The Betawi Cultural Village has become the primary recreational destination for both local and international tourist, as it is only place in Jakarta where visitors can enjoy with there main activities cultural, agro, and water tourism in one single top. The Betawi cultural village is located in the srengseng sawah sub district of Jagakarsa in the South Jakarta City. Indonesian knows it  as Situ Babakan heritage because location of betai cultural village located in Jl. Situ Babakan. Situ Babakan is also known for its traditional cuisine which includes the sayur asem (sour  vegetable), sayur  lodeh (vegetable soup with coconut milk), Soto Mie (noodle soup), soto babat (tripe soup), kerak telor (crusted fried egg), toge goreng (fried beansprouts), and such as dessert as : dodol (taffies), tape ulit (fermented rice and rice cake), and the wajik (sweet glutinous rice cake),and the typical betawi drinks such as the beer pletok (herbal beer), and star fruit juice”

Betawi culture Village Jakarta

Betawi culture Village Jakarta

Hello World, Hello Universe!

Bingung mencari suasana berbeda di Jakarta? Atau bosan dengan menghabiskan liburan di Mall? Maka ada satu tempat wisata menarik di Jakarta yang jauh dari Nuansa Mall yaitu Perkampungan Budaya Betawi di Situ Babakan Jakarta. Yah Betawi, warga asli Jakarta yang memilliki budaya khas termasuk jenis kulinernya hingga ke bentuk rumahnya. Alamat Situ Babakan Jakarta di Jl. Situ Babakan. Cara mengakses Situ Babakan dari Jakarta Pusat dengan kereta api kemudian turun di LA (lenteng Agung) lalu naik angkot biru No.28 (Rp3500) kemudian turun di Srengseng Sawah pas di belakang Situ Bababakan. Atau Cara lain dengan menaik angkot di Blok M kemudian menaiki Kopaja 616 jurusan Jagakarsa dan akan diturunkan di depan pintu Situ Babakan.

Aku mengajak si Daboo travelling ke Situ Babakan karena ingin mencoba kuliner khas Betawi “Bir Pletok” dan “Laksa”. Dengan semangat 45 si Daboo mencari referensi bagaimana cara ke lokasi Situ Babakan. Eeeh usut punya usut tak jauh dari rumah Uwakku di Srengseng Sawah Jakarat Selatan. Padahal kami sering bermain ke Srengseng Sawah tapi tidak tahu ada wisata alam Jakarta dengan Danau kecil Situ babakan lengkap dengan perkampungan Betawi.

situ babakan

Situ Babakan

Situ Babakan masuk ke dalam daftar must visit in Jakarta karena merupakan wisata murah Jakarta, tidak perlu membayar uang masuk jika dengan berjalan kaki sementara dengan berkendaraan maka cukup membayar tiket parkir sebesar Rp5000.

Aku dan Daboo ke Situ Babakan dengan kereta api dari Stasiun Sudirman Jakarta Pusat. Dari internet Daboo memiliki referensi turun di stasiun sebelum Lenteng Agung dan menaiki Kopaja 616. Ternyata sesampai di stasiun aku bertanya kepada satpam stasiun arah ke Situ Babakan dan dia mengatakan turunnya di Lenteng Agung karena lebih dekat. Ternyata tidak satu jalan ke Roma! Jadi aku dan Daboo harus ke stasiun LA lalu ke Situ Babakan dengan angkot 28 tapi masuknya dari belakang Situ Babakan. tak apalah yang penting bisa mengelilingi Situ Babakan sehari.

Danau Situ Babakan

Danau Situ Babakan

Aku sangat suka di Situ Babakan dengan keasrian pepohonana. Suasa libur yang menyenagkan di Situ Babakan dengan nuanasa pedesaan dengan udara segar. Jauh dari modernisasi!

Memasuki pintu belakang Situ Babakan terdapat Danau yang digunakan masyarakat sekitar untuk memancing. Sepanjang jalan terdapat penjual makanan dan tempat duduk di pinggir Danau untuk menikmati Danau. Di kiri jalanan terdapat pohon rindang yang segar! Liburan singkat yang bisa menghilangkan rutinitasku!

Pengalaman lucu dalam catatan perjalanan ke Situ Babakan saat bocah kecil tersenyum saat aku memphoto mereka yang sedang memancing! Hahaha lucu sekali ekspresi mereka. Selain itu di Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan pengunjung bisa menikmati wisata air berupa bebek air dan sepeda air serta olahraga kano.

Nah sewaktu berjalan aku melihat warung yang menjual Bir Pletok, minuman khas Betawi sehingga aku dan Daboo berhenti mencobanya bersama toge goreng dan Bakso sambil duduk di pinggir Danau Situ Babakan. Terus terang aku tidak suka toge gorengnya karena tidak enak, tidak cocok dengan lidah orang Batak! Toge goreng hanya berisi lontong, toge, dengan kuah kacang. Aku malah lebih suka baksonya. Untuk bir pletoknya aku lumayan suka tapi harganya lumayan mahal bok! Aku cukup kaget juga sih dengan harga makanan kami karena sama dengan harga di Mall dengan kualitas jalanan! (tidak suka deh jajanan di tempat wisata yang harga tidak sesui dengan kualitas, mahal dan tidak enak)! Harga toge gorengnya murah Rp8000 tapi tidak enak! Untuk harga bakso Rp18.000 dan harga bibir pletoknya Rp20.000/sebotol. Menurut traveller murah apa mahal ya?

Selesai mencoba kulier khas Betawi aku dan Daboo mencari pintu utama Perkampungan Budaya Betawi untuk melihat rumah khas Betawi. Eeh rupanya hujan turun saat kami di Situ Babakan yang membuatku tidur di lantai sambil menunggu hujan reda. Kami tidak sendirian, banyak pengunjung yang berteduh di perumahan Betawi sambil menunggu hujan reda.

Rumah Betawi

Rumah Betawi

Setelah hujan reda aku dan Daboo mencoba Laksa lagi di dekat rumah tempat kami berteduh! Hahahaha kami jago makan ya 😀

Harga laksa yang kami makan seharga Rp24000 untuk dua porsi. Aku suka kuah Laksanya yang enak tapi sayangnya tidak ada tahunya. Dari makanan yang aku makan di Situ Babakan aku lebih suka Laksanya.

laksa

Laksa

Pusa dengan berburu kuliner di Situ Babakan Jakarta, kampung Betawi aku dan Daboo pun pulang ke Jakarta dengan perut kenyang dan pengalaman melihat sisi lain Budaya Betawi tempat wisata murah di Jakarta!

Budaya khas Betawi sebagai Identitas Bangsa yang harus kita lestarikan!

rumah khas betawi

Rumah Khas Betawi

I enjoyed travelling to Situ Babakan and loved the every step in Situ Babakan

Salam

winnyalna

 

 

 

 

 

 

Weeny Traveller

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

32 Comments

  1. Memang jago makan lah, haha! By the way, I love that signature photo!

    Reply

    1. Haahha makasih Bang Rusli, I made it because to avoid plagiarism since one person take my photos and earse the siganture hahah :D. Btw u missed this place when u visited Jakarta

      Reply

  2. Wah, mahal, Win! 😮
    btw, gimana rasanya bir pletok? berasa jamu, gak? kan dibuatnya dari rempah2, ya?

    Reply

    1. berarti pemikiran kita sama. ahhahaha mahal 😀 klo birnya terbuat dari rempah2 lumayan hangat di tenggorokan tp lebuh enak air jahe sih

      Reply

  3. Reblogged this on eman salawe.

    Reply

  4. mahal bener ya birnya…huhuhu mending minum air mineral aja deh ya 😀

    Reply

    1. setuju Rinta sepemikiran

      Reply

  5. wah harganya mahal ya mb. tapi untuk takaran harga di Jakarta, ini masih normal x) akhirnyaaaa… seneng deh ngebaca blog mb winny. jadi nambah alternatif tujuan jalan2 sm temen klo di Jkt. bosen bangeeeeeeet nge-mall melulu T^T

    Reply

    1. iya aku juga merasa mahal ehheheheh,.. kpnm drmu ke jakarta?

      Reply

  6. Siip,..referensi baru win 🙂

    Reply

  7. pernah`ke`sini`waktu`masih`kuliah,naik`motor`bareng`temen`yang`tomboy,malem2..hujan2an….terus..nemu`banyak`ikan`mati`di`pinggir..situ….hehe…*baca`blog`winny`jadi`bernostalgia..haha…

    Reply

  8. Sering banget lewat depan nya kalo lagi main kerumah temen tapi kok ngak ada hasrat untuk mampir 😦 sesuatu kalo mudah di jangkau atau di depan mata mmg suka di lupakan ihik ihik ihik

    Reply

    1. gk apa2 tidak ada kata terlambat kok 😀

      Reply

  9. Wah, makasih mba winny. saya lama dijakarta tapi nggak tahu tempat ini ada.. =___=

    Btw enak banget kayaknya bisa bepergian terus.. saya “iri” sama mba :mrgreen:

    Reply

    1. Mumpung di Jakarta mari menjelajahnya hehhee :D..
      Aku pernah loh jalan kaki dari Kota Tua ke kosan di Jl.M THamrin hahahah rasanya gmna gitu. drmu juga cobalah untuk melihat sekitar pasti seru

      Reply

      1. Wahhh… mayan tuh dari kotu ke thamrin 😀

        iya, tulisanmu jadi refensi buatku mba. makasih yo :mrgreen:

      2. sama-sama Azzuralhi semoga bermanfaat 🙂

  10. With so many international travelers today, cultural centers serve an important role in helping humanity understand itself.

    Reply

  11. ah… keduluan Winny… dari dulu pengen ke sana sama temen-temen tapi gak jadi-jadi. kadang memang untuk jalan2 jangan rencana… just go. hahahahaha.

    Reply

    1. yah bg Ryan udah di negeri seberang

      Reply

      1. tak apa2 bg Ryan explore ja yg disono

      2. Okay deh. Mudah2an bisa explore.

  12. Bagus sih, tp sayang pedagang plus penduduk lokalnya kurang responsif sama kurang ramah sama turis….

    Reply

    1. iya ma mahal ito lebih enak klo lht blogmu banayk makanan enak 😀

      Reply

  13. Kak, kalo naik transportasi umum, kalo mau gak jalan terlalu jauh, turunnya pas dibelakang setu (angkot no,28) atau pas di depan pintu masuk (Kopaja) kak? trims sebelumnya

    Reply

    1. terimakasih ya informasinya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.