There comes a time when you have to choose between turning the page or closing the book

Unknown

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta

Aku dan Rinta di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta

Hello World!

Bogor, 22 November 2014

Liburan ke Bogor memang merupakan pilihan favorite untuk menghabiskan waktu saat weekend karena Bogor memiliki banyak objek wisata menarik. Rencana jalan-jalan ke Bogor memang sudah sejak dua bulan yang lalu dan banyak teman yang aku ajak untuk mengunjungi Parahyangan Agung Jagatkartta tapi tidak satupun yang mau kecuali si Males mandi alias Rinta hehehe 😀

Awal mula aku mengetahui adanya sebuah Pura di Bogor karena membaca blognya si Indonesian holic alias Akbar yang membuatku penasaran dimana lokasi Pura Bogor tersebut. Hingga akhirnya aku dan Rinta bisa melakukan perjalanan ke Bogor.

Awalnya kami janjian bertemu di Stasiun Sudirman jam 8 tapi karena malam sebelumnya aku tidur jam 3.30 pagi, alhasil aku telat bangun sehingga kami malah bertemu di Stasiun Manggarai jam 11.30 siang. Perjalanan ke Bogor jadi telat 3 jam. Untuk lama perjalanan Stasiun Manggarai-Stasiun Bogor membutuhkan waktu 1 jam sehingga kami sampai di Stasiun Bogor jam 12.30.

Simpang ke Parahyangan Agung Jagatkartta

Simpang ke Parahyangan Agung Jagatkartta

Aku dan Rinta pun sholat lalu melanjutkan perjalanan ke Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor. Lokasi Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor berada di daerah kaki Pegunungan Gunung Salak. Untuk transportasi ke Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor kami berangkat dengan angkutan umum. Dari Stasiun Bogor kami menaiki angkutan umur No. 08 hijua ke Bogor Trade Mall (BTM) dengan ongkos Rp3500. Dari BTM kami menyeberang dan melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum wara biru arah Ciapus dengan harga tiket Rp5000.

Untuk menuju ke Pura Bogor jangan lupa untuk menanyakan ke supir angkot apakah sampai ke Pura. Nah perjalanan dari BTM ke Ciapus kurang lebih 1 jam an tapi kami tidak diturunkan disimpang yang ada plakat tulisan Parahyangan Jagatkartta Taman Sari Gunung Salak.

Patung Ganesha

Patung Ganesha

Nah yang membuat aku dan Rinta memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan demi ke Pura ialah harga transportasi yang lumayan mahal. Karena yang bikin nyesek harga transportasi lebih mahal dibandingkan dengan harga tiket masuk karena tiket masuk hanya membayar seiklhlasnya. Pak ojek mematok harga Rp20.000 tapi aku tawar Rp15000 karena di sumber mengatakan harga ojek biasanya Rp10.000 dari perempatan yang ada plakat. Tapi aku berpikir mungkin karena BBM naik sehingga ongkos naik.

Singkat cerita kami naik ojek ke Pura.

Sesampai di Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor maka kami masuk dan di depan pintu masuk sudah ada plakat yang berisi informasi Tata tertib memasuki Pura Penaratan Agung Gunung Salak. Lalu aku dan Rinta menaiki tangga sampai ke tempat posko penjaga Pura.

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

Petugas memberikan kami kain warna kuning untuk kami ikatkan di pinggang lalu petugas memberitahukan larangan untuk menaiki tangga tapi tidak boleh lewat dari batas warna kuning. Aku dan Rinta kemudian menaiki tangga lalu kami disambut patung Ganesha di depan Gapura.

Puas memphoto patung Ganesha lalu aku dan Rinta berjalan di sebelah kiri tempat pengunjung. Dari sekat kami melihat Pura Parahyangan Agung Jagatkartta. Karena hanya berphoto dari samping maka aku dan Rinta agak kecewa karena ekpektasi kami tinggi hehehe 😀

Karena sudah terlanjur basah akhirnya kami pun berphoto ria hahah..

Parahyangan Agung Jagatkartta

Parahyangan Agung Jagatkartta

Syukur aku pergi dengan Rinta, bolang yang asyik kalau orang lan bisa kecewa berat ahhaha.

Untuk pemandangan Parahyangan Agung Jagatkartta aku lumayan suka apalagi melihat umat Hindu yang berada di kawasan Pura. Mereka boleh masuk ke dalam dan kain yang mereka pakai berwarna putih berbeda dengan warna kain pengunjung. Karena Parahyangan Agung Jagatkartta memiliki latar belakang pegunungan yang menjadikan pemandangannya Indah. Sayangnya karena tidak pernah ke Pura Besakih Bali maka aku tidak bisa membandingkan dengan Parahyangan Agung Jagatkartta. Hanya saja aku suka dengan pemandangannya.

Kami hanya 30 menit di Parahyangan Agung Jagatkartta lalu memutuskan untuk pulang berhubung cuaca juga hendak mau hujan.

Pura Bogor

Pura Bogor

Kamipun pulang ditunggu Bapak ojek, lalu aku dan Rinta pulang bonceng tiga dengan satu motor. Haha Syukurnya pemandangan Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor Indah sehingga sedikit mengobati kekecewaan. Untuk pengalaman bonceng tiga sebenarnya sudah dua kali dengan Rinta. Lumayan seru rasanya apalagi udara Bogor segar. Sayangnya, sorry to say,  si Bapak Ojek tukang palak juga karena b kami bonceng tiga malah minta ongkos Rp40.000 dengan alasan menunggu kami padahal kami tidak menyuruh beliau menunggu kami tapi dia sendiri yang menawarkan. Akhirnya kami hanya memberikan Rp30.000, jujur tidak worth it dengan bonceng 3 dengan jarak hanya 2 km saja dari pangkalan ojek. Inilah kesan yang kurang mengenakkan di Pura Bogor!

Jadi buat pengunjung lain berhati-hatilah agar tidak kecewa.

Untuk mengobati kekecewaan kami akhirnya aku dan Rinta memutuskan untuk berburu kuliner Bogor di Kedai kita tempat pizza kayu bakar berada. Rinta yang menyarankan ke Pura Bogor dari referensi blognya si cumilebay. Tidak salah untuk mencoba makanan di Kedai kita 🙂

Pizza Kayu Bakar

Pizza Kayu Bakar

Dari BTM naik angkot warna hijau no 3 ke arah Taman Kencana serta kasih tahu pak supir angkot turun di Kedai kita. Alamat Kedai Kita di Jl. Pangrango No. 21 Bogor dengan No. telpon 0251-8324160. Menu yang kami pesan merupakan menu favorite yaiut mie sapi lada hitam, pizza BBQ Smoked beef, aqua dan bansulap (bandrek susu kelapa). Untuk kesemua makanan dan minuman kami membayar Rp126.500 (kena pajak 10%).

Mencoba kuliner Bogor di Kedai Kita lumayan menyenangkan karena tidak sia-sia kami menahan lapar seharian haha…  Kenyang dan enak 😀

Keburutungan perjalanan kami ialah kami tidak kena hujan sama sekali walau hujan karena pas hujan kami ada tempat berteduh.

Travelling ke Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

Travelling ke Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

Tip ke Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

  1. Sebaiknya pergi ramai-ramai untuk mengurangi pengeluaran transportasi. Bisa dengan motor maupun menyewa mobil dan alternative lainnya dengan jalan kaki karena lakasinya hanya 1 km saja, dekat hanya saja jalannya menanjak.
  2. Jangan harapkan yang wow di Pura karena disana hanya Pura tok tempat sembahyang umat Hindu yang ada di Bali dan jangan harapkan bisa masuk ke dalam Pura
  3. Untuk jadwal buka Parahyangan Agung Jagatkartta jam 11.00-15.00 WIB.
  4. Yang tidak tahu mau naik apa jangan sungkan untuk menyakan angkutan no apa yang akan dinaiki.
Its me di Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

Its me di Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

Catatatan perjalanan Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

  1. Pengunjung berjalan di sisi kiri
  2. Biaya masuk ke Parahyangan Agung Jagatkartta seikhlasnya
  3. Pengunjung wajib menjaga keheningan dan kebersian pura
  4. Pengunjung yang sedang datang bulan, kematian tidak boleh masuk ke dalam pura
  5. Pengunjung tidak boleh naik ke bangunan suci
  6. Pengunjung selama berada di pura harus berpakaian sopan

Salam

 

Weeny Traveller

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

64 Comments

  1. Kayaknya dulu pernah dengar nama Pura Jagatkartta ini. Waktu itu jadi tempat perayaan hari besar gitu.. Tapi baru kali ini baca kisah liburan ke sana. Enak nih ga terlalu jauh dari Jakarta..

    Reply

  2. Aku pernah kesana 2 kali. Lho sekarang ga boleh masuk ke Pura nya kah? Terakhir aku kesana, 2009 (wow! lama sekali yak :D) masih bisa masuk dalam . Sempat melihat dan mengabadikan prosesi sembahyang malah. Aku senang disana karena hawa dingin dan pemandangan gunungnya 🙂

    Reply

    1. gk boleh kak.. wow kakak udah ninggalin jejak saja disana 😀 keren plus beruntung bisa mengabadikan sembahyang

      Reply

  3. Keren ya ada pura dekat Jakarta..bagus pula lagi…itu bansulapnya enak yaaa..

    Reply

    1. indah klo ke jakrta harus coba bansulap hehehe

      Reply

      1. Iya..aku sudah taruh di daftar harus makan dan minum 😀 😀

      2. aku tunggu dirimu hehehhe

      3. Iya..pasti nanti aku kabari 😉

  4. baru denger namanya. btw, kondisinya rapi dan bersih. sepertinya terawat

    Reply

  5. Ternyata di Bogor juga ada ya, viewnya keren,
    kayaknya ini memang Pura baru dibangun ya?

    Reply

    1. kayaknya sudah lama kak bahkan ada yg kesini di tahun 2009

      Reply

  6. Wah jadi gak boleh masuk ke dalam pura-nya ya Win? Sayang juga ya . .

    Reply

    1. gk boleh mas kecuali umat hindu

      Reply

  7. Puranya terawat dengan baik. Ini memang tempat Sembahyang rutinnya umat Hindu berarti ya makanya ga boleh masuk.

    Reply

    1. iya juga mas Dizaz tapi penasaran akan isinya

      Reply

  8. Saya juga kurang sreg kalau ngojek 2 km bayar Rp 15.000. Tapi karena kalian semotor tiga orang plus baru kemarin BBM naik jadi ya lumrah kalau harganya segitu. Meskipun ya kalau kalian tawar mati-matian dengan muka memelas (andalannya para cewek :D) paling ya dapet best deal dari pak Ojek. Udah belum pakai teknik kayak gitu? Hehehe.

    Kalau menurut saya sih tempat Ibadah memang semestinya mengenakan batasan-batasan buat pengunjung yang kemari dengan tujuan bukan untuk ibadah. Supaya umat lebih khusyuk ibadahnya gitu mbak.

    Reply

    1. iya juga sih.. tp mahal banget ongkosnya berat di ongkos hiks

      Reply

  9. Waktu main sepedahan, sya pernah hingga ke daerah Ciapus. sebuah daerah yg treknya lumayan bikin keringetan, namun sayangnya sya baru tahu adanya pura ini.

    Reply

    1. saya tahunya dari blognya si akbar juga setahun yang lalu

      Reply

  10. Mau Pizza sama mie hot plate-nya lagi deeeehhh 😀

    Reply

    1. aku juga mw Rinta ahahah

      Reply

  11. Hehehe, memang jarang-jarang ya ada pura di pulau Jawa 😀 .

    Reply

    1. karena mayoritas muslim kan ya

      Reply

  12. Sepadan ya Win, riweuhnya perjalanan dengan pengalaman dan pemandangan elok di rumah ibadah ini.
    Terima kasih sudah berkunjung ke kebun. Salam

    Reply

    1. lumayan kak salam kenal juga ya

      Reply

  13. Wait wait… gue anak bogor dan nggak tahu ada tempat kayak gini. Aaaaaakkk *langsung hubungin temen buat main ke sana* makasih banget ya infonya! nanti kalo ada yang gue bingung, mau numpang nanya-nanya yaaa. \:D/

    Reply

  14. Rumput hijau yang dipotong rapi dengan latar belakang bukit-bukit membuat rasa adem dan ayem. Model Pura Hindu-nya mirip yang di Bali ya? Terima kasih sudah berkunjung dan komentar di blog saya. Salam dari Melbourne.

    Reply

    1. Hi Kak Lois terimakasih telah mampir 🙂

      Reply

  15. bikin berasa lagi di Bali nggak sih, Kak? 😀

    Reply

    1. hahah lumayan, kata rinta u dah pernah ke air tejun di bogor ya

      Reply

      1. iyah Winny, aku udah kesini http://goo.gl/HnmAol sama kesini http://goo.gl/kBsCei
        dua2nya di kawasan GSE.
        eh, kalian selanjutnya mau ngetrip kemana lagi nih?

      2. jalan bareng yuk defi ke cirebon misalnya hehhee

      3. ayukk. aku mah siap aja kalau waktunya pas., hhehe..

  16. Gambarnya cantik cantik, jadi kangen tanah air nih 🙂

    Reply

    1. sabar kak pasti pulkam kak 😀

      Reply

  17. baru tau lho ada objek pura di bogor, padahal sempet tinggal di bogor hampir dua tahun.

    soal makan jadi kangen deh makan soto babat di surya kencana…

    salam
    /kayka

    Reply

    1. sama Kayka aku pernha tinggal 2 bulan tp baru tahu gara baca blog si aKBar. Ternyta wisata Bogor banyak juga loh

      Reply

  18. I am not sure what you say – but I am hoping you are not closing your wonderful blog. Just the images on this post are gorgeous.

    Reply

    1. Thanks Otto, its a Hindu’s temple located in Bogor

      Reply

  19. Selalu asik yah jalan-jalannya.. hehe.. mampir balik yuk!

    Reply

    1. terimakasih Firman 🙂 ke tkp ya

      Reply

  20. Saya malu.
    Bahkan saya sendiri yang notabene asli (sebenarnya nggak asli-asli juga, sih) Bali dan agama Hindu dulu cuma sampai pelataran yang di bawah gara-gara kostum bukan buat sembahyang =__=
    Mudah-mudahan bisa balik sana lagi. Hihihi.

    Reply

    1. coba Gara banyak loh yang beribadah disana

      Reply

      1. Iya, Mbak. Soalnya hampir sebesar Besakih di Bali.
        Wah semoga ada yang mau diajakin ke sana, deh! Hehe.

      2. klo kesana jangan lupa bawa motor ya

  21. Saya pernah tertipu sama temen. Dia foto di sini sambil pakai sarung bali dan yang dipakai dikepala mirip blangkon. Pas ditunjukkan ke saya, katanya doi lagi ke Bali. hahahahahaha

    Reply

    1. mirip tapi tak sama sih fier hehehe

      Reply

      1. Entar saya pake sarung juga trus foto di depan pura di sini, trus pasang di DP BBM sambil bikin status “Bali, am in luv” hahaha

      2. bahahahahahaha yoha 😀

  22. aku pernah. lumayan jauh juga loh win kesini dan posisinya ada dibawah kaki gunung salak gitu. pemandangan sekitar nya keren yach.

    Reply

    1. iya keren aku malah penasaran ke gunung salak dan halimun

      Reply

  23. The Mini Walker August 8, 2015 at 3:17 pm

    cakep tempatnya! ahhh kirain bogor gitu-gitu aja, ternyata banyak yg asik!

    Reply

  24. Kalo di sana kira” bisa buat prewed gga yya .?

    Reply

      1. Klo izin kira” kena biaya brapa ya .?
        Cz wktu itu saya ksana tp lg renovasi jd gga masuk jd gga tw ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.