976, is 20 meters northeast of No. 1 Pit. It contained over a thousand warriors and 90 chariots of wood. It was unveiled to the public in 1994.Archeologists came upon No. 3 Pit also in 1976, 25 meters northwest of No. 1 Pit. It looked like to be the command center of the armed forces. It went on display in 1989, with 68 warriors, a war chariot and four horses. The Terracotta Army is a sensational archeological was listed by UNESCO in 1987 as one of the world cultural heritages. (From website China Guide)

army terracota
Terracota Army

Untuk mengelilingi Pit 2 Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses atau sering disebut Terracota Warrior butuh waktu 30 menit hingga 1 jam. Tapi bagiku butuh 1 jam karena suka sekali mengamati sekeliling membaca informasi yang ada di dinding serta melihat bagaimana prosesnya.

Hal yang menarik di Pit 2 Museum Terracota Warrior ialah replika dari patung kuda dan kerta yang terdiri dari 2 buah kereta kuda serta replika patung terracota sendiri sehingga bisa dilihat langsung.

terracota army
Terracota army

The Terracotta Warriors and Horses is a the most significant archeological excavations of the 20th century which collection of terracotta sculptures depicting the armies of Qin Shi Huang, the first Emperor of China. It is a form of funerary art buried with the emperor in 210–209 BCE and whose purpose was to protect the emperor in his afterlife. Location of Terracota Army is in Lintong, Xi’an, Shaanxi, China. Open hours for Terracotta Warriors and Horses Museum is 8:30 am – 17:00 pm (Wikipedia)

Puas mengelilingi Pit 2 Terracota Warrior maka beranjak masuklah ke Pit 3 yang berisi gundukan. Ibratnya kayak tambang tanah liat, tumpukan tapi di dalamnya itu berisi galian patung Terracota Warrior dan Horses. Dari atas bisa melihat tumpukan baik yang utuh maupun yang sudah rusak. Areanya cukup luas dan aku tidak habis pikir bagaimana orang China bisa membuat tempat wisata semenarik ini!

Museum yang jauh dari kata bosan, kece habis! Tapi entah ya soalnya karena aku penyuka museum takutnya kesannya tidak objektif 😀

terracota army
Aku di pits 2, Terracota Army

Untuk patung Terracota Warrior sendiri tidak semuanya utuh, ada juga yang kepalanya rusak tapi tetap di pajang. Disinilah sebenarnya letak keesksotisannya melihat dari atas yang terbuat dari tanah liat dan sekelilingnya di tembok sehingga pengunjung bisa melihat langsung tempat terratota.

Maksudnya pengunjung melihat patung di lokasi dimana ditemukannya tanpa mengusik lokasi itu. Pengunjung aman melihat koleksi patung terracota dan terracota juga aman dari tangan para pengunjung. Jadi harga masuk ke Museum Terracota Warriors and horses 150 Yuan, worth it lah 😀

Dari pit 3 maka tempat yang dinanti-nantipun tiba di Pit 1 Museum of Terracotta Warriors and Horses yang berisi ribuan tentara Terracota dan Kudanya yang berjajar persis di The Myth. Pokoknya kalau ada Teracota identik deh dengan patung yang disusun berjajar.

Sewaktu masuk kedalam Pit 1, gilaa antrinnya di depan panjang sekali hanya untuk berebut photo di depan Terrota. Terus luasnya itu! Hal yang paling lucu di kepalaku adalah “gila ya bentuknya kayak “raw meal silo”haahahahah 😀

Maklum aku anak semen jadi kalau lihat tempat silinder memanjang jadi ingatnya itu tempat bahan baku semen, apalagi khas buatan China atapnya yang silinder, China banget 😀

Kayaknya cuma aku yang mikir mirip gudang dah ini tumpukan tanah liat tapi tetap kece kok dengan kuda dan tentara Terrcota seabrek ini.

Di pit 1 ini terdiri dari beberapa area, mulai dari ribuan tentara Terracota memanjang dengan sekat tanah liat yang bisa dikelilingi oleh pengnjung dari sisi kanan maupun kiri karena memang bentuk dari pit 1 itu persegi panjang. Yang di depan berisi patung yang bagus sementara di belakang terlihat patung yang rusak dan diperbaiki hingga menjadi patung yang utuh.

Aku menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam hanya untuk melihat patung yang menakjubkan ini! Senang saja melihatnya. Nah di lantai 2 terdapat area khusu memphoto jadi seolah kita sejajar dengan ribuan patung terracota hanya saja harus bayar lagi. Karena malas untuk bayar lagi, yasudah photo di depannya saja dari aula utama sudah cukup puas walau antriannya panjang gila.

Tapi yang aku tidak habis pikir proses pengerjaan dari Terrota dan Horses sendiri bagaimana jago orang China membuat patung tanah liat yang terkubur ribuan tahun menjadi persis semula.

It’s so amazing!

Emperor Qin Shi Huang's Mausoleum
Emperor Qin Shi Huang’s Mausoleum

Saat asyik-asyik mengamati dan memutari Terracotta Warriors and Horses Xi’an, aku bertemu dengan Emma, teman traveller yang aku jumpain saat menanyakan dimana Muslim Quarter Xi’an. Dia juga yang memberikanku peta wisata Xi’an. Dia dan pacarnya sedang melihat terracota juga lalu aku berkata, “hi Emma, meet u again”. Terus dia langsung senang gitu sambil memperkenalkan temannya berma Rico. “Rico, this is Winny from Indonesia that i told you yesterday”.

Sebenarnya seru juga bertemu dengan Emma, karena dia dari England. Dia bahkan ketawa ketika aku mengatakan kalau akses Inggris nya itu sexy hahaah 😀

Nah loh alhasil kami berphotolah di depan terracota dibagian belakang. Tidak disangka juga bakalan bertemu dia lagi paling tidak kan peta Xi’an yang diberikan sungguh banyak membantuku 🙂

Terracotta Army
Terracotta Army

Sayangnya percakapan kami hanya singkat saja karena Emma hendak pulang, sementara aku juga tidak boleh lama-lama di Musuem Terracota karena jam 6 harus balik lagi ke Beijing serta tidak mau mengulang kejadian ketinggalan kereta.

Oh ya sekedar tips perjalanan ke Terracota Warrior, Xi’an Railway station memiliki loket untuk menyimpan barang alias penitipan tas seharga 20 Yuan seharian. Jadi bagi yang ingin mengunjungi Xi’an hanya demi Terracota Warrior Museum bisa saja dalam sehari dengan catatan perhitungkan lama perjalan kurang lebih 1-2 jam perjalanan untuk bus serta lama waktu yang dihabiskan selama di Museum Terracota Warrior. Misalnya sampai di Xi’an Railway station jam 7 pagi kemudian ada rencana jam 6 sorenya mengunjungi daerah lain maka dipastikan bisa tapi hanya 1 destinasi wisata saja. Tas tinggal titip di  Xi’an Railway station sehingga tidak rempong untuk bepergian.

Aku sendiri menghabiskan waktu di Terracotta Warriors and Horses kurang lebih 3 jam an memutari Pit 1, Pit 2 dan Pit 3. Hanya saja aku tidak ke ruang auditoriumnya karena rasa lapar dan masih penasaran mencoba kuliner khas Xi’an yaitu Paomo.

Alhasil meninggalkan Qinshihuang Mausoleum, padahal masih belum puas karena seharian bisa saja aku betah disini. Ibaratnya separuh hatiku tinggal di Xi’an!

lebay ya hahaha 😀

Terracota Xian
Terracota, Xi’an

Walau berat terpaksalah meninggalan Museum Terracota untuk berjalan ke terminal bus. Oh ya tips perjalanan ke Terracota sebaiknya jika ingin membawa teman carilah teman yang sama-sama suka dengan peninggalan sejarah soalnya kasihan temannya yang ekpektasi tinggi atau beda passion. Karena harga masuk ke dalam The Terracotta Army sebesar 150 Yuan cukup mahal bagi yang tidak suka atau yang mudah bosanan dengan museum. Ntar keluar kata “hanya patung saja”.

Kalau aku sih suka-suka saja karena this is my passion, and i do not care what people say :D. Walau 150 Yuan tidak masalah XD

Terracota warrior China
Terracota warrior China

Keluar dari Terrocta maka melewati tempat makanan, toko souvenir khas Terracota tapi aku tidak rekomendasikan untuk membeli oleh-oleh di kawasan wisata Terracota ataupun di tempat wisata China lainnya karena dipastikan harganya dimahal-mahalkan. Harus jago nawar atau paling tidak harus tahu harga normal dari souvenir yang hendak dibeli. Tips menawar di tempat wisata tawarnya harus 1/5 dari harga tapi hati-hati dengan amukan orang China soalnya serem.

Bagi pecinta berburu oleh-oleh khas Terracota bisa dilakukan di Quarter Muslim Xi’an dengan harga replika Terrcota seharga 35 Yuan, gantungan kunci masih bisa di dapat 2-5 Yuan. Nah untuk harga yang lebih murah lagi coba beli pas di pasar malam Xi’an di area Bell dan Drum Tower Xi’an (sedikit intermezzo) 😀

The Terracotta Army China
The Terracotta Army China

Satu lagi hampir kelupaan, di area Pit 1 terdapat kode nomor disetiap area yang menunjukkan informasi dari Terracotta Warriors and Horses. Misalnya petak 1 dibuat no. 1 berisi informasi kapan ditemukan, isinya apa hingga perkembangannya.

Setelah melewati pasar pusat oleh-oleh Terracota maka bus sudah di depan pasar tradisonal. Aku sempat membeli buah plum dari petani China, seharga 2 Yuan. Belinya karena kasihan ama si bapak padahal aku tidak tahu itu buah apa. Tahunya buah plum pun nebak-nebak saja, anggap saja itu plum! Lumayan bekel dimakan di bus saat lapar. Terus masuk ke dalam bus dengan tujuan Xi’an Railway Station. Untuk bus pulang berbeda dengan bus saat pergi. Kalau pergi harga tiket dari Xi’an Railway Station seharga 7 Yuan, untuk pulangnya dengan bus yang berbeda harganya berbeda 8 Yuan, lebih mahal 1 Yuan tapi ada fasilitas wifi dan orangnya sedikit. Karena buru-buru maka naik bus tersebut tapi dari pengalaman menaiki bus ini dipastikan lama karena kebanyakan ngetem mencari penumpang. Saran jika ingin menaiki bus di Xi’an carilah bus yang agak penuh karena biasanya tidak akan ngetem sehingga hemat waktu.

terracota warrior museum
Aku dan Emma di Terracota Warrior Museum

Rincian Biaya ngetrip ke Xian, 8 Juni 2015

– Aqua 1 Yuan

– Bus dari drum Tower ke Xian railway station seharga 1 Yuan

– Bus dari Xian railway station (bus no. 5/306) ke Terracota warrior and the horses 7 Yuan

– Tiket masuk ke dalam museum Terracota warrior and the horses seharga 150 Yuan

– Belanja buah plum di Terracota seharga 3 Yuan

– Bus pulang dari Terracota ke Xian railway station seharga 8 Yuan (berAC)

– Makan paomo (makanan/kulineran khas Xian) plus soda jeruk seharga 30 + 2 + 8 = 40 Yuan

– Oleh-oleh makanan halal di Xian seharga 55 Yuan

– Aqua 1 Yuan

– Ongkos ke Railway station (No. 251 non AC) seharga 1 Yuan

– Nitip tas di Xian railway station seharga 20 Yuan

– Aqua di kereta seharga 2 Yuan

Total pengeluaran trip to China hari keempat sebesar 289 Yuan

Tempat yang dikunjungi di hari keempat ialah Museum Terracota Warrior and the Horses

Mausoleum of the First Qin Emperor
Mausoleum of the First Qin Emperor

Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world By Harriet Tubman

Alhamdulillah, satu mimpi telah jadi nyata, melihat langsung Terracota! 😉

 

 

Salam

Winny

Iklan

62 tanggapan untuk “TRAVELLING KE TERRACOTTA WARRIOR YANG MENAKJUBKAN

      1. iya winn.. sama ini yg kyk di film the mummy yg ke3.. baguss yahh.. pengen kesana juga kapan2.. hehe.. kalo kata cerita kuno jaman dulu.nya.. ini di kutuk gt.. jd semuanya orng beneran, trus tiba2 berubah jadi batu semua.. huahua..

    1. waktu disana gk horor Rintaa malahan betah lama-lama disana hahaha itu aku jd penasaran nonton filmnya The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (4/10) Movie CLIP – The Dragon Emperor Resurrected (2008) lagi

  1. Kereenn 😀
    Ini jg jd salah satu scene di The Mummy 3, kan? Jd pingin ke sana jg soalnya saya penggemar wisata arkeologi gini. Kalo ke wisata candi atau sejarah, seharian jg betah. 😀

  2. *angkat tangan tinggi2

    Duh ngiri hihi tapi makasih mba Winy, postingannya keren abis. Menarik sekali semuanya. Keren banget betapa museumnya punya perarturan ketat dgn scanner, cek racun, dsbnya. 😉

  3. Keren2 euy….Dulu waktu ke salah satu pulau di Yunani, pas baru nyampe, dlm ati: busyet…jauh2 cuma liat2 tanah bangunan runtuh. Tapi pas nyewa tour guide, jadi ngerti sejarahnya 😀

  4. Uwaah, ini keren banget Win… definitely one of the places that I must visit before I die :hehe. Extremely splendid! Ekstrem ya orang Tionghoa, untuk kaisar yang meninggal sampai dibuatkan pasukan betulan untuk “menemani” beliau di alam sana. Dari jumlah, pose, sampai pangkat tampaknya ada semua, keren sekali. Apalagi detilnya sangat mengagumkan ya Mbak, keren, keren banget! Btw kalau pergi ke sana lagi mau nggak Mbak, bareng gitu :hihi *ngarep*.

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, Winny….

    Tempat menarik dan mengkagumkan. Saya pernah melihat tempat ini melalui beberapa filem China yang terkait dengan foto di atas. Malah salah satunya adalah filem dari Jackie Chan. Saya terlupa namanya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  6. Ini keren banget museumnya, kalo gak salah pernah dipake shooting film apaaa gitu, patung2 nya iconic banget soalnya :3 Terracotta Warriors harus banget disinggahi kalo ke China ini mah :))

  7. Wah… sudah ke Terracota ternyata. Kami baru mau ke sana Oktober. Jadi enak, bisa tanya2 nih. Bus buat pulang (yg 8 yuan) itu nomornya sama atau beda dengan yg 7 yuan ? Cari makanan di area terracota oke ga ? Apa mending bekal aja ya ?

    1. maaf kak baru balas, nomornya beda kka ama yg pergi ama yg pulang. busnya mudah di dapt di xian railway station kak pulangnya juga banyak jd gk usah khawatir, kalau nyari makan di terracota banyak tp harnya jauh lebih mahal drpada muslim quarter, klo mw nyoba makanan khas xian mending balik dari terracota ke quarter muslim kak karena banyak makanan yang enak dan khas xian bgt. sayang kalau bekal kalau gk nyoba makanan khasnya disana

  8. hi mbak winny jumpa lagi, saya rencana mau ke teracota nih insyaallah juli ini, jadi mau nanya dikit nih mabk jika saya pagi-pagi bgt apakah menurut mbak itu cocok utk hindari keramaian?, dan please infonya mbak berapa biayanya ya utk ambil foto di pit 1 terus ada juga katanya di pit 3 (beberapa sumber yang saya baca) jadi sebenarnya di pit 1 atau di pit 3 ya mbak agar saya bisa berfoto dengan jejeran patung tercota, karena kayaknya saya tertarik ingin abadikan foto saya dengan jejeran pasukan teracota ini makasih infonya ya mbak sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s