Akhir perjalanan Bali


There are some people who will never see you as being good enough. That is their short-coming not yours. Be merciful enough to yourself to cut them out of your life

(Dr. Steve Maraboli)

Pantai Kuta Bali
Pantai Kuta Bali

Hello World!

‎August ‎16, ‎2011

Every hello has goodbye, mungkin cocok buat perjalanan terakhir kami di Bali. Setelah perjalanan panjang dimulai dari Medan lalu ke Bandung hingga ke Surabaya kemudian ke Bali diteruskan ke Gili Trawangan berakhir ke Bali lagi maka edisi plesiran wisata Bali pun berakhir.

Aku, Santo, Surya dan William pun memulai packing karena kami ingin mengitari Pantai Kuta Bali untuk terakhir kali. Tidak banyak yang bisa kami kunjungi selama di Bali hanya beberapa wisata andalan Bali seperti Tanah Lot, Tampak Siring, New Kuta Beach, Pantai Benoa, Pasar Tradisional Sukawati hingga Pantai Kuta.

Pantai Kuta
Pantai Kuta

Karena hari terakhir di Bali maka kami memutuskan untuk mengelilingi sekitar Kuta saja. Kami kembali ke Pantai Kuta dan kali ini kami datang di siang hari. Ternyata di pantai Kuta Bali ada sisi lain berupa tempat penangkaran penyu yang membuatku berdecak kagum. Kami baru tahu tempat penangkaran tidak sengaja setelah ke Pantai Kuta untuk kedua kalinya.

Dari pintu utama Pantai kami melihat papan dengan tulisan “Selamat datang di Pantai Kuta”. Kamipun buru-buru masuk. Saat kedatangan kami maka pemandangan bule berjemur adalah hal lumrah di Pantai Kuta. Ada juga rombongan bule yang duduk di pasir pantai Kuta lengkap dengan papan selancarnya berbaris, begitu mencolok!

Di sisi lain aku melihat penduduk lokal yang sedang memijat bule. Hal ini juga lumrah di Pantai Bali “jasa pijat” untuk wisatawan yang hendak bersantai.

Lalu kami pun tidak mau larut dengan suasana pantai sehingga kami pun berjalan kearah sebaliknya dari arah pertama kali di Kuta ke arah Timur sehingga kami pun menemukan penangkaran penyu.

Pengalaman lucu saat di penangkaran Penyu di Pantai Kuta Bali ketika melihat dua bocah bule imut yang saat aku photo langsung senyum sambil mengancungkan dua tangan tanda “peace”. Lucu hahah 😀

Bule imut di Bali
Bule imut di Pantai Kuta Bali

Setelah itu kamipun mengamati telur penyu dengan seksama. Penyu-penyu kecil diletakkan di dalam baskom merah. Penyu-penyu mungil tersebut berenang kesana kemari begitu imut hingga aku tidak heran perhatian pengunjung  tersita pada penangkaran penyu ini.

Aku dan Suryalah yang sangat antusias melihat penangkaran penyu. Selain penyu kecil, kami juga melihat sarang telur penyu berbentuk lingkaran berisi telur penyu di dalam pasir.

Oh ya ada juga patung penyu besar di Pantai Kuta Bali loh! Jika beruntung bisa melihat penyu menetas langsung. Sayangnya kami tidak sempat melihat penyu menetas karena bukan pada masanya ditambah karena kami harus buru-buru demi oleh-oleh Bali.

Oleh-oleh khas Bali hasil belanjaan di Sukowati ternyata belum cukup ya! Baca juga Pengalaman saat berbelanja di Pasar Sukowati

Oleh-oleh khas Bali
Oleh-oleh khas Bali

Sebelum berburu Souvenir Bali, kami berphoto di papan selancar gede dengan tulisan Hard Rock Hotel Bali . Karena ketiga temanku antusias ingin berphoto, mau tidak mau aku juga ikut-ikutan. Itulah keseruan jalan-jalan “hal kecil bisa sangat membahagiakan ketika dilakukan bersama” meskipun hanya sekedar berphoto. Paling tidak, kami bisa numpang eksis di Hard Rock Bali walau hanya photo iconnya saja 😀

Setelah puas bernarsis ria (kebiasaan orang Indonesia saat travelling ialah kebanyakan photo), lalu kami singgah ke Hawaii Bali tempat berburu oleh-oleh khas Bali. Well mau tidak mau aku juga membeli beberapa gantungan kunci dengan tulisan Bali yang aku suka.

Saranku jika ingin belanja khas Bali lebih baik ke Hawaii paling tidak harganya tidak di mark up seperti di Sukowati serta kualitasnya yang sesuai dengan harga.

Remember, Price is equal with quality 😉

Kami di hard rock bali
Kami di hard rock bali

Dari berburu Souvenir khas Bali temanku Santo dan William malah belanja sepatu di WBF (World Brand Factory) Kuta Bali. Kalau aku malah memilih tetap di mobil takut tidak bisa menahan hasrat untuk belanja hahahah 😀

Puas belanja kami pun kembali ke tempat penginapan untuk mengambil barang untuk check out.

Kesan yang tidak terlupakan selama berada di Bali saat aku menyeret koperku sepanjang jalan Poppies I hingga ke Monumen Bom Bali. Sama seperti saat pertama kali sampai di Bali, ketika itu malam hari dan hujan serta tengah malam, luntang lantung mencari tempat penginapan maka pulangpun harus mendorong koper yang berisi barang yang banyak. Beginilah kalau menjadi wanita rempong hehe 😛

Pelajaran berharga ketika hendak melakukan travelling ialah untuk membawa barang seperlunya saja karena aku orangnya agak heboh jadi saat hendak mengunjungi suatu tempat rasanya semua baju hendak dibawa lalu menyesal karena tidak semua terpakai. Alhasil hanya memenuhi koper saja! Sekarang aku hanya membawa barang seadanya cukup!

Di Monumen Bom Bali
Aku di Monumen Bom Bali

Sesampai di Tugu Bom Bali, rasa lelah baru terasa. Tapi anehnya jika dibandingkan dengan lelah maka rasa bahagia jauh lebih banyak. Aku hanya menaruh barangku di lantai dekat Tugu Monumen sambil menunggu taxi yang akan membawa kami ke Bandaran Ngurah Rai Bali untuk pulang ke Medan..

Good bye Bali…

-Catatan Perjalanan Bali end-

Salam

Weeny Traveller

Iklan

34 tanggapan untuk “Akhir perjalanan Bali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s