In school, you’re taught a lesson and then given a test. In life, your’ re given a test that teaches you a lesson.

-By Tom Bodett-

Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta

Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta

Hello World

Jakarta, 6 Desember 2014 Salah satu museum keren menurutku itu ada di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Dimana letak kerennya? Karena selain wisata murah Jakarta, juga merupakan saksi bisu lahirnya naskah proklamasi, mulai dari persiapan, perumusan naskah, pengetikan, hingga pengesahan dan penandatangan naskah proklamasi.  Museum Perumusan Naskah Proklamasi merupakan bekas rumah kediaman Laksamana Maeda. Sebenarnya saat aku ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi aku sendirian karena mengajak orang ke museum itu rada-rada susah ya mungkin beda passsion kali ya. Kalau aku mengajak orang ke museum kesannya aku itu klosal atau gadis aneh atau old. Tapi tak apalah yang penting aku suka. Sehingga walau temanku menolak ajakanku ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, maka aku jalan sendiri aja.

tiket masuk museum

Tiket masuk museum

Dari tempat kosan di Kebun Kacang maka aku berjalan kaki ke Jl. imam Bonjol karena jaraknya yang dekat. Walau mendung tidak menghalangi niatku juga loh meski orang melirik aneh yah kalau jalan sendirian. Sesampai di Museum maka aku pun membayar tiket masuk. Untuk harga tiket masuk Museum Perumusan Naskah Proklamasi seharga Rp2000, murah kan? Alamat Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jl Imam Bonjol No 1, Jakarta Pusat.

Replika Soeharto, Hatta dan Subarjo

Replika Soeharto, Hatta dan Subarjo

Di dalam Museum Perumusan Naskah Proklamasi terdiri dua lantai dan masing-masing lantai memiliki beberapa ruangan yang memiliki fungsi sendiri dengan lorong besar. Memasuki lantai pertama museum, maka aku melihat ruangan yang dulunya merupakan merupakan Maeda menyambut kedatangan Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Sobardjo dari Rengasdengklok. Isi dari ruangan berisi meja bundar dan bangku. Tembus dari ruangan itu terdapat ruangan perumusan naskah proklamasi berisi patung replika Soekarno, Hatta dan Ahmad Subarjo.

patung soekarno, hatta, Subarjo di Museum

Patung soekarno, hatta, Subarjo di Museum

Selain replika kegiatan perumusan naskah proklamasi pada 16 Agustus 1945, pukul tiga subuh dan replika ketiga tokoh disamping ruangan terdapat juga papan besar berisi naskah proklamasi beserta coretan tiga kali. Di papan putih yang tertempel di dinding terdapat isi dari naskah teks proklamasi kemerdekaan

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 – 8 – ’05
Wakil2 bangsa Indonesia.
Replika naskah proklamasi

Replika naskah proklamasi

Ruang ketiga merupakan tempat pengesahan dan penandatangan naskah proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno di hadapan 27 tokoh pergerakan bangsa Indonesia yang hadir. Tak jauh dari ruang keempat terdapat sebuah replika piano tua. Piano inilah tempat Soekarno menandatangai naskah proklamasi. Hal yang aku suka dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi ialah terdapat papan informasi dari setiap ruangan sehingga dipastikan jika mengunjungi Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta Pusat maka jiwa Cinta Tanah Air akan menggebu-gebu karena pasti semua setuju dengan mengingat sedikit sejarah Indonesia apalagi tentang hari kemerdekaan merupakan bagian dari rasa cinta pada Tanah Air, iya kan? Ingat saja perkataan Soekarno “Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya”! Sedap kan? Maklum aku itu big fan banget dah ama Pak Soekarno.

piano tempat penandantangan naskah proklamasi

Piano tempat penandantangan naskah proklamasi

Di ruang keempat, tepatnya di bawah tangga dulunya merupakan tempat pengetikan naskah proklamasi oleh Sayuti Melik, yang ditemani oleh BM Diah. Di ruang ini terdapat replika kedua tokoh. Oh ya di setiap ruangan dari satu ruangan ke ruangan lainnya sekatnya hanya pintu sehingga terhubung dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Selain keempat ruangan, di lantai pertama terdapat ruang baca yang berisi koleksi museum tentang sejarah bangsa serta ruangan audio visual untuk menonton vidio yang berisi sejarah Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

sayuti melik pengetikan naskah proklamasi

Sayuti melik pengetikan naskah proklamasi

Untuk kesan saat mengunjungi Museum Perumusan Naskah Proklamasi ketika bertemu dengan rombongan anak kecil yang langsung nempel denganku. Jadi saat gabung dengan anak kecil jadi merasa muda hahah 😀 Yang paling lucu saat salah satu mbak dari RRI mengira aku masih anak SMA. Busyet dah hahahah… Mungkin saking jarangnya kali orang pergi ke museum ya? Dengan rombongan anak SD inilah aku menuju ke lantai dua. Di lantai dua sendiri tidak kalah seru loh! Terdapat patung Sutan Sahrir, dimana anak kecil aku photo. Serta pemandangan di balkon lantai 2 asyik banget.

Anak kecil di Museum Naskah Proklamasi

Anak kecil di Museum Naskah Proklamasi

Hal keren lain di di lantai 2 terdapat replika teks proklamasi  Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti melik ditandatangani oleh Ir. Soekarno-Hatta tanggal 17 Agustus 1945. Selain itu terdapat kaset Proklamasi kemerdekaan serta mata uang sepuluh Rupiah tahun 1945. Untuk hal yang agak gimana kesan di lantai dua ketika melihat bak mandi zaman dulu mirip banget dengan zaman sekarang. Dalam hatiku, gila zaman dulu modern juga ya bisa memiliki bak mandi seperti zaman sekarang. Mungkin kalau sendirian ke lantai dua aku takut, agak horor! Maklum aku anaknya agak penakut sih!

Mata uang Rp10

Mata uang Rp10

Hal menarik lainnya di Museum Perumusan Naskah Proklamasi terdapat sebuah bungker rahasia di halaman belakang museuem. Terdapat anak tangga untuk menyusuri bunker tersebut lebih jauh, didalamnya ada senuah sebuah kamar rahasia selebar 5 meter dengan panjang 3 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter. Tapi aku tentu saja tidak berani masuk ke dalam walau anak kecil mengajakku masuk. Serem heheheh 😀 Overall perjalanan ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi memang singkat, tapi melumayan menyenangkan bagiku si penyuka Museum. Travelling murah, menyenangkan dan dapat ilmunya 😉 Paling tidak tempat wisata Jakarta tidak melulu mall, ada banyak wisata yang belum dijelajahin salah satunya tempat saksi bisu sejarah.

Salam
Weeny Traveller

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

46 Comments

  1. bunda belum sempat aja manpir ke Museum ini, bunda pasti mau diajakin mampir sini deh Win…

    Reply

    1. benerin nih kak mau ke museum?

      Reply

  2. senang kalau lihat anak2 mau main ke museum, itu anak2 dari rombongan sekolah atau datang sendiri?

    Reply

    1. datang sendiri loh kak ,keren kan

      Reply

      1. pernah pas di Museum Tekstil juga ketemu anak2 warga belakang museum yg tiap hari main di museum, bayar 500 per anak..,
        ktnya adem main di museum
        gpplah cari ademnya dulu, lama2 kan bisa tertarik sejarah juga ya

      2. aku malah belum kak ke Museum tektile.. ada tulisan kak mengenai museum ini?

      3. tentang museum ? banyak Win.. di 2 blog kk ada, search aja kata atau kategori museum deh, krn kk emang wisata itu kebanyakan wisata sejarah

  3. asyik juga boleh foto bareng replika para pahlawan yah

    Reply

    1. iya kak jd jiwa cinta tanah air

      Reply

  4. kamu sendirian kesananya win?
    huhuhu aku ditinggal 😀

    Reply

  5. komenku ilang ya?
    mau dong ke museum ini, belum sempat, satu lagi yg belum museum joang 45,

    Reply

    1. ada kak masuk komennya… boleh juga tu kak dicobaa

      Reply

  6. Bagus ternyata isi museum ini ya.. Win, kayaknya kamu ada yg salah ketik deh, maksudnya Soekarno jadi Soeharto..

    Reply

    1. wkwkkwkwkw makasih ralatnya kak

      Reply

  7. Kok aku baru tahu ya ada museum ini.. Sepertinya harus menyempatkan waktu juga buat ke sana.. Makasih udah share Win 😀

    Reply

  8. Bisa foto-foto sama replikanya ya, duh, kudu dikunjungi nih.

    Reply

    1. silahkan asyik apalagi anak kecil ada vidionya

      Reply

  9. keren 🙂

    nyesel lho keinginan kesana belum terwujud, niatnya nih kurang kuat 😦

    btw anak kecilnya datang sendiri atau giman tuh win? #hebadh…

    salam
    /kayka

    Reply

    1. itu anak kecilnya datang sendiri Kayka.. kamu kapan balik Jakarta? btw boleh minta no whatsapp mu “D

      Reply

  10. Eh di Jakarta toh Win tinggalnya? Gw dulu kantor deket kebon kacang sana. Alah belom tahu loh letak museum ini. Huehehehehe. Banyak ya sebenernya wisata murah di Jakarta.

    Reply

  11. Weleh, suka ngelewatin museum ini dalam perjalanan ke Taman Suropati atau Bappenas, tapi belum sempat terus singgahnya. Padahal dari tempat saya juga nggak jauh-jauh amat :malu
    Wkwk, saya juga kalau ke museum lebih sering sendirian kok :haha.

    Reply

      1. Iya Mbak, dekat banget :))

  12. Bisa dijangkau, tapi malah belum pernah kesana, hiks.
    Museumnya masih terawat baik ya Win.

    Reply

  13. Arghhh belom sempat kesana nihh :(. Padahal deket. Hahahah

    Reply

  14. Kita sama ya win, kadang ke museum sendirian. Soalnya memang kadang susah ngajak teman ke museum. Kalau ke jakarta anterin ke sana yaa 😀

    Reply

  15. wah aku baru liat mata uang 10 Rp itu 🙂

    Reply

    1. sama aku pas dimuseum itu heheh

      Reply

  16. Aku ngak begitu suka alias ngakbis amenikmati apa arti kunjungan ke museum #Dikeplak. Aku orang nya cepet move on jadi masa lalu yaa SUDAh mari sambut masa depan hahaha #DiBom

    Reply

    1. kak cumi sukanya hedon sih ahhaha just kidding 😀

      Reply

  17. Bagus juga, rekreasi sekalian belajar sejarah 🙂

    Reply

  18. belum sempet2 mampir sini.. 😦

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s