Travelling di Yogyakarta


“I am not what happened to me, I am what I choose to become.” By C.G Jung

keraton yogyakarta jawa tengah
Keraton Yogyakarta, Jawa Tengah

Hello World, Hello Universe!

Travelling ke Yogyakarta seharusnya judulnya “Menelusuri pantai-pantai Yogyakarta” bersama anak Backpacker yang diprakarsai oleh Aya. Tapi gara-gara aku membuka Open Trip ke Onrust, Kelor dan Cipir yang pesertanya rata-rata ialah teman sekantorku, si Aya yang notabenenya usher Backapcker Indonesia dengan prediket “Verified” malah nyolot dan marah ke aku dan mendepakku dari group whatsapp! So rude!

Wow, i can not imagine, the girl who called her self as Backpacker Indonesia has such a bad manner and worse person”! Sorry girl, you are too crazy to blaming me just because u said i copied your format and talking to me so rough but for me its just immature form and mentally sickness” 

Kebayang dong rasanya ada orang yang tiba-tiba nyolot gak jelas karena merasa saingan businessnya diambil padahal hargaku jauh lebih mahal dari tripnya dan peserta yang kubawa ilah teman-teman sekantorku! ‘Duh gak banget dah, norak dan SAKIT JIWA! aku ikut trip si Aya ke Cipir, Kelor dan Onrust, dan kamu tahu apa kesanku kepada gadis ini? Tripnya totally boring! Well gara-gara si AYA ini aku jadi ilfeel ama anak dari websites Backpacker Indonesia. Note: Khususnya anak ngaku-ngaku backpacker yah tapi gak punya esensi backpacker.

Wake up AYA!Harusnya kamu sering buka website dah dan baca perjalanan dari anak-anak Backpacker yang gak ngaku-ngaku backacpker tapi the truth backpacker dan bagaimana mereka sharing perjalanan mereka, dari situ kamu akan sadar betapa dirimu so naive bagaikan katak dalam tempurung! Untuk sekelas format atau itenary, sah-sah aja girls kalau orang mau contoh dan di google aja banyak apalagi itu juga kamu copasnya dari wikipedia dan harusnya kamu senang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ckkkk

Nah buat teman-teman yang ingin bergabung trip dengan orang lain hati-hati saja dalam memilih ajakan agar perjalanan lebih menyenangkan. Karena pengalaman tidak menyenangkan dengan sekelas usher verified Backpacker Indonesia membuatku ingin sharing agar orang lain tidak mengalaminya juga

Karena terus terang saja perjalanan ke Yogyakarta merupakan perjalanan kedua ku. Dan yang namanya jalan-jalan ‘mah sudah makan garam sebenarnya baik solo travelling maupun dengan tim. Jadi sebenarnya aku tidak takut juga jalan sendiri tapi cara nya jangan begitu. But do not worry, i forgive u already!

pengalaman naik kereta api
Pengalaman Naik Kereta Api

 Travelling ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api kelas ekonomi dari stasiun senen dengan harga tiket Jakarta-Yogya seharga Rp50.000. Di stasiun senen, aku bertemu dengan group si Aya dan kamu tahu dia kelihatan grogi pas lihat aku! Yah iyalah..

Di dalam kereta ekonomi aku senyum-senyum sendiri melihat tingkah aneh beberapa backpacker. Ada anak backpaker yang jijik dengan toilet kereta ekonomi, ada yang menceritakan betapa buruknya pengalaman di dalam kereta api  (kalau tidak mau jadi anak backpaker, jangan naik kereta api dong, cari yang mahal sana!) 😀

Sedangkan penumpang lainnya melakukan aksi tak kalah hebohnya seperti tidur di lantai, menutup lampu dengan koran, tidur di lorong dan tingkah laku aneh lainnya.

Sementara aku yang tidak bisa tidur malah memilih untuk membaca hingga sampai ke stasiun Lempuyangan, Yogyakarta jam 6 pagi dan berangkat dari stasiun senen Jakarta jam 10 malam.

Setiba di Yogyakarta, aku pun menyantap indomie dan teh manis seharga Rp8000 di depan stasiun Lempuyangan untuk menunggu jemputan dari Host ku yang ada di Yogyakarta.

Yeah meski aku dibuang dari Group Backpacker Indonesia “Cari teman blusukan susur Pantai Selatan Yogyakarta 9-10 November 2013” ternyata aku mendapatkan pengalaman baru yang luar biasa yaitu menginap dengan warga Yogyakarta. Serunya lagi selama menginap di Yogyakarta itu gratis dengan memanfaatkan Cs, bukan Winny dong namanya kalau tidak mengatasi masalah sepele seperti itu 😉

Akhirnya hostku menjemputku di stasiun dan menuju ke rumahnya yang dekat dengan Keraton, salah satu tempat wisata andalan Yogyakarta. Horee perjalanan Yogya pun dimulai 🙂

To be Continue

Weeny Traveller-

Iklan

19 tanggapan untuk “Travelling di Yogyakarta

  1. Wah kok menyedihkan sih sampe kayak gitu ya. Makanya aku pikir traveler, backpacker, atau apapun namanya, itu cuma label aja. Aku suka jalan2, ketemu orang baru, mengeksplor tempat2 baru, terlepas dari apapun labelnya.
    Apa yg dialami Winny anggap sebagai pelajaran aja. We can not rely solely on a (verified) person or community. Aku malah beberapa kali denger ada aja ribut2nya komunitas kayak gitu. Hehe.. Pernah denger cerita juga dari temenku yg ikut open trip ke Dieng tapi kacau bangettt…dan si inisiatornya kayak lepas tangan gitu.
    Anywayyy.. Jogja itu selalu menyenangkan, Win. Hope you enjoyed it much!

  2. yuk ngebolang lagi, ada acara bn2013 di jogja..
    sekalian membuktikan pada si someone itu kalau km backpacker yg punya gaya sendiri 🙂

  3. Dulu KA Ekonomi dan Bisnis itu memang enak buat backpacker. Sekarang, sih, ekonomi udah nggak enak lagi buat backpacker. Naik bis ekonomi aja, mbak, tapi cari yang PO nya jelek. Kalau PO-nya sering ngetop, biasanya bisnya nggak cocok backpacker. Orang sekarang terlalu manja

  4. ‘Tak kenal maka tak sayang’ atau iri, whatever … Show must go on, every body love the original it as Winny, it’s be on You. BTW bus way otw, …ditunggu kelanjutannnya…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s