Hello World!!
Artikel tentang Musim Kemarau vs Musim Hujan di Kupang saya buat karena kekaguman saya akan keajaiban Kupang, tempat saya sekarang bekerja. Indonesia yang hanya memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, memang memiliki cerita tersendiri.
Hmmm, akhir-akhir ini Kupang lagi musim hujan. Uniknya, aku melihat disekelilingku berwarna hijau, serasa bukan di Kupang. Kupang yang merupakan ibukota Nusa Teggara Timur merupakan kota yang penuh dengan karang. Sepanjang jalan terdapat karang, begitu juga awal bulan juni tahun lalu, ketika aku melihat ketandusan Kupang. Kondisi Kupang musim kemarau dipenuhi dengan warna cokelat, terlihat jelas batu karang dan disekelilingnya rumput mati, gersang dan hanya beberapa pohon yang hidup. Tinggal di Kupang saat musim kemarau serasa hidup di Gurun Sahara (meski gak pernah ke Sahara, sih!! hehehe :D). Panasnya beda sekali dengan panas di kota lain di Indonesia, panas Kupang saat musim kemarau sangat menyengat, terik dan langsung ke kulit. Kupang musim kemarau memang sangat panas sekali bisa mencapai 37 derajat Celcius. Disepanjang perjalanan melihat warna cokelat namun berbeda saat musim hujan, semuanya berubah jadi warna hijau, kawan!! Unik bukan?
Ajaib memang kota Kupang ini, dan saat musim kemarau di Kupang, jarang sekali hujan hanya lima kali sepanjang 8 bulan!! Curah hujannya rendah. Tapi berubah saat musim hujan di Kupang ย yang dimulai dari periode Desember hingga maret sekarang ini, langsung berubah hijau, indah!
Anehnya musim hujan di Kupang, hujannya bias 3 hari berturut-turut non stop dan kupu-kupu banyak beterbangan pada musim hujan khususnya di bulan februari. Musim hujan di Kupang, suasananya sangat sejuk pokoknya beda dengan saat musim kemarau, Namun penduduk lokal lebih menyukai saat musim kemarau dibandingkan dengan musim hujan.
Untuk melihat perbedaan yanh kontras saaat musim kemarau dengan hujan, saya sisipkan gambaran Kupang musim kemarau vs musim hujan.

Bagaimana pendapatmu mengenai musim kemarau vs musim hujan di Kupang?
Indonesia ini memang keren di setiap jengkal tanahnya, Win. Dan aku takjub sekali melihat dua foto di atas. Asli keren! Banyakin fotonya dong Win.. Penasaran sama Kupang. ๐
makasih sarannya citra :), Indonesia emang keren ehhehe
Namun penduduk lokal lebih menyukai saat musim kemarau dibandingkan dengan musim hujan. <- Kalau boleh tahu kenapa penduduk lokal lebih suka musim kemarau?
karena saat musim hujan gak bisa kemana-mana, nelayan gk bisa menangkap ikan karena laut gelombangnya tinggi banget dan kalau hujan bisa seharian buzz ๐
kekhasan negeri tropis
betul sekali hilmen
wah foto yang pas musim hujan seger banget mbak,,,,,
iya mita ๐
ekstrim x ito
ektrik gimana ito?hehe
jauh x kemaro sama hujan ….
begitulah ito..
ito,, bantu komen yah
http://www.bigblogexchange.org/blog/140001
ntar konfirm dari email,, mkash yah ito
keren bgt fotonya Winny… gersang versus segeeerrrrr ๐
iya bunda semua jd hijau hehee
Wihhh beda jauh ya..
iya erit hehe
lucu ya, disini malah pohon2 pada kering pas musim salju, trus seger berbunga- bunga pas musim panas ๐
buatkan tulisannnya dong fascha hhehee
nanti ya ๐ kalo salju ada kan sudah, nnt kl lg summer aku posting, bunga2nya seru deh
aku tunggu yah fascha,, anyway bantu vote yah heheh
https://winnyradc.wordpress.com/2013/03/05/vote-for-me-please/,, ntar konfirm dri email,,mksh fascha ๐
sudah say ๐
Terimakasih fascha ๐
Wow …. that is a big difference. Seems like all or nothing. I would think that residents may prefer the dry, but the wet is necessary for survival.
Just wanted to stop by to say Hi Winny!
hey Frank im surprised u undesratnd about my article hehhe.. thats kupang, oneday if u have a chance come here.. anyway frank vote for me please ๐ http://www.bigblogexchange.org/blog/140001 thank u
Consider it done. ๐
hahah thank u frank but they would ask u to confirm from ur email hehe
Thanks for the tip … done again! So have a signed up for a Trojan Horse or virus? ๐
Trojan fro what?
Just kidding! ๐
hahah ur funny lol