Dream what you want to dream, go where you want to go,
be what you want to be. Because you have only one life and
one chance to do all the things you want to do.

Ratapan Angin

Ratapan Angin

Hello World

The last Journey di Dieng kami berakhir di Ratapan Angin, sebuah bukit batu untuk melihat keindahan Telaga Warna Dieng, objek wisata Dieng yang terkenal. Setelah kami selesai berburu Sunrise di Sikunir dengan mendaki Gunung maka pas menuju ke Ratapan Angin, teman-teman agak kecapaian dan enggan untuk ke Ratapan Angin padahal best viewnya Dieng Plateu loh! Untungnya teman-teman mau ikut juga walau agak lelah.

Pak Supir pun sudah siap sedia untuk menemani ke destinasi berikutnya kami untuk objek wisata terakhir Dieng. Yah Ratapan Angin Dienglah menjadi penutup Plesiran Dieng yang berkesan!

Sesampai di  Ratapan Angin kamipun disambut dengan spanduk “SELAMAT DATANG DI BUKIT BATU PANDANG RATAPAN DIENG”! Dengan antusias kamipun menaiki bukit dengan jalanan berbatu nan terjal!

ratapan angin dieng

Ratapan angin dieng

Untuk harga tiket masuk ke Ratapan Angin Dieng sebesar Rp3000/orang. Aku paling suka pemandangan di Ratapan Angin Dieng karena menambah pengalaman jalan-jalan ke Telaga dengan dua warna!

Di Ratapan Angin Dieng terdapat sebuah batu besar yang sering dikunjungi oleh wisatawan untuk berphoto dengan Telaga Warna Dieng. Saat kami ke Ratapan angin dieng warna Telaga biru dan cokelat yang terlihat jelas dari Ratapan angin dieng,

Dieng

Dieng

Setelah puas bernarsis ria di Ratapan Angin maka kami melewati Desa Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa. Sontak kata Desa Tertinggi di Jawa membuat kami berhenti dan mengambik photo di depan Gapura. Nah saat pengambilan photo, bapak Supir langsung ketawa kekeh saat kami berikan camera karena bapaknya tidak pandai pakai camera. Lucu sekali ekspresi Bapak tersebut dan membuat kami tertawa terbahak-bahak, asli bapaknya kocak!

Sembungan Village, Desa Tertinggi di pulau Jawa

Sembungan Village

Sembungan Village

Untuk destinasi wisata terakhir kami saat travelling di Dieng ialah Pendopo Soeharto Witlem,  yang masih satu kawasan dengan Candi Arjuna Dieng dan tiket masuk sudah termasuk dengan tiket masuk Candi Arjuna.

Di dalam Pendopo Soeharto Witlem berisi ruangan dengan gambar Soeharto dan Witlem lebih mirip seperti ruangan meeting biasa yang sekarang berubah jadi tempat wisata atau sesekali dipinjamkan untuk acara/event tertentu.

Pendopo Soeharto Witlem

Pendopo Soeharto Witlem

Puas travelling Kebumen Dieng akhirnya aku dan team kembali melanjutkan perjalanan kami ke Yogyakarta untuk mencicipi wisata Yogyakarta!

Travelling in Diend end-

 

Salam

Weeny Traveller

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

25 Comments

  1. selalu bagus, selalu indah, dan selalu bikin pengen :’)

    Reply

      1. yuk berangkat kita. tapi, kalau aku udah ada rezeki 😀

  2. Win, emang banyak angin di situ, makanya disebut Ratapan Angin? Witlem itu siapa Win?

    Reply

    1. Dari sumber diengtour.diengindonesia sejarahnya Batu Ratapan Angin ,,begitu orang menyebutnya ..sepasang batu yang terletak di atas bukit sikunir menyimpan cerita tersendiri akan keberadaanya …Berawal dari cerita / petuah bijak dari orang-orang terdahulu ..akan arti pentingnya sebuah kejujuran …Alkisah…..dahulu ada sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta ‘Romeo &juliet” …Seorang pangeran yang sangat tampan serta selalu setia kepada sang putri…

      Namun entah mengapa si putri mulai berpaling dari pangeran ..dan lebih memilih dengan kekasih gelapnya…yang kemudian menimbulkan amarah ….di hati pangeran !!

      Dan saat pangeran sadar…ia mencoba untuk membujuk tuan putri agar kembali dan di bawalah sang putri menikmati pemandanagan di atas bukit …untuk membuktikan kesetiaannya pada pangeran ..bahwa si putri telah berjanji akan kembali padanya ,,,,namun kata-kata maaf yang terucap dari sang putri penuh kebohongan, tidak tulus hati, ….

      tatkala badai angin datang yang kemudian menerpa tubuh sang putri dan menjadi batu…sang pangeran pun meratapi kejadian tersebut dan berjanji akan setia menunggu sang putri ….hingga dirinya pun berubah menjadi batu di depan sang putri itu berada…

      Reply

      1. Wahh, tragis kisahnya 😦

      2. semoga jgn kt ya.. eh messa kpn u ke jakarta?

      3. Belum ada rencana Win 😀

      4. ntar klo ada kash tw ya mntw kt bs berjumpa

      5. Siplah 🙂 thank you

  3. jalan2 muluuuuuuuuuu… hiks

    Reply

    1. udah lama itu kak Dhenok cuma baru di update

      Reply

      1. tapi jalan2 muluuuuuuu…. sebellll aku ga bisa *nasib jadi romusha*

      2. aku juga mupeng ama jalan kakka d jepangg

  4. winny iiihh bikin sirik teruuuus, ajak2 doooonk

    Reply

    1. eh ke baluran ama ijen ikut tak?

      Reply

      1. kapan perginya winny?

      2. tgl berapakah? pake cuti gak?
        pengeeen, semoga jadwalnya pas 😀

      3. cuti sehari, dari jaakrta kira2 1 jt ijen ama baluran tp bs kurnag tergantung tiketnya.. jadwalnya belum tp oktober

  5. Enaknya, keliling terus….

    Reply

    1. iya hehhehe ayuk kita jalan daboo

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s