Ngetrip ke Pantai Air Manis tempat si Malin Kundang


“You will never be completely at home again, because part of your heart will always be elsewhere. That is the prise you pay for richness of loving and knowing people in more than one place” -Miriam Adeney-

malin kundang
Malin Kundang

Hello World!

Padang, Januari 2012

Pernah dengar cerita legenda Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya? Saya yakin cerita si Malin Kundang merupakan salah satu cerita dogeng yang mengajarkan untuk menyayangi orang tua terutama ibu.  Jangan sampai seperti cerita Si Malin Kundang yang menjadi batu karena durhaka kepada ibunya hanya karena ibunya miskin dan dia kaya raya.

Yang sudah tahu cerita Malin Kundang mari ngacung! 😀

Well dongeng Malin Kundang erat kaitannya dengan tempat yang aku kunjungi bersama teman SMA ku si Nyak Irma yaitu “Air Manis” atau Orang Padang bilang “Aek Manih”.

Aek Manih atau Air Manis merupakan nama sebuah pantai yang ada di Padang Sumetera Barat. Salah satu pantai favorit bagi wisatawan lokal dan asing karena Pantai Air Manis memiliki batu Malin Kundang yang sedang sujud minta maaf serta gelombang yang cocok untuk penyuka Surfing. Selain itu Pantai Air Manis memiliki Pulau kecil yang disebut Pulau Pisang kecil.

Niat jalan-jalan ke Pantai Air Manis Padang sebenarnya dari ajakan bang Hendra, abangnya si Nyak Irma karena geleng kepala dengan kenekatanku solo travelling ke Padang dengan alasan untuk mengunjungi semua objek wisata yang ada di Padang walau pada kenyataannya tidak semua tempat wisata aku kunjungi.

Dengan antusias akupun menerima ajakan Bang Hendra dengan catatan aku yang membayar uang bensin dua motor serta tiket masuk karena jika aku dan Nyak Irma berdua pergi maka transportasi ke Pantai air Manis agak ribet. Karena waktu itu aku membawa uang dan toh penginapan aku tidak bayar akhirnya aku “iyes” aja lah, toh aku tidak tahu jalan bahkan baru dengar ada Pantai Air Manis berisi Batu Malin Kundang. Karena jujur saja aku selalu mengira cerita Malin Kundang itu mitos yang berguna untuk mengajarkan anak kecil untuk menghormati dan menyayangi orang tua. So money is not everything in this case 😀

Pantai Air Manis
Sewa Ban dan Sewa Papan Selancar di Pantai Air Manis

Lalu dengan dua sepeda motor maka kami berempat yaitu aku, Nyak Irma, Bang Hendra dan Indra touring ke Pantai Air Manis yang berjarak kurang lebih  15 km dari pusat Kota Padang, Sumatera Barat. Nyak Irma dibonceng abangnya dan aku diboncengan oleh Indra ke Pantai Air Manis. Maka perjalanan ke Pantai Manis pun dimulai dengan motor.

Hal yang aku suka disepanjang perjalanan ke Pantai Air Manis ialah pemandangan indah Pantai yang menurutku menakjubkan! Itulah salah satu kenapa aku suka jalan-jalan ke suatu tempat karena menyaksikan keindahan yang tidak bisa dinilai dengan uang 😉

Something new always makes me enthusiams (bener gak ini grammer? hehe..)

Untuk akses ke Pantai Manis jalannya sangat berliku tapi ketika melihat pantai dengan Pulau serta warna biru langit memantul ke air laut dengan pepohonan kelapa maka aku lupa dengan akses yang berkelok karena mendapatkan aku mendapatkan pengalaman jalan-jalan Padang yang fantastis menyenangkan!

Pantai Aek Manih
Malin Kundang di Pantai Aek Manih

Waktu itu perjalan kami dengan motor tepat sore hari kira-kira jam 2 kami berangkat dan sampai di Pantai air Manis jam 3 lebih. Sesampai di Pantai Air Manis maka kesan pertamaku melihat batu Malin kundang ialah
“wow” (dalam hati ini beneran apa dibuat-buat ya?), Well, paling tidak daya tarik dari Pantai Malin Kundang yang membuat wisatawan berbondong-bondong ke Pantai Air Manis terletak pada batu ini loh. Bisa dikatakan “Malin Kundang di Pantai Aek Manih”.

Diluar dari patung Malin Kundang yang membuatku betah di Pantai Air Manis ketika berjalan di atas pasir hitamnya dari ujung ke ujung sambik menikmati pemandangan disekitar “sedap”!

Berjalan disepanjang pantai dengan suasa pasir bersih dengan gelombang air laut yang menawan, tidak sia-sia aku naik bus 27 jam dari Medan kesini hahhaha 😀

Mak anakmu menyentuh si Malin Kundang 🙂

Tapi satu hal yang kurang bagus di pantai air Manis yaitu sampahnya itu loh di pantai yang mengurangi keindahan Pantai. Kalau pengunjung atau warga lokal mau kerjabakti membersihkan sampah di Pantai air Manis maka lengkaplah sudah keindahan pantai.

Puas berkeliling mengitari Pantai Air Manis maka kami berempat berteduh di warung untuk makan mie atau sekedar minum karena rasa lapar akibat sindrome kebahagiaan 😀

Di Pantai Air Manis terdapat sebuah warung untuk bersantai sambil menikmati keindahan Pantai Aek Manih. Nah saat di Pantai Air Manis ada seorang bule yang menarik perhatikan Bang Hendra dan kami karena si Bule tinggal dengan pemilik warung serta ada tulisan Arab ditangannya dengan tulisan “Bismillah”. Selain itu si Bule fasih berbahasa Indonesia serta kegilaan yang tidak ketulung ialah dia ke Padang sudah 6x dan kali ini datang ke Pantai Air Manis serta keliling Indonesia dengan sepeda. Kebayang gak itu?

Bule di Pantai Air Manis
Bule dengan Tato Bismilah di Pantai Air Manis

Aku yang asli 100% Indonesia belum tentu bisa keliling Indonesia apalagi dengan sepada! Gileee benar dah si Bule ini! Aku lupa namanya tapi sepanjang makan di warung si Bapak bang Hendra yang bercerita sama si Bule. Salut juga ama ini Bule.

Aku makan mie, Nyak Irma makan nasi goreng sedangkan Bang Hendra dan indra hanya minum doang. Itulah waktu santai yang asyik saat travelling di Pantai Air Manis. Setelah kenyang maka kamipun sempat berphoto dengan si Bule lengkap dengan papan selancarnya.

Oh ya aktivitas yang bisa dilakukan di Pantai Air Manis ialah berselancar karena ombaknya tenang tapi tinggi.

Pantai Air manis padang
Pantai Air Manis

Dengan perut kenyang maka aku dan Nyak Irma sempat berhenti di dinding yang berisi relief cerita tentang legenda Malin Kundag dengan warna emas. Lokasi relief cerita Malin Kundang di dinding berada di dekat warung. Aku penasaran siapa yang buat relief kisah Malin Kundang dan tahun berapa dibuatnya. Sayangnya informasi kurang lengkap sehingga aku dan Nyak Irma menyimak kisah Malin Kundang sajalah!

Pantai Air Manis
Aku dan Si Nyak Irma di Pantai Air Manis

Catatan tips perjalanan ke Pantai Air Manis Padang

1. Akses menuju Pantai Air Manis dengan transportasi umum dari Padang dengan angkutan umum yang dapat ditemukan di Plaza Sentral Pasar Raya dengan trayek Padang-Bungus. Untuk saran akan lebih bagus dengan menyewa motor karena pemandangan disepanjang jalan sangat indah sehingga bisa berhenti sesuka hati.

2. Terdapat penjual makanan di Pantai Air Manis sehingga tidak usah khawatir kelaparan

3. Momen yang pas mengunjungi Pantai Air Manis ialah pagi hari dan sore hari

4. Jangan ekpektasi tinggi mengenai Batu Malin Kundang karena memang hanya terbuat dari semen membentuk orang bersujud.

5. Terdapat sewa ban dan papan selancar bagi yang berminat untuk melakukan olah raga air di Pantai

pantai air manis sumetera barat
Pemandangan di Pantai Aek Manih  SumeteraBarat

Salam

 

Weeeny Traveller

Iklan

29 tanggapan untuk “Ngetrip ke Pantai Air Manis tempat si Malin Kundang

  1. Oh!?
    Jadi batu Malin Kundang itu terbuat dari semen?
    Baru tahu saya, soalnya orang-orang bilang batu Malin Kundang itu asli, hihihi ==”

  2. Batunya asli persis seperti manusia lagi sujud waktu saya kesini pas masih umur 5 th. Skrg memang udah beberapa kali “dipugar”, jadi yg sekarang kita liat udah bukan original lagi karena udah disemen..

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, Winny…
    Di Malaysia juga terkenal dengan cerita Malim Kundangnya. Memang kami tahu bahawa cerita lagenda ini asalnya dari Indonesia tetapi tidak tahu tempatnya itu rupanya di Padang, Sumatera Barat. Pantainya indah sekali dan sesuai untuk permainan luncur air.

    Maaf ya Winny, lihat di foto, kok bule itu pake tatto ayat Basmalah di tangannya. Apa tidak ada yang maklumi bahawa itu ayat suci dengan nama Allah. Pasti ayat itu dibawa masuk ke WC. Masya Allah, kesucian-NYA dicemari dan kita pula tidak mempertahannya. Semoga Allah mengampuni kita dan berharap hal sebegini tidak diulangi lagi. Saya sangat sedih melihat ayat tersebut dilakukan dengan mudahnya sedangkan kita umat Islam sendiri dilarang keras berbuat demikian.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s